Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Februari 22, 2013

bakries OUT OF bumi (2) … 2202/2013

Filed under: BURSA bumi — bumi2009fans @ 1:19 am

OJK Awasi Keputusan RUPS Bumi Plc
Kamis, 21 Februari 2013 | 16:26
investor daily

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan mengawasi keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bumi Plc di London, terutama tentang status pengendali di PT Bumi Resources Tbk (BUMI).

“Sampai saat ini masih berandai-andai apakah ada perubahan pengendali BUMI. Kita tidak melihat siapa menang atau kalah, tapi apakah ada perubahan pengendali atau tidak di Bumi Resources,” ujar Anggota Dewan Komisioner OJK, Nurhaida di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan, jika terjadi perubahan struktur saham pengendali BUMI, maka perusahaan pengendali wajib menggelar penawaran umum atau tender offer saham milik pemegang saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).

“Bisa tahu ada atau tidaknya perubahan pengendali tergantung hasil RUPS Bumi Plc. Tapi kita juga harus mendapatkan laporan dari BUMI bagaimana hasilnya. Jika tidak ada perubahan pengendali, tidak ada kewajiban tender offer,” kata dia.

Ia mengemukakan, berdasarkan aturan pasar modal, besaran harga tender offer adalah menggunakan rata-rata harga tertinggi harian selama 90 hari perdagangan sebelum pengumuman atau memakai harga akuisisi. Dari kedua opsi itu dipilih yang nilainya lebih besar.

Nurhaida mengatakan, jika keputusan RUPS Bumi Plc berdampak signifikan bagi perusahaan, maka manajemen BUMI diharuskan menyampaikan keterbukaan informasi kepada regulator di hari kerja kedua paska keputusan itu.

“Ini, bisa dianggap kejadian penting di pemegang saham yang berimbas pada BUMI, jadi harus dilaporkan di hari kerja kedua setelah terjadinya keputusan,” katanya.

Ia juga mengatakan, pihaknya tidak akan ikut menentukan keputusan bisnis Bumi Plc maupun Bumi Resources. Persoalan relationship agreement di antara dua perusahaan itu tetap menjadi hak keduanya.

“Kami hanya melihat apakah ada dampak terhadap pemegang saham BUMI. Kami hanya mengawasi bahwa aturan pasar modal sudah dilaksanakan dengan baik,” kata dia. (Investor Daily/tk/ant)
Hashim gagal jadi direksi Bumi Plc
Oleh Andri Indradie – Jumat, 22 Februari 2013 | 01:57 WIB

kontan

LONDON. Gagal sudah upaya Nathaniel Rothschild mengusung Hashim Djojohadikusumo dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bumi Plc. Berdasar siaran pers Bumi Plc yang diterima KONTAN, Jumat (22/2), menyatakan usulan ini ditolak dalam voting pemegang saham Bumi Plc.

Dalam pemungutan suara tersebut, Hashim hanya didukung 43,53%. Adapun kubu penentang Nat meraih suara 56,47%.

Nat berupaya menghadirkan Hashim sebagai kekuatan lain dari pengusaha Indonesia di Bumi Plc untuk melawan Grup Bakrie.

RUPS Bumi Plc menolak 19 dari 22 usulan Nat Rothschild
Oleh Andri Indradie – Jumat, 22 Februari 2013 | 01:54 WIB
kontan

LONDON. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bumi Plc akhirnya menolak usulan Nat Philip Rothschild. Lewat Forest Nominees atas nama NR Investments Limited, pemegang saham menolak 19 dari 22 usulan penggantian direksi.

Semua direktur tetap ada di dewan direksi Bumi Plc, kecuali Nalinkant Rathod and Jean-Marc Mizrahi. “Satu-satunya direktur baru dan masuk dewan direksi adalah Sir Richard Gozney, mantan duta besar Inggris untuk Indonesia, ujar manajemen Bumi Plc lewat siaran pers yang diterima KONTAN, Jumat (22/2).

Selanjutnya, RUPS memberi mandat kepada dewan direksi Bumi Plc untuk fokus pada dua hal utama. Pertama, eksekusi perceraian Bumi Plc dengan Grup Bakrie dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Transaksi mengenai perceraian ini akan diputuskan lagi oleh pemegang saham sesegera mungkin.

Kedua, restrukturisasi dewan direksi akan terlaksana sesuai proses hukum yang berlaku, namun tetap dalam kerangka sesuatu yang sangat urgent.

Pada saat yang sama, Samin Tan menyatakan mundur sebagai “chairman” Bumi Plc begitu ada chairman baru independen. Sebelum ada pengganti, Samin Tan akan tetap ada di dewan sebagai wakil pemegang saham utama dan partner bisnis Bumi di Indonesia.

Terakhir, dewan akan tetap fokus pada kinerja operasional dan penguatan manajemen di Berau. Dewan direksi Bumi Plc akan terus mengejar potensial klaim di saat ada prospek realistis dari pemulihan berkaitan dengan investigasi terbaru oleh Macfarlanes LLP.

Rothschild defeated in Bumi showdown

By Clara Ferreira-Marques and Sarah Young

LONDON | Thu Feb 21, 2013 2:24pm EST

(Reuters) – Financier Nat Rothschild, co-founder of Bumi Plc BUMI.L, lost his bid to oust the coal miner’s board on Thursday, after a public showdown with his one-time colleagues and Indonesia’s influential Bakrie family.

Shareholders voted in favour of keeping Bumi’s chairman and chief executive and most of the current board, rejecting 19 of the 22 proposals made by hedge fund veteran Rothschild.

It was a key step in the unwinding of Rothschild’s venture with the politically connected Bakries, set up in 2010 to bring promising Indonesian assets to London investors. The partnership rapidly soured into a battle that has involved two rival candidates for Indonesia’s presidential elections next year.

Rothschild’s own bid to rejoin the board, as executive director, received the least support from voting shareholders.

Rothschild, however, called the board’s victory “pyrrhic”, pointing to support from the company’s heavyweight Indonesian shareholders. He said in a statement issued after the vote that the current independent directors had lost the confidence of minority shareholders and should resign.

“I only have one aim – and I have around 36 million shares in this company, together with my cousin – I want the share price to appreciate,” Rothschild said before the results were released, flanked by his mother in a show of support from the banking dynasty.

He had wanted to oust 12 of 14 board members and bring in a new team which included himself, proposals which he said would have helped draw a line under past dramas and revive a share price languishing at a third of its June 2011 level.

The current board, though, says it has already agreed a split with the Bakries – something all sides agree is critical – in a deal that would have been jeopardised if Rothschild returned to the board, and says it is already reviving one of the world’s largest thermal coal exporters.

Bumi said in a statement that it will now prioritise the split and will put the deal to shareholders for approval, as well as embarking on a restructuring of its board, which it has said will be become smaller and led by a new chairman.

VOTING

Rothschild’s campaign was damaged by a last-minute stake sale by a major Indonesian investor earlier this week, freeing up shares whose voting rights had been frozen by regulators.

Indonesian investors hold 30 percent of the voting rights and the impact of the freed shares – an extra 10 percent – swung the pendulum against Rothschild’s proposals. The financier and investors who had declared support, held roughly 30 percent.

The votes, totted up after a meeting at in a central London military hall, showed that the defeat of Rothschild’s plan was not entirely comprehensive. Around 40 percent of voting shareholders supported his resolutions to remove chairman Samin Tan and Bumi’s chief executive, Nick von Schirnding.

He was also successful in his plan to remove two directors, Bakrie ally Nalin Rathod and Jean-Marc Mizrahi, and with his proposed addition of diplomat Richard Gozney to the board.

DISASTROUS

Rothschild, the 41-year-old hedge fund veteran known for his bulging contact book, won investors’ plaudits when he set up Bumi with Indonesia’s influential Bakrie family.

“To me, this idea of an Indonesian company married to an English (board) had the makings of a brilliant success,” said one small shareholder, pensioner Michael Napier.

But tensions between Rothschild and his Indonesian partners came to a head last year, after Bumi announced an independent investigation into potential wrongdoing at its Indonesian subsidiaries. Weeks later, the Bakries said they wanted to draw a line under the London adventure and pull out their assets.

All sides agree Bumi has been a disastrous foray. Its shares are down some 66 percent since a 2011 listing – even with a recovery since the start of the year – as boardroom battles added to the impact of falling thermal coal prices.

Many investors suggest the coal venture has bruised London’s reputation as well as that of Indonesia. While the London market has long seen successes and failures, Bumi has highlighted corporate governance failures elsewhere in the sector, and it contributed to regulators’ decision to tighten listing rules.

All sides also agree on the need to part ways, just not how.

“The right idea would be to keep Bumi as clean as possible and move on. But whoever wins, the damage is done and it may take a big PR and corporate exercise to restore investor confidence,” said analyst Cailey Barker at Numis Securities.

Adding to the complexities, Thursday’s vote also pitted the families of one Indonesian presidential candidate against another. Aburizal Bakrie, patriarch of the Bakrie family, is running for the Golkar party in 2014 elections, while the brother of Rothschild backer and would-be board member Hashim Djojohadikusumo – former general Prabowo Subianto – is a rival.

(Additional reporting by Janeman Latul in Jakarta, Sinead Cruise in London; editing by Bernard Orr and Philippa Fletcher)
Penjualan saham Recapital ganjal suara Rothschild
Oleh Rika Theo – Selasa, 19 Februari 2013 | 13:50 WIB | Sumber Bloomberg
kontan

LONDON. Penjualan 13% saham Bumi Plc milik Grup Recapital dapat mengganjal upaya Nathaniel Rothschild untuk mengontrol induk usaha PT Bumi Resources Tbk itu. Sebab, ketiga pemegang saham baru Bumi Plc itu dapat beroleh hak suara dalam rapat pemegang saham di 21 Februari nanti.

Padahal, Desember lalu, hak suara dalam 13,4% saham Recapital di Bumi Plc dihilangkan oleh otoritas Take Over Panel Inggris lantaran Recapital dianggap masih terafiliasi atau satu pihak dengan Bakrie. Akibatnya, hak suara Recapital dan Bakrie yang ketika itu totalnya berjumlah 50,3% dipangkas menjadi 29,9%.

Nah dengan penjualan saham Bumi Plc, jika tiga investor baru itu bisa terdaftar sampai dengan batas waktu yang ditentukan sebelum RUPSLB, mereka akan mengantongi hak suara. Ini akan menambah jumlah suara yang perlu dimenangkan Rothschild.

Tapi, “Sampai dengan kemarin, hak suara ketiga pembeli baru ini masih belum jelas. Hasil voting pemegang saham kemungkinan akan sangat ketat bagi kedua pihak,” kata Alexander Ramlie, Direktur Bumi Plc, dalam emailnya hari ini.

Perubahan kendali perusahaan

Total 24,2 juta saham Recapital yang dijual memiliki nilai pasar sebesar US$ 141 juta, berdasarkan harga penutupan 15 Februari 2012.

Kemarin, Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nurhaide mengatakan, apabila proposal Rothschild terkabul dalam RUPLSB dan ia mengganti 12 dari 14 direktur Bumi Plc, maka ini akan diperhitungkan sebagai perubahan kendali dalam Bumi Resources. Dengan begitu, perusahaan harus melakukan tender offer wajib atas sisa saham BUMI.

“Dalam perubahan kendali, regulasi pasar modal sudah jelas. Pihak pengendali baru harus melakukan tender offer.” tuturnya. Namun ia tidak dengan jelas mengatakan bahwa perubahan direksi dapat diartikan perubahan kendali.

Sedangkan Rothschild dalam emailnya kemarin mengatakan bahwa Bumi Plc tak pernah memegang kontrol atas Bumi Plc. Artinya perjanjian Rothschild dengan Bakrie mengenai Relationship Agreement tidak relevan. “Bumi Resources dikontrol oleh Bakrie yang menunjuk semua manajemen seniornya, melakukan apa yang mereka suka atas asetnya, dan mengabaikan pemegang saham lainnya,” ujar Rothschild.

Tapi Nurhaida berkata kendali perusahaan didefiniskan sebagai kepemilikan di atas 50% atau memiliki kemampuan mengontrol beberapa aspek perusahaan seperti menunjuk direktur atau manajemen, bahkan jika memiliki saham kurang dari 50%.

Harga saham Bumi Plc kemarin menanjak 4,4% menjadi 394 pence. Harga Bumi Plc sudah anjlok 69% tahun lalu. Namun tahun ini saham Bumi Plc bangkit 43%,

Bumi Konsultasi OJK Lindungi Pemegang Saham
Senin, 18 Februari 2013 | 17:45
investor daily

JAKARTA- Manajemen PT Bumi Resources (BUMI) mengaku tengah melakukan konsultasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melindungi kepentingan pemegang sahamnya menjelang pelaksanaan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang akan diselenggarakan Bumi Plc.

“Kami memang memohon waktu untuk berkonsultasi dengan OJK mengenai tugas dan kewajiban Manajemen BUMI dalam melindungi kepentingan seluruh pemegang saham berkaitan dengan event yang terjadi di London,” kata Direktur Utama BUMI Ari Hudaya di Jakarta, Senin.

Ia mengemukakan, pihaknya merunut apa yang terjadi antara Bumi Plc dan BUMI sejak 2010 silam, mulai dari proses pertukaran saham atau share swap sebagai awal mula terbentuknya kerja sama Grup Bakrie dengan Nat Rotschild.

“Saya juga konsultasi kalau ada perubahan pemegang saham Bumi Plc. BUMI akan melakukan tender offer kalau ada perubahan pengendali, selebihnya, kami lebih banyak diskusi tentang aturan yang relevan dengan OJK, dan kami akan kembali lagi,” katanya.

Ari menambahkan, jika nantinya dalam RUPSLB Bumi Plc, proposal Bakrie disetujui oleh pemegang saham, maka akan dilakukan tukar guling saham kembali berikut uang tunai senilai US$278 juta oleh pihak Bakrie kepada Bumi Plc. Artinya Grup Bakrie tetap menjadi pemenang saham mayoritas di Bumi Resources dan tidak perlu dilakukan tender offer.

Anggota Dewan Komisioner dan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Nurhaida mengatakan pihaknya akan menunggu hasil RUPSLB Bumi Plc. Namun, apabila memang nanti ada perubahan pengendali Bumi Plc, maka pengendali baru wajib mengadakan tender offer. (ant/gor)

RUPS Bumi Plc Diundur!
Widi Agustian – Okezone
Senin, 18 Februari 2013 20:07 wib

JAKARTA – Bumi Plc mempublikasikan informasi yang mengejutkan. Jika sebelumnya perusahaan asal Inggris tersebut akan melakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 21 Februari, namun ternyata rapat itu diundur.

“Selanjutnya, RUPS Bumi Plc yang digelar pada 21 Februari 2013 pukul 11.00 waktu setempat akan ditunda dalam kurun waktu 48 jam,” demikian seperti dikutip Okezone dari keterangan Bumi Plc, Senin (18/2/2013).

Perubahan itu dilakukan karena adanya keputusan bisnis yang dilakukan internal Bumi Plc, terkait perubahan kepemilikan saham.

Namun, dalam keterangannya dituliskan rapat tersebut tidak diikuti oleh pemegang saham. Hal ini sesuai dengan keputusan yang mengacu kepada peraturan yang diterbitkan UK Takeover Code, atau semacam badan pengawas pasar modal Inggris. (wdi)
Dukung Bakrie, Hary Tanoe masuk Bumi Plc
Oleh Yuwono Triatmodjo, Agustinus Beo Da Costa, Avanty Nurdiana, Narita Indrastiti, Barly Haliem – Selasa, 19 Februari 2013 | 06:29 WIB
kontan

JAKARTA. Peta perang di Bumi Plc berubah cepat. Grup Bakrie akhirnya mendapat dukungan dari Hary Tanoesoedibjo, pemilik Grup MNC. Hary masuk ke perusahaan ini dengan membeli 3 juta saham milik Recapital.

Merujuk pengumuman Bumi Plc, kemarin (18/2), PT Recapital Advisors dan PT Bukit Mutiara menjual 24,20 juta unit atau setara 13,1% saham Bumi Plc kepada tiga pihak. Pertama, Avenue Luxemburg SARL. yang membeli 13,67 juta unit atau sekitar 7,4% saham Bumi Plc . Kedua, Flaming Luck Investment Ltd yang dikendalikan keluarga Tanoesoedibjo, membeli 3 juta saham Bumi Plc (1,7%). Ketiga, Argyle Street Management Limited yang membeli 7,54 juta saham (4%).

Saat dikonfirmasi, Hary mengatakan ada dua alasannya membeli saham Bumi Plc. “Pertama, karena layak untuk investasi. Kedua, untuk membantu pengusaha nasional yang beritikad baik,” ujar dia kepada KONTAN, kemarin.

Hary menolak jika aksinya ini dikaitkan dengan kedekatannya dengan Grup Bakrie setelah dia membeli sejumlah aset milik konglomerasi tambang tersebut. Hary juga merahasiakan harga akuisisi Bumi Plc. Yang jelas, harga saham Bumi Plc kemarin GBp 389,9 per saham.

Spekulasi yang beredar, manuver Hary mendukung “penyelamatan” Grup Bakrie itu tak lepas dari upayanya memburu sejumlah aset milik Grup Bakrie. Pemilik MNC ini kabarnya akan memboyong 70% saham PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) senilai Rp 6 triliun. Dia juga ingin masuk ke PT Berau Coal Energi Tbk (BRAU).

Saat dihubungi KONTAN, Chairman Bumi Plc Samin Tan tak berkomentar atas spekulasi itu. “Kita tuntaskan dulu RUPSLB ini,” ujarnya.
Jika kehadiran Hary Tanoe di Bumi Plc memang bertujuan mendukung Grup Bakrie, posisi suara kubu ini dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar

Biasa (RUPSLB) Bumi Plc bakal bertambah. Sebab, Grup Bakrie membutuhkan minimal 8% suara untuk memenangkan pertaruhannya di Bumi Plc.
Aksi menggalang dukungan ke kubu Grup Bakrie tak hanya terjadi di London. Di dalam negeri, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nurhaida dan Hatta Radjasa, Menko Perekonomian, ikut mendukung Grup Bakrie. Nurhaida menyatakan akan mengambil tindakan tegas jika terjadi perubahan pengendalian di Bumi Plc akibat RUPSLB pada 21 Februari 2013.

Kemarin (18/2), harga saham BUMI melonjak drastis, naik 9,41% dari hari sebelumnya ke Rp 930 per saham.

BEI Pertanyakan Dana Bakrie Menebus BUMI
Jumat, 15 Februari 2013 | 16:06 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) mempertanyakan ketersediaan dana Grup Bakrie untuk menebus saham-saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) milik Bumi Plc. Hal itu sebagai tindak lanjut rencana cerainya Grup Bakrie dengan Bumi Plc.

Hoesen, Direktur Penilaian Perusahaan BEI mengatakan, pihaknya telah mengirimkan surat kepada PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR). Salah satu poin yang tertera dalam surat tersebut adalah mengenai sumber dana pengambilalihan saham BUMI.

“Kami sudah kirim hari ini (Jumat, 15/2/2013). Selain klarifikasi, kami juga tanyakan asal dana untuk membeli saham BUMI itu,” jelasnya.

Manajemen BNBR, lanjut Hoesen, wajib menjawab keterangan tertulis itu paling lambat Kamis (21/2/2013) pekan depan. Dua hari lalu, Grup Bakrie telah mengadakan kesepakatan dengan pihak Bumi Plc terkait pengambilalihan saham BUMI milik Bumi Plc oleh Grup Bakrie.

Grup Bakrie akan mengambil saham BUMI dengan saham Bumi Plc miliknya dan dana tunai. Bumi Plc menguasai 29,2 persen saham BUMI. Sementara Grup Bakrie melalui BNBR memiliki 23,8 persen saham Bumi Plc. BNBR akan menukar epemilikan 23,8 persen saham Bumi Plc dengan 10,3 persen saham BUMI. Sisanya, yaitu sebesar 18,9 persen akan ditebus dengan dana tunai senilai 278 juta dollar AS.

Grup Bakrie diwajibkan menyetor tersebut sebelum rapat umum pemegang saham (RUPS) Bumi Plc pada 21 Februari 2013 mendatang.

Sebagai tanda jadi, Bumi Plc meminta Grup Bakrie menyediakan dana awal senilai 50 juta dollar AS. Nah, dana tunai inilah yang menjadi target pertanyaan BEI.

Seperti diberitakan sebelumnya, Bakrie mulai melego aset dan kepemilikan saham di anak-anak usahanya. Terakhir, Bakrie dikabarkan menjual aset-aset milik PT Bakrieland Development Tbk (ELTY).

Selain itu, Keluarga Bakrie juga disebut-sebut akan menjual sekitar 51 persen kepemilikan sahamnya di PT Visi Media Asia Tbk (VIVA), dan menjual lahan milik UNSP sebesar 16.000 hektar senilai 178 juta dollar AS. Ditengarai penjualan aset-aset tersebut dalam rangka mencari dana segar guna aksi pengembilaalihan saham BUMI itu. Namun, patut dicermati, penjualan aset yang dilakukan ELTY dan UNSP sejatinya masuk ke kas kedua perusahaan tersebut dan digunakan untuk kepentingan keduanya. (Amailia Putri Hasniawati/Kontan)
Lepas Bumi Plc, Bakrie Bayar Deposit US$50 Juta

Achmad Aris

Rabu, 13 Februari 2013 | 09:13 WIB

bisnis indonesia
LONDON-Kelompok usaha Bakrie akhirnya sepakat untuk membayar deposit sebesar US$50 juta pada 15 Februari dalam persetujuan yang menetapkan ketentuan pemisahan dari Bumi Plc, perusahaan patungan batu bara yang kini dalam perebutan status pengendali.

Chief Executive Officer Bumi Plc Nick Von Schirnding dalam pernyataannya Selasa (12/2) yang dikutip Bloomberg Rabu (13/2) mengatakan pembayaran deposit tersebut – insentif Group Bakrie untuk menjamin kebutuhan pendanaan untuk menyelesaikan kesepakatan ini – akan mengantarkan pemisahan Bumi Plc dari Grup Bakrie dan PT Bumi Resources.

Group Bakrie mengusulkan penukaran 23,8% saham mereka di Bumi Plc dengan 10,3% saham Bumi Plc di Bumi Resources.

Proposal tersebut juga menyerukan kepada Bumi Plc untuk menjual sisa sahamnya 18,9% kepada Group Bakrie senilai US$278 juta secara tunai.

Selanjutnya, Group Bakrie akan diminta untuk menempatkan dana tersebut ke dalam escrow dalam waktu 5 hari kerja sejak penandatanganan kesepakatan final atas transaksi itu, yang membutuhkan persetujuan dari pemegang saham Bumi Plc.

Nathaniel Rothschild, pengusaha asal Inggris yang mendirikan Bumi Plc bersama Group Bakrie pada 2010, telah menuduh manajemen dan Chairman Bumi Plc Samin Tan gagal menjalankan tugasnya.

Nat disebut-sebut mencoba untuk mengganti beberapa direktur independen, chairman, dan CEO dalam rapat umum pemegang saham pada 21 Februari 2013, sembari juga mengupayakan pemisahan Bumi Plc dari Group Bakrie.

“Deposit sebesar US$50 juta setara dengan 13 pence per saham Plc,” kata Nat dalam pernyataannya merespon Bumi. “Sejak kami mengadakan RUPSLB, harga saham telah naik dari 265 pence ke 404 pence,” tambahnya.(foto: bloomberg/yus)

Bumi reaches agreement on terms of split from Bakrie family
12:45pm EST

Feb 12 (Reuters) – Bumi Plc said it had agreed a deal that would allow Indonesia’s Bakrie Group to unwind its interest in the London-listed coal miner in exchange for Bumi’s stake in Asia’s biggest thermal coal exporter, PT Bumi Resources .

Under the deal, the Bakrie Group will cancel its indirect 23.8 percent stake in Bumi Plc in exchange for the 10.3 percent owned by Bumi Plc in PT Bumi Resources.

Bumi Plc would also sell the remaining 18.9 percent stake it holds in Bumi Resources to the Bakrie Group for $278 million.

The Bakries joined financier Nat Rothschild in 2010 to bring its Indonesian coal assets to the London market by merging them with Vallar, Rothschild’s listed investment vehicle, and renaming it Bumi Plc.

But the share price has plunged since then. Falling coal prices, an investigation into allegations of financial wrongdoing and the shareholder battles added to the company’s woes.

The Bakries said last year they planned to unwind their interests in the company, taking back the assets they and partners brought to Bumi Plc.

Meanwhile, Rothschild wants to remove at least 12 of the company’s 14 directors and bring in a new board.

Shareholders are due to vote on Rothschild’s proposals at a special meeting in London on Feb. 21.

Lawan Rothschild, Manajemen Bumi Plc Raih Dukungan
Widi Agustian – Okezone
Senin, 11 Februari 2013 10:13 wib

LONDON – Advisor PIRC menyatakan, pemegang saham Bumi Plc seharusnya mendukung manajemen perseroan yang menentang langkah Nat Rothschild yang berniat kembali menjadi direktur eksekutif.

Bumi Plc, perusahaan yang awalnya didirikan oleh Nat Rothschild dan Grup Bakrie, akan menggelar rapat umum pemegang saham (RUPS) pada 21 Februari mendatang. RUPS ini akan mengagendakan usulan Nat Rothschild untuk melakukan perombakan direksi. Dalam proposalnya, Rothschild akan mengganti 12 dari 14 direksi saat ini.

Dia sendiri akan kembali ke jajaran direksi sendiri, setelah mengundurkan diri tahun lalu. Hal ini dia klaim sebagai bagian dari rencana untuk menjaga Bumi Plc agar tetap hidup.

PIRC yang mengelola dana pensiun dan merupakan manajer investasi dari aset senilai 1,5 triliun poundsterling (USD2,4 triliun) mengatakan, pemegang saham harus secara aktif mendukung rencana direktur independen.

“Agar bisa maju, perusahaan tidak harus mengulang dari nol. Dan bukanlah hal yang baik bagi pemegang saham jika perusahaan akan dijalankan oleh orang-orang yang membawanya ke masalah ini,” kata PIRC seperti dilansir dari Reuters, Senin (11/2/2013).

“Sebuah manajemen baru sangat penting untuk menempatkan perusahaan kembali pada arah yang benar, dan dalam pandangan PIRC perlu pengecualian di mana pendirinya jangan ikut campur lagi,” imbuhnya. (wdi)
Bumi Plc: Kunjungan ke OJK hanya konsultasi semata
Oleh Issa Almawadi – Selasa, 05 Februari 2013 | 15:15 WIB

kontan

JAKARTA. Jajaran manajemen Bumi Plc yang diwakili dua Direktur non Eksekutif Independen, Amir Sambodo dan Graham Holdaway melakukan kunjungan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pertemuan yang berlangsung satu jam dengan Ketua Eksekutif Pengawasan Pasar Modal OJK, Nurhaida hanya membicarakan posisi Bumi Plc di Indonesia.

“Kami hanya konsultasi. Menjelaskan kedudukan Bumi Plc di Indonesia, karena Bumi Plc punya anak usaha yakni PT Berau Coal Energy Resources Tbk (BRAU) dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI), serta PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS),” tutur Amir saat dihubungi wartawan, Selasa (5/2).

Menurut Amir, pihaknya bersama perwakilan Bumi Plc juga menjelaskan semua hal yang terkait dengan pemberitaan media massa belakangan ini. Namun dia menyangkal adanya pembahasan mengenai investigasi terkait atas dugaan penyimpangan laporan keuangan di BUMI.

Amir juga mengungkapkan, pihaknya membahas mengenai aturan yang harus diikuti baik dari pihak Bumi Plc di London, maupun anak usahanya yang ada di Indonesia. “Kami juga menyampaikan rencana persiapan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS),” jelas dia.

Intinya, Amir menyampaikan bahwa pertemuan dengan OJK hanya sebagai konsultasi semata. Tidak membahas secara detil mengenai apapun yang terkait dengan Bumi Plc dengan anak-anak usahanya.

Aset Bakrie di Bumi Plc sudah bermasalah sejak dulu
Reporter : Ririn Radiawati
Selasa, 5 Februari 2013 10:32:58
merdeka

Aset Grup Bakrie di Bumi Plc disebut telah bermasalah sejak dulu. Bahkan sebelum konglomerat Nathaniel Philip Rothschild menyebarkan data yang didapatnya dari antah berantah. Presiden Direktur Bumi Plc Samin Tan mengatakan dia telah mengetahui permasalahan tersebut sejak dia menjabat sebagai Presiden Direktur Vallar Plc (nama sebelum berubah jadi Bumi Plc) 2011 lalu.

“Waktu saya menduduki jabatan presiden direktur di Bumi Plc, waktu itu masih Vallar, masalah itu (Bakrie) sudah ada di sana. Bahkan sebelum Macfarlanes melakukan investigasi,” ujar Samin saat diwawancara oleh Bloomberg TV, Selasa (4/2).

Samin mengatakan, saat itu, dia dan dewan direksi telah mencoba mencari jalan keluar untuk masalah tersebut. “Tapi Juli tiba-tiba ada dokumen, entah dari mana, dan dipublikasikan ke publik. Sejak itu diskusi kepada Bakrie mulai hancur,” ujar dia.

Dia mengatakan, perpisahan dengan Grup Bakrie adalah langkah yang rasional saat ini. Pasalnya, Bumi Resources merupakan aset yang bermasalah bagi Bumi Plc sejak awal. Untuk itu, dia kembali meyakinkan bahwa direksi saat inilah yang akan membuat nilai saham Bumi Plc kembali pulih.

“Karena memang hanya direksi saat ini yang bisa menyelesaikan perpisahan dengan Bakrie. Bakrie telah menyebutkan bahwa dia tidak mau berurusan dengan Rothschild maupun direksi pilihan Rothschild,” ujar Samin.

Orang terkaya nomor 28 di Indonesia versi Forbes itu mengatakan perpisahan dengan Bakrie menjadi solusi bagi saham Bumi Plc yang terus menerus turun semenjak persoalan itu memuncak. Saham Bumi Plc pernah menyentuh level terendahnya yaitu pada Oktober tahun lalu di level GBP 1,6 per lembar saham. Samin mengaku dia adalah orang yang paling banyak merugi akibat isu ini.

“Saya dan Bakrie adalah korban dari permainan Rothschild,” ungkap dia.
[rin]

Fase Koreksi Saham BUMI Selesai
http://www.inilah.comonFollow on Google+

Oleh: Ahmad Munjin
pasarmodal – Jumat, 1 Februari 2013 | 03:00 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Setelah penguatan hampir 10% kemarin, fase koreksi saham BUMI dinilai usai. Saham sejuta umat ini diprediksi siap melaju ke 740-750 pekan depan.

Gema Goeyardi, Presiden Direktur dan Pendiri PT Astronacci International mengatakan, dari sentimen fundamental, saham BUMI terdongkrak oleh pihak Bumi Plc yang menginginkan agar pihak Bakrie segera keluar dari Bumi Plc. Deal tersebut diajukan dengan penawaran seluruh saham kepemilikan Bumi Plc pada BUMI (29%) serta penawaran kas sebesar US$278 juta.

Menurut Gema, perencanaan terhadap aksi ini memberikan dampak yang positif terhadap prospek pergerakan jangka pendek saham BUMI. “Saham BUMI telah berhasil menyelesaikan fase koreksinya,” katanya kepada INILAH.COM.

Pada perdagangan Kamis (31/1/2013) saham PT Bumi Resources (BUMI) ditutup menguat Rp60 (9,67%) ke posisi Rp680 dengan intraday tertinggi Rp680 dan terendah Rp610 per saham. Volume transaksi mencapai 104,5 juta unit saham senilai Rp67,75 miliar dan frekuensi 2.239 kali. Berikut ini wawancara lengkapnya:

Saham BUMI menguat hampir 10% kemarin. Apa yang terjadi?

Sebagai salah satu dinasti konglomerasi di Indonesia, keluarga Bakrie telah dikenal dengan berbagai langkah-langkahnya dalam mengambil keputusan. Langkah tersebut cenderung kontroversial, baik dalam bidang bisnis, sosial, maupun politik.

Saat ini, pasar dibiarkan menyaksikan sebuah pergerakan harga saham yang di luar ekspektasi. Saham Bumi Resources (BUMI) bergerak naik hingga mencapai hampir 10% di tengah gonjang-ganjing pergerakan pasar dewasa ini. Banyak dari pemodal yang menyesal dan mungkin berkata, mengapa saya tidak ikut mengambil keuntungan dari saham ini kemarin. Untuk itu, saya akan memberikan pembahasan yang mendetil mengenai saham ini.

Jadi, faktor apa yang mendongkrak saham BUMI?

Saya melakukan penelusuran rencana aksi korporasi yang akan dilakukan oleh pihak manajemen BUMI. Akhirnya saya menemukan sebuah titik arbitrase yang menjadi poin penting dari pihak Bakrie dan Rothschild.

Apakah itu?

Pihak Bumi Plc yang berbasis pada bursa London tersebut menginginkan agar pihak Bakrie segera keluar. Bakri diminta tidak turut campur tangan dalam menyelesaikan masalah internal perusahaan. Deal tersebut diajukan dengan penawaran seluruh saham kepemilikan Bumi Plc pada BUMI (29%) serta penawaran kas sebesar US$278 juta.

Perencanaan terhadap aksi ini memberikan dampak yang positif terhadap prospek pergerakan jangka pendek pada saham BUMI. Konfirmasi yang diberikan melalui penguatan pada saham BUMI kemarin akan menjadi titik penting bagi potensi pergerakan selanjutnya.

Hingga level berapa potensi kenaikan saham BUMI?

Secara sistematis, saya menyimpulkannya sebagai berikut: dari sisi Price Analysis, saham BUMI telah berhasil menyelesaikan fase koreksinya dan akan berlanjut bergerak menguat hingga rentang harga Rp740-750. Pattern Formation, BUMI akan menyelesaikan pergerakannya dalam pola Harmonic AB=CD. Momentum Signal, pembentukan dari bullish divergence telah dikonfirmasi dari penguatan yang ada, sehingga harga akan dapat meneruskan potensi penguatannya.

Dari sisi Astronacci Time Forecast?

Dari sisi Time Forecast, penguatan ini akan mencapai area targetnya pekan depan, pada Astronacci Time Resistance 6-7 Feb 12 mendatang.

Rothschild: Penyelidikan di BUMI Cacat!
Martin Bagya Kertiyasa – Okezone
Rabu, 23 Januari 2013 09:48 wib

LONDON – Macfarlanes, firma hukum di London, telah menyelesaikan penyidikannya atas dugaan penyimpangan laporan keuangan di PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Namun, saksi kunci yang menolak bicara membuat Bumi Plc belum dapat mempublikasikan laporan penyidikan tersebut.

Salah satu pendiri Bumi Plc Nathaniel Philip Rothschild mengatakan, tidak ada alasan untuk tidak mempublikasikan laporan tersebut, baik di Inggris ataupun Indonesia.

“Adalah hal yang tidak biasa, jika laporan tentang penyalahgunaan anggaran hingga USD1 miliar malah lebih terfokus pada Nat Rothschild, daripada mengikuti hilangnya uang,” kata Rothschild, seperti dilansir dari Reuters, Rabu (23/1/2013).

“Proses ini sangat cacat! Namun para pemegang saham tidak perlu putus asa untuk dapat mengembalikan uang mereka, meskipun jelas bahwa dewan saat ini sudah tidak memiliki kehendak, kecerdasan, maupun energi untuk melaksanakan tugas tersebut,” tambahnya.

Dewan di Bumi Plc setuju, jika awal bulan ini mengadakan pertemuan pemegang saham di mana semua investor dapat ikut, jika mereka menyetujui resolusi diajukan oleh Rothschild, yakni mengeluarkan dewan saat ini.

Pernyataan Rothschild yang ingin mengganti 12 dari 14 dewan di Bumi Plc dengan dewan pilihannya telah menimbulkan kemarahan dari mitranya, Bakrie. Bakrie, menegaskan mereka akan membatalkan proposal mereka untuk keluar dari Bumi Plc, jika Rothschild kembali menjabat menjadi Dewan.

“Posisi Nat Rothschild jelas tidak bisa dipertahankan. Dia perlu menjelaskan bagaimana dan mengapa dia menerima informasi yang nampaknya ilegal, dan berpotensi dipalsukan atau kenapa dia telah menolak untuk bekerja sama dengan Macfarlanes,” kata Christopher Fong dari Grup Bakrie.

Sebelumnya, Bumi mengatakan komite audit telah memutuskan untuk tidak mempublikasikan hasil penyidikan laporan Macfarlanes mengingat laporan tersebut belum terbukti kebenarannya. (mrt)
Ini ‘Dosa’ Samin Tan di Bumi Plc Versi NR Investment
Martin Bagya Kertiyasa – Okezone
Rabu, 23 Januari 2013 11:34 wib

LONDON – Investigasi yang dilakukan oleh Macfarlanes terhadap PT Bumi Resources Tbk (BUMI), anak usaha dari Bumi Plc, terbentur oleh bungkamnya para saksi. Oleh karena itu, investigasi tersebut tidak dipublikasikan.

Salah satu pendiri Bumi Plc Nathaniel Philip Rothschild mengatakan, tidak ada alasan untuk tidak mempublikasikan laporan tersebut, baik di Inggris ataupun Indonesia. Menurut dia, penyidikan malah lebih terfokus pada ‘balas dendam’ Nat Rothschild, daripada memeriksa hilangnya uang.

NR Investments, perusahaan investasi milik Rothschild, mengatakan investigasi tersebut bahkan tak membahas peranan Ketua Dewan Bumi Plc Samin Tan. Padahal, bukti yang diserahkan kepada Macfarlanes seharusnya lebih dari cukup untuk membuat Samin Tan turun.

Berdasarkan dokumen whistleblower yang diterima Nat Rothschild, ada berbagai transaksi dengan pihak terkait di Bumi Resources dan Berau yang digunakan sebagai sarana mengalihkan dana dari perseroan. Dengan kata lain, Samin Tan tahu tentang penyimpangan keuangan yang melibatkan Bumi PLC grup sebelum dia bergabung dengan dewan.

Selain itu, NR Investments juga mencatat nilai saham perusahaan yang listing di London ini merosot tajam, semenjak Samin Tan bergabung dengan dewan. Melasir investegate.co.uk, Rabu (23/1/2013), berikut catatan ketidakmampuan Samin Tan dalam memimpin Bumi Plc versi NR Investment.

1. Pada awal masuknya Samin Tan di Bumi Plc, harga saham Bumi Plc bertengger di 697 pence. Namun, pada penutupan kemarin, saham Bumi Plc ditutup pada 331 pence, sudah terjadi penurunan hampir 53 persen di bawah kepemimpinan Samin Tan.

2. Di bawah kepemimpinan Samin Tan di Bumi PLC dan sebagai Presiden Komisaris Bumi Resources, 30 persen saham di aset infrastrukturnya dipindahkan ke Tata Power dari Bumi Resources Juni 2012 dengan harga USD1. Samin Tan mengungkapkan, ini merupakan pengalihan aset.

3. Pada dua kesempatan yakni Mei dan Oktober 2012 Samin Tan, bertindak sebagai Direktur Utama Bumi Minerals Resources, telah memperpanjang utang sebesar USD110 juta melalui UOB Bank, kepada entitas Bakrie.

4. Dalam RUPS Bumi Plc pada Mei, Samin Tan memberi kesan bahwa dia telah menempatkan orang pada posisi yang berpengaruh di Bumi Resources dan Berau. Namun kenyataannya, orang-orangnya merupakan orang Bakrie dan Roeslani, dan hanya memiliki sedikit pengaruh dalam manajemen BUMI.

5. Selain itu, dia juga gagal untuk menyelidiki klaim Direktur Keuangan Bumi Resources Stefan White mengenai penyimpangan keuangan dalam belanja modal di proyek batu bara di Pendopo, Sumatera Selatan.

6. Samin Tan mengklaim memiliki pengetahuan penuh di BUMI, tapi dia tidak tahu tentang, “investasi” di Chateau USD75 juta, sebuah perjanjian pemasaran non-komersial di Berau, dan konsultasi perjanjian Velodrome yang terungkap dalam dokumentasi whistleblower.

7. Samin Tan gagal untuk menutupi perjanjian persetujuan dengan Bakrie, di mana setiap “kebocoran” dari perusahaan kelompok Bakrie dan entitasnya akan direstrukturisasi sehingga Tan tidak dirugikan. Namun, pengaturan mereka tidak meluas ke pemegang saham minoritas Bumi PLC dan Bumi Resources. (mrt)
Rothschild Beli 5,2 Juta Saham Bumi Plc
Rabu, 16 Januari 2013 | 09:34 WIB

LONDON, KOMPAS.com – Nathaniel Rothschild terus berupaya untuk mengegolkan proposalnya yang mengusulkan penggantian 12 dari 14 anggota dewan direksi Bumi Plc. Salah satu caranya adalah dengan cara membeli saham Bumi Plc. Bumi Plc. Juru bicara Nat Rothschild, Ian Middleton mengatakan bahwa Nat Rothschild melalui NR Investment telah meningkatkan voting share di Bumi Plc dari 14,799 persen menjadi 18,214 persen pada Senin (14/1/2013).

“Kami sudah meningkatkan kepemilikan kami di Bumi Plc, sebagai tanda bagi keyakinan kami bahwa perseroan mempunyai masa depan yang cerah segera setelah dewan direksi baru terpilih dan manajemen baru diangkat,” ujar Ian Middleton dalam rilisnya , Selasa (15/1/2013).

The Telegraph Senin melaporkan, Nat Rothchild telah menghabiskan dana sebesar 16 juta poundsterling untuk membeli 5,2 juta saham Bumi Plc dalam 315 lot. Tujuan pembelian ini juga untuk meningkatkan kepemilikan saham Nat Rothschild di Bumi Plc.

Selain itu , Ian juga mengatakan saat ini pihaknya sudah mendapatkan dukungan dari empat pemegang saham minoritas Bumi Plc yang secara terbuka menyatakan dukungan atas proposal Nat yang disampaikan lewat NR Investment menjelang diadakannya Rapat Umum Pemegang Saham bulan depan.

Nat mengusulkan agar 12 dari 14 anggota dewan direksi digantikan. Keempat pemegang saham itu adalah Schroder Investment Management yang memiliki 4,2 persen saham Bumi Plc, Sofaer Capital dengan lebih dari 1 persen saham, Brompton Asset Management dan Taube Hodson Stonex Partners masing -masing 1 persen dan 3,2 persen saham.

Sebelumnya diberitakan, rapat umum pemegang saham luar biasa Bumi Plc dengan agenda pemecatan dan pengangkatan direktur baru akan diadakan sekitar 24-26 Febaruari 2013. Hal ini untuk merespon permintaan RUPS Luar Biasa oleh pihak Nat Rothschild melalui NR Investment pada 7 Januari 2013 lalu.

Untuk bisa memenangkan resolusinya pada rapat umum pemegang saham nantinya Juru Bicara Bumi Plc Edward Simpkins kepada Kontan (9/1/2013) mengatakan, Nat yang memiliki 17,8 persen voting share membutuhkan tambahan 32,2 persen voting share. Karena untuk bisa meloloskan resolusi tersebut Nat butuh lebih dari 50 persen suara.

Sedangkan di sisi lain Bakrie Group, Samin Tan,dan Rosan Roeslani hanya memiliki 29,9 persen voting share. Sisa voting share sebesar 52,2 persen dimiliki oleh pemegang saham minoritas.

Saat ini, kata Edward baik dewan direksi maupun Nat Rothschild terus melakukan pendekatan terhadap para pemegang saham minoritas untuk mendapatkan dukungan. Edward yakin, para pemegang saham minoritas tidak akan menerima resolusi Nat, karena dewan direksi saat ini terus bekerja keras untuk mengamankan kepentingan dari para pemegang saham.

Sementara itu, juru bicara keluarga Bakrie Chris Fong mengatakan pihaknya tidak ingin larut dalam perdebatan publik tentang pilihan dan pandangan masing-masing pemegang saham minoritas di bumi Plc. Menurut Chris pihak Bakrie memiliki pandangan dan posisi yang kuat dilindungi oleh hukum dan sudah menyampaikan posisi mereka kepada para pemegang saham secara pribadi. (Agustinus Beo Da Costa/Kontan)
Samin Tan dan Bakrie bersumpah lawan Rothschild
Oleh Barratut Taqiyyah – Selasa, 15 Januari 2013 | 11:13 WIB | Sumber Bloomberg

kontan

JAKARTA. Kisruh yang melanda Bumi Plc semakin menarik untuk disimak. Setelah Nathaniel Rothschild mengajukan permohonan untuk menggelar pertemuan dengan tujuan memecat 12 direksi Bumi Plc, aksi perlawanan mulai ditunjukkan oleh kubu Samin Tan dan Grup Bakrie.

Samin Tan dan Grup Bakrie sudah menetapkan sejumlah strategi untuk melawan proposal yang diajukan Rothschild. “Kami sudah melakukan pembicaraan dengan pemegang saham kunci mengenai dukungan terhadap program kami, inisiatif kami, dan strategi kami,” jelas Tan dalam sebuah wawancara di Jakarta kepada Bloomberg. Dia menambahkan, “Saya yakin, kami memiliki dukungan yang cukup untuk menghentikan Nat dari upayanya untuk reshuffle jajaran direksi.”

Tan juga menegaskan, dirinya tidak memiliki niatan untuk tinggal lebih lama dari yang dibutuhkan dan jajaran direksi sudah menyetujui dirinya untuk tetap tinggal hingga periode kritis ini berakhir. Dia juga akan sabar menunggu hingga suara sumbang mengenai dirinya hilang sebelum menyerahkan jabatannya saat ini.

Di tempat terpisah, Grup Bakrie menyatakan mereka memiliki hak untuk mengajukan calon direksi, chief executive officer, dan chief financial officer Bumi Plc. Selain itu, Grup Bakrie juga mengancam untuk menarik dukungan atas rencana penarikan investasi mereka di Bumi Plc.

Sementara itu, Rothschild juga tidak tinggal diam. Dalam pernyataannya kemarin, Rothschild sudah membeli saham Bumi Plc sedikit demi sedikit dengan tujuan meningkatkan kepemilikan sahamnya menjelang pertemuan bulan depan. Dengan demikian, Rothschild akan memiliki hak votinglebih besar.

Sekadar mengingatkan, manajemen Bumi Plc akhirnya memutuskan untuk menggelar pertemuan pada Februari mendatang. Keputusan ini menyusul permintaan dari co-founder Bumi Plc Nathaniel Rothschild yang tengah berupaya untuk mengambil alih kontrol Bumi Plc. Sayang, belum diketahui kapan waktu pasti pertemuan tersebut.

Seperti yang diketahui, dalam surat resmi yang dilayangkan kepada Bumi Plc, Rothschild meminta untuk segera digelar pertemuan pemegang saham dalam rangka pemecatan chief executive dan mayoritas jajaran direksi Bumi.

UPDATE 2-Bakries may scrap Bumi exit plan if Rothschild returns
3:41pm EST

By Clara Ferreira-Marques

LONDON, Jan 14 (Reuters) – Indonesia’s influential Bakrie family warned on Monday that it could rethink its proposed exit from Bumi Plc, a coal venture it co-founded with Nat Rothschild, if the financier pursues a planned return to the board.

A Bakrie decision to dig in as a result of changes proposed by Rothschild and his supporters could delay efforts by the coal company’s board – and by the financier himself – to split with the Indonesian family and start afresh.

The former partners have been at loggerheads for months in a bitter battle over the group and its future, exacerbated by a legal inquiry into wrongdoing at the Indonesian operations, telephone-hacking allegations and tumbling coal prices.

The Bakries said in October they planned to draw a line under their London venture, which began in 2010 with the aim of bringing promising Indonesian mining assets to London investors. They said they would pull out of London-listed Bumi Plc and tabled a proposal that would allow them to take back operational assets they brought in.

Nat Rothschild, however, hopes to keep Bumi alive and has sought to counter part of that plan.

Last week, Rothschild, scion of the European banking dynasty, called for a meeting to allow investors to vote on a plan to oust 12 of 14 board members. A proposed new board would include himself and be led by Wal King, the former boss of Australian contractor Leighton Holdings Ltd.

“(The Bakrie family) will seriously consider the withdrawal of its offer in the event that Mr. Rothschild follows through his proposal to change the board or indeed if the company fails to honour all obligations under the relationship agreement,” the Bakries said in a statement on Monday.

Under the terms of the original 2010 deal, a “relationship agreement” allowed the Bakries to appoint key positions such as chief executive and chairman.

Current Chairman Samin Tan, a coal tycoon who came in a year ago when he invested $1 billion to pull the Bakries out of a debt crunch, has indicated he could step down.

RAISING STAKES

Rothschild, who raised his holding in Bumi on Monday in a show of confidence, dismissed the Bakrie threat and pointed to the politically connected family’s debt burden as proof they could not follow through. The 2010 relationship agreement, he said, would not stop shareholders from replacing the board.

“The Bakries’ threat to remain in occupation of the Bumi Plc register if they do not get their way is juvenile in the extreme,” a spokesman for NR Investments, Rothschild’s vehicle, said in a statement.

“Threatening minority shareholders is not the right way to win their support in a British proxy vote – particularly when the Bakries’ shares in the Plc are, in any case, held as security against their debts by their lenders.”

All sides, including Bumi Plc’s board, agree the Bakries should carry out the first stage of their dissolution plan, which involves exiting their shareholding and taking a minority stake in miner Bumi Resources held by Bumi Plc.

That would be partly in exchange for their Bumi Plc shares.

The Bakries, together with Samin Tan, hold just under 30 percent of the voting rights of Bumi Plc. NR Investments, after Monday’s increase, holds 14.8 percent of voting shares.

Nat Rothschild’s proposal, set to be detailed to more institutional investors this week in a charm offensive to increase support, is backed by shareholders, including Schroders and Taube Hodson Stonex (THS) Partners, two of the top institutional investors in the miner.

THS Partners fund manager Cato Stonex said the group, which owns around 2 percent of Bumi, currently supports the Rothschild plan for improved corporate governance and hopes to “depersonalise” the situation at Bumi.

“We are very grateful to the independent directors who stabilise the position and (pursue) our interests … but as far as coming up with a new plan, there will come a time when we need a new board,” Stonex said, adding that Rothschild’s proposed directors were “a decent bunch.”

Samin Tan: Kami Punya Dukungan untuk Hentikan Rothschild
Senin, 14 Januari 2013 | 16:14 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Kisruh di antara jajaran direksi Bumi Plc sepertinya belum akan menemui titik akhir dalam waktu dekat. Kabar terbaru, Direktur Bumi Plc Samin Tan, menyatakan bahwa dirinya memiliki dukungan yang cukup untuk menghentikan usulan Nathaniel Rothschild untuk memecat dirinya dan 11 anggota direksi Bumi Plc lain.

“Kami sudah melakukan pembicaraan dengan pemegang saham kunci mengenai dukungan terhadap program kami, inisiatif kami, dan strategi kami,” jelas Tan dalam sebuah wawancara di Jakarta kepada Bloomberg. Dia menambahkan, “Saya yakin, kami memiliki dukungan yang cukup untuk menghentikan Nat dari upayanya untuk reshuffle jajaran direksi.”

Tan juga menegaskan, dirinya tidak memiliki niatan untuk tinggal lebih lama dari yang dibutuhkan dan jajaran direksi sudah menyetujui dirinya untuk tetap tinggal hingga periode kritis ini berakhir. Dia juga akan sabar menunggu hingga suara sumbang mengenai dirinya hilang sebelum menyerahkan jabatannya saat ini.

Sekadar mengingatkan, manajemen Bumi Plc akhirnya memutuskan untuk menggelar pertemuan pada Februari mendatang. Keputusan ini menyusul permintaan dari co-founder Bumi Plc Nathaniel Rothschild yang tengah berupaya untuk mengambil alih kontrol Bumi Plc. Sayang, belum diketahui kapan waktu pasti pertemuan tersebut.

Seperti yang diketahui, dalam surat resmi yang dilayangkan kepada Bumi Plc, Rothschild meminta untuk segera digelar pertemuan pemegang saham dalam rangka pemecatan chief executive dan mayoritas jajaran direksi Bumi. (Barratut Taqiyyah/Kontan)
Nat Rothschild Sodorkan Adik Prabowo Jadi Direktur BUMI
Harga Batubara Jeblok, Tunda Investasi Conveyor Rp 2,7 Triliun
Rabu, 09 Januari 2013 , 08:16:00 WIB

RMOL.Perusahaan kongsi Grup Bakrie-Nathaniel Rothschild, Bumi Plc, akan melakukan rapat pemegang saham Februari de­pan. Salah satu agendanya ada­lah pe­rombakan direksi.

Pe­rom­bakan direksi itu diusul­kan oleh Rothschild yang sudah meng­irim­kan tawaran kepada di­reksi dan komisaris untuk menu­runkan 12 anggota direksi dari total yang ada saat ini 14 direksi.

Beberapa direksi yang diminta lengser oleh Rothschild di anta­ranya CEO Nick von Schirnding dan Komisaris Utama Samin Tan. Rothschild yang punya 14,7 per­sen hak voting di Bumi Plc, me­ngusulkan mantan bos Leig­hton Holdings Ltd. (LEI) Wallace King sebagai Komisaris Utama.

Sementara Brock Gill ia usul­kan menjadi CEO dan Roths­child sendiri kembali menjadi Direktur Eksekutif. Ia juga menominasi­kan adik kan­dung kandidat bakal ca­lon Presiden Prabowo Su­bian­to, Hashim Djojo­hadi­ku­sumo, men­ja­di salah satu Di­rektur.

Calon direksi lain yang diu­sulkan Rothschild adalah Roger Davis, bekas anggota par­lemen dan Menteri Hukum Inggris Jonathan Djanogly dan Richard Gozney. Gozney sebe­lumnya per­nah menjabat sebagai Duta Besar Inggris untuk Indo­nesia.

“Pertemuan pemegang sa­ham ini akan memberikan pilihan yang jelas bagi para pemegang sa­ham dan anggota dewan dalam ren­cana pemisahan bisnis de­ngan Grup Bakrie. Pertemuan ini su­dah disepakati oleh para direk­tur independen, Nat Roth­schild be­serta koleganya,” kata Nick von Schirnding dalam kete­rangan tertulis yang dikutip Bloomberg, kemarin.

Selain mengocok direksi, Bumi Plc juga menunda investasi se­nilai 288 juta dolar AS atau se­kitar Rp 2,7 triliun tahun ini. Hal itu terjadi seiring melemah­nya harga batubara di pasar global.

“Sa­at ini, iklim bisnis batubara se­­dang tidak baik sehingga eks­pansi terpaksa ditunda. Prinsip­nya, eks­pans­i harus mengun­tung­­kan,” ujar von Schirnding.

Dia menjelaskan, dana itu se­mula untuk anak usaha per­se­roan, PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU). Yakni, mem­bangun ban ber­jalan (conveyor) sepanjang 42 kilometer (km) dan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di tam­bang Binungan. Kapasitas pro­duksi Berau ditar­getkan naik men­jadi 30 juta ton setahun, se­iring adanya proyek itu.

Bumi Plc memiliki 85 persen saham Berau. Perusahaan in­ves­tasi pertambangan yang ter­catat di Bursa Efek London itu juga mengendalikan perusahaan batu­bara lainnya, PT Bumi Re­sour­ces Tbk (BUMI), dengan porsi saham 29 persen.

Bumi Plc, yang sebelumnya bernama Vallar Plc, didirikan oleh kongsi Grup Bakrie-Roth­schild di 2011 dengan nilai inves­tasi sekitar 3 miliar dolar AS atau Rp 28,5 triliun. Hubungan ke­dua­nya mulai memanas tak lama se­telah perusahaan tersebut lis­ting di bursa London. [Harian Rakyat Merdeka]
Wednesday, January 09, 2013 21:09 WIB
Rothschild Dekati Wal King Untuk Rebut Kendali di Bumi Plc

Ipotnews – Investor Inggris Nathaniel Rothschild dikabarkan tengah mendekati mantan bos Leighton Holdings, Wal King, untuk bersedia merebut kendali di perusahaan tambang yang listing di London, Bumi Plc, sekaligus mendepak sebagian besar anggota dewan direktur perusahaan tersebut pada saat rapat umum pemegang saham yang dijadwalkan berlangsung bulan depan.

King, yang pensiun dari Leighton Holdings dua tahun lalu, juga diharapkan Rothschild mampu melempangkan jalan baginya untuk membeli seluruh saham milik pemegang saham utama Bumi Plc.

Rapat umum pemegang saham luar biasa dijadwalkan berlangsung pada Februari, sesuai dengan usulan Rothschild pada awal pekan ini. Rothschild, yang mendirikan Bumi Plc bersama keluarga Bakrie pada 2010, sudah menyatakan mundur dari dewan direktur Bumi Plc menyusul sengketanya dengan Bakrie sejak tahun lalu. Kisruh ini bahkan telah menjatuhkan harga saham Bumi Plc hingga 70 persen.

Menurut theage.com.au, Rabu (9/1), pendekatan Rothschild kepada King fokus pada upayanya untuk memutus hubungan Bumi Plc dengan Bumi Resources [BUMI 650 -10 (-1,5%)]. Disebutkan, Rothschild ingin membeli saham Bakrie di Bumi Plc dengan harga premium antara 200 juta hingga 300 juta poundsterling.

Rothschild meletakkan kepercayaan kepada King, mengingat pengalamannya dalam kontrak-kontrak Leighton di Asia. King adalah CEO di Leighton selama 23 tahun. Selama kepemimpinannya di perusahaan konstruksi itu berhasil meraup kapitalisasi pasar dari USD70 juta menjadi USD10,3 miliar dengan berekspansi ke Asia dan bermain di sejumlah kontrak pertambangan besar dunia.

King pensiun pada Januari 2010 setelah berkonflik dengan pemegang saham utama Leighton, Hochtief. King dan Rothschild – bersama dengan miliarder Rusia Oleg Deripaska – diyakini berteman sejak lama.

Menurut Financial Times, Rothschild telah mendapatkan dukungan dari Schroders dan sejumlah investor kunci lain untuk mengganti dewan direktur yang terdiri dari 14 orang. Dia butuh 50 persen untuk memenangkan kendali perusahaan, sementara keluarga Bakrie diyakini memiliki sekitar 30 persen dukungan.

Bumi Plc didirikan ketika Rothschild didekati oleh keluarga Bakrie untuk melakukan silang saham dan memberi Bumi Plc akses pertambangan batu bara Indonesia ke pasar Inggris. Bumi Plc memiliki 29 persen saham di Bumi Resources dan 85 persen di Berau Coal Energy [Brau 0 0 (+0,0%)].

Hubungan baik itu berakhir pada tahun lalu ketika Rothschild yang ketika itu masih duduk di dewan direktur Bumi Plc meminta dilakukan investigasi atas Bumi Resources dan Berau terkait dugaan penyelewengan dana investasi. Bakrie pun lalu mengajukan proposal “perceraian” dengan Bumi Plc, namun proposal Bakrie dilawan yang proposal lain oleh Rothschild.

Pada Senin lalu, Rothschild memasukkan usulan penggantian dewan direktur dengan Brock Gill sebagai CEO dan King sebagai Chairman, sedangkan Rothschild mengajukan diri sebagai Direktur Eksekutif. Ia juga ingin memasukkan nama seorang mantan dubes Inggris di Indonesia ke dewan direktur.
BUMI PLC: Announcement

Bumi plc (“Bumi” or the “Company”)

7 January 2013

For Immediate Release

Announcement

Bumi notes the statement today from NR Investments Limited (“NRI”), a vehicle
controlled by Nat Rothschild, and confirms that it has received a letter from
NRI to requisition a general meeting of the Company to remove 12 of the 14
current directors and appoint new directors.

A holder of 5% or more of the voting shares of the Company has the right to
requisition such a meeting. NRI itself is not a member of the Company, and so
does not itself have this right. However, the Company will facilitate a meeting
to propose the director appointment and removal resolutions to take place
during February 2013. This will offer shareholders a clear choice. A circular
to shareholders will be sent to them ahead of that time.

In its statement today, NRI makes a number of claims with respect to the board
of the Company (the “Board”), its current actions and near term strategy.

The Board is absolutely committed to resolving all corporate governance issues
at the Company and effecting a separation from PT Bumi Resources Tbk (“Bumi
Resources”) and the Bakrie Group (the “Proposed Separation Transaction”).

The Board also makes the following points:

* The Board has taken extremely seriously the allegations raised by the
material received and the findings to date of the investigation being
carried out by Macfarlanes LLP. The situation involves multiple
jurisdictions including Indonesia and is complicated particularly by the
fact that much of the material appears to have been obtained by illegal
email hacking. This means it is therefore likely to be inadmissible in an
Indonesian court as well as raising other significant legal issues. The
Board will make a considered decision on seeking recoveries based on
careful evaluation of the associated costs and risks with a view to
maximising shareholder value
* The Board has already noted the statement by the UK Panel on Takeovers and
Mergers (the “Panel”) regarding the existence of a concert party between
the Bakrie Group and PT Bukit Mutiara and has accepted its conclusion and
resulting action. Nat Rothschild also accepted the Panel’s rulings. The
Board notes that the next stage of the Panel investigation will be to
establish any culpability and appropriate disciplinary action, which the
Board assumes will include a focus on Vallar plc’s principal adviser at
that time, Vallar Advisers LP, which was led by Nat Rothschild
* The structure of the Board has already changed materially in the last 4
months
*
+ Nat Rothschild, Ari Hudaya, Rosan Roeslani and Indra Bakrie have
already left the Board

+ Nick von Schirnding has been appointed as director and CEO, replacing
Nalin Rathod

+ The Board now comprises 14 directors, 9 of whom are Independent.
Following the Proposed Separation Transaction and associated
cancellation of the relationship agreement between the Company and the
Bakrie Group, the Company will undertake a further restructuring of the
Board to make it the appropriate size and shape, including the removal
of Nalin Rathod, the remaining Bakrie representative

* The Board has taken action to improve operational performance at PT Berau

Coal Energy Tbk (“Berau”) including focusing on cost saving initiatives, a
major review of its capex programme and driving production growth of 10% in
2013
* Nat Rothschild must take a significant amount of responsibility for the
situation in which the Company finds itself. He was instrumental in
identifying the targets and creating the structure of the original
acquisition by Vallar Plc of its stakes in Bumi Resources and Berau and it
was Nat Rothschild’s entity, Vallar Advisers LP, which acted as the
principal adviser on that transaction
*
+ As a result of the transaction, Nat Rothschild received shares equal to
approximately 6% of the Company’s issued share capital, which at the

time of issue were worth more than £100 million, and Vallar Advisers LP

also received fees

+ Nat Rothschild served as a non–executive director of Vallar from its
IPO in July 2010 to February 2011, as Co–Chairman of Vallar/Bumi from
February 2011 to March 2012 and as a non–executive director of Bumi
from March 2012 to October 2012

+ Nat Rothschild’s ongoing actions with regard to the Company are serving
only to distract and delay the Board and management further from
executing its plan to address the Company’s issues and maximise
shareholder value

In response to NRI’s statement, Sir Julian Horn-Smith, Senior Independent Director of the Company, said the following:

“As a board we have been working extremely hard to solve the various highly complicated and challenging governance, operational and legal issues at the Company and to maximise value for shareholders. All of these issues essentially derive from the original deal that Nat Rothschild was instrumental in putting together. The Company is moving ahead with its investigation into evidence of financial irregularities at Bumi Resources and Berau while overseeing a focus on improved operational and financial management, as evidenced by this morning’s trading update. The Board is also progressing its proposal to unwind the relationship with Bumi Resources and the Bakrie Group in a transaction that will result in an operating group focused on Berau and with significant cash resources.

Nat Rothschild’s time as a director of Bumi was characterised by taking highly confrontational positions that proved counterproductive to addressing the Company’s issues and we cannot see how re-instating him to the Board will be beneficial to shareholders.”

Nick von Schirnding, CEO, commented, “The calling of this general meeting will offer shareholders a clear choice between the Board and its strategy of separation from the Bakrie Group, approved unanimously by the independent directors, and Nat Rothschild and his associates.”

For enquiries, please contact:

Finsbury (Ed Simpkins): +44 (0) 20 7251 3801 (t)

+44 (0) 7947 740551 (m)

END

-0- Jan/07/2013 16:18 GMT

Bumi Plc Akan Gelar Voting Pada Februari

Oleh:
pasarmodal – Selasa, 8 Januari 2013 | 11:04 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Bumi Plc awal pekan ini memutuskan untuk melakukan voting dalam rapat pemegang saham yang akan digelar Februari.

Voting tersebut untuk memuluskan niatan Nat Rothschild yang ingin melengserkan 12 dari 14 anggota dewan direksi, termasuk chief executive yang baru saja diangkat.

Rothschild yang menggandeng beberapa investor dalam usahanya melawan dewan komisaris Bumi dan para investor dari Indonesia, meminta agar para pemegang saham bisa memberikan suaranya dalam voting tersebut.

“Permintaan mengadakan rapat bagi pemegang saham adalah pilihan jelas antara dewan dan strateginya untuk berpisah dari grup Bakrie, yang disetujui dengan suara bulat oleh direktur independen, Nat dan rekan-rekannya,” kata chief executive Nick von Schirnding, salah satu pejabat Bumi Plc yang ingin dilengserkan Nat.

Bumi Plc yang didirikan antara Rothschild dan Bakrie Group dua tahun lalu, adalah perusahaan produsen batu bara. Namun, sahamnya anjlok setelah permintaan Nat untuk menyelidiki adanya dugaan pelanggaran.

Kini, Nat mengatakan telah mendapat dukungan guna menyingkirkan Bakrie dari para pemegang saham Bumi Plc. Rothschild yang memiliki hak 14,7% suara di Bumi, mengusulkan Wallace King sebagai chairman, Brock Gill sebagai CEO dan dirinya sebagai direktur eksektuif. [ast]

Setelah Bumi Plc bicara, saham BUMI melesat 8,2%
Oleh Rika Theo – Selasa, 08 Januari 2013 | 15:25 WIB

kontan

JAKARTA. Harga saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melambung lagi. Pernyataan Bumi Plc yang hendak menggelar voting di Februari dianggap sebagai sentimen positif.

BUMI melesat 8,2% ke Rp 660 hingga pukul 14.50 WIB hari ini (8/1). Siang tadi, BUMI sempat mencapai Rp 670.

Semalam, Bumi Plc mengumumkan akan menggelar pertemuan pada Februari mendatang. Keputusan ini menyusul permintaan Nat Rothschild untuk memecat 12 dari 14 direktur Bumi.

Sekadar informasi, struktur jajaran direksi Bumi Plc sudah berubah secara material dalam empat bulan terakhir. Yakni:

– Nat Rothschild, Ari Hudaya, Rosan Roeslani, dan Indra Bakries sudah mengundurkan diri dari jajaran direksi Bumi Plc.

– Nick von Schirnding sudah ditunjuk sebagai direktur dan CEO Bumi Plc, menggantikan Nalin Rathod.

– Saat ini, jajaran direksi Bumi Plc terdiri atas 14 direktur, 9 di antaranya direktur independen. Menyusul rencana pemisahan Bumi Plc dengan Grup Bakrie, akan dilakukan restrukturisasi lagi pada jajaran direksi, termasuk menggantikan Nalin Rathod yang saat ini menjadi satu-satunya direksi perwakilan Grup Bakrie.

Bumi announces Von Schrinding as the new CEO

Hanum KD, Hadijah Alaydrus

Rabu, 02 Januari 2013 | 20:11 WIB

bisnis indonesia

JAKARTA: Bumi Plc finally announced Nick Von Schrinding as the new chief executive officer of Bumi Plc replacing Nalin Rathod who stepped down on 31 December 2012.

Rathod will become non-independent, non-executive director of the company, citing information disclosure submitted by Bumi Plc on December 31, 2012.

Prior to joining Bumi plc in May 2011, Nick von Schirnding was a senior executive at Anglo American plc, where he played a key role in the listing of the group in London and was a close advisor to two successive CEO’s.

Earlier, Indra Bakrie and Rosan P. Roeslani have walked out from Bumi Plc, living the Indonesia coal tycoon Samin Tan alone.

Previously, Samin Tan through PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk intended to disband the partnership with Bakrie Group which each holds 23.8% stake in Bumi Plc in form of two special purpose vehicle(SPV).

The first option offered by Samin Tan is disbanding two SPVs incorporated in Singapore and the assets are divided equally. The second option, Borneo and Bakrie Group hold a SPV each. The last option, Borneo divests its stake in two SPV and buyback it.

Without the partnership, Samin Tan has a separate voting right from the Bakrie Group after British regulators consider them and Bukit Mutiara’s Rosan Roeslani as a concert party and only have a maximum of 29.99% voting rights.

The voting right is critical as it is needed in for a voting in the general meeting of shareholders to determine whether or not the Bakrie Group withdrawal proposal is approved. (t03/tw)

BUMI PLC akhirnya pastikan gelar RUPS bulan depan

Hanum KD

Selasa, 08 Januari 2013 | 11:22 WIB

bisnis indonesia

JAKARTA: Bumi Plc akan menggelar rapat umum pemegang saham Februari 2013 menyusul permintaan dari lembaga investasi milik Nathaniel Rothschild yang mengajukan perombakan direksi emiten tercatat di bursa London itu.

Berdasarkan pengumuman resmi di situs webnya, Bumi Plc mengatakan telah mendapat surat yang dilayangkan oleh NR Investments (NRI) meminta rapat pemegang saham untuk mencabut 12 dari 14 anggota direksi.

“Perusahaan akan memfasilitasi rapat untuk mengajukan penunjukan dan pencabutan direksi yang diadakan pada Februari 2013. Ini akan memberi gambaran jelas bagi pemegang saham,” ujar pernyataan 7 Januari di London, atau tengah malam waktu Jakarta.

Pernyataan itu menjelaskan pemegang lebih dari 5% hak suara dari Perusahaan memiliki hak untuk mengajukan rapat.

NRI sendiri bukan anggota perusahaan dan tidak memiliki hak ini tetapi rapat akan tetap dilaksanakan untuk mencari resolusi terhadap perusahaan yang tengah menjadi obyek perselisihan itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, Nat Rothschild melalui kendaraan investasinya meminta perombakan direksi termasuk pencabutan Chairman Samin Tan, taipan Indonesia yang mengendalikan PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk.

Dia juga mengajukan dewan direksi baru yang dipimpin oleh Dr. Wallace King dan beranggotakan dirinya serta Hashim Djojohadikusumo, adik kandung dari Prabowo Subianto. (arh)
Rothschild Minta CEO & 11 Direksi Bumi Plc Dipecat
Selasa, 8 Januari 2013 | 06:23 WIB

LONDON, KOMPAS.com – Nathaniel Rothschild terus berupaya untuk mengambil alih kontrol Bumi Plc. Yakni dengan cara memecat chief executive dan mayoritas jajaran direksi Bumi.

Rothschild yang kini memegang 14,7 persen hak voting bilang, pihaknya sudah mengirimkan surat pemberitahuan kepada Bumi yang meminta pertemuan untuk memecat 12 dari 14 direktur Bumi Plc. Termasuk di dalamnya CEO Bumi Plc yang baru Nick von Schirnding dan Direktur Samin Yan.

“Jajaran direksi Bumi Plc saat ini telah gagal dalam menjalankan tugasnya bagi pemegang saham minoritas dan salah dalam mengatur Bumi Group,” jelas NR Investment.

Dia mengajukan kandidat mantan Leighton Holdings Ltd head Wallace King sebagai direksi, Brock Gill sebagai CEO, dan dirinya sendiri sebagai direktur eksekutif.

Rothschild juga bilang, “Independensi anggota mayoritas jajaran direksi saat ini harus dievaluasi kembali,” jelasnya. (Barratut Taqiyyah/Kontan)
Rothschild demands action from Bumi director
Financier Nat Rothschild has told Bumi’s senior independent director Sir Julian Horn-Smith he must take action over the alleged financial misdemeanours at the coal miner or consider quitting the board.

By Alistair Osborne

10:17PM GMT 06 Jan 2013

Comments11 Comments

Mr Rothschild, who created Bumi in June 2010 via an ill-fated $3bn (£1.9bn) deal with Indonesia’s Bakrie family, emailed Sir Julian last week, claiming he had failed to grasp “the gravity of the situation” facing the London-listed group.

Raising key issues relating to the investigation by law firm Macfarlanes into alleged “financial and other irregularities” at Bumi’s Indonesian operations, Mr Rothschild said: “You will appreciate these issues demand much more than the placatory response that I have received from you so far, and I would sadly ask you to consider your own suitability to continue in the role of senior independent director.”

Mr Rothschild, who has 15pc of Bumi’s votes, is so annoyed at the board’s progress in cleaning up the group that he is believed to be considering calling an extraordinary meeting in an attempt to oust some or all of the directors.

Mr Rothschild, who would not comment on his next move in the fractious Bumi saga, has already seen the board dismiss his alternative to the Bakries’ restructuring proposal for the group.

Bumi has lost 73pc of its value since its £10-a-share float, with the falling coal price exacerbated by the Macfarlanes investigation.

The law firm’s inquiry includes examining more than $500m of so-called “development assets” at Bumi Resources – the Bakrie-controlled business in which Bumi has a 29pc stake – and the disappearance of $75m that Berau invested in something known as the Chateau Asean Fund 1.

In his email, Mr Rothschild asked “what steps have been taken to secure/recover those funds” and questioned whether the independent non-executives were “satisfied” that Mr Tan had used his position as chairman to “address the issues”.

Asked for comment, former Vodafone deputy chief executive Mr Horn-Smith said: “We absolutely must focus on doing the right thing for shareholders. That is completing this investigation in a professional manner and not in a capricious manner that compromises our ability to extract value for shareholders.

“What the board is not doing is delaying the investigation or sweeping things under the carpet.”

Rothschild ajukan pecat CEO & 11 direksi Bumi Plc
Oleh Barratut Taqiyyah – Senin, 07 Januari 2013 | 16:30 WIB | Sumber Bloomberg

kontan

LONDON. Nathaniel Rothschild tengah berupaya untuk mengambil alih kontrol Bumi Plc. Yakni dengan cara memecat chief executive dan mayoritas jajaran direksi Bumi.

Rothschild yang kini memegang 14,7% hak voting bilang, pihaknya sudah mengirimkan surat pemberitahuan kepada Bumi yang meminta pertemuan untuk memecat 12 dari 14 direktur Bumi Plc. Termasuk di dalamnya CEO Bumi Plc yang baru Nick von Schirnding dan Direktur Samin Yan.

“Jajaran direksi Bumi Plc saat ini telah gagal dalam menjalankan tugasnya bagi pemegang saham minoritas dan salah dalam mengatur Bumi Group,” jelas NR Investment. Dia mengajukan kandidat mantan Leighton Holdings Ltd head Wallace King sebagai direksi, Brock Gill sebagai CEO, dan dirinya sendiri sebagai direktur eksekutif.

Rothschild juga bilang, “Independensi anggota mayoritas jajaran direksi saat ini harus dievaluasi kembali,” jelasnya.

KILAS BALIK 2012
Cek 10 berita investasi paling menarik di 2012
Oleh Rika Theo – Selasa, 01 Januari 2013 | 12:34 WIB

kontan

JAKARTA. Tahun 2012, ada banyak peristiwa di pasar modal dan keuangan yang mengejutkan para investor. Sejumlah kasus investasi bodong terkuak dan seharusnya bisa menjadi pelajaran untuk berinvestasi dengan lebih bijak. Di bursa saham, investor terpana melihat kejatuhan saham BUMI, kemelut utang Grup Bakrie, serta sengketa di tubuh Bumi Plc.

Berikut ini KONTAN tampilkan 10 berita investasi yang paling banyak menimbulkan penasaran pembaca.

1. ECMC masuk radar satgas investasi

ECMC Indonesia, sebenarnya, sudah masuk dalam pantauan Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi sejak tahun lalu. Adalah pengaduan dari masyarakat yang merasa dirugikan yang memicu perhatian Satgas ke perusahaan itu.

2. Waspada investasi emas berimbal hasil selangit

PT Golden Traders Indonesia Syariah (GTIS) menawarkan investasi emas dengan balutan investasi yang terlalu menggiurkan.

3. Waspadai investasi Koperasi Langit Biru

Ratusan miliaran dana investasi peserta Koperasi Langit Biru (KLB) sedang dipertaruhkan. Sejak awal Februari 2012, KLB mulai mangkir memberi imbal hasil (bonus). Biasanya bonus dibagi tiap tanggal 1-10 saban bulan.

4. Rothschild memutuskan perang melawan Bakrie!

Nathanael Rothschild memutuskan untuk keluar dari jajaran direksi Bumi Plc. Selain itu, Rotschild bersumpah akan terus “melawan dari luar tenda”. Kisruh Bumi memuncak di tahun 2012.

5. Bumi Resources di ujung kebangkrutan finansial?

Aksi jual tak henti-hentinya memukul saham BUMI di akhir Agustus. Panin Sekuritas mengulas kinerja fundamental BUMI dengan skenario terburuk.

6. Yuk, ikuti jejak Lo Kheng Hong, Adrian, dan Piyu

Lewat tulisan ini, pembaca bisa belajar dari kisah, pengalaman, dan rahasia kesuksesan beberapa investor saham di Indonesia.

7. 13.000 nasabah tertipu investasi bodong Amanah I

Lagi-lagi kasus investasi bodong memakan korban. Kali ini 13.000 investor terkecoh oleh penipuan dengan iming-iming imbal hasil tinggi dari Konsorsium Andalas Mandiri.

8. Harga emas perhiasan naik, toko emas jadi sepi

Harga emas yang makin mahal ternyata menurunkan minat pembeli emas perhiasan. Beberapa toko emas menyatakan penjualan berkurang setelah harga naik.

9. Potensi gagal bayar utang Bakrie Rp 7,1 triliun

Kacau-balaunya sistem keuangan Group Bakrie, mengundang komentar Financial Analyst dan Founder Katadata, Lin Che Wei. Ia menghitung, risiko gagal bayar dari utang Bakrie Group di tahun ini bisa mencapai Rp 7,1 triliun dan gagal bayar dalam bentuk mata uang asing sebesar US$ 275 juta.

10. Saham perusahaan batubara terbesar itu kandas

Awal mula keruntuhan saham BUMI di akhir Agustus 2012. Harga melancong ke Rp 780, sangat jauh dari masa jayanya di akhir tahun 2008 yang sanggup mencetak harga spektakuler Rp 8.550. BUMI tergelincir oleh kinerja keuangannya yang buruk di semester I 2012.
Alasan Bumi Resources Belum Setor Laporan Keuangan Kuartal III-2012
Widi Agustian – Okezone
Jum’at, 28 Desember 2012 09:48 wib

JAKARTA – PT Bumi Resources Tbk (BUMI) belum juga menyerahkan laporan keuangan per 30 September 2012. Apa alasan perseroan?

“Adanya penerapan standar akuntansi baru, implementasi penerapan kebijakan akutansi dalam grup dan kendala teknis dalam proses logistik seperti percetakan dan penggandaan dokumen yang menyebabkan penyampaian hard copy laporan keuangan memerlukan tambahan waktu,” jelas Direktur & Corporate Secretary BUMI Dileep Srivastava dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (28/12/2012).

Perseroan tidak menyebutkan adanya keterkaitan antara kasus dugaan penyelewengan dana yang dilakukan oleh Bumi Plc, terkait kisruh Grup Bakrie dengan Rothschild.

BEI sebenarnya telah memberikan tenggang waktu hingga 28 Desember 2012 pukul 16.00 WIB.

“BUMI belum, kita tunggu akhir tahun ini, 28 Desember sekira pukul 4. Kalau belum mengerahkan akan diberi surat peringatan, namun tidak sampai denda,” kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI Hoesen. (wdi)
Rothschild Desak Samin Tan Mundur dari Bumi Plc
Widi Agustian – Okezone
Jum’at, 28 Desember 2012 14:18 wib

LONDON – Nat Rothschild mempertanyakan peran Samin Tan sebagai chairman di Bumi Plc. Pasalnya, Rothschild menilai Samin Tan tidak mengambil langkah apapun untuk menyelamatkan perusahaan asal London tersebut.

Rothschild menyoroti keengganan Samin Tan untuk menginvestigasi aset yang hilang senilai USD110 juta. Rothschild sendiri telah menulis surat kepada Samin Tan yang mendesaknya untuk mengambil sikap.

“Saya berharap kepada Anda sebagai chairman, Anda dapat menunjukan kepemimpinan Anda pada kasus ini,” jelas Rothschild, seperti dilansir dari Telegraph, Jumat (28/12/2012).

Samin Tan juga merupakan presiden direktur dari BRMS. BRMS adalah anak usaha dari PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang 29 persen sahamnya dimiliki Bumi Plc.

Dari aksi penjualan sahamnya, BRMS meraup sekira USD230 juta pada akhir 2010. Dari dana itu, sekira USD110 juta digunakan untuk jaminan kepada Overseas Bank yang dikenal sebagai Blue Quartz.

Serta ada dugaan Blue Quartz ini masih terkait dengan keluarga Bakrie, pemilik 23,8 persen saham Bumi Plc dan 49 persen saham dari perusaaan patungan dengan Borneo Lumbung yang dimiliki Samin Tan. Alhasil, Bakrie menguasai 29,9 persen saham Bumi Plc.

Penggunaan dana mengambang BRMS tersebut adalah salah satu penyimpangan keuangan yang diinvestigasi oleh firma hukum Macfarlanes.

Rothschild mengklaim Samin Tan sudah mengetahui hal tersebut sebelum mengambil alih saham Bumi Plc senilai USD1 miliar dari Bakrie. Samin Tan sendiri menjabat sebagai chairman sejak Maret 2012.

“Yang menjadi perhatian adalah pinjaman Quartz Biru belum dilunasi, bahkan tidak ada komitmen untuk melunasi utang tersebut sampai 10 Oktober,” tanya Rothschild kepada Samin Tan pada September lalu.

“Saya menggambarkan Anda sekarang sebagai Direktur Utama BRMS, chairman Bumi plc dan sebagai bagian dari perjanjian dengan Bakrie yang akan meprioritaskan kepentingan pemegang saham dan menunjukan langkah untuk memulihkan perseroan,” lanjut dia.

“Ini adalah situasi yang menggelikan, di mana chairman perusahaan terbuka di Inggris memilih untuk mengamankan dana investor yang meminjam sampai USD110 juta hanya untuk pemegang saham tersebut. Hal ini membuktikan direksi independen Bumi Plc harus mencopot jabatan Samin Tan sebagai chairman,” jelas dia. (wdi)
Bumi PLC : Rothschild Warned Over Bumi Vote
12/23/2012| 09:05pm US/Eastern
the trader
Investor Nat Rothschild should be barred from voting on plans to resurrect struggling U.K.-listed Indonesian coal miner Bumi PLC, according to its newly-installed chief executive, the Sunday Telegraph reports.

The newspaper said Nick von Schirnding also believes Bumi’s other founding investors, who have engaged in a public battle over the business, should not vote.

“My personal view is that none of the founder shareholders should be able to vote [on what the independent directors propose], to allow the independent shareholders to vote,” it quoted him saying. “I think that is the fairest to be honest.”

The Sunday Telegraph said Mr. von Schirnding cannot enforce this opinion but he cites the departure of founder shareholders from Bumi’s board as evidence of progress.

“I have said this repeatedly to the founder shareholders, “Cede control for value” — because ultimately this is what this is about,” Mr von Schirnding is quoted as saying.
Grup Bakrie dan Borneo Energi Pecah Kongsi
Rabu, 26 Desember 2012 | 11:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Pekan ini, PT Borneo Lumbung Energi dan Metal Tbk (BORN) dan Grup Bakrie (PT Bakrie & Brothers Tbk dan Long Haul Holdings) akan berpisah dari kongsi di Bumi Plc. Kini, keduanya tengah menuntaskan pemisahan harta gono-gini berupa 47,6 persen saham Bumi plc.

BORN dan Grup Bakrie berkongsi memiliki 47,6 persen saham Bumi Plc melalui dua special purpose vehicle (SPV). Dua SPV tersebut bernama Borneo Bumi Energi & Metal Pte Ltd dan Bumi Borneo Resources Pte Ltd.

Proses pemisahan BORN dan Grup Bakrie sebenarnya sudah dirancang sejak Oktober 2012. Tapi, upaya tersebut sempat terhenti akibat Panel Otoritas Bursa Saham London menelusuri dugaan keterkaitan (concerted party) antara Grup Bakrie dan BORN.

Pada 19 Desember 2012, Panel Bursa London sudah menuntaskan penyelidikannya. “Sehingga sekarang kami dibolehkan sign separation agreement,” terang Samin Tan, pemilik BORN kepada KONTAN, Jumat (21/12/2012).

Lantas bagaimana skema pemisahannya? Samin Tan menjelaskan, ada tiga pilihan yang mengemuka.

Opsi pertama, dua SPV itu akan dibubarkan dan aset-asetnya dibagi sama rata. Pilihan kedua, Borneo dan Bakrie masing-masing memegang satu SPV. Tiap SPV menguasai 23,8 persen saham Bumi Plc. Pilihan ketiga, Borneo menjual kepemilikannya di dua SPV itu, dan akan membeli kembali (buyback).

Opsi mana yang akan dipilih? Christopher Fong, Juru Bicara Grup Bakrie menyatakan, hingga saat ini belum ada keputusan di antara keduanya. Samin Tan juga hanya menyatakan, “Grup Bakrie mempunyai spirit agar jangan sampai kami rugi”.

Sekadar berkilas balik, gara-gara perselisihan Bakrie dan Nathaniel Rothschild, Grup Bakrie akhirnya memutuskan keluar dari Bumi Plc, dengan cara mengajukan proposal keluar dari Bumi Plc. Salah satu isi proposal itu adalah tukar guling 23,8 persen saham Bumi Plc miliknya dengan 10,3 persen saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) milik Bumi Plc.

Oleh karena itu, perceraian Borneo dan Grup Bakrie tampak krusial bagi pelaksanaan proposal tersebut. Sebab, jika kongsi tersebut dibubarkan, masing-masing akan mendapatkan 23,8 persen saham Bumi Plc (47,6 persen dibagi dua). Saham itu pula yang akan menjadi bahan tukar guling saham Bumi Plc dan saham BUMI.

Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, kerugian investasi Borneo di Bumi Plc bisa diminimalisir bila Grup Bakrie memberikan kompensasi kepada Borneo. Sebab, Borneo masuk Bumi Plc saat harganya 10 pound per saham, sementara harga Bumi Plc saat ini di kisaran 2,6 pound per saham. “Jauh dari investasi awal mereka,” ujar Reza. ( Yuwono Triatmodjo, Veri Nurhansyah Tragistina/Kontan)
Pekan ini, PT Borneo Lumbung Energi dan Metal Tbk (BORN) dan Grup Bakrie (PT Bakrie &
Brothers Tbk dan Long Haul Holdings) akan berpisah dari kongsi di Bumi Plc. Kini, keduanya
tengah menuntaskan pemisahan harta gono-gini berupa 47,6% saham Bumi plc.

BORN dan Grup Bakrie berkongsi memiliki 47,6% saham Bumi Plc melalui dua special purpose
vehicle (SPV). Dua SPV tersebut bernama Borneo Bumi Energi & Metal Pte Ltd dan Bumi Borneo
Resources Pte Ltd.

Proses pemisahan BORN dan Grup Bakrie sebenarnya sudah dirancang sejak Oktober 2012.
Tapi, upaya tersebut sempat terhenti akibat Panel Otoritas Bursa Saham London menelusuri
dugaan keterkaitan (concerted party) antara Grup Bakrie dan BORN. (okezone/ps)
28 Desember, BEI Tunggu Laporan Keuangan BUMI
Rizkie Fauzian – Okezone
Rabu, 26 Desember 2012 14:35 wib

JAKARTA – Akhir 2012 segera berakhir, namun PT Bumi Resources Tbk (BUMI) belum juga memberikan hasil laporan keuangannya sampai hari ini. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pun memberikan tenggang waktu hingga 28 Desember 2012 pukul 16.00 WIB.

“BUMI belum, kita tunggu akhir tahun ini, 28 Desember sekira pukul 4. Kalau belum mengerahkan akan diberi surat peringatan, namun tidak sampai denda,” kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI Hoesen, di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (26/12/2012).

Sebelumnya, BUMI melakukan audit atas laporan keuangan kuartal I-2012. Dengan demikian, laporan keuangan perseroan akan diserahkan ke BEI paling lambat akhir Juni 2012.

“Kami akan menyampaikan laporan keuangan interm (triwulan I) konsolidasian perseroan per 31 Maret 2012 yang diaudit dimaksud paling lambat pada akhir Juni 2012,” kata Direktur & Corporate Secretary BUMI Dileep Srivastava dalam keterbukaan informasi di BEI, pada 28 Mei lalu.

Kemudian pada Juni 2012, BUMI merevisi kembali laporan keuangan perseroan periode triwulan I-2011 sehubungan dilakukannya penyesuaian yang diperlukan terhadap kebijakan akuntansi Indonesia yang baru dan bersifat lebih ketat.

“Perseroan telah membukukan pendapatan bersih sebesar USD112 juta atau lebih kecil USD1 juta dibandingkan bila menggunakan kebijakan akuntansi yang lama,” kata Dileep.

Menurutnya, pendapatan bersih yang dinyatakan kembali dan lebih rendah tersebut berasal dari perubahan perlakuan terhadap biaya dan pendapatan konsolidasian dari anak-anak perusahaan perseroan.

Selain itu, berdasarkan pada kebijakan akuntansi baru, BUMI wajib menunda pembukuan keuntungan sebesar USD36 juta yang dikapitalisasi perseroan pada 2010 dari penjualan/pelepasan yang telah dipastikan atas salah satu aset lepas pantai Perseroan, Gallo Oil di Yaman.

Setelah ditandatanganinya perjanjian jual beli, penjualan tersebut diakhiri mengingat krisis politik di Yaman. Diketahui, sebelumnya BUMI merilis kenaikan laba bersih sebesar USD36 juta menjadi USD113 juta dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD97 juta. (ade)
Kecewa, Bos BRAU tinggalkan Bumi Plc

Dana Aditiasari – Sindonews
Kamis, 20 Desember 2012 − 09:25 WIB

Sindonews.com – Perseturuan di tubuh BUMI Plc kembali memasuki babak baru dengan diputuskannya Rosan P. Roeslani dengan Grup Recapital-nya sebagai concerted party.

Dengan keputusan yang ditetapkan United Kingdom Take Over Panel (TOP/UK Panel) tersebut, maka pihak Recapital dalam hal ini diwakili oleh Rosan secara otomatis kehilangan hak suaranya karena dianggap satu kesatuan secara hak suara dengan pihak Grup Bakrie dan Samin Tan.

“Kami sangat menyayangkan putusan TOP mengenai Recapital dikategorikan sebagai concerted party,” terang Rosan dalam keterangan persnya Kamis (20/12/2012).

Selama ini, kata dia, posisinya sebagai Non-Independent, Non Executive Director di Bumi Plc adalah untuk mewakili Grup Recapital dalam kaitannya dengan kepentingan PT Berau Coal Energy, Tbk (BRAU) yang dikelola secara independen dan profesional sebagai perusahaan publik.

“Keberadaan saya di Dewan Direksi (Board) Bumi Plc justru untuk menjaga independensi dan profesionalisme tersebut. Sehingga pengelolaan BRAU tidak akan dipengaruhi pihak-pihak atau nilai-nilai lain yang bertentangan dengan visi, misi dan kepentingan pemegang saham perseroan sebagai perusahaan nasional terkemuka di Indonesia,” sambung dia.

Setiap sinergi atau kolaborasi Recapital untuk kepentingan BRAU dengan pihak luar selalu dilakukan secara transparan, diaudit oleh auditor terkemuka bereputasi internasional (dalam hal ini PricewaterhouseCoopers-PwC) dan dengan persetujuan rapat umum pemegang saham.

Tata kelola dan nilai-nilai yang kami terapkan di BRAU adalah prinsip tata kelola dan nilai-nilai yang sama yang diterapkan di seluruh Grup Recapital sebagai pemegang saham dan pengelola BRAU. “Dengan demikian sekali lagi kami sangat menyesalkan putusan TOP yang di luar dugaan,” tandasnya.

Namun demikian, diakui Rosan, pihaknya meyakini secara positif bahwa banyak faktor lain di luar kendali perusahaan yang mendasari putusan TOP tersebut. “Untuk itu kami memutuskan untuk tidak melakukan banding dan menghormati putusan TOP,” umbar dia lagi.

Keputusan tidak melakukan banding tersebut, kata Rosan, khususnya karena sudah terlalu banyak waktu yang terbuang selama beberapa bulan terakhir untuk mengurusi isu-isu di media massa dan di pasar sehingga sehingga sangat tidak produktif untuk pertumbuhan BRAU, bagi jutaan stakeholders Perseroan, dan juga bagi Grup Recapital.

“Dengan dasar pertimbangan itu pula, demi kepentingan pemegang saham BRAU, baik mayoritas maupun minoritas, kami juga memutuskan untuk mengundurkan diri dari Board Bumi Plc agar bisa berkonsentrasi penuh kepada mandat kami sebagai Presiden Direktur PT Berau Coal Energy, Tbk,” tegas Rosan melanjutkan keterangannya.

Keputusan ini juga diambil, lanjut Rosan, demi kepentingan manajemen Bumi Plc agar bisa segera menemukan solusi yang terbaik bagi kepentingan seluruh pemegang saham.

Pertama, bahwa Indonesia terbukti memilki aset-aset yang begitu bernilai sampai menjadi perhatian, bahkan diperebutkan secara maskimal oleh investor di seluruh dunia. Sebagai warga negara Indonesia yang baik, adalah kewajiban kita untuk melindungi dan mengelola aset-aset tersebut dengan sebaik-baiknya, untuk sebesar-sebesarnya kemakmuran bangsa.

“Dalam hal ini kami sangat bangga dan bersyukur bahwa BRAU adalah salah satu perusahaan dengan komitmen tata kelola, tanggung jawab sosial, dan tanggung jawab lingkungan yang terbaik di Indonesia,” kata Rosan lebih tegas.

Kedua, lanjut dia, mencari partner yang benar-benar tepat sebelum melakukan ekspansi internasional butuh waktu dan proses yang terstruktur dan terencana dengan baik, akurat, dan lengkap.

“Memilih partner berdasarkan referensi orang dekat saja, atau berdasarkan kedekatan historis saja, atau berdasarkan ketenaran saja tidak akan cukup, dan justru akan berakibat fatal bila tujuannya adalah untuk mempersingkat waktu dan proses tersebut,” imbuh dia lagi.

Memaksimalkan hasil dari proses dan waktu tersebut adalah jauh lebih bijak dan bermanfaat. “Semoga dua pelajaran ini bisa bermanfaat bagi para pengusaha nasional lainnya,” sarannya.

Dua tahun belakangan ini ibarat masa pendidikan yang penting bagi Grup Recapital. “Tentunya ini bukan akhir melainkan menjadi awal yang baik bagi ekspansi internasional Grup Recapital di masa yang akan datang,” tandasnya.

(gpr)

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: