Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Januari 30, 2015

trub bayar utank, (not a great deal) … supposed 2 b: 170610_300115

Filed under: Saham Trub — bumi2009fans @ 12:40 am

 

JAkARTA. Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan sanksi tambahan bagi tiga emiten yang tetap membandel. Sanksi itu berupa suspensi dan perpanjangan penghentian sementara perdagangan saham.

Divisi Penilaian Perusahaan BEI menyisir, ada tiga emiten yang belum melaksanakan kewajiban terkait laporan keuangan per September 2014. Ketiga emiten itu adalah PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk (BORN), PT Leo Investments Tbk (ITTG), dan PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk (TRUB).

BEI telah menjatuhkan sanksi berupa peringatan tertulis III dan denda Rp 150 juta kepada tiga emiten tersebut. Namun, mereka belum juga melakukan pembayaran denda. Bahkan, ada yang belum menyampaikan laporan keuangan.

“Tanggal 29 Januari 2015 batas akhir penyampaian laporan keuangan dan pembayaran denda,” ujar I Gede Nyoman Yetna, Kepala Divisi Penilaian Perusahaan Group I BEI dalam keterangan resmi, Jumat (30/1).

Ia merinci, BORN dan TRUB belum membayar denda. Sedangkan, ITTG belum menyampaikan laporan keuangan kuartal III-2014 dan belum membayar denda.

Sejalan dengan hal itu, maka BEI membekukan perdagangan saham BORN di pasar reguler dan pasar tunai sejak sesi I perdagangan hari ini. Sedangkan, ITTG dan TRUB mengalami perpanjangan masa suspensi.

BEI telah menghentikan perdagangan saham Leo Investment di seluruh pasar sejak 1 Mei 2013. Sedangkan, suspensi saham TRUB di pasar reguler dan pasar tunai telah dilakukan sejak 1 Juli 2013.

 

http://investasi.kontan.co.id/news/bei-jatuhkan-sanksi-tambahan-3-emiten-ini

 

 
Sumber : KONTAN.CO.ID

JAKARTA. Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) menjatuhkan sanksi kepada sejumlah emiten, mulai dari peringatan hingga denda. Hal ini dilakukan menyusul para emiten tersebut terlambat menyampaikan laporan keuangan untuk tahun buku September 2014.

Berdasarkan laporan Divisi Penilaian Perusahaan BEI, ada delapan emiten yang mendapat sanksi terkait mangkir dalam menyampaikan laporan keuangan kuartal III-2014. Delapan perusahaan tercatat itu adalah PT Davomas Abadi Tbk (DAVO), PT Leo Investments Tbk (ITTG), PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk (TRUB).

Lalu, ada dua emiten milik Grup Bakrie, yakni PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS). Selain itu, ada PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk (BORN), PT Buana Listya Tama Tbk (BULL), dan PT Cipaganti Citra Graha Tbk (CPGT).

I Gede Nyoman Yetna, Kepala Divisi Penilaian Perusahaan Group I BEI menjelaskan, DAVO dan ITTG mendapatkan sanksi berupa peringatan tertulis III dan denda masing-masing sebesar Rp 150 juta.

Hingga akhir Desember 2014, mereka mangkir mengumpulkan laporan keuangan kuartal III-2014 yang tidak ditelaah secara terbatas dan tidak diaudit akuntan publik. Kemudian, TRUB yang mendapat sanksi yang sama kendati sudah menyampaikan laporan keuangan yang dimaksud per Desember 2014.

“(TRUB) belum memenuhi kewajiban pembayaran denda,” ujar I Gede.

Berdasarkan aturan BEI, emiten harus menyerahkan laporan keuangan interim unaudited paling lambat sebulan setelah tanggal laporan keuangan interim dimaksud. Jadi, kalau laporan keuangan interim yang berakhir per 30 September maka pada 31 Oktober adalah batas akhir penyerahannya.

Otoritas BEI akan memberikan peringatan tertulis I jika manajemen telat menyampaikan laporan keuangan sampai 30 hari kalender terhitung sejak lampaunya batas waktu penyampaian.

Apabila mulai hari kalender ke-31 hingga ke-60 sejak lampaunya batas waktu penyampaian emiten belum juga menyerahkan laporan keuangan, BEI akan memberikan peringatan tertulis II dan denda sebesar Rp 50 juta.

Selanjunya, jika pada hari kalender ke-61 hingga ke-90 perseroan masih bandel, bursa akan memberikan peringatan tertulis III dan tambahan denda sebesar Rp 150 juta. Khusus bagi emiten yang juga mencatatkan sahamnya di bursa negara lain, maka batas waktu penyampaian laporan keuangan unaudited adalah 45 hari setelah laporan keuangan dimaksud.

Sedangkan untuk laporan keuangan interim yang sudah diaudit akuntan publik, batas waktunya tiga bulan setelah tanggal laporan keuangan. Nah, BUMI dan BRMS mendapat pecut berupa peringatan tertulis I dari BEI. Itu lantaran belum menyampaikan laporan keuangan September 2014 yang diaudit.

Batas waktu penyerahan laporan keuangan BUMI dan BRMS seharusnya 2 Januari 2015. Kemudian, BEI juga memberi sanksi kepada tiga emiten yang mengubah rencana yang semula berniat menyampaikan laporan keuangan diaudit menjadi lapran tidak diaudit dan tidak ditelaah secara terbatas.

Ketiga emiten itu adalah BORN, BULL, dan CPGT. Sanksi yang dikenakan berupa peringatan tertulis I, peringatan tertulis II dan denda Rp 50 juta. Lalu, peringatan tertulis III dan denda Rp 150 juta. Namun, dari tiga emiten ini, hanya BULL yang belum menyerahkan laporan keuangan hingga akhir Desember 2014.

http://investasi.kontan.co.id/news/bei-jatuhkan-sanksi-pada-8-emiten-ini

Sumber : KONTAN.CO.ID

NERACA

Jakarta – Perusahaan jasa konstruksi, PT Truba Alam Manunggal Tbk (TRUB) mengalami kenaikan rugi bersih menjadi Rp160,80 miliar hingga periode Juni 2014 dibandingkan rugi bersih periode sama tahun sebelumnya yang Rp52,91 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (8/12).

Selain itu, pendapatan perseroan juga turun jadi Rp601,88 miliar dibandingkan pendapatan tahun sebelumnya yang sebesar Rp786,94 miliar, dan beban turun jadi Rp628,17 miliar dari beban tahun sebelumnya yang sebesar Rp711,56 miliar. Kemudian rugi kotor yang diderita perseroan mencapai Rp26,28 miliar dari laba kotor tahun sebelumnya Rp75,38 miliar.

Rugi sebelum pajak meningkat menjadi Rp143,58 miliar dari rugi sebelum pajak tahun sebelumnya Rp32,45 miliar. Jumlah aset per Juni 2014 mencapai Rp2,63 triliun, turun dari jumlah aset per Desember 2013 yang sebesar Rp2,71 triliun.

Sebelumnya, perseroan juga mengalami penurunan pendapatan menjadi Rp270,24 miliar hingga Maret 2014, dibandingkan pendapatan tahun sebelumnya Rp323,14 miliar. Perseroan membukukan beban pendapatan naik jadi Rp289,85 miliar dibandingkan beban pendapatan tahun sebelumnya yang sebesar Rp283,85 miliar, dan rugi kotor yang diderita perseroan Rp19,61 miliar dari laba kotor tahun sebelumnya yang sebesar Rp39,28 miliar.

 

 

http://www.neraca.co.id/bursa-saham/48388/Truba-Alam-Bukukan-Rugi-Rp-16980-Miliar
Sumber : NERACA.CO.ID

JAKARTA kontan. Kinerja keuangan PT Turba Alam Manunggal Engineering Tbk (TRUB) terus memburuk. Berdasarkan laporan keuangan per 31 Juni 2014 yang baru dirilis Kamis (4/12), rugi bersih emiten kontraktor energi naik 203,93% menjadi Rp 160,8 miliar, dari periode sama tahun lalu yang tercatat Rp 52,91 miliar.

Kian bengkaknya rugi bersih tersebut tidak terlepas dari penurunan pendapatan TRUB. Di semester I tahun ini, TRUB hanya mamph meraup pendapatan Rp 601,89 miliar, turun dibandingkan periode sama tahun lalu yang Rp 786,94 miliar.

Penurunan pendapatan tergerus oleh beban usaha TRUB yang naik dari Rp 44,8 miliar menjadi Rp 61,31 miliar. Kerugian kian buruk lantaran TRUB juga menanggung beban keuangan senilai Rp 59,78 miliar.

Dengan kondisi tersebut, TRUB kian kekurangan amunisi untuk melunasi tiga fasilitas pinjaman senilai total Rp 1,07 triliun yang akan jatuh tempo di tahun depan.

Terlebih, kas dan setara kas TRUB justru turun menjasi Rp 73,3 miliar di semester pertama tahun ini, dibandingkan periode sama tahun lalu yang Rp 148,2 miliar.

Seperti diketahui, TRUB mesti membayar utang tersebut kepada tiga kreditur berbeda, yakni PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) senilai Rp 144,09 miliar dan PT Bank International Indonesia (BII) sebesar Rp 67,35 miliar. Jatuh tempo fasiltias dari BNI dan BII masing-masing pada 11 Juni 2014 dan 1 Juni 2015.

TRUB juga mesti melunasi utang senilai Rp 858,97 miliar dari Zephyr International Company Ltd (Zephyr) yang jatuh tempo pada 31 Desember 2015.

Editor: Sanny Cicilia

 

Truba Jaya akan lunasi obligasi Rp200 miliar
Kamis, 17/06/2010 20:40:41 WIBOleh: Ratna Ariyanti
JAKARTA (Bisnis.com): PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk akan melunasi utang obligasi anak perusahaan PT Truba Jaya Engineering (TJE) senilai Rp200 miliar yang akan jatuh tempo pada 8 Juli dari dana internal.

Perseroan dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebutkan dana hasil utang obligasi tersebut sebelumnya digunakan untuk penambahan modal dan modal kerja.

Perseroan masih memiliki utang jangka panjang sebesar Rp1,84 triliun per 30 September 2009 yang akan jatuh tempo pada 31 Desember 2015 dengan tingkat bunga tahun pertama sebesar 6% per tahun, tahun kedua 6% per tahun, tahun ketiga 8% per tahun, tahun keempat 8% per tahun, tahun kelima dan seterusnya sebesar 10% per tahun.

Sebesar 20% dari dana hasil utang jangka panjang digunakan untuk modal kerja dan sisanya untuk belanja modal perseroan.

Bursa juga menanyakan alasan mengapa perseroan belum menyerahkan laporan keuangan tahun 2009 dan laporan keuangan triwulan I tahun ini.

Perseroan menyebutkan keterlambatan penyampaian laporan keuangan tahun buku 2009 karena menunggu audit beberapa anak perusahaan termasuk yang berdomisili di luar negeri.

Truba Alam melalui anak perusahaan PT Manunggal Power memiliki Tame Investment yang berlokasi di Singapura.

Perusahaan lain yang juga berlokasi di Negeri Singa adalah Truba Jurong Engineering Pte Ltd yang dimiliki perseroan melalui TJE.

Saham yang diperdagangkan dengan kode TRUB hari ini tidak mengalami pergerakan.

Pada perdagangan kemarin, saham Truba Alam ditutup naik Rp2 atau 2,17% ke level Rp94. Kapitalisasi pasar perseroan mencapai Rp1,48 triliun dengan jumlah saham beredar sebanyak 9,05 triliun lembar saham. Adapun P/E mencapai 6,83 kali. (wiw)

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: