Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Mei 20, 2016

BABAK baru B-life … 11042014_200516

Filed under: Terkait BUMI&GRUP — bumi2009fans @ 1:30 am

Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) mengajukan proposal baru penyelesaian kewajiban terhadap nasabah.

Timoer  Soetanto, Direktur Utama Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life), menyatakan proposal baru telah dilayangkan ke Otoritas Jasa Keuangan pada bulan lalu. Proposal ini juga sudah disampaikan kepada perwakilan nasabah. “Semua sudah kami sampaikan proposalnya, ada yang setuju ada yang belum,” kata Timoer di Jakarta, Jumat (20/5/2016).

Dia menyatakan pemegang saham Bakrie Life berkomitmen untuk menyelesaikan permasalahan kewajiban perusahaan. Dia mengatakan dalam proposal baru ini, keluarga Bakrie sebagai pemegang saham menawarkan saham milik grup di empat perusahaan kepada nasabah.

Dia mengatakan saham yang ditawarkan sebagai pengganti uang tunai merupakan saham di perusahaan terbuka, dengan model konversi ini maka pemegang polis dapat melihat kinerja perusahaan lebih transparan.

Selain itu, dengan opsi konversi saham ini pemegang polis akan memperoleh kenaikan investasi jika harga saham perusahaan membaik seiring membaiknya ekonomi. “Konversi juga dilakukan bertahap, ada empat perusahaan yang disiapkan. Pertama dari BNBR (PT Bakrie & Brothers Tbk.) dulu,” katanya.

Dia mengatakan untuk nasabah yang belum setuju, pihaknya belum memiliki opsi penggantian uang tunai. Pasalnya perusahaan belum memiliki uang tunai untuk melakukan penyelesaian. “Mudah-mudahan tahun ini rampung seluruhnya ,” kata dia.

Ahmad Nasrullah, Direktur Pengawasan Asuransi OJK, mengatakan proposal ini telah diterima oleh otoritas. Namun sebelum menyatakan apakah dapat menyetujui atau tidak model penyelesaian ini, otoritas harus melakukan klarifikasi tentang model yang ditawarkan. “Kami juga ingin segera selesai, tapi nasabah tidak boleh dirugikan,” kata dia.

Berdasarkan catatan pemegang saham Bakrie Life adalah PT Bakrie Capital Indonesia dengan kepemilikan sebesar 94,23%, sementara sisanya dimiliki oleh Koperasi Karyawan Mitra Sejahtera per 31 Desember 2012.

Tidak dicabutnya izin perseroan oleh otoritas dikarenakan sebagai pengikat penyelesaian pembayaran kewajiban. Nilai kewajiban Bakrie Life kepada nasabah mencapai Rp400 miliar ketika kasus terjadi pada 2008. Dalam kesempatan terpisah Timoer mengklaim pihaknya telah membayar sejumlah kewajiban kepada nasabah sehingga kewajiban Bakrie Life tersisa Rp270 miliar hingga April 2015 lalu.

 

BAKRIE LIFE: Pilih Opsi Diakuisisi Selesaikan Masalah
Yodie Hardiyan – Jum’at, 11 April 2014, 08:26 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Manajemen PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) mempertimbangkan keberadaan investor baru guna mengambil-alih kepemilikan perusahaan asuransi jiwa itu, kendati penyelesaian kewajiban dengan nasabah masih berlarut hingga sekarang.

Direktur Bakrie Life Timoer Sutanto mengatakan kemungkinan perusahaan itu melakukan divestasi kepemilikan cukup memungkinkan, karena Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejauh ini tidak memberi sanksi kepada perusahaan.

“Kalau kita nggak selesai , ada investor baru yang masuk dan menyelesaikan kan bisa saja,” ujarnya, seperti dilaporkan Harian Bisnis Indonesia, Jumat (11/4/2014).

Timoer menyatakan pihaknya tidak menawarkan Bakrie Life kepada investor, tetapi perusahaan tersebut dianggap cukup diminati oleh investor lain.

Kendati demikian, Timoer enggan memaparkan identitas investor yang berminat tersebut. “Ambilalih atau kerja sama kita nggak tahu, itu urusan pemegang saham,” katanya.

Pemegang saham mayoritas Bakrie Life yakni PT Bakrie Capital Indonesia dengan kepemilikan sebesar 94,23%, sementara sisanya dimiliki oleh Koperasi Karyawan Mitra Sejahtera per 31 Desember 2012.
Satu Eksekutif Vice President Bakrie Capital Indonesia tercatat atas nama Aga Bakrie. Nama Aga Bakrie juga tercatat sebagai Capital Advisor di Alta Verde Group, perusahaan yang bergerak di bidang real estat dan properti.

Menurutnya, tidak dicabutnya izin itu karena ada perkembangan penyelesaian pembayaran kewajiban. Nilai kewajiban Bakrie Life kepada nasabah mencapai Rp400 miliar ketika kasus ini meledak pada 2008.

Timoer mengklaim pihaknya telah membayar sejumlah kewajiban kepada nasabah sehingga kewajiban Bakrie Life tersisa Rp270 miliar pada saat ini.

Pihaknya berencana menyelesaikan pembayaran kewajiban kepada nasabah tersebut pada Juni tahun ini. Penyelesaian itu merupakan komitmen dari pemegang saham.

Source : Bisnis Indonesia (11/4/2014)
Editor : Nurbaiti

Digugat ke MK, OJK Akan Konsultasi ke Pemerintah
Selasa, 4 Maret 2014 00:43 WITA

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA – Keabsahan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan (OJK) digugat oleh sejumlah masyarakat yang mengatasnamakan Tim Pembela Kedaulatan Ekonomi Bangsa. Mereka mendaftarkan gugatan uji materi atau judicial review UU OJK itu di Mahkamah Konstitusi (MK) akhir Februari lalu.
Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad mengaku, telah mendengar mengenai judicial review tersebut. Meski begitu, OJK menanggapi uji materi UU tersebut akan dilakukan sesuai dengan prosedur yang ada.
“Saya mendengar, tapi ada prosedurnya. Kita tunggu saja prosedur yang ada,” ujar Muliaman di Gedung DPR, Jakarta, Senin (3/3).
Menanggapi gugatan atas UU Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan (OJK) itu, Muliaman bilang akan berkonsultasi dulu dengan pemerintah. “Tentunya kami akan mengikuti ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Konsultasi dengan pemerintah diperlukan karena keberadaan OJK sebagai lembaga lahir melalui kesepakatan berbagai instansi dalam memperbaiki perlindungan terhadap industri keuangan. Keberadaan OJK diperkuat dengan UU nomor 21 tahun 2011.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komisi XI DPR RI, Olly Dondo Kambey, menuturkan bahwa pembentukan OJK sudah menganut prinsip-prinsip yang baik. Sehingga, kerangka transparansi sudah dibuat matang untuk mencegah terjadinya kesalahan dalam sistem keuangan.
“Ini kami buat dalam jangka waktu lama untuk membangun indonesia. Pungutan itu ada karena untuk melindungi industri jika kolaps,” kata Olly.
Sebagai catatan, Tim Pembela Kedaulatan Ekonomi Bangsa (TPKEB) mengajukan gugatan ke MK atas keberadaan OJK yang dianggapnya tidak sesuai dengan amanat konstitusi. TPKEB juga meragukan independensi OJK karena rentan dipengaruhi semangat liberalisasi dalam tata kelola industri jasa keuangan. *
Editor: Lodie_Tombeg
Sumber: Kontan
OJK: PT Asuransi Jiwa Bakrie tak Punya Aset Lagi
Yodie Hardiyan – Senin, 03 Maret 2014, 18:56 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan OJK mempersilakan nasabah untuk mengajukan gugatan pailit terhadap PT Asuransi Jiwa Bakrie melalui regulator sebelum dibawa ke Pengadilan Niaga Jakarta.

Firdaus Djaelani, Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank OJK, mengatakan PT Asuransi Jiwa Bakrie atau dikenal dengan Bakrie Life belum menyelesaikan sejumlah kewajibannya terhadap nasabah sampai sekarang.

“Mereka tidak punya aset lagi,” kata Firdaus di Gedung DPR, Senin (3/3/2014).

Karena persoalan pembayaran kewajiban yang berlarut-larut sekitar 6 tahun itu, sejumlah nasabah asal Jawa Barat dan Jakarta berencana mengajukan gugatan pailit terhadap Bakrie Life dalam waktu dekat ini.

Berdasarkan UU No.37/2004 tentang UU Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang, kepailitan adalah sita umum atas semua kekayaan debitor pailit yang pengurusan dan pemberesannya dilakukan oleh kurator.

Regulasi itu mengatur secara khusus permohonan pailit terhadap perusahaan asuransi.

Dalam pasal 2 ayat 5 disebutkan permohonan pailit terhadap perusahaan asuransi hanya bisa diajukan oleh Menteri Keuangan.

Terkait hal itu, wewenang pengaturan dan pengawasan industri asuransi telah beralih dari Menteri Keuangan (melalui Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan) kepada Otoritas Jasa Keuangan sejak 31 Desember 2012.

Editor : Ismail Fahmi
Lagi-lagi Bakrie Life ingkar janji
Oleh Yuliani Maimuntarsih – Selasa, 10 Desember 2013 | 05:06 WIB
kontan

JAKARTA. Nasabah kembali kecewa dengan janji manajemen Bakrie Life. Untuk kesekian kalinya, jadwal pembayaran kewajiban molor lagi.
Martinus, salah seorang nasabah Bakrie Life kesal, lantaran haknya hingga kini tak kunjung diterima. “Saya sudah sering diingkari janji sejak 2008,” kata dia ke KONTAN, belum lama ini. Martinus adalah nasabah Bakrie Life yang berinvestasi di produk Diamond Investa. Dana miliknya yang belum dibayar Bakrie Life sebesar Rp 1,6 miliar.
Sejatinya, Martinus menerima pembayaran pada bulan Juli tahun ini. Namun sampai November, manajemen Bakrie Life tidak memenuhi kewajibannya kepada nasabah. Hingga awal Desember tahun ini, pembayaran yang sedianya mengucur kembali meleset.
Padahal, Bakrie Life sudah meminta diskon 30% dari total kewajiban. Semula Bakrie harus membayar uang nasabah senilai Rp 260 miliar. Setelah nasabah menyetujui diskon 30%, manajemen Bakrie Life hanya membayar kewajiban sekitar Rp 182 miliar (Harian KONTAN, 29 Juni 2013).
“Seharusnya kami demonstrasi saat Ical (Aburizal Bakrie) kampanye, biar ramai dan dia segera menyelesaikan permasalahan ini,” tegas Martinus.
Selain diskon, disepakati pula Surat Keputusan Bersama (SKB) antara nasabah dan manajemen Bakrie. Menurut SKB tersebut, Bakrie Life harus membayar kewajiban bulan juli sebesar 50%, kemudian pada November membayar 10% serta 10% lagi dipenuhi pada Desember tahun ini.
Salah seorang nasabah Bakrie Life yang enggan disebutkan namanya mengatakan, baru-baru ini nasabah mengadakan pertemuan dengan manajemen Bakrie Life. “Mereka menyampaikan jika pemegang saham ingin membayar setiap bulan sebesar Rp 10 miliar,” papar dia.
Akan tetapi para nasabah menolak usulan tersebut. Sebab, nasabah menilai pernyataan Bakrie Life tidak sesuai dengan SKB tersebut. “Nasabah minta dipertemukan dengan Pak Nirwan Bakrie dalam waktu dekat ini. Kami juga meminta agar hak kami dan wibawa OJK dihormati,” ungkap nasabah itu. Nasabah tak bisa menjamin tidak terjadi unjukrasa lagi apabila tuntutan tersebut tak dihiraukan.
Dumoly Freddy Pardede, Deputi Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Industri Keuangan Non Bank, menegaskan OJK masih memantau proses pembayaran klaim Bakrie Life kepada nasabah. “OJK hanya sebatas monitor,” kata dia.
Manajemen Bakrie Life tak bisa konfirmasi terkait masalah ini. Direktur Utama Bakrie Life, Timoer Sutanto, tak menjawab panggilan telepon dan pesan singkat KONTAN.
Editor: Sandy Baskoro
Bakrie Life Janji ke OJK Akan Lunasi Utang Nasabah Bulan Ini
Dewi Rachmat Kusuma – detikfinance
Kamis, 12/09/2013 09:19 WIB

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali didatangi pihak PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life). Lagi-lagi pihak Bakrie Life mengumbar janji untuk lunasi utang-utangnya kepada nasabah Diamond Investa yang gagal bayar sejak 2008 lalu.

Direktur Eksekutif Pengawasan Lembaga Keuangan Non-Bank OJK Firdaus Djaelani mengatakan, pihak Bakrie Life berjanji akan melunasi sisa dana nasabahnya di bulan September ini.

“Mereka bilang ke kita mau melunasi katanya September ini, ya kita tunggu,” ujar Firdaus saat bincang-bincangnya bersama wartawan, di Kantor OJK, Rabu malam (11/9/2013).

Dia menjelaskan, sebagai otoritas pihaknya hanya bisa melakukan mediasi antara perusahaan dan nasabahnya. Sepenuhnya, hak itu diserahkan kepada masing-masing pihak.

“Dia janji September akan melakukan pembayaran. OJK nungguin, kita lihat saja nanti beneran nggak dilunasi, OJK akan melakukan tindakan kalau ternyata tidak dipenuhi,” katanya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, jika pihak Bakrie Life belum juga bisa melunasi sisa utang-utangnya kepada nasabah Diamond Investa, maka hal lain yang bisa dilakukan adalah membayar dengan melakukan take over terhadap aset-asetnya.

“Kalau nggak bayar bisa saja take over asset atau bisa juga diganti bisnis, mereka nasabah dikasih bisnis baru. Kita lakukan pendekatan, mereka (nasabah) bilang jangan dicabut izinnya, karena ya nanti nasabah yang akan rugi,” ujar dia.

Perlu diketahui, Bakrie Life mengalami gagal bayar pada tahun 2008 sebesar Rp 360 miliar kepada nasabah Diamond Investa. Seiring dengan perjalanannya utang Bakrie Life ke nasabah tinggal Rp 270 miliar. Namun karena kesulitan likuiditas Bakrie Life belum juga bisa melunasi.

(drk/ang)

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: