Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

November 21, 2016

biank utank, bumiku … 150610_221116

Filed under: PERUT BUMI RES — bumi2009fans @ 11:31 pm

reaction_1

JAKARTA. Information has it that according to the management team of postponement of debt payment obligations (PKPU), 80% of creditors have agreed the plan for restructuring the debts of PT Bumi Resources Tbk (BUMI).

Despite the debts’ restructuring should be taken through voting mechanism, the process at least may reflect the result of the voting, which is scheduled on 9 November 2019 at Central Jakarta Commercial Court.

The proposal of the debts settlement mentioned that one of the agreement clauses include the scheme of debt to equity swap with the price of Rp 926,16 per a share. Director and Corporate Secretary of BUMI Dileep Srivastava gave a positive sign about the plan for debt to equity swap.

The debt to equity swap mechanism will involve 11 creditors, such as Country Forest Limited (CFL), Castleford Investment and Axis Bank with a total credit of US$ 1,81billion. The value of debt conversion will be equal with 39.39% of the value of BUMI shares. BUMI is scheduled to issue the shares on 30 June 2017.

Another clause is the release of a worth of US$ 100 million of tradable contingent value rights (CVR) for the creditor of New Senior Secured BUMI. The CVR itself will mature in a five years period since the date of issuance.

The agreement clauses also include the release of a worth of US$ 639 million of mandatory convertible bonds (MCB) for some creditors, namely CFL, Axis, UBS and DBS. The MCB has a 6% coupon rate and will mature in a seven years period since the effective date of the scheme.

Meanwhile, the restructuring clause to the China Development Bank (CDB) stipulates that BUMI will settle 32.24% of the debts with new senior secured facility and/or new note 2021, while others will be settled through tranche C facility. “We will implement the plan after settling the process of postponement of debt payment obligations (PKPU)”, Dileep added.

A source of KONTAN mentioned that the PKPU mechanism offers the best solution. In this case, BUMI cannot settle the debts if the company is bankrupt. “Let alone, the BUMI’s subsidiaries are still productive”, he said.

To date, the team of PKPU has verified a worth of Rp 135.78 trillion debt bills of 270 creditors.

(Muhammad Farid/Translator)

lol

Jakarta. kontan:  Proses restrukturisasi utang PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sepertinya akan berbuah manis. Tim pengurus PKPU BUMI konfirmasi hampir 80% kreditur perusahaan sudah menyetujui rencana perdamaian.

Berdasarakan dokumen yang diterima KONTAN, Jumat (4/11) pagi tim pengurus telah menyampaikan hal tersebut kepada otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI), Kemarin. Dalam suratnya, salah satu pengurus BUMI William E. Daniel menyampaikan, pihaknya bersedia memberikan informasi terkait jalannya proses PKPU BUMI kepada BEI.

Ia juga menjelaskan, meski belum dilakukannya pemungutan suara, tapi berdasarkan hasil dari rapat-rapat kreditur dan pertemuan di luar pengadilan dengan direksi perusahaan dan kreditur diantaranya, China Investment Corporation Limited (CIC), Trustee Bondholder, dan Trustee Noteholder sudah dapat menyetuji perjanjian perdamaian yang ditawarkan.

“Pengurus memperoleh konfirmasi hampir 80% kreditur perseroan dapat menyetujui restrukturisasi utang yang ditawarkan perseroan dalam rencana perdamaian,” tulis William.

Dengan adanya dukungan mayoritas kreditur sebanyak 80%, pada prinsipnya syarat disetujuinya rencana perdamaian akan dapat terpenuhi karena sudah sesuai dengan Pasal 281 ayat 1 UU No. 37/2004 tentang Kepailitan dan PKPU. Adapun untuk pemungutan suara itu akan dilakukan kembali pada 9 November 2016 di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat.

Sekadar tahu saja, salah satu klausul yang sudah disepakati para kreditur adalah, terkait harga saham sebagai debt to equity conversion sebesar Rp 926,16 per lembar. Harga itu turun dari penawaran awal Rp 1.149 per lembar saham.

Kesepakatan lain juga soal, rencana penerbitan saham baru (right issue) yang selambat-lambatnya akan dilakukan pada 30 Juni 2017 mendatang.

Hingga kini, tim pengurus sudah memverifikasi tagihan BUMI yang totalnya mencapai Rp 135,78 triliun dari 270 kreditur. Rinciannya, sebesar Rp 52,85 triliun dari 61 kreditur pemegang jaminan (separatis) yang mendaftar dan Rp 82,92 triliun dari 146 kreditur konkuren.

ets-small

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) ditetapkan perpanjangan masa restrukturisasi utang tetap harga selama 90 hari oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat. Perpanjangan tersebut diberikan berdasarkan usulan yang diajukan debitur setelah mendapatkan surat permohonan dari dua kreditur pemegang hak jaminan atau separatis.
Sumber : IPS RESEARCH

lol

 

BUMI: Bumi Resources (BUMI IJ; Rp74; Not Rated) with bondholders, creditors and the debt payment suspension committee (PKPU) have verified the entities which will have the voting right in the voting to BUMI’s debt settlement proposal which will be conducted on 27 June 2016. (Kontan)
Sumber : IPS RESEARCH

whispering

Jakarta kontan. Masa perpanjangan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU)PT Bumi Resources Tbk (BUMI) resmi diperpanjang 22 hari, setelah majelis hakim mengetuk palu, Kamis (9/6).

“Mengabulkan permohonan perpanjangan masa PKPU tetap PT Bumi Resource Tbk selama 22 hari,” ucap Suko Triyono, ketua majelis halim dalam amar putusannya. Menurutnya, permohonan debitur sudah sesuai dengan Pasal 228 ayat 4 dan 229 ayat 1 Undang-undang No. 37/2004 tentang Kepailitan dan PKPU. Majelis hakim juga tidak menemui perselisihan maupun keberatan dari para pihak.

Dalam pertimbangannya, Suko menyampaikan telah menerima laporan dari hakim pengawas terkait hasil rapat kreditur. Seluruh kreditur secara aklamasi menyetujui perpanjangan PKPU tetap karena proses pencocokan tagihan belum terselesaikan.

Total tagihan BUMI saat ini sebesar Rp 138 triliun yang terdiri dari 142 kreditur yang telah terverifikasi. Sementara itu, masih ada 72 kreditur lain dengan nilai piutang Rp 29 triliun yang belum melalui proses pencocokan tagihan dari tim pengurus.

Permasalahan lain juga masih dihadapi debitur dalam proses restrukturisasi utangnya. Sedikitnya terdapat tiga kali penagihan serupa yang dilakukan yakni oleh individu pemegang surat utang, wali amanat (trustee), dan anak usaha debitur (special purpose vehicle/SPV).

Menanggapi perpanjangan tersebut, kuasa hukum salah satu kreditur yang juga sekaligus pemohon PKPU BUMI, Castleford Investment Holdings Ltd Januardo Sihombing mengatakan BUMI dapat menyelesaikan seluruh tagihannya meski bidang usahanya sedang tidak memiliki prospek yang baik.

Ia juga masih percaya kepada debitur yang dinilai memiliki iktikad baik. Kinerja perusahaan maupun harga saham debitur yang semakin anjlok tidak menjadi perhatian kreditur. “Menurut kami tidak ada masalah, kendati kondisi usaha mereka yang memang sedang lesu,” kata Januardo seusai rapat.

Pihak Castleford, lanjutnya, tidak mempermasalahkan proposal perdamaian sementara yang ditawarkan oleh debitur. Memang sempat ada perbedaan penetapan bunga, tetapi telah mencapai kesepakatan setelah prinsipal bernegosiasi dengan debitur.

Dia berpendapat bentuk dukungan tersebut dikarenakan Castleford juga tidak menginginkan debitur dinyatakan dalam pailit. Selain itu, tujuan utama penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) adalah tercapainya perdamaian semua pihak.

Januardo tidak meminta revisi proposal perdamaian kendati debitur telah mendapatkan status PKPU tetap dan masa berakhirnya diperpanjang.

“Dari kami sudah cukup puas, tetapi sambil dilihat saja bagaimana debitur menyikapi perpanjangan waktu yang telah didapatkan,” ujarnya.

Dalam ringkasan proposal perdamaian yang diterima Bisnis, pinjaman Castleford sebesar US$ 53 juta, seluruhnya akan dikonversi menjadi saham debitur berkode emiten BUMI. Adapun, utang-utang konkuren lain termasuk vendor dikonversi menjadi saham BUMI dan melalui skema pembayaran dengan tenor maksimal selama 10 tahun.

dollar small

 

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten tambang batu bara yang terafiliasi dengan Grup Bakrie, PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) memiliki utang nyaris hingga Rp100 triliun. Sebagian besar utang itu akan jatuh tempo pada tahun ini.

Dalam catatan perseroan, total pinjaman BUMI mencapai US$7,32 miliar setara dengan Rp99,36 triliun (kurs Rp13.575 per dolar AS). Utang itu terdiri dari total pokok pinjaman US$6,45  miliar dan bunga US$870 juta.

Direktur & Corporate Secretary BUMI Dileep Srivastava dalam laporan tertulis kepada PT Bursa Efek Indonesia pekan lalu menyebutkan emiten bersandi BUMI itu harus melunasi utang sebesar US$4,22 miliar tahun ini. Utang itu tercatat dalam laporan keuangan perseroan yang terakhir kali dirilis per 30 September 2015.

“Sampai dengan saat ini, belum diketahui ada atau tidaknya kreditur yang menolak atau menyetujui rencana perdamaian,” katanya.

Pinjaman jangka pendek mencapai US$220,78 juta, pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu setahun mencapai US$3,63 miliar, dan obligasi konversi sebesar US$375 juta.

Utang jangka pendek dari Credit Suisse 2012 mencapai US$143,89 juta dan dari Castleford Investment Holdings Ltd. pada 2014 mencapai US$50 juta. Sedangkan, tiga utang terbesar yang bakal jatuh tempo tahun ini a.l. dari Country Forest Limited 2009 senilai US$1,06 miliar, Obligasi senior II senilai US$700 juta, dan pinjaman China Development Bank senilai US$500 juta.

Kini, manajemen BUMI menghadapi proses persidangan dalam permohonan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU). Proses PKPU sementara oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat tersebut dimohonkan oleh Castleford Investment Holdings Ltd sebagai pemilik piutang US$50 juta.

Berikut rincian utang Bumi Resources:

Utang-utang PT Bumi Resources Tbk. dibagi menjadi utang separatis (dijamin oleh jaminan bersama) dan utang kongkruen
(dalam US$ juta)
Kreditor Pokok Bunga & penalti Jumlah
Utang Separatis
Bumi Netherland, BV/CIC/CFL 1.062,0 347,8 1.409,9
China Development Bank 550,2 61,5 611,7
Bumi Capital Pte.  Ltd. Senior Notes 2016 300,0 74,5 374,5
Bumi Investment Pte. Ltd. Senior Notes 2017 700,0 163,8 863,8
Credit Suisse, AG, Singapore Branch 117,5 86,3 203,8
UBS AG, Singapore Branch 62,5 24,7 87,2
Axis Bank Limited, Hong Kong Branch 135,0 16,7 151,7
Deutsche Bank AG, Singapore Branch 54,0 6,5 60,5
Raiffeinsen Bank International Facility 80,7 12,2 92,9
Credit Suisse, Singapore Branch 114,3 18,3 132,6
Total Utang Separatis 3.176,2 812,4 3.988,6
Utang konkruen
Obligasi konversi (convertible bonds) 375,0 58,2 433,2
Castleford 53,0 0,0 53,0
Pinjaman antarperusahaan 2.646,0 0,0 2.646,0
Vendor-vendor 201,5 0,0 201,5
Total utang kongkruen 3.275,5 58,2 3.333,7
Jumlah keseluruhan utang 6.451,7 870,6 7.322,3
Sumber: laporan tertulis perseroan, diolah.

rose KECIL

Utang Bumi ke JPMorgan jatuh tempo 18 Juni
Selasa, 15/06/2010 21:49:10 WIBOleh: Ratna Ariyanti
JAKARTA (Bisnis.com): Pinjaman jangka pendek PT Bumi Resources Tbk dari JPMorgan Chase Bank sebesar US$145,93 juta yang diperoleh pada 14 Desember 2009 jatuh tempo pada 18 Juni.

Senior Vice President Investor Relations & Corporate Secretary Bumi Resources Dileep Srivastava dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) mengatakan perseroan masih mengevaluasi beberapa opsi seperti perpanjangan dan refinancing pinjaman jangka pendek tersebut.

Bumi mempunyai kesempatan untuk memperpanjang pinjaman bertenor 6 bulan itu hingga Oktober mendatang.

Dalam keterbukaan informasi tersebut, perseroan juga menjelaskan pertanyaan otoritas bursa mengenai urgensi peminjaman dari Abraham Capital Ltd sebesar Rp50 miliar pada 3 Maret dengan jangka waktu 3 bulan dan suku bunga 20% per tahun yang dilakukan dengan pertimbangan posisi kas dan bank perseroan pada 31 Maret mencapai US$59,62 juta.

“Sebagian besar saldo kas per Maret 2010 dimiliki oleh perusahaan batu bara [KPC dan Arutmin], bukan pada saldo kas perseroan. Pinjaman itu diperoleh terkait dengan pembelian saham-saham dalam Newmont Nusa Tenggara sebesar 7%,” tutur Dileep.

Adapun pertimbangan perseroan yang berani membayar bunga hingga 20% per tahun adalah karena perseroan memerlukan pembiayaan untuk merampungkan pembelian saham dan menilai bahwa bunga pinjaman tersebut masih dalam tingkat yang wajar, mengingat pinjaman dalam denominasi rupiah. (wiw)

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: