Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

November 24, 2016

Gempa BUMI, gw mah SUKSES salip harga sahamnya :)

Filed under: Tak Berkategori — Tag: — bumi2009fans @ 12:31 am

spiral\

per tgl 24 Nov 2016:

JAKARTA. Proses restrukturisasi utang PT Bumi Resources Tbk (BUMI) akan berdampak pada kepemilikan saham publik BUMI. Dalam rencana perdamaian, salah satu bentuk restrukturisasi utang BUMI adalah konversi utang menjadi saham dan merilis mandatory convertible bonds (MCB) berjangka waktu tujuh tahun.

Dileep Srivastava, Direktur dan Sekretaris Perusahaan BUMI, mengatakan, efek dilusi pemegang saham lama dari penerbitan saham ini diperkirakan 44,3%. Dalam laporan BUMI ke Bursa Efek Indonesia (BEI), saat ini China Investment Corporation (CIC) memiliki 16,9% saham BUMI dan publik menguasai 83,1% saham.

“Setelah penerbitan saham baru, kepemilikan publik akan turun menjadi 55,2%,” ujar Dileep saat dihubungi KONTAN, Selasa (22/11).

BUMI berniat merilis saham kepada kreditur konkuren dengan nilai tidak lebih dari US$ 200 juta. Harga pelaksanaan Rp 926,16 per saham. Harga konversi ini sempat dipertanyakan otoritas bursa. Pasalnya, dasar perhitungan BUMI adalah dari ekuitas bersih US$ 4,6 miliar.

Padahal, di laporan keuangan BUMI, emiten ini mencatat ekuitas negatif alias defisiensi modal. BUMI menjelaskan, ekuitas bersih itu adalah hasil penilaian internal (internal valuation).

Tapi BUMI belum memaparkan lebih lanjut mengenai laporan penilaian tersebut. Yang terang, dengan seluruh agenda konversi utang menjadi saham dan penerbitan MCB, setidaknya akan ada sembilan kreditur yang menjadi pemilik saham BUMI. Usai restrukturisasi, kepemilikan CIC akan bertambah sebanyak 8,6 miliar unit saham menjadi 14,8 miliar unit saham.

Kelak, CIC akan memiliki 22,6% saham BUMI. Lalu pemegang senior notes 2017 memiliki 10,6% saham BUMI, sementara pemegang senior notes 2016 memiliki 4,6% saham.

Masih ada enam kreditur lain yang akan memiliki saham BUMI dengan kepemilikan di bawah 5%. Mereka adalah Credit Suisse fasilitas 1, UBS, Axis Bank, Deutsche Bank, Raiffeisen Bank International AG (RBI), dan Credit Suisse fasilitas 2. Masing-masing akan memiliki 2%, 0,8%, 0,8%, 0,7% 1,2% dan 1,6% saham BUMI setelah restrukturisasi utang.

Dengan begitu, saham BUMI akan dimiliki kurang lebih sembilan kreditur. Rights issue dalam rangka konversi utang ini rencananya dilakukan sebelum 30 Juni 2017. Tercapainya perdamaian BUMI dan kreditur sempat melambungkan saham BUMI.

Sejak awal tahun hingga kemarin, harga BUMI sudah melonjak 456%. Tapi kemarin (23/11) harga saham BUMI menyusut 2,80% dibandingkan sehari sebelumnya menjadi Rp 278 per saham.

http://investasi.kontan.co.id/news/inilah-pemilik-bumi-usai-restrukturisasi-utang
Sumber : KONTAN.CO.ID

buttrock

per tgl 23 Nov 2016:

JAKARTA. Kepemilikan pemegang saham lama emiten tambang batu bara milik Grup Bakrie, PT Bumi Resources Tbk. bakal tergerus 44,3% setelah proses restrukturisasi utang.

Direktur & Corporate Secretary Bumi Resources Dileep Srivastava menuturkan peluang perdamaian dengan sejumlah kreditur hampir mencapai 100%. China Development Bank (CDB) telah mengambil sikap atas agenda restrukturisasi utang perseroan.Â

Emiten bersandi saham BUMI itu telah merilis hasil voting sejumlah kreditur atas penyelesaian utang pada awal November. Namun, saat itu, CDB belum mengambil sikap dan akhirnya kini telah menyetujui rencana pelunasan dengan skema yang ditawarkan manajemen.

Perseroan mengusulkan perjanjian perdamaian penyelesaian utang dengan cara konversi menjadi saham senilai Rp926,16 per lembar. BUMI menggunakan perhitungan ekuitas bersih sebesar US$4,6 miliar dari hasil valuasi internal meskipun kini terjadi defisiensi modal.Â

Di dalam rencana perdamaian, salah satu bentuk restrukturisasi utang adalah dengan konversi menjadi saham dan penerbitan mandatory convertible bonds (MCB) dengan jangka waktu tujuh tahun. Tidak ada utang bunga yang akan dikonversi menjadi saham perseroan.

“Tidak termasuk MCB yang akan berlangsung dalam tujuh tahun pada harga pasar atau berdasarkan formula tertentu, maka dilusi kepemilikan saham atas saham baru yang diserap oleh lenders mencapai 44,3%,” katanya saat dihubungi Bisnis, Selasa (22/11).Â

Dia menyebutkan, MCB hanya dapat dikonversikan menjadi saham BUMI dan tidak dibayarkan secara tunai. Total utang yang direstrukturisasi mencapai Rp135,78 triliun.Â

Dalam keterbukaan informasi di PT Bursa Efek Indonesia, Dileep mengungkapkan berdasarkan estimasi perseroan, pemegang saham lama akan memiliki 55,7% kepemilikan BUMI, sehingga dampak dilusi dari penerbitan saham tersebut diperkirakan mencapai 44,3%.Â

Penerbitan saham baru melalui mekanisme rights issue akan dilakukan maksimum pada 30 Juni 2017. Seluruh pokok utang BUMI akan dikonversi menjadi saham perseroan pada harga konversi yang berlaku pada tanggal jatuh tempo obligasi wajib konversi (MCB) tersebut.

Manajemen BUMI juga berencana menerbitkan management share option plan (MSOP) dengan nilai US$25 juta maksimum 30 Juni 2016. MSOP tersebut akan dikonversi menggunakan harga yang sama dengan kreditur lain senilai Rp926,16 per lembar.

Struktur pemegang saham setelah skema perdamaian terdiri dari CIC (22,6%), 2016 Senior Notes (4,6%), 2017 Senior Notes (10,6%), CS Facility 1 (2%), UBS Facility (0,8%), Axis Bank Facility (0,8%), DB Facility (0,7%), RBI Facility (1,2%), CS Facility 2 (1,6%), publik (55,2%).

Jumlah saham setelah restrukturisasi utang mencapai 65,73 miliar lembar dari sebelumnya 36,62 miliar lembar. Saham baru yang diterbitkan dari hasil konversi utang mencapai 29,1 miliar lembar.

Manajemen BUMI juga kembali berencana untuk menerbitkan surat utang new senior secured facility dan notes 2021, dengan hak lenders memilih terhadap kedua emisi tersebut. Masing-masing fasilitas akan dipecah menjadi tranche A dan tranche B.

Dileep memastikan sesuai perjanjian perdamaian bahwa kreditur telah menyepakati utang denda senilai US$214,6 juta akan dibatalkan. Utang terhadap CIC sesuai kesepakatan juga telah dibatalkan.Â

Menurut catatan atas laporan keuangan (CALK) PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS), disebutkan bahwa utang terkait country forest limited (CFL) atau utang CIC, di mana pada 8 Oktober 2013, yang diubah pada 29 Januari 2014, BRMS, perseroan, CFL, Kalimantan Coal Ltd., Sangatta Holdings Limited., Bumi Netherlands B.V., menandatangani master dead untuk menyelesaikan sebagian dari sisa pokok pinjaman BUMI kepada CFL.Â

Nilai pokok pinjaman mencapai USid=”mce_marker”,3 miliar diselesaikan melalui akuisisi atas 10,73 miliar saham BRMS yang dimiliki oleh BUMI sebesar 42% dari modal BRMS. Dalam rencana perdamaian, penyelesaiannya berdasarkan master dead 28 Januari 2014 dengan konversi menjadi saham BUMI sebanyak 15,76%.Â

“Berdasarkan kesepakatan dengan CIC, hal dimaksud telah dibatalkan,” tulisnya.

Selain itu, perseroan juga akan menerbitkan contigent value rights (CVR) senilai USid=”mce_marker”00 juta kepada kreditur new senior secured dengan tenor 5 tahun. Pemicu penyelesaian atas CVR akan dilakukan apabila harga acuan batu bara lebih tinggi dari US$70 per ton selama 18 bulan berturut-turut.

Manajemen BUMI akan mendistribusikan CVR tersebut secara prorata. Jika pemicu terjadi, maka akan ditambahkan ke pokok yang masih terutang dan dibayarkan setelah tranche A dan tranche B.

Terkait utang kepada Axis senilai total USid=”mce_marker”42,72  juta, perseroan telah menggunakan dana hasil penjualan anak usaha senilai US$90 juta untuk melunasi sebagian pinjaman tersebut. Kewajiban yang masih tersisa kepada Axis Bank sebesar US$61,56 juta.

Adapun, dari keseluruhan kreditur separatis yang telah terverifikasi dengan total piutang sebesar Rp52,51 triliun, terdapat lima kreditur separatis terverifikasi yang tidak hadir dengan total piutang Rp4,3 triliun.

Mereka adalah Barclays Bank Plc., sebagai pemegang notes 2016 dengan total piutang Rp0,02 triliun, Barclays Bank Plc., sebagai pemegang notes 2017 dengan total piutang Rp0,12 triliun, dan Raiffeisen Bank International (RBI) AG, Singapore Branch dengan total Rp1,24 triliun.

Kemudian, pemegang notes 2016 yang diwakili oleh BONY sebagai wali amanat dengan total Rp0,97 triliun. Serta, pemegang notes 2017 yang diwakili oleh BONY sebagai wali amanat dengan total Rp1,96 triliun.

Selanjutnya, dari total 143 kreditur konkuren yang telah terverifikasi dengan total piutang Rp45,02 triliun, terdapat satu kreditur konkuren terverifikasi yang tidak hadir. Enercoal Convertible Bonds yang diwakili oleh Madison Pacific Trust Limited., sebagai wali amanat dengan total Rp5,75 triliun.Â

“Perseroan tidak memiliki informasi mengapa terdapat kreditur terverifikasi yang tidak hadir dalam voting,” kata dia.

Kemarin, saham BUMI kembali ditutup naik 1,42% sebesar 4 poin ke level Rp286 per lembar. Imbal hasil saham BUMI melesat 472% year-to-date dengan kapitalisasi pasar Rp10,55 triliun.

Pada kesempatan terpisah, Sekretaris Perusahaan Bumi Resources Minerals Muhammad Sulthon, menuturkan perseroan telah menjual 24% saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) senilai US$400 juta. Transaksi itu mewakili 38,1% dari ekuitas perseroan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk USid=”mce_marker”,05 miliar.

“Nilai pasar wajar saham NNT berdasarkan KJPP adalah sebesar US$396,69 juta. Persentase hasil penilaian KJPP dengan nilai transaksi adalah sebesar 99,17%,” tuturnya.

Dana hasil penjualan saham NNT akan digunakan untuk penyelesaian utang pada Credit Suisse dengan total US$722,16 juta. Dalam laporan keuangan per 30 Juni 2016, investasi di NNT senilai US$876,46 juta, maka transaksi penjualan NNT senilai US$400 juta akan diakui sebagai kerugian sebesar US$476,45 juta.

Kemarin, saham BRMS tertekan 1,25% sebesar 1 poin ke level Rp79 per lembar. Imbal hasil saham BRMS mencapai 58% ytd dengan kapitalisasi pasar Rp2,02 triliun. Imbal hasil saham BUMI melesat 472% year-to-date dengan kapitalisasi pasar Rp10,55 triliun.

http://koran.bisnis.com/read/20161123/441/605406/dilusi-saham-bumi-capai-443
Sumber : BISNIS.COM

per tgl 22 Nov 2016 : + 300% @ AVG saham bumi gw

JAKARTA kontan. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) is likely to reach agreement with the creditors, including China Development Bank (CDB) to settle BUMI’s debts.

In early November, BUMI has published the results of voting of the creditors related to the debts’ settlement of BUMI. Majority of creditors approved the settlement plan offered by BUMI. At that time, CDB has not taken a stance on the proposal.

Rumors are circulating in the market said that CDB finally follow the majority of creditors to approve the proposed debt settlement proposal. Director and Corporate Secretary of Bumi Dileep Srivasava has confirmed this. Dileep added that voting consisted of 100% concurrent creditors and 99.84% separatist creditors.

CDB was included to the separatist creditors along with other 97 creditors. The total debts of BUMI to CDB amounted to Rp 47.72 trillion.

There were 142 creditors with a total bill of Rp 39.27 trillion. All of concurrent debtors agreed with the debts settlement proposal.

BUMI has filed a number of clauses to settle the debts, including releasing a worth of US$639 million mandatory convertible bonds (MCB). The creditors include Country Forest Limited (CFL), Axis Bank, UBS and Deutsche Bank (DB).

MCB has a coupon of 6% per annum and a maturity of seven years from the effective date. Meanwhile, the restructuring plan to the CDB will include the replacement of 32.24% debts with new senior secured facility and / or new note 2021. The others will be replaced with tranche C facility.

Both sides also agreed on the issuance of a worth of US$ 100 million of contingent value rights (CVR) that can be traded. The five-year tenor CVR will be released to settle BUMI’s new senior secured debts. Another clause is the conversion of debt to equity swap scheme.

This scheme will involve 11 creditors, including CFL, Castleford Investment and Axis Bank. The conversion value equivalent to 39.39% of BUMI’s shares.

Under the scheme of debt to equity swap, the creditors are eligible to have its representatives in the management of BUMI. “The creditors, including China Investment Corporation (CIC) will have representatives on the board of directors and commissioners,” Dileep added.

To be sure, BUMI is scheduled to issue rights on 30 June 2017, while the trial of the Suspension of Debt Payment (PKPU) will be held on November 28, 2016.

Previously, analyst at Samuel Sekuritas Sharlita Malik estimated that the BUMI’s debt restructuring may be essential to boost the company’s long term performance.

He estimated that the intrinsic value of BUMI’s shares could reach Rp 608 per a share if the restructuring is successfully. The estimation was made based on the position of EBITDA at the historical level when the coal price hit around US$70 per ton.

The BUMI’s debts will drop to US$ 1.7 billion if the restructuring is successfully. However, the estimation may be missed if the coal prices drop and the restructuring process is not running accordingly. (Muhammad Farid/Translator) 

per tgl 02 Nov 2016, harga saham bumi @ 238, neh:

238_bumi_021116mid

per tgl 01 November 2016, harga saham bumi @ 230, neh:

230_bumi_011116mid

per tgl 26 Okt 2016: buka suspensi, n langsung melesat k 202 @ penutupan bursa

per tgl 25 Okt 2016 (suspensi):

Bisnis.com, JAKARTA- -PT Bursa Efek Indonesia melakukan suspensi atas saham PT Bumi Resources Tbk. milik Grup Bakrie lantaran terus meroket dalam beberapa waktu terakhir.

Eqy Essiqy, P.H. Kadiv Pengawasan Transaksi BEI, mengatakan sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham BUMI, BEI melakukan penghentian sementara saham BUMI dalam rangka cooling down.

“Penghentian sementara saham Bumi Resources pada perdagangan Selasa 25 Oktober 2016,” katanya dalam pengumuman resmi, Senin (24/10/2016).

Penghentian sementara perdagangan saham BUMI tersebut dilakukan di pasar reguler dan pasar tunai. Tujuannya, untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya di saham BUMI.

Para pihak yang berkepentingan, sambungnya, diharapkan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan manajemen Bumi Resources.

Pada perdagangan Senin (24/10/2016), saham BUMI meroket 23,97% sebesar 29 poin ke level Rp150 per lembar. Saham BUMI ditransaksikan sebanyak 1,79 miliar lembar.

Imbal hasil saham BUMI dalam setahun terakhir mencapai 194,12% dan 200% sejak awal 2016. Dalam 52 pekan, saham BUMI berada pada rentang Rp50 per lembar hingga Rp150 per lembar.

Emiten sektor pertambangan batu bara itu memiliki kapitalisasi pasar Rp5,49 triliun. Saham BUMI tercatat telah bangkit dari level terendah Rp50 per lembar.

Bila dihitung dari level terendah Rp50 per lembar, saham BUMI tercatat telah melesat 200%. Peningkatan saham BUMI seiring dengan penguatan harga batu bara dunia.

Emiten yang dikenal sebagai saham sejuta umat itu mencatatkan penurunan rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar 96,3% year-on-year menjadi Rp270 miliar.

Direktur & Corporate Secretary BUMI Dileep Srivastava mengatakan hingga 30 Juni 2016, rugi bersih BUMI yang dapat diatribusikan kepada entitas induk mencapai US$20,8 juta, menipis 96,3% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya US$562,54 juta.

“Karena standar akuntansi baru, kami tidak mengkonsolidasikan PT Kaltim Prima Coal dan PT Arutmin Indonesia dalam laporan keuangan sejak 1 Januari 2015, tetapi ekuitas akun mereka termasuk di dalamnya,” katanya kepada Bisnis.com.

Pendapatan BUMI merosot 40,45% menjadi US$12,77 juta pada semester I/2016 dari periode yang sama tahun sebelumnya US$21,49 juta. Perseroan tidak mencatatkan beban pokok pendapatan, sehingga laba kotor hanya terkoreksi 35,8% dari US$19,89 juta.

Beban usaha tercatat membengkak 7,9% menjadi US$14,54 juta dari US$13,47 juta. Akhirnya, BUMI menderita rugi usaha senilai US$1,68 juta dari sebelumnya laba US$6,41 juta.

Pendapatan lain-lain yang dicatat BUMI pada paruh pertama tahun ini mencapai US$207,62 juta. Padahal, sebelumnya BUMI mencatat beban lain-lain senilai US$166,84 juta.

Jakarta- PT Bursa Efek Indonesia kembali melakukan penghentian sementara (suspensi) saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) pada perdagangan 25 Oktober 2016.

“Hal ini sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham BUMI,” ujar P.H Kadiv Pengawasan Transaksi BEI Eqy Essigy melalui publikasi resmi di Jakarta, Selasa (25/10).

Ia beralasan suspensi saham BUMI dilakukan dalam rangka colling down dan diwujudkan di pasar reguler dan pasar tunai. Tujuannya untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar guna mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya pada saham BUMI.

“Para pihak yang berkepentingan diharapkan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perseroan,” terangnya.

Seperti diketahui, Bursa telah mensuspensi perdagangan efek sejak 30 Juni 2016 dan diperpanjang sesuai dengan surat tanggal 1 Agustus 2016.

Pada 5 Oktober 2016, Bursa mencabut penghentian sementara perdagangan efek BUMI sejak sesi II perdagangan efek. Sebab, BUMI telah menyampaikan laporan keuangan tahunan dan laporan keuangan interim serta mempertimbangkan telah dipenuhinya kewajiban penyampaikan informasi pemenuhan sanksi Bursa.

Pada kuartal I 2016, BUMI melaporkan kerugian yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas publik pada kuartal I 2016 sekitar US$22,476 juta dari untung US$344,326 juta periode serupa tahun lalu.

Pada penutupan perdagangan Senin (24/10), harga saham BUMI melonjak 23,97% atau berada pada level Rp150, dengan volume perdagangan sebanyak 1,795 miliar lembar saham.

http://www.imq21.com/news/read/396023/20161025/064909/Saham-BUMI-Kembali-Disuspensi.html
Sumber : IMQ21.COM

reaction_1

per tgl 05 Okt 2016

bumi-05102016-up2_77

 

per tgl 20 Okt 2016:

123_201016_bumi

Bisnis.com, JAKARTA – Saat Indeks harga saham gabungan (IHSG) dalam sepekan naik tipis, saham PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk. (JSPT) dan PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) turut melambung tinggi menjadi top gainers.

Data PT Bursa Efek Indonesia pada akhir pekan, Jumat (21/10/2016), IHSG ditutup menguat 0,1% sebesar 5,55 poin ke level 5.409,24 dengan rerata transaksi harian Rp6,49 triliun. Sepekan, IHSG menghijau dengan penguatan 0,17% seiring positifnya bursa regional Asia Pasifik.

Investor asing mulai berbelanja di lantai bursa dengan catatan aksi beli bersih senilai Rp17,66 miliar pada akhir pekan. Namun, investor asing masih mencatatkan net sell selama sepekan mencapai Rp193,2 miliar.

Capaian net sell pekan ini membuat torehan net buy sejak awal tahun berkurang menjadi Rp32,95 triliun. Total transaksi investor asing di lantai bursa sepanjang tahun berjalan mencapai Rp546,4 triliun.

Rerata volume transaksi harian di BEI mencapai 6,35 miliar lembar dengan nilai Rp6,49 triliun. Frekuensi harian rerata mencapai 254.671 kali dengan kapitalisasi pasar Rp5.849 triliun.

Rasio harga saham terhadap laba bersih (price to earning ratio/PE) rerata mencapai 13,2 kali. Sejak awal tahun, IHSG telah menguat 17,77% dan menjadi penguatan tertinggi di antara bursa utama dunia.

Saham PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk. (JSPT) menjadi emiten paling melambung pekan ini dengan lonjakan 60,43% menjadi Rp1.500 per lembar dari Rp935 per saham. Disusul oleh PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) yang meningkat 59,21% dari Rp76 per lembar menjadi Rp121 per lembar.

Berikut 10 top gainers sepekan 17-21 Oktober 2016:

Ticker Emiten Harga (Rp) Perubahan (%)
JSPT PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk. 1.500 +60,43
BUMI PT Bumi Resources Tbk. 121 +59,21
TPMA PT Trans Power Marine Tbk. 220 +51,72
DNAR PT Bank Dinar Indonesia Tbk. 145 +30,63
BRPT PT Barito Pacific Tbk. 1.265 +28,43
NELY PT Pelayaran Nelly Dwi Putri Tbk. 95 +28,38
KBLM PT Kabelindo Murni Tbk. 346 +28,15
VIVA PT Visi Media Asia Tbk. 258 +25,24
MLPL PT Multipolar Tbk. 418 +25,15
HOME PT Hotel Mandarine Regency Tbk. 262 +24,76

Sumber: PT Bursa Efek Indonesia, diolah.

buttrock

Jakarta detik- Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) meroket lagi. Pada tanggal 5 Oktober 2016 yang lalu, BUMI menampakkan denyut nadi pertamanya setelah tertidur sejak bulan Juli 2016, dan kemarin BUMI meroket sebesar 35% disusul dengan saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) yang meroket 26%.

Mengutip data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (20/10/2016), hingga pukul 9.22 WIB, saham BUMI melesat hingga 31% atau naik 34 poin ke level Rp 142.

Saham BUMI sempat menyentuh level tertingginya di Rp 144 dan terendahnya di Rp 112. Saham BUMI ditransaksikan sebanyak 12.036 kali dengan total volume perdagangan sebanyak 16.614.165 dengan nilai Rp 219,4 miliar.

Riset Mega Capital menyebutkan, laju kenaikan harga batu bara semakin tajam berada di angka US$ 90 per metrik ton. Batu bara kontrak pengiriman November 2016 di ICE Futures Exchange naik 3,65% dalam sehari jadi US$ 93,50 per metrik ton. Dalam sepekan harga batu bara telah naik sekitar 14,23%. (drk/ang)

new-chin-year-dragon-02

Jakarta JAKARTA GLOBE. The current rally in thermal coal prices could extend through to the end of the first quarter of 2017, an Indonesian mining ministry official said on Tuesday (18/10), helping cash-strapped miners boost revenues in Southeast Asia’s largest economy.

Coal prices sank 70 percent over 2011 and 2015 amid worries imports by top consumer China had peaked on measures to combat pollution. However, contrary to expectations of further falls, prices have rallied by about 75 percent this year with producers trimming supply due to concerns over demand.

Indonesia, where thousands of coal mines went out of business as prices cratered, is now confident of achieving its target of Rp 30.11 trillion ($2.32 billion) in non-tax revenue from the coal and minerals sector this year, Coal and Minerals Director General Bambang Gatot told Reuters.

In 2015, the world’s top thermal coal exporter had missed its target by 43 percent.

“Right now we’re almost at 50 percent. With the rise in coal prices hopefully we’ll reach it,” Gatot told Reuters.

Given the mining sector accounts for around 4 percent of Indonesia’s GDP, any rise in revenue would be welcome news for the government at a time when the country’s fiscal deficit is expected to widen to 2.7 percent of GDP from the 2.15 percent initially planned.

In the first half of 2016, Indonesia’s non-tax revenues from mining reached 12.3 trillion rupiah, about 40 percent of the full-year target, the finance ministry website shows.

Higher coal prices are “good for state revenues, and will give breathing space to coal companies that were trying to keep running to survive”, Gatot said.

Reuters

buttrock

Bisnis.com, JAKARTA – Setelah lebih dari dua bulan PT Bursa Efek Indonesia melakukan suspensi saham PT Bumi Resources Tbk., akhirnya pembekuan dibuka dan langsung meroket.

BEI mencabut suspensi saham BUMI di pasar reguler dan tunai terhitung sejak sesi II perdagangan efek Rabu (5/10/2016). BEI memastikan pencabutan lantaran BUMI telah memenuhi penyampaian informasi dan pemenuhan atas sanksi bursa.

Manajemen BUMI baru saja merilis kinerja keuangan tahunan 2015 pada 4 Oktober 2016. Setelah suspensi dicabut, saham BUMI pun melesat.

Setelah dibuka, harga saham BUMI ditutup melonjak tajam 13,24% sebesar 9 poin ke level Rp77 per lembar saham. Harga saham BUMI mulai bangkit dari level terendah Rp50 per lembar yang terjadi sejak Juli 2015.

Kebangkitan saham BUMI dari level ‘gocap’ terjadi sejak 10 Juni 2016. Saham sejuta umat itu sempat menyentuh level tertinggi Rp84 per lembar pada 15 Juni 2016.

BUMI berhasil meraup laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk senilai US$22,47 juta pada kuartal I/2016. Perolehan itu jauh lebih baik ketimbang periode yang sama tahun lalu dengan kerugian bersih US$334,32 juta.

Meski demikian, pendapatan BUMI tampaknya masih tertekan dengan penurunan 38,9% menjadi US$6,47 juta dalam tiga bulan dari US$10,59 juta. Laporan keuangan BUMI tidak mencantumkan beban pokok pendapatan pada tahun ini, yang membuat laba kotor terkoreksi lebih tipis 29,3% menjadi US$6,47 juta.

Padahal, kerugian emiten tambang itu sempat membengkak 287,7% menjadi US$2,18 miliar setara dengan Rp28,34 triliun sepanjang periode 2015.

Rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk itu lebih buruk dari periode 2014 yang mencapai US$448,4 juta setara Rp5,82 triliun.

Pendapatan BUMI pada tahun lalu juga merosot 34% menjadi US$40,5 juta dari US$61,92 juta. Laba kotor terkontraksi 27% dari US$56,21 juta menjadi US$40,5 juta.

BUMI tidak melakukan penjualan batu bara pada tahun lalu. Perseroan hanya mengandalkan pendapatan dari jasa lokal pihak ketiga, yakni PT Kaltim Prima Coal (KPC), PT Arutmin Indonesia, dan ventura bersama dengan Bumi Resources Japan Company Limited, serta Mitsubishi Corporation RtM Japan Ltd.

 

lol

Jakarta detik -Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) akhirnya bergerak dari level terendah, yaitu Rp 50 per lembar. Sudah sejak 5 November 2015 saham tambang Grup Bakrie ini nangkring di level gocap.

Manajemen BUMI melaporkan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait rencana permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) Sementara diubah menjadi PKPU tetap. Saat ini rencana tersebut masih berlangsung.

Kabar ini yang membuat saham BUMI seolah bangkit dari kubur. Jumat pekan lalu, sahamnya mulai bergerak perlahan, sempat menyentuh titik tertingginya di Rp 67 per lembar.

Pagi tadi, saham emiten berkode BUMI itu kembali bergerak ke atas. Sempat menyentuh Rp 83 per lembar (+23,8%) di awal perdagangan.

Seperti dikutip dari data perdagangan BEI, Senin (13/6/2016), hingga menjelang sore hari ini saham Bumi Resources masih bergerak positif, naik tipis 4 poin (5,97%) ke level Rp 71 per lembar.

Rencana PKPU Sementara ini sudah diumumkan perseroan pada akhir Mei lalu. Perusahaan tambang tersebut punya utang Rp 138 triliun kepada 142 kreditur yang telah terverifikasi.

Selain itu, masih ada 72 kreditur lain dengan nilai piutang Rp 29 triliun yang belum melalui proses pencocokan tagihan dari tim pengurus.

PKPU ini diperpanjang untuk memberi waktu perseroan melakukan verifikasi lanjutan secara cermat atas kreditur-kreditur yang belum terverifikasi.

(ang/dnl)

 

Bisnis.com, JAKARTA—Dua emiten komoditas enitas Grup Bakrie, PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) dan PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) menjadi saham paling banyak ditransaksikan selama pekan lalu.

Berdasarkan data PT Bursa Efek Indonesia, Minggu (19/6/2016), IHSG sepanjang pekan lalu ditutup terkoreksi 0,27% sebesar 12,91 poin ke level 4.835,14. Sedangkan, perdagangan akhir pekan IHSG ditutup menguat 0,43% sebesar 20,75 poin dari hari sebelumnya 4.825,72.

Investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih senilai Rp151,72 miliar sepanjang pekan lalu. Aksi pembelian saham oleh investor asing mencapai Rp10,47 triliun.

Capaian pekan ini membuat perolehan net buy investor asing semakin menebal menjadi Rp6,64 triliun year-to-date. Total transaksi investor asing sepanjang tahun berjalan sebesar Rp291 triliun dan domestik Rp356,1 triliun.

Selama sepekan, rerata volume transaksi haran mencapai 5,12 miliar lembar dengan nilai Rp5,62 triliun. Sedangkan, frekuensi transaksi harian mencapai 238.479 kali dengan kapitalisasi pasar Rp5.172 triliun.

Saham BUMI tercatat mulai bangkit dari level terendah Rp50 menjadi Rp77 per lembar pada penutupan akhir pekan. Begitu pula saham BRMS sebagai anak usahanya, telah bangkit ke level Rp51 per lembar hingga sempat menyentuh level Rp53 per lembar.

 

Berikut 10 saham paling banyak ditransaksikan sepekan 13-17 Juni 2016:

Saham Volume (Juta) Nilai (Rp miliar)
BUMI 7.734 605,57
CPRO 2.151 114,56
BRMS 1.914 100,32
MYRX 1.155 900,78
POWR 1.065 1.611,1
DOID 1.044 206,44
ANTM 1.021 774,54
LCGP 773 211,82
BKSL 728 62,72
SUGI 612 205,72

Sumber: PT Bursa Efek Indonesia, diolah.

per tgl 14 Juni 2016: fldtt @bumi REBOUND+6.9% 140616

Bisnis.com, JAKARTA–Saham PT Bumi Resources Tbk. ibarat bangkit dari kuburnya. Tercatat dalam tujuh hari terakhir, saham BUMI meroket hingga 72% menyentuh level Rp86 per lembar.

Direktur & Head of Equity Brokerage Division PT Henan Putihrai Hendra Martono menuturkan lonjakan saham BUMI beberapa waktu terakhir patut diwaspadai kembali terjerembab ke level “gocap“.

“Kalau ada saham yang naiknya fantastis, hati-hati karena turunnya pasti drastis,” ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, Rabu (15/6/2016).

Saham entitas Grup Bakrie itu memang dalam beberapa waktu terakhir bangkit dari level terendah Rp50 per lembar. Pola lonjakan sama dengan yang terjadi pada Oktober 2015 yang meroket 66% ke level Rp83 per lembar, kemudian tersungkur kembali.

Dia menuturkan, manajemen BUMI menawarkan kepada China Investment Corporation (CIC) dengan 5,2 miliar saham sebesar 9,63% dari total ekuitas perseroan. Sehingga, bila dihitung harga saham BUMI dilego senilai Rp1.149 per lembar.

Harga yang dipatok itu, sambungnya, tentu jauh dari level Rp50 per lembar yang selama ini dilego di lantai bursa. Para pedagang saham BUMI memprediksi CIC akan mengerek harga hingga level Rp1.149 per lembar demi memperoleh keuntungan bila dijual di pasar.

Meski memungkinkan untuk dikerek hingga Rp1.149 per lembar, lonjakan harga saham BUMI dinilai sulit terwujud. Dalam beberapa hari terakhir, volume transaksi saham BUMI berturut-turut mencapai 21 miliar, 123 miliar, 258 miliar, 138 miliar, dan 121 miliar lembar saham.

“Kalau tujuan investor ritel untuk mencari capital gain dalam waktu dekat itu boleh. Tapi, mereka harus tahu, ada kemungkinan untuk berbalik ke level Rp50 per lembar,” ucapnya.

Lonjakan harga saham BUMI itu membuat PT Bursa Efek Indonesia menetapkan status unusual market activity (UMA). BEI menilai telah terjadi peningkatan harga dan aktivitas saham BUMI di luar kebiasaan pada 14 Juni 2016.

Direktur & Sekretaris Perusahaan Bumi Resources Dileep Srivastava menuturkan perseroan masih menghadapi proses penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat yang sedang berlangsung.

“Rencana agenda voting untuk menyetujui perdamaian pada 27 Juni 2016 dan pengesahan direncanakan pada 30 Juni 2016,” tulisnya dalam laporan kepada otoritas pasar modal.

whispering

INILAHCOM, Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengawasi transaksi saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI).

BEI menilai terjadi peningkatan harga dan aktivitas saham BUMI yang di luar kebiasaan atau Unusial market Actifity (UMA). Demikian mengutip keterangan resmi BEI, Selasa (14/6/2016).

Manajemen BUMI memberikan informasi kepada BEI pada 13 Juni 2016 melalui IDX Net. Isinya tentang tuntutan hukum yang penting terhadap perusahaan, dan atau direksi dan komisaris.

Dengan adanya pengawasan BEI terhadap saham BUMI maka otoritas bursa ini mengharapkan inestor untuk mencermati perkembangan pola transaksi saham keluarga Bakrie & Brother (BNBR) ini.

whispering

Dengan peningkatan harga saham, investor juga harus mencermati laporan kinerja perseroan secara periodik. Jadi dapat mempertimbangkan berbagai kemungkinan sebelum melakukan investasi ke dalam saham tersebut. Pengumuman ini, lanjut BEI, tidak otormatis menunjukkan adanya pelanggaran terhadap aturan di pasar modal.

Saham BUMI pada penutupan perdagangan 9 Juni berada di harga Rp50 per lembar dengan volume 428,4 juta lembar saham. Untuk penutupan perdagangan 10 Juni berada di harga Rp67 per lembar dengan volume transaksi 2,01 miliar saham. Pada penutupan 13 Juni berada di hara Rp82 per lembar dengan volume perdagangan mencapai 3,4 miliar lembar saham.

Di kalangan pelaku pasar beredar rumor manajemen PT Bumi Resources (BUMI) ditengarai berkepentingan untuk mengerek naik harga sahamnya ke Rp700 per lembar. Tujuannya, agar jumlah saham yang dikonversi ke utang tidak terlalu besar.

Saat harga saham BUMI bertenger di Rp50, konversi utang ke saham mencapai angka 72%. Konversi ini jelas bermakna utang yang dibayar dengan saham. “Agar saham yang dikonversi dengan utang tidak terlalu besar, perseroan berkepentingan untuk mendongkrak harga sahamnya,” kata seorang sumber kepada INILAHCOM, di Jakarta, Senin pagi.

Tujuannya, lanjut sumber tersebut, agar saham yang dikonversi ke utang menjadi lebih kecil dari 72% sehingga grup Bakrie masih memilikinya di atas 28%. “Bagi grup Bakrie, memang tidak ada pilihan selain pailit atau konversi saham menjadi utang,” tandas dia.

 

new-chin-year-dragon-02

BACA deh POSTING gw BERUPA GAMBAR TABEL sejak AWAL NOVEMBER s/d AKHIR NOVEMBER 2012, yaitu SAAT GW MULAI BERAKSI inves + trading AS USUAL, s/d akhirnya gw SUKSES MERAUP POTENTIAL GAIN % yang positif🙂
jjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjj
IHSG yang GW ekspektasikan MENCAPAI berapa ya DI AKHIR DESEMBER 2012? secara teknikal sederhana sila baca posting ini
uuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu

the fed SMALL

well, SAAT GW mulai BERTRADING SAHAM BUMI adalah SAAT PEMBELAJARAN YANG PENUH RISIKO tapi JUGA SEKALIGUS GW MERAUP LABA GEDE … nah, sekira sebulan setelah gw mentransaksikan saham bumi, gw MULAI MENDIVERSIFIKASIKAN SAHAM gw ke BBRI (BLOG gw @saham BBRI dan BNII) dan ADRO (BLOG gw @saham ADRO, elsa, dan brau)
nah, gw tetap melanjutkan inves pada sekira 20an jenis saham sejak saat gw mulai menambah koleksi saham gw (blog saham otomotif @ASII, IMAS, MASA; blog saham2 gw@MAPI, WIKA, PGAS, JSMR; blog gw @BLTA, UNVR, HERO, ASRI, KIJA, APLN, ASIA, CPIN, dan EXCL; blog gw @INDY dan BATUBARA)

mungkin BWAT KEBANYAKAN INVESTOR SAHAM BUMI atawa the BAKRIES, pencapaian gw ini REMEH TEMEH, karena modal gw KECIL DIBANDINGKAN dengan MODAL INVESTOR SAHAM BUMI atawa THE BAKRIES … namun gw SUKSES MEMBUKTIKAN bahwa dengan 20an jenis saham, gw MASEH SUKSES MEMPERTAHANKAN TINGKAT LABA YANG LUMAYAN: HARGA PENUTUPAN/JUAL saham2 gw SELALU DI ATAS RERATA HARGA BELI saham2 gw neh🙂

jadi, secara sederhana, MAEN SAHAM ITU SEBAIKNYA DIBIKIN SEDERHANA AJA, YAITU ANALISIS TEKNIKAL YANG SEDERHANA, DAN ANALISIS FUNDAMENTAL YANG SEDERHANA, itu sebabnya gw MENGGUNAKAN ILMU SEDERHANA MAEN SAHAM🙂
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYxxxxxxxxxxxxx

Emoticons0051

FISCAL CLIFF SUDAH SELESAI: DPR AMRIK PASTIKAN AKAN MENGADAKAN RAPAT FISCAL CLIFF

DPR AMRIK PASTIKAN AKAN MENGADAKAN RAPAT FISCAL CLIFF

 

1 Komentar »

  1. […] saat harganya Rp 2.175 per saham. Per 21 Desember 2012, harga saham BUMI menjadi Rp 600 per saham (saat RERATA HARGA BELI SAHAM bumi gw @571), sehingga kapitalisasi pasar emiten ini turun menjadi Rp 12,46 triliun. Menurut penilaian Kepala […]

    Ping balik oleh BAKR13 out of BUM1 … 2512/2012 « Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES — Desember 26, 2012 @ 8:18 am


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: