Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Agustus 16, 2017

musim DINGIN @bumi, BATUBARA DIMINTA … 281212_160817

Filed under: BURSA bumi — bumi2009fans @ 12:50 am

 

pengekspor tambang Indonesia MULAI NAEK HARGANYA, saat INDEKS BURSA SAHAM SHANGHAI juga MENGGELIAT naek

… sila KLIK LINK DI ATAS, KE POSTING ANALISIS TEKNIKAL gw soal perbandingan tren IHSG dan BURSA SHANGHAI 🙂

$101/ metrik ton BATUBARA, tertinggi lage @ 2016

harga batubara diekspektasikan @ BUMI, tren harganya juga ya

spiral

JAKARTA kontan. Saham PT Bumi Resurces Tbk (BUMI) terkerek seiring melonjaknya harga batubara. Saham BUMI pada perdagangan Selasa (15/8) melompat 5% ke level Rp 294 per saham.

Kenaikan itu seiring harga batubara global yang kembali mencetak rekor tertinggi sejak Februari 2013. Senin (14/8), harga batubara kontrak pengiriman September 2017 di ICE Futures sempat terkerek 0,48% ke level US$ 93,55 per metrik ton. Dalam sepekan, harganya sudah melambung 2,12%.

Sentimen positif bagi batubara datang dari China. Harga komoditas ini menguat lantaran hasil produksi batubara China Juli lalu susut 7,9% menjadi 9,5 juta ton per hari. Ini jadi penurunan tertinggi dalam 19 bulan terakhir.

Lantas, apakah sentimen tersebut bakal mampu membuat harga saham BUMI terbang tinggi?

Dileep Srivastava, Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan BUMI mengatakan, secara fundamental, BUMI sangat kuat. Kinerja operasionalnya juga diatas rata-rata.

Fundamental bakal kian kuat seiring dengan berkurangnya utang BUMI menjadi US$ 1,6 miliar dari sebelumnya US$ 4,2 miliar. Laba semesetr I 2017 juga mencapai US$ 162,3 juta. “Semester kedua sepertinya akan lebih baik lagi,” ujar Dileep.

Memang, untuk beberapa waktu ke depan, tren kenaikan harga batubara masih cukup logis. Sebab, China juga memberlakukan inspeksi keselamatan pertambangan serta pemeriksaan dampak lingkungan pertambangan terhadap alam sekitar. Sejumlah tambang lama yang tidak efisien dan melanggar regulasi pun ditutup.

Menurut National Energy Administration (NEA), hingga Juli 2017, China telah menutup lima tambang batubara. Hingga akhir tahun, bakal ada menutup tujuh tambang lagi di Provinsi Heilongjiang. Hal ini berpotensi mengurangi suplai batubara.

valentineEVERYsmall

JAKARTA kontan. Outlook kinerja PT Bumi Resource Tbk (BUMI) masih diprediksi mulus tahun ini. Hanya saja kinerjanya sangat sensitif pergerakan harga batubara.

Menurut Analis NH Korindo Bima Setiaji dalam pandangannya secara operasional tahun ini belum ada masalah yang signifikan dapat mengganggu kinerja. Sehingga pembayaran utang dan bunga utang BUMI diprediksi tidak akan mengalami kendala.

“Adanya restrukturisasi utang maka interest cost dia juga semakin berkurang, sehingga arus kas lebih positif,” kata Bima kepada KONTAN, Senin (13/2).

Menurut catatan Bima, sepertinya laba bersih 2016 BUMI terindikasi sebesar US$ 101,6 juta. dimana penjualan batu bara naik 10,6%. Serta harga jual rata-rata yang diperkirakan naik 30%. Sehingga kinerja 2016 BUMI dianggap masih cukup baik.

Melihat ekspektasi harga batubara masih berada dikisaran US$ 70 per metric ton, dianggap juga masih terbilang cukup aman bagi kinerja BUMI. Dan seharusnya ada lonjakan sebelum beban depresiasi dan amortisasi (EBITDA) di tahun ini.

Secara fundamental, Bima belum bisa merekomendasikan saham BUMI. Tapi melihat pergerakan teknikal Bima merekomendasikan buy di target harga Rp 500 per saham.

Asal tahu saja, BUMI memiliki 2,2 miliar metric ton cadangan batu bara dan 12,4 miliar metric ton sumber daya di luar cadangan. Tambang KPC dan Arutmin memiliki perjanjian kontrak batubara yang akan berakhir di tahun 2021 dan 2019. Jangkauan pasar BUMI paling besar 40% domestik, 31% India, 12% Jepang, sisanya Filipina, China, Thailand.

doraemon

Bumi Resources (BUMI). PT Bumi Resources Tbk. (http://www.bumiresources.com/) mengestimasi dapat meraih laba bersih US$101,6 juta pada 2016, dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatatkan rugi bersih sebesar US$2 miliar. (Bisnis Indonesia)

kontan:

JAKARTA. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) memperkirakan pendapatan bersih sepanjang tahun lalu mencapai US$ 101,6 juta. Jumlah tersebut naik 151% dibandingkan pendapatan selama 2015 yang sebesar US$ 40,5 juta dengan kerugian bersih US$ 2 miliar.

Dileep Srivastava, Direktur dan Sekretaris Perusahaan BUMI, mengemukakan, pada tahun 2016, volume penjualan batubara gabungan meningkat 10,6% year-on-year (yoy) menjadi 87,7 juta ton dibandingkan volume penjualan pada 2015 yang sebesar 79,3 juta ton.

Penjualan tersebut terdiri dari penjualan dari tambang Arutmin yang tumbuh 15,3% (yoy) menjadi 28,6 juta ton dan penjualan dari tambang Kaltim Prima Coal (KPC) yang naik 8,4% (yoy) menjadi 59,1 juta ton.

Sepanjang tahun lalu, BUMI meningkatkan volume batubara yang ditambang sebesar 6,5% (yoy) menjadi 86,5 juta ton. Khusus pada kuartal IV-2016, volume batubara yang ditambang meningkat 12,3% menjadi 23,8 juta ton.

Realisasi harga rata-rata batubara selama 2016 mencapai US$ 42,1 per ton. Harga itu menyusut 6% dibandingkan realisasi sepanjang 2015 yang sebesar US$ 44,8 per ton. Penurunan harga dipicu kondisi pasar dan eksekusi beberapa kontrak yang telah dibuat sebelumnya. Tetapi, harga jual rata-rata batubara mulai mengalami tren meningkat pada kuartal IV-2016.

“Pada tahun ini, kami memperkirakan harga patokan batubara berkisar US$ 80 per ton,” ujar Dileep, Kamis (9/2). BUMI bakal meningkatkan produksi batubara antara 5% hingga 7% dengan perkiraan kenaikan harga jual rata-rata sebesar 30%. Ia menyebut, BUMI juga tengah memfinalisasi beberapa kontrak tambahan dengan pihak Jepang.

Seperti diketahui, pada tengah tahun ini, BUMI bakal mengurangi utangnya yang sebesar US$ 4,2 miliar menjadi US$ 1,6 miliar melalui konversi saham dengan jalan rights issue sebesar US$ 2 miliar dan obligasi wajib konversi senilai US$ 639 juta. Harga konversi itu disepakati sebesar Rp 926,16 per saham.

Harga saham BUMI kemarin Rp 434 per saham.

doraemon

 

JAKARTA, KOMPAS.com – Belakangan saham-saham yang terafiliasi dengan grup Bakrie mulai bergerak aktif. Salah satu yang bahkan menjadi penggerak indeks bursa adalah saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI).

Dalam empat bulan, harga saham emiten produsen batubara tersebut naik sembilan kali lipat dari Rp 50 per lembar menjadi di atas Rp 470 per lembar pada penutupan perdagangan kemarin Kamis (26/1/2017).

Sejumlah analis pasar memperkirakan akan terjadi tren kenaikan harga saham BUMI. Ada beberapa sentimen positif yang masih menjadi daya dorong kenaikan harga saham BUMI ke depan.

Pertama, dengan adanya kesepakatan restrukturisasi dengan kreditur, maka tahun ini ada harapan saving 250 juta dollar AS dari interest payment. Sehingga, nantinya dana itu dapat masuk ke bottom line alias laba bersih BUMI.

Kedua, tahun ini produksi BUMI diperkirakan mencapai 100 juta metrik ton (MT), naik dari produksi 2016 sebanyak 80 juta MT. Kenaikan produksi diyakini akan memberikan tambahan penerimaan BUMI. Ketiga, harga acuan rata-rata batubara tahun ini diprediksikan lebih baik ketimbang 2016.

“Nah, dari ketiga alasan itu, diperkirakan akan ada perbaikan kinerja di tahun 2017 ini,” kata Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang kepada Kompas.com, Jakarta, Jumat (27/1/2017).

Mengenai restrukturisasi utang, sebagaimana diketahui, Pengadilan Niaga Jakarta Pusat telah mengesahkan hasil perdamaian di kasus restrukturisasi utang BUMI dengan para krediturnya. Atas pengesahan ini pun, BUMI diharuskan tunduk dan menjalani perjanjian perdamaian yang telah disepakati.

Dikutip dari Kontan, Senin (28/11/2016) salah satu pengurus PKPU William E. Daniel dalam sidang mengatakan, klausul yang telah disepakati itu antara lain, utang BUMI akan dikonversi menjadi saham dan surat utang baru.

Penerbitan saham baru (right issue) dijadwalkan paling lambat pada 30 Juni 2017. Adapun harga saham sebagai debt to equity convertion itu pun disepakati sebesar Rp 926,16 per lembar, turun dari penawaran awal Rp 1.149.

Sejak pengesahan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat itu, saham BUMI terus naik. Bahkan kenaikannya juga diikuti oleh emiten lain yang masih terafiliasi dengan grup Bakrie antara lain PT Bakrie Sumatera Plantation Tbk (UNSP), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG).

Adapun harga batubara pada tahun ini diproyeksikan meningkat. Kenaikan harga komoditas ini sebenarnya sudah terjadi sejak paruh kedua tahun lalu.

Kenaikan signifikan terjadi pada kuartal terakhir, di mana harga batubara acuan pada Oktober 2016 sekitar 69,07 dollar AS per ton dan pada November 2016 melonjak menjadi 84,89 dollar AS per ton.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menetapkan harga batubara acuan pada Januari 2017 di level 86,23 dollar AS per ton. Bila dibandingkan Januari 2016 yang sebesar 53,2 dollar AS per ton, maka harganya sudah naik 62 persen.

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio beberapa waktu lalu mengatakan, saham-saham grup Bakrie mengalami kenaikan signifikan didorong dua hal, utamanya restrukturisasi utang dan membaiknya harga komoditas seperti batubara dan CPO.

Saham BUMI yang semakin likuid hingga tercatat masuk dalam indeks LQ45 juga dinilai atraktif bagi investor.

whispering

JAKARTA – PT Bumi Resources Tbk (BUMI) berhasil mencetak kenaikan penjualan batubara sebesar 10,7% menjadi 64,6 juta ton hingga September 2016, bandingkan dengan realisasi periode sama tahun lalu 58,4 juta ton.

Pertumbuhan penjualan terbesar berasal dari tambang perseroan, yaitu PT Kaltim Prima Coal (KPC) sekitar 11,6% dari 39,8 juta ton menjadi 44,5 juta ton batubara. Sedangkan penjualan batubara dari tambang PT Arutmin Indonesia dengan pertumbuhan sekitar 8,6% dari 18,6 juta ton menjadi 20,2 juta ton.

Director & Corporate Secretary Bumi Dileep Srivastava Manajemen mengatakan Bumi Resoures disebutkan bahwa volume batubara yang berhasil ditambang perseroan juga mengalami peningkatan sekitar 4,5% menjadi 62,7 juta ton, bandingkan dengan Januari-September 2015 sebanyak 60 juta ton.

Sedangkan nisbah penguasan tanah (overburden) turun sekitar 2,5% menjadi 7,1 hingga September 2016, bandingkan dengan 7,3 pada periode sama tahun lalu. “Penurunan nisbah pengupasan disebabkan oleh pengurangan untuk KPC. Hal ini juga mencerminkan efisiensi biaya,” tuturnya melalui penjelasan resmi di Jakarta, Rabu (2/11).

 

 

 

Parluhutan/PAR

BeritaSatu.com

ets-small

Musim Dingin Membuat Permintaan Batubara Naik
Oleh Muhammad Yazid – Rabu, 12 Desember 2012 | 09:00 WIB

kontan

Lihat saja produksi batubara selama November lalu yang mencapai 46 juta ton. Produksi ini naik 39,4% dibandingkan dengan produksi pada September yang hanya sebanyak 33 juta ton. Edi Prasodjo, Direktur Pengusahaan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), mengatakan, dengan tambahan produksi pada bulan lalu, maka jumlah produksi batubara selama periode Januari-November 2012 mencapai 356 juta ton.
“Melihat besaran realisasi tersebut, dan perbandingan dari rencana produksi 2012, yakni sebanyak 332 juta ton hingga 386 juta ton, bisa dikatakan tidak ada hambatan yang cukup berarti pada produksi batubara di tahun ini,” kata dia ke KONTAN, Selasa (11/12).

Menurut Edi, dari total produksi Januari-November, sebanyak 260 juta ton diekspor. Selain itu, sebanyak 88 juta ton dijual di dalam negeri, dan sisanya sebanyak 8 juta adalah total stok perusahaan batubara.

Kalau diperinci lagi, pasokan batubara domestik, sebanyak 51 juta ton untuk bahan bakar pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), baik milik PT PLN maupun swasta. Sedangkan sisanya diserap industri pupuk, petrokimia, maupun trader batubara.

Edi berharap, musim dingin di belahan bumi utara akan meningkatkan ekspor batubara. Karena itu, harga batubara pun mulai merangkak naik. “Kenaikan harga saat ini memang pengaruh musim dingin, tapi belum terlalu signifikan kenaikan harganya,” ujarnya.

Berdasarkan harga batubara acuan (HBA) yang diterbitkan Ditjen Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, pada Desember 2012 ini, HBA yang ditetapkan mencapai

US$ 81,75 per ton

, atau naik tipis dibanding harga acuan selama November, sebesar US$ 81,44 per ton.

Selain itu, sambung dia, peningkatan produksi batubara dalam negeri selama sebulan lalu juga didorong dari tambahan data yang baru masuk dari perusahaan pemegang izin usaha pertambangan (IUP). “Ada kekurangan data-data produksi yang belum masuk di bulan-bulan sebelumnya yang kami masukkan pada November ini,” kata Edi.

Naik US$ 100 per ton

Supriatna Sahala, Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Batubara Indonesia (APBI) mengatakan, selama bumi utara dilanda musim dingin, permintaan batubara masih akan terus meningkat.

Menurut dia, APBI optimistis, target atas produksi yang dipatok sebesar 382 juta ton bisa tercapai hingga akhir Desember nanti.
Ia menambahkan, sekarang ini harga batubara berkalori tinggi mencapai US$ 95 per ton, atau jauh meningkat dibandingkan dengan tiga atau empat bulan lalu yang hanya US$ 86 per ton.

Menurutnya, harga tersebut berpotensi untuk terus meningkat hingga pertengahan tahun depan. “Peningkatan harga batubara tentunya akan mendorong pertumbuhan produksi batubara nasional di akhir tahun ini,” kata dia.

Meski begitu, Supriatna menjelaskan, sejatinya stok pasokan batubara di pasar internasional masih melimpah. Nah, yang terjadi saat ini hanyalah peningkatan permintaannya saja.

Dengan demikian, ia memproyeksikan, peningkatan harga nantinya tidak dapat mencapai harga jual batubara seperti 2011 silam yang mencapai US$ 120 per ton. Supriatna memprediksi, peningkatan harga hanya akan mencapai US$ 100 per ton.

Muhammad Yazid

ets-small

Iklan

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.