Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Desember 31, 2017

Rencana LES maen saham JO

Filed under: BURSA bumi — bumi2009fans @ 12:13 am

kaum blogger saham, diberitahukan bahwa JO akan mengadakan les maen saham serius berlaba mulai Januari 2018.

sila tunggu kabar selanjutnya, hati-hati jika ada yang beriklan seakan-akan dari JO.

salam sejahtera selalu, JO

 

TANYA n JAWAB @ rencana LES MAEN SAHAM SEDERHANA JO

1. T: apa ada ilmu maen saham? J: Ada. Pada dasarnya ilmu maen saham itu sangat sulit disistematisasikan. Bahkan 2 orang Penerima Nobel Ekonomi (Nobel Laureates) gagal mengelola modal investor, yang pada saat itu (sekira $ 3.5 Miliar) ambruk, lalu terpaksa dibantu oleh Alan Greenspan, Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat (dikenal sebagai The Fed) dengan cara “bailout”. Cara “bailout” ini mirip Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Namun Long-Term Capital Management, perusahaan yang dikelola 2 orang penerima Nobel tsb, ditutup.

Sepanjang pengalaman n pengetahuan gw studi di Australia, n Amerika Serikat, tidak ada studi khusus maen saham. Studi tentang keuangan n saham secara khusus memang ada, tapi itu tidak melulu membahas TRADING SYSTEM dalam maen saham.

2. T: les maen saham sederhana itu apa? J: Secara sederhana: les itu bersifat kontak langsung dan pribadi tentang maen saham di bursa saham Indonesia. Dikelola oleh seorang pengajar (trader n investor berbagai macam investasi resmi, termasuk SAHAM), seorang administrator, n seorang ahli Teknologi Informasi. Pengajar les akan memberikan pendampingan n bantuan secara teknis sederhana pada calon trader atawa calon investor, yang ingin bergabung dalam les ini.

3. T: apa tujuan les maen saham sederhana ini? J: Tujuan utama les ini, supaya investor / trader saham yang bergabung dalam les ini menjadi investor / trader yang mandiri dan berLABA. Laba yang diekspektasikan oleh sistem les maen saham sederhana ini, yaitu Di ATAS TINGKAT SUKU BUNGA DEPOSITO BANK tertinggi di pasar perbankan. Sistem les maen saham sederhana ini diusahakan n disesuaikan dengan kemampuan investor / trader yang bergabung dalam les ini.

4. T: Cara Les Maen Saham Sederhana JO itu seperti apa? J: Caranya bervariasi sesuai kemampuan investor / trader saham yang bergabung. Setidaknya ada 3 faktor utama seorang investor / trader saham wajib mempelajarinya n memahaminya, serta menguasainya melalui PRAKTEK MAEN SAHAM BENERAN secara langsung. Pendampingan praktek maen saham beneran secara langsung ini oleh pengajar les, dibantu administrator n ahli TI. Cara les ini tidak menggunakan sistem ROBOT. Cara les ini bersifat pribadi, yaitu pengajar mendampingi investor / trader saham dalam periode waktu tertentu sampai dengan tingkat laba tertentu tercapai, sesuai dengan kontrak.

5. T: Apa beda les maen saham sederhana JO ini dengan sistem2 stock trading yang laen? J: Yang utama, tidak menggunakan robot. Yang juga penting: tidak massal. Sistem trading bursa saham Indonesia yang sudah lengkap dalam sistem operasi broker sekuritas, yang mana pun, itu yang dipakai oleh pengajar les.

6. T: Apa kemiripan les ini dengan sistem stock trading laen? J: Sistem trading saham yang digunakan tetap mengacu pada sistem trading saham Bursa Efek Indonesia. Analisis teknikal n fundamental persahaman itu ada pada semua sistem trading broker sekuritas. Temu online investor / trader saham harian itu bisa ditemukan pada sebagian kecil broker. Les ini memungkinkan temu online tersebut.

7. T: Apa kelebihan les ini dibandingkan sistem trading laen? J: Secara sederhana, pengajar ini sudah berpengalaman panjang dalam hal pengelolaan keuangan pribadi, pengelolaan berbagai macam investasi, studi administrasi bisnis, bekerja dalam berbagai perusahaan, berbisnis kecil, pengelolaan trading saham harian pribadi, n tetap berkarya di Indonesia (walo kehidupan sosial politik negara selalu berfluktuasi n penuh tantangan; tapi secara ekonomi kehidupan bangsa tetap tumbuh). Pengajar menerapkan sistem pengelolaan risiko yang sederhana guna mengantisipasi kemungkinan terburuk. Berdasarkan pengalaman pengajar, kondisi terburuk ini bukan HAMBATAN untuk mencapai LABA YANG LEBE GEDE. Bahkan laba terbesar itu diraup dalam kondisi fluktuasi, penuh ketidakpastian, n “wei-ji” (krisis, yang dalam bahasa mandarin bermakna: opportunity n challenges), itu pengalaman pengajar selama ini.

Iklan

Desember 17, 2017

Gempa BUMI, gw mah SUKSES salip harga sahamnya :)

Filed under: Tak Berkategori — Tag: — bumi2009fans @ 12:31 am

new-chin-year-dragon-02

per tgl 15 Desember 2017: gw salip harga saham bumi saat rebound dari titik terendah harga saham bumi per Desember 2017:

salip BUMI 151217_258

per tgl 25 Oktober 2017, secara teknikal sederhana, analisis tren harga saham bumi sbb:

ANALISIS TEKNIKAL SEDERHANA: saham BUMI

salip_234_bumi_251017

buttrock

per tgl 28 November 2017, ada kontroversi BLI bumi versus BLI unvr:

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengkritik salah satu petinggi Bursa Efek Indonesia (BEI), Nicky Hogan, atas komentarnya saat memberikan gambaran tentang karakter investor pemula dalam sebuah acara yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dalam kegiatan Financial Clinic with OJK Menjadi Investor Andal di Pasar Modal Indonesia awal pekan ini, Nicky menggambarkan kondisi investor pemula yang masih sering salah persepsi. Ia menilai, investor pemula lebih memilih lot saham yang banyak tanpa mempertimbangkan kondisi fundamental emiten.

Dia menggambarkan, sama-sama memiliki duit Rp 5 juta, namun investor pemula lebih memilih 200 lot saham BUMI ketimbang 5 lot saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR). Padahal, menurut Nicky, investor pemula tidak tahu sejarah BUMI. Komentar ini yang membuat manajemen BUMI gerah.

“Kami menganggap komentar itu tidak pantas muncul dari seorang pejabat senior di BEI,” ujar Dileep Srivastava, Direktur BUMI kepada Kontan.co.id, Selasa (28/11). Apalagi, komentar tersebut disampaikan di tengah forum klinik keuangan yang diselenggarakan OJK.

Saham BUMI, lanjut Dileep, sudah meningkat hampir enam kali lipat. Kenaikannya juga memiliki dasar, yakni fundamental terutama cadangan batubara BUMI, operasional bisnis dan iklim sektor batubara yang kembali menarik.

Hal itu masih diperkuat dengan penurunan utang, pokok biaya bunga seiring dengan proses restrukturisasi yang tengah dilakukan. Sehingga, profitabilitas BUMI akan kembali. “Saham BUMI ada di dalam LQ45 dan Indeks MSCI Indonesia, maka tidak selayaknya disebut seperti itu,” tegas Dileep. Dia meminta agar komentar tersebut kembali ditarik.

“Sudah dikomunikasikan, kok, pastinya (komentar kemarin) tidak dalam konteks negatif,” ujar Nicky saat dimintai konfirmasinya oleh Kontan.co.id.

lol

per tgl 20 September 2017, ternyata harga saham BUMI AMBROL BERAT ya, ekh, tapinya, gw sukses meNYALIP harga saham sehingga BERLABA neh :

bumi 218_200917mid SALIP

per tgl 27 Januari 2017, 10 hari pasca keputusan gw menambah unit saham BUMI, ekh, tren harga saham bumi maseh naek tuh malah merambah harga psikologis 500, sesuai ekspektasi seorang analis profesional di tv idx channel (tv resmi BEI):

tren-harga-bumi-2017_500b

per tgl 17 Januari 2017: gw mulai beli saham bumi @ 398 : ekspektasi debt swap @ bumi resources Feb 2017, gw mulai beli

Harga saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) kembali menjadi sorotan. Pada perdagangan hari ini, Senin 16 Januari 2016, saham BUMI dibuka pada Rp406 per lembar saham, atau naik 4,6 persen dari penutupan hari sebelumnya.

Peningkatan harga saham tersebut juga seiring dengan ramainya transaksi di pasar reguler, yang menjadikan emiten batu bara ini menjuarai top value di Bursa Efek Indonesia hari ini. Hingga pukul 14:37 WIB, nilai transaksi saham BUMI mencapai Rp390 miliar dengan sebanyak 975 juta saham berpindah tangan.(bareksa/ay)

whispering

per tgl 11 Januari 2017, 4 hari jelang MALARI Abe, tren harga saham bumi meroket di atas rekor 2016-2017 ini @ 344-350:

tren-harga-bumi-352_110117

per tgl 24 Nov 2016:

JAKARTA. Proses restrukturisasi utang PT Bumi Resources Tbk (BUMI) akan berdampak pada kepemilikan saham publik BUMI. Dalam rencana perdamaian, salah satu bentuk restrukturisasi utang BUMI adalah konversi utang menjadi saham dan merilis mandatory convertible bonds (MCB) berjangka waktu tujuh tahun.

Dileep Srivastava, Direktur dan Sekretaris Perusahaan BUMI, mengatakan, efek dilusi pemegang saham lama dari penerbitan saham ini diperkirakan 44,3%. Dalam laporan BUMI ke Bursa Efek Indonesia (BEI), saat ini China Investment Corporation (CIC) memiliki 16,9% saham BUMI dan publik menguasai 83,1% saham.

“Setelah penerbitan saham baru, kepemilikan publik akan turun menjadi 55,2%,” ujar Dileep saat dihubungi KONTAN, Selasa (22/11).

BUMI berniat merilis saham kepada kreditur konkuren dengan nilai tidak lebih dari US$ 200 juta. Harga pelaksanaan Rp 926,16 per saham. Harga konversi ini sempat dipertanyakan otoritas bursa. Pasalnya, dasar perhitungan BUMI adalah dari ekuitas bersih US$ 4,6 miliar.

Padahal, di laporan keuangan BUMI, emiten ini mencatat ekuitas negatif alias defisiensi modal. BUMI menjelaskan, ekuitas bersih itu adalah hasil penilaian internal (internal valuation).

Tapi BUMI belum memaparkan lebih lanjut mengenai laporan penilaian tersebut. Yang terang, dengan seluruh agenda konversi utang menjadi saham dan penerbitan MCB, setidaknya akan ada sembilan kreditur yang menjadi pemilik saham BUMI. Usai restrukturisasi, kepemilikan CIC akan bertambah sebanyak 8,6 miliar unit saham menjadi 14,8 miliar unit saham.

Kelak, CIC akan memiliki 22,6% saham BUMI. Lalu pemegang senior notes 2017 memiliki 10,6% saham BUMI, sementara pemegang senior notes 2016 memiliki 4,6% saham.

Masih ada enam kreditur lain yang akan memiliki saham BUMI dengan kepemilikan di bawah 5%. Mereka adalah Credit Suisse fasilitas 1, UBS, Axis Bank, Deutsche Bank, Raiffeisen Bank International AG (RBI), dan Credit Suisse fasilitas 2. Masing-masing akan memiliki 2%, 0,8%, 0,8%, 0,7% 1,2% dan 1,6% saham BUMI setelah restrukturisasi utang.

Dengan begitu, saham BUMI akan dimiliki kurang lebih sembilan kreditur. Rights issue dalam rangka konversi utang ini rencananya dilakukan sebelum 30 Juni 2017. Tercapainya perdamaian BUMI dan kreditur sempat melambungkan saham BUMI.

Sejak awal tahun hingga kemarin, harga BUMI sudah melonjak 456%. Tapi kemarin (23/11) harga saham BUMI menyusut 2,80% dibandingkan sehari sebelumnya menjadi Rp 278 per saham.

http://investasi.kontan.co.id/news/inilah-pemilik-bumi-usai-restrukturisasi-utang
Sumber : KONTAN.CO.ID

buttrock

per tgl 23 Nov 2016:

JAKARTA. Kepemilikan pemegang saham lama emiten tambang batu bara milik Grup Bakrie, PT Bumi Resources Tbk. bakal tergerus 44,3% setelah proses restrukturisasi utang.

Direktur & Corporate Secretary Bumi Resources Dileep Srivastava menuturkan peluang perdamaian dengan sejumlah kreditur hampir mencapai 100%. China Development Bank (CDB) telah mengambil sikap atas agenda restrukturisasi utang perseroan.Â

Emiten bersandi saham BUMI itu telah merilis hasil voting sejumlah kreditur atas penyelesaian utang pada awal November. Namun, saat itu, CDB belum mengambil sikap dan akhirnya kini telah menyetujui rencana pelunasan dengan skema yang ditawarkan manajemen.

Perseroan mengusulkan perjanjian perdamaian penyelesaian utang dengan cara konversi menjadi saham senilai Rp926,16 per lembar. BUMI menggunakan perhitungan ekuitas bersih sebesar US$4,6 miliar dari hasil valuasi internal meskipun kini terjadi defisiensi modal.Â

Di dalam rencana perdamaian, salah satu bentuk restrukturisasi utang adalah dengan konversi menjadi saham dan penerbitan mandatory convertible bonds (MCB) dengan jangka waktu tujuh tahun. Tidak ada utang bunga yang akan dikonversi menjadi saham perseroan.

“Tidak termasuk MCB yang akan berlangsung dalam tujuh tahun pada harga pasar atau berdasarkan formula tertentu, maka dilusi kepemilikan saham atas saham baru yang diserap oleh lenders mencapai 44,3%,” katanya saat dihubungi Bisnis, Selasa (22/11).Â

Dia menyebutkan, MCB hanya dapat dikonversikan menjadi saham BUMI dan tidak dibayarkan secara tunai. Total utang yang direstrukturisasi mencapai Rp135,78 triliun.Â

Dalam keterbukaan informasi di PT Bursa Efek Indonesia, Dileep mengungkapkan berdasarkan estimasi perseroan, pemegang saham lama akan memiliki 55,7% kepemilikan BUMI, sehingga dampak dilusi dari penerbitan saham tersebut diperkirakan mencapai 44,3%.Â

Penerbitan saham baru melalui mekanisme rights issue akan dilakukan maksimum pada 30 Juni 2017. Seluruh pokok utang BUMI akan dikonversi menjadi saham perseroan pada harga konversi yang berlaku pada tanggal jatuh tempo obligasi wajib konversi (MCB) tersebut.

Manajemen BUMI juga berencana menerbitkan management share option plan (MSOP) dengan nilai US$25 juta maksimum 30 Juni 2016. MSOP tersebut akan dikonversi menggunakan harga yang sama dengan kreditur lain senilai Rp926,16 per lembar.

Struktur pemegang saham setelah skema perdamaian terdiri dari CIC (22,6%), 2016 Senior Notes (4,6%), 2017 Senior Notes (10,6%), CS Facility 1 (2%), UBS Facility (0,8%), Axis Bank Facility (0,8%), DB Facility (0,7%), RBI Facility (1,2%), CS Facility 2 (1,6%), publik (55,2%).

Jumlah saham setelah restrukturisasi utang mencapai 65,73 miliar lembar dari sebelumnya 36,62 miliar lembar. Saham baru yang diterbitkan dari hasil konversi utang mencapai 29,1 miliar lembar.

Manajemen BUMI juga kembali berencana untuk menerbitkan surat utang new senior secured facility dan notes 2021, dengan hak lenders memilih terhadap kedua emisi tersebut. Masing-masing fasilitas akan dipecah menjadi tranche A dan tranche B.

Dileep memastikan sesuai perjanjian perdamaian bahwa kreditur telah menyepakati utang denda senilai US$214,6 juta akan dibatalkan. Utang terhadap CIC sesuai kesepakatan juga telah dibatalkan.Â

Menurut catatan atas laporan keuangan (CALK) PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS), disebutkan bahwa utang terkait country forest limited (CFL) atau utang CIC, di mana pada 8 Oktober 2013, yang diubah pada 29 Januari 2014, BRMS, perseroan, CFL, Kalimantan Coal Ltd., Sangatta Holdings Limited., Bumi Netherlands B.V., menandatangani master dead untuk menyelesaikan sebagian dari sisa pokok pinjaman BUMI kepada CFL.Â

Nilai pokok pinjaman mencapai USid=”mce_marker”,3 miliar diselesaikan melalui akuisisi atas 10,73 miliar saham BRMS yang dimiliki oleh BUMI sebesar 42% dari modal BRMS. Dalam rencana perdamaian, penyelesaiannya berdasarkan master dead 28 Januari 2014 dengan konversi menjadi saham BUMI sebanyak 15,76%.Â

“Berdasarkan kesepakatan dengan CIC, hal dimaksud telah dibatalkan,” tulisnya.

Selain itu, perseroan juga akan menerbitkan contigent value rights (CVR) senilai USid=”mce_marker”00 juta kepada kreditur new senior secured dengan tenor 5 tahun. Pemicu penyelesaian atas CVR akan dilakukan apabila harga acuan batu bara lebih tinggi dari US$70 per ton selama 18 bulan berturut-turut.

Manajemen BUMI akan mendistribusikan CVR tersebut secara prorata. Jika pemicu terjadi, maka akan ditambahkan ke pokok yang masih terutang dan dibayarkan setelah tranche A dan tranche B.

Terkait utang kepada Axis senilai total USid=”mce_marker”42,72  juta, perseroan telah menggunakan dana hasil penjualan anak usaha senilai US$90 juta untuk melunasi sebagian pinjaman tersebut. Kewajiban yang masih tersisa kepada Axis Bank sebesar US$61,56 juta.

Adapun, dari keseluruhan kreditur separatis yang telah terverifikasi dengan total piutang sebesar Rp52,51 triliun, terdapat lima kreditur separatis terverifikasi yang tidak hadir dengan total piutang Rp4,3 triliun.

Mereka adalah Barclays Bank Plc., sebagai pemegang notes 2016 dengan total piutang Rp0,02 triliun, Barclays Bank Plc., sebagai pemegang notes 2017 dengan total piutang Rp0,12 triliun, dan Raiffeisen Bank International (RBI) AG, Singapore Branch dengan total Rp1,24 triliun.

Kemudian, pemegang notes 2016 yang diwakili oleh BONY sebagai wali amanat dengan total Rp0,97 triliun. Serta, pemegang notes 2017 yang diwakili oleh BONY sebagai wali amanat dengan total Rp1,96 triliun.

Selanjutnya, dari total 143 kreditur konkuren yang telah terverifikasi dengan total piutang Rp45,02 triliun, terdapat satu kreditur konkuren terverifikasi yang tidak hadir. Enercoal Convertible Bonds yang diwakili oleh Madison Pacific Trust Limited., sebagai wali amanat dengan total Rp5,75 triliun.Â

“Perseroan tidak memiliki informasi mengapa terdapat kreditur terverifikasi yang tidak hadir dalam voting,” kata dia.

Kemarin, saham BUMI kembali ditutup naik 1,42% sebesar 4 poin ke level Rp286 per lembar. Imbal hasil saham BUMI melesat 472% year-to-date dengan kapitalisasi pasar Rp10,55 triliun.

Pada kesempatan terpisah, Sekretaris Perusahaan Bumi Resources Minerals Muhammad Sulthon, menuturkan perseroan telah menjual 24% saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) senilai US$400 juta. Transaksi itu mewakili 38,1% dari ekuitas perseroan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk USid=”mce_marker”,05 miliar.

“Nilai pasar wajar saham NNT berdasarkan KJPP adalah sebesar US$396,69 juta. Persentase hasil penilaian KJPP dengan nilai transaksi adalah sebesar 99,17%,” tuturnya.

Dana hasil penjualan saham NNT akan digunakan untuk penyelesaian utang pada Credit Suisse dengan total US$722,16 juta. Dalam laporan keuangan per 30 Juni 2016, investasi di NNT senilai US$876,46 juta, maka transaksi penjualan NNT senilai US$400 juta akan diakui sebagai kerugian sebesar US$476,45 juta.

Kemarin, saham BRMS tertekan 1,25% sebesar 1 poin ke level Rp79 per lembar. Imbal hasil saham BRMS mencapai 58% ytd dengan kapitalisasi pasar Rp2,02 triliun. Imbal hasil saham BUMI melesat 472% year-to-date dengan kapitalisasi pasar Rp10,55 triliun.

http://koran.bisnis.com/read/20161123/441/605406/dilusi-saham-bumi-capai-443
Sumber : BISNIS.COM

per tgl 22 Nov 2016 : + 300% @ AVG saham bumi gw

JAKARTA kontan. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) is likely to reach agreement with the creditors, including China Development Bank (CDB) to settle BUMI’s debts.

In early November, BUMI has published the results of voting of the creditors related to the debts’ settlement of BUMI. Majority of creditors approved the settlement plan offered by BUMI. At that time, CDB has not taken a stance on the proposal.

Rumors are circulating in the market said that CDB finally follow the majority of creditors to approve the proposed debt settlement proposal. Director and Corporate Secretary of Bumi Dileep Srivasava has confirmed this. Dileep added that voting consisted of 100% concurrent creditors and 99.84% separatist creditors.

CDB was included to the separatist creditors along with other 97 creditors. The total debts of BUMI to CDB amounted to Rp 47.72 trillion.

There were 142 creditors with a total bill of Rp 39.27 trillion. All of concurrent debtors agreed with the debts settlement proposal.

BUMI has filed a number of clauses to settle the debts, including releasing a worth of US$639 million mandatory convertible bonds (MCB). The creditors include Country Forest Limited (CFL), Axis Bank, UBS and Deutsche Bank (DB).

MCB has a coupon of 6% per annum and a maturity of seven years from the effective date. Meanwhile, the restructuring plan to the CDB will include the replacement of 32.24% debts with new senior secured facility and / or new note 2021. The others will be replaced with tranche C facility.

Both sides also agreed on the issuance of a worth of US$ 100 million of contingent value rights (CVR) that can be traded. The five-year tenor CVR will be released to settle BUMI’s new senior secured debts. Another clause is the conversion of debt to equity swap scheme.

This scheme will involve 11 creditors, including CFL, Castleford Investment and Axis Bank. The conversion value equivalent to 39.39% of BUMI’s shares.

Under the scheme of debt to equity swap, the creditors are eligible to have its representatives in the management of BUMI. “The creditors, including China Investment Corporation (CIC) will have representatives on the board of directors and commissioners,” Dileep added.

To be sure, BUMI is scheduled to issue rights on 30 June 2017, while the trial of the Suspension of Debt Payment (PKPU) will be held on November 28, 2016.

Previously, analyst at Samuel Sekuritas Sharlita Malik estimated that the BUMI’s debt restructuring may be essential to boost the company’s long term performance.

He estimated that the intrinsic value of BUMI’s shares could reach Rp 608 per a share if the restructuring is successfully. The estimation was made based on the position of EBITDA at the historical level when the coal price hit around US$70 per ton.

The BUMI’s debts will drop to US$ 1.7 billion if the restructuring is successfully. However, the estimation may be missed if the coal prices drop and the restructuring process is not running accordingly. (Muhammad Farid/Translator) 

per tgl 02 Nov 2016, harga saham bumi @ 238, neh:

238_bumi_021116mid

per tgl 01 November 2016, harga saham bumi @ 230, neh:

230_bumi_011116mid

per tgl 26 Okt 2016: buka suspensi, n langsung melesat k 202 @ penutupan bursa

per tgl 25 Okt 2016 (suspensi):

Bisnis.com, JAKARTA- -PT Bursa Efek Indonesia melakukan suspensi atas saham PT Bumi Resources Tbk. milik Grup Bakrie lantaran terus meroket dalam beberapa waktu terakhir.

Eqy Essiqy, P.H. Kadiv Pengawasan Transaksi BEI, mengatakan sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham BUMI, BEI melakukan penghentian sementara saham BUMI dalam rangka cooling down.

“Penghentian sementara saham Bumi Resources pada perdagangan Selasa 25 Oktober 2016,” katanya dalam pengumuman resmi, Senin (24/10/2016).

Penghentian sementara perdagangan saham BUMI tersebut dilakukan di pasar reguler dan pasar tunai. Tujuannya, untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya di saham BUMI.

Para pihak yang berkepentingan, sambungnya, diharapkan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan manajemen Bumi Resources.

Pada perdagangan Senin (24/10/2016), saham BUMI meroket 23,97% sebesar 29 poin ke level Rp150 per lembar. Saham BUMI ditransaksikan sebanyak 1,79 miliar lembar.

Imbal hasil saham BUMI dalam setahun terakhir mencapai 194,12% dan 200% sejak awal 2016. Dalam 52 pekan, saham BUMI berada pada rentang Rp50 per lembar hingga Rp150 per lembar.

Emiten sektor pertambangan batu bara itu memiliki kapitalisasi pasar Rp5,49 triliun. Saham BUMI tercatat telah bangkit dari level terendah Rp50 per lembar.

Bila dihitung dari level terendah Rp50 per lembar, saham BUMI tercatat telah melesat 200%. Peningkatan saham BUMI seiring dengan penguatan harga batu bara dunia.

Emiten yang dikenal sebagai saham sejuta umat itu mencatatkan penurunan rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar 96,3% year-on-year menjadi Rp270 miliar.

Direktur & Corporate Secretary BUMI Dileep Srivastava mengatakan hingga 30 Juni 2016, rugi bersih BUMI yang dapat diatribusikan kepada entitas induk mencapai US$20,8 juta, menipis 96,3% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya US$562,54 juta.

“Karena standar akuntansi baru, kami tidak mengkonsolidasikan PT Kaltim Prima Coal dan PT Arutmin Indonesia dalam laporan keuangan sejak 1 Januari 2015, tetapi ekuitas akun mereka termasuk di dalamnya,” katanya kepada Bisnis.com.

Pendapatan BUMI merosot 40,45% menjadi US$12,77 juta pada semester I/2016 dari periode yang sama tahun sebelumnya US$21,49 juta. Perseroan tidak mencatatkan beban pokok pendapatan, sehingga laba kotor hanya terkoreksi 35,8% dari US$19,89 juta.

Beban usaha tercatat membengkak 7,9% menjadi US$14,54 juta dari US$13,47 juta. Akhirnya, BUMI menderita rugi usaha senilai US$1,68 juta dari sebelumnya laba US$6,41 juta.

Pendapatan lain-lain yang dicatat BUMI pada paruh pertama tahun ini mencapai US$207,62 juta. Padahal, sebelumnya BUMI mencatat beban lain-lain senilai US$166,84 juta.

Jakarta- PT Bursa Efek Indonesia kembali melakukan penghentian sementara (suspensi) saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) pada perdagangan 25 Oktober 2016.

“Hal ini sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham BUMI,” ujar P.H Kadiv Pengawasan Transaksi BEI Eqy Essigy melalui publikasi resmi di Jakarta, Selasa (25/10).

Ia beralasan suspensi saham BUMI dilakukan dalam rangka colling down dan diwujudkan di pasar reguler dan pasar tunai. Tujuannya untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar guna mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya pada saham BUMI.

“Para pihak yang berkepentingan diharapkan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perseroan,” terangnya.

Seperti diketahui, Bursa telah mensuspensi perdagangan efek sejak 30 Juni 2016 dan diperpanjang sesuai dengan surat tanggal 1 Agustus 2016.

Pada 5 Oktober 2016, Bursa mencabut penghentian sementara perdagangan efek BUMI sejak sesi II perdagangan efek. Sebab, BUMI telah menyampaikan laporan keuangan tahunan dan laporan keuangan interim serta mempertimbangkan telah dipenuhinya kewajiban penyampaikan informasi pemenuhan sanksi Bursa.

Pada kuartal I 2016, BUMI melaporkan kerugian yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas publik pada kuartal I 2016 sekitar US$22,476 juta dari untung US$344,326 juta periode serupa tahun lalu.

Pada penutupan perdagangan Senin (24/10), harga saham BUMI melonjak 23,97% atau berada pada level Rp150, dengan volume perdagangan sebanyak 1,795 miliar lembar saham.

http://www.imq21.com/news/read/396023/20161025/064909/Saham-BUMI-Kembali-Disuspensi.html
Sumber : IMQ21.COM

reaction_1

per tgl 05 Okt 2016

bumi-05102016-up2_77

 

per tgl 20 Okt 2016:

123_201016_bumi

Bisnis.com, JAKARTA – Saat Indeks harga saham gabungan (IHSG) dalam sepekan naik tipis, saham PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk. (JSPT) dan PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) turut melambung tinggi menjadi top gainers.

Data PT Bursa Efek Indonesia pada akhir pekan, Jumat (21/10/2016), IHSG ditutup menguat 0,1% sebesar 5,55 poin ke level 5.409,24 dengan rerata transaksi harian Rp6,49 triliun. Sepekan, IHSG menghijau dengan penguatan 0,17% seiring positifnya bursa regional Asia Pasifik.

Investor asing mulai berbelanja di lantai bursa dengan catatan aksi beli bersih senilai Rp17,66 miliar pada akhir pekan. Namun, investor asing masih mencatatkan net sell selama sepekan mencapai Rp193,2 miliar.

Capaian net sell pekan ini membuat torehan net buy sejak awal tahun berkurang menjadi Rp32,95 triliun. Total transaksi investor asing di lantai bursa sepanjang tahun berjalan mencapai Rp546,4 triliun.

Rerata volume transaksi harian di BEI mencapai 6,35 miliar lembar dengan nilai Rp6,49 triliun. Frekuensi harian rerata mencapai 254.671 kali dengan kapitalisasi pasar Rp5.849 triliun.

Rasio harga saham terhadap laba bersih (price to earning ratio/PE) rerata mencapai 13,2 kali. Sejak awal tahun, IHSG telah menguat 17,77% dan menjadi penguatan tertinggi di antara bursa utama dunia.

Saham PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk. (JSPT) menjadi emiten paling melambung pekan ini dengan lonjakan 60,43% menjadi Rp1.500 per lembar dari Rp935 per saham. Disusul oleh PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) yang meningkat 59,21% dari Rp76 per lembar menjadi Rp121 per lembar.

Berikut 10 top gainers sepekan 17-21 Oktober 2016:

Ticker Emiten Harga (Rp) Perubahan (%)
JSPT PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk. 1.500 +60,43
BUMI PT Bumi Resources Tbk. 121 +59,21
TPMA PT Trans Power Marine Tbk. 220 +51,72
DNAR PT Bank Dinar Indonesia Tbk. 145 +30,63
BRPT PT Barito Pacific Tbk. 1.265 +28,43
NELY PT Pelayaran Nelly Dwi Putri Tbk. 95 +28,38
KBLM PT Kabelindo Murni Tbk. 346 +28,15
VIVA PT Visi Media Asia Tbk. 258 +25,24
MLPL PT Multipolar Tbk. 418 +25,15
HOME PT Hotel Mandarine Regency Tbk. 262 +24,76

Sumber: PT Bursa Efek Indonesia, diolah.

buttrock

Jakarta detik- Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) meroket lagi. Pada tanggal 5 Oktober 2016 yang lalu, BUMI menampakkan denyut nadi pertamanya setelah tertidur sejak bulan Juli 2016, dan kemarin BUMI meroket sebesar 35% disusul dengan saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) yang meroket 26%.

Mengutip data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (20/10/2016), hingga pukul 9.22 WIB, saham BUMI melesat hingga 31% atau naik 34 poin ke level Rp 142.

Saham BUMI sempat menyentuh level tertingginya di Rp 144 dan terendahnya di Rp 112. Saham BUMI ditransaksikan sebanyak 12.036 kali dengan total volume perdagangan sebanyak 16.614.165 dengan nilai Rp 219,4 miliar.

Riset Mega Capital menyebutkan, laju kenaikan harga batu bara semakin tajam berada di angka US$ 90 per metrik ton. Batu bara kontrak pengiriman November 2016 di ICE Futures Exchange naik 3,65% dalam sehari jadi US$ 93,50 per metrik ton. Dalam sepekan harga batu bara telah naik sekitar 14,23%. (drk/ang)

new-chin-year-dragon-02

Jakarta JAKARTA GLOBE. The current rally in thermal coal prices could extend through to the end of the first quarter of 2017, an Indonesian mining ministry official said on Tuesday (18/10), helping cash-strapped miners boost revenues in Southeast Asia’s largest economy.

Coal prices sank 70 percent over 2011 and 2015 amid worries imports by top consumer China had peaked on measures to combat pollution. However, contrary to expectations of further falls, prices have rallied by about 75 percent this year with producers trimming supply due to concerns over demand.

Indonesia, where thousands of coal mines went out of business as prices cratered, is now confident of achieving its target of Rp 30.11 trillion ($2.32 billion) in non-tax revenue from the coal and minerals sector this year, Coal and Minerals Director General Bambang Gatot told Reuters.

In 2015, the world’s top thermal coal exporter had missed its target by 43 percent.

“Right now we’re almost at 50 percent. With the rise in coal prices hopefully we’ll reach it,” Gatot told Reuters.

Given the mining sector accounts for around 4 percent of Indonesia’s GDP, any rise in revenue would be welcome news for the government at a time when the country’s fiscal deficit is expected to widen to 2.7 percent of GDP from the 2.15 percent initially planned.

In the first half of 2016, Indonesia’s non-tax revenues from mining reached 12.3 trillion rupiah, about 40 percent of the full-year target, the finance ministry website shows.

Higher coal prices are “good for state revenues, and will give breathing space to coal companies that were trying to keep running to survive”, Gatot said.

Reuters

buttrock

Bisnis.com, JAKARTA – Setelah lebih dari dua bulan PT Bursa Efek Indonesia melakukan suspensi saham PT Bumi Resources Tbk., akhirnya pembekuan dibuka dan langsung meroket.

BEI mencabut suspensi saham BUMI di pasar reguler dan tunai terhitung sejak sesi II perdagangan efek Rabu (5/10/2016). BEI memastikan pencabutan lantaran BUMI telah memenuhi penyampaian informasi dan pemenuhan atas sanksi bursa.

Manajemen BUMI baru saja merilis kinerja keuangan tahunan 2015 pada 4 Oktober 2016. Setelah suspensi dicabut, saham BUMI pun melesat.

Setelah dibuka, harga saham BUMI ditutup melonjak tajam 13,24% sebesar 9 poin ke level Rp77 per lembar saham. Harga saham BUMI mulai bangkit dari level terendah Rp50 per lembar yang terjadi sejak Juli 2015.

Kebangkitan saham BUMI dari level ‘gocap’ terjadi sejak 10 Juni 2016. Saham sejuta umat itu sempat menyentuh level tertinggi Rp84 per lembar pada 15 Juni 2016.

BUMI berhasil meraup laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk senilai US$22,47 juta pada kuartal I/2016. Perolehan itu jauh lebih baik ketimbang periode yang sama tahun lalu dengan kerugian bersih US$334,32 juta.

Meski demikian, pendapatan BUMI tampaknya masih tertekan dengan penurunan 38,9% menjadi US$6,47 juta dalam tiga bulan dari US$10,59 juta. Laporan keuangan BUMI tidak mencantumkan beban pokok pendapatan pada tahun ini, yang membuat laba kotor terkoreksi lebih tipis 29,3% menjadi US$6,47 juta.

Padahal, kerugian emiten tambang itu sempat membengkak 287,7% menjadi US$2,18 miliar setara dengan Rp28,34 triliun sepanjang periode 2015.

Rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk itu lebih buruk dari periode 2014 yang mencapai US$448,4 juta setara Rp5,82 triliun.

Pendapatan BUMI pada tahun lalu juga merosot 34% menjadi US$40,5 juta dari US$61,92 juta. Laba kotor terkontraksi 27% dari US$56,21 juta menjadi US$40,5 juta.

BUMI tidak melakukan penjualan batu bara pada tahun lalu. Perseroan hanya mengandalkan pendapatan dari jasa lokal pihak ketiga, yakni PT Kaltim Prima Coal (KPC), PT Arutmin Indonesia, dan ventura bersama dengan Bumi Resources Japan Company Limited, serta Mitsubishi Corporation RtM Japan Ltd.

 

lol

Jakarta detik -Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) akhirnya bergerak dari level terendah, yaitu Rp 50 per lembar. Sudah sejak 5 November 2015 saham tambang Grup Bakrie ini nangkring di level gocap.

Manajemen BUMI melaporkan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait rencana permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) Sementara diubah menjadi PKPU tetap. Saat ini rencana tersebut masih berlangsung.

Kabar ini yang membuat saham BUMI seolah bangkit dari kubur. Jumat pekan lalu, sahamnya mulai bergerak perlahan, sempat menyentuh titik tertingginya di Rp 67 per lembar.

Pagi tadi, saham emiten berkode BUMI itu kembali bergerak ke atas. Sempat menyentuh Rp 83 per lembar (+23,8%) di awal perdagangan.

Seperti dikutip dari data perdagangan BEI, Senin (13/6/2016), hingga menjelang sore hari ini saham Bumi Resources masih bergerak positif, naik tipis 4 poin (5,97%) ke level Rp 71 per lembar.

Rencana PKPU Sementara ini sudah diumumkan perseroan pada akhir Mei lalu. Perusahaan tambang tersebut punya utang Rp 138 triliun kepada 142 kreditur yang telah terverifikasi.

Selain itu, masih ada 72 kreditur lain dengan nilai piutang Rp 29 triliun yang belum melalui proses pencocokan tagihan dari tim pengurus.

PKPU ini diperpanjang untuk memberi waktu perseroan melakukan verifikasi lanjutan secara cermat atas kreditur-kreditur yang belum terverifikasi.

(ang/dnl)

 

Bisnis.com, JAKARTA—Dua emiten komoditas enitas Grup Bakrie, PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) dan PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) menjadi saham paling banyak ditransaksikan selama pekan lalu.

Berdasarkan data PT Bursa Efek Indonesia, Minggu (19/6/2016), IHSG sepanjang pekan lalu ditutup terkoreksi 0,27% sebesar 12,91 poin ke level 4.835,14. Sedangkan, perdagangan akhir pekan IHSG ditutup menguat 0,43% sebesar 20,75 poin dari hari sebelumnya 4.825,72.

Investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih senilai Rp151,72 miliar sepanjang pekan lalu. Aksi pembelian saham oleh investor asing mencapai Rp10,47 triliun.

Capaian pekan ini membuat perolehan net buy investor asing semakin menebal menjadi Rp6,64 triliun year-to-date. Total transaksi investor asing sepanjang tahun berjalan sebesar Rp291 triliun dan domestik Rp356,1 triliun.

Selama sepekan, rerata volume transaksi haran mencapai 5,12 miliar lembar dengan nilai Rp5,62 triliun. Sedangkan, frekuensi transaksi harian mencapai 238.479 kali dengan kapitalisasi pasar Rp5.172 triliun.

Saham BUMI tercatat mulai bangkit dari level terendah Rp50 menjadi Rp77 per lembar pada penutupan akhir pekan. Begitu pula saham BRMS sebagai anak usahanya, telah bangkit ke level Rp51 per lembar hingga sempat menyentuh level Rp53 per lembar.

 

Berikut 10 saham paling banyak ditransaksikan sepekan 13-17 Juni 2016:

Saham Volume (Juta) Nilai (Rp miliar)
BUMI 7.734 605,57
CPRO 2.151 114,56
BRMS 1.914 100,32
MYRX 1.155 900,78
POWR 1.065 1.611,1
DOID 1.044 206,44
ANTM 1.021 774,54
LCGP 773 211,82
BKSL 728 62,72
SUGI 612 205,72

Sumber: PT Bursa Efek Indonesia, diolah.

per tgl 14 Juni 2016: fldtt @bumi REBOUND+6.9% 140616

Bisnis.com, JAKARTA–Saham PT Bumi Resources Tbk. ibarat bangkit dari kuburnya. Tercatat dalam tujuh hari terakhir, saham BUMI meroket hingga 72% menyentuh level Rp86 per lembar.

Direktur & Head of Equity Brokerage Division PT Henan Putihrai Hendra Martono menuturkan lonjakan saham BUMI beberapa waktu terakhir patut diwaspadai kembali terjerembab ke level “gocap“.

“Kalau ada saham yang naiknya fantastis, hati-hati karena turunnya pasti drastis,” ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, Rabu (15/6/2016).

Saham entitas Grup Bakrie itu memang dalam beberapa waktu terakhir bangkit dari level terendah Rp50 per lembar. Pola lonjakan sama dengan yang terjadi pada Oktober 2015 yang meroket 66% ke level Rp83 per lembar, kemudian tersungkur kembali.

Dia menuturkan, manajemen BUMI menawarkan kepada China Investment Corporation (CIC) dengan 5,2 miliar saham sebesar 9,63% dari total ekuitas perseroan. Sehingga, bila dihitung harga saham BUMI dilego senilai Rp1.149 per lembar.

Harga yang dipatok itu, sambungnya, tentu jauh dari level Rp50 per lembar yang selama ini dilego di lantai bursa. Para pedagang saham BUMI memprediksi CIC akan mengerek harga hingga level Rp1.149 per lembar demi memperoleh keuntungan bila dijual di pasar.

Meski memungkinkan untuk dikerek hingga Rp1.149 per lembar, lonjakan harga saham BUMI dinilai sulit terwujud. Dalam beberapa hari terakhir, volume transaksi saham BUMI berturut-turut mencapai 21 miliar, 123 miliar, 258 miliar, 138 miliar, dan 121 miliar lembar saham.

“Kalau tujuan investor ritel untuk mencari capital gain dalam waktu dekat itu boleh. Tapi, mereka harus tahu, ada kemungkinan untuk berbalik ke level Rp50 per lembar,” ucapnya.

Lonjakan harga saham BUMI itu membuat PT Bursa Efek Indonesia menetapkan status unusual market activity (UMA). BEI menilai telah terjadi peningkatan harga dan aktivitas saham BUMI di luar kebiasaan pada 14 Juni 2016.

Direktur & Sekretaris Perusahaan Bumi Resources Dileep Srivastava menuturkan perseroan masih menghadapi proses penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat yang sedang berlangsung.

“Rencana agenda voting untuk menyetujui perdamaian pada 27 Juni 2016 dan pengesahan direncanakan pada 30 Juni 2016,” tulisnya dalam laporan kepada otoritas pasar modal.

whispering

INILAHCOM, Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengawasi transaksi saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI).

BEI menilai terjadi peningkatan harga dan aktivitas saham BUMI yang di luar kebiasaan atau Unusial market Actifity (UMA). Demikian mengutip keterangan resmi BEI, Selasa (14/6/2016).

Manajemen BUMI memberikan informasi kepada BEI pada 13 Juni 2016 melalui IDX Net. Isinya tentang tuntutan hukum yang penting terhadap perusahaan, dan atau direksi dan komisaris.

Dengan adanya pengawasan BEI terhadap saham BUMI maka otoritas bursa ini mengharapkan inestor untuk mencermati perkembangan pola transaksi saham keluarga Bakrie & Brother (BNBR) ini.

whispering

Dengan peningkatan harga saham, investor juga harus mencermati laporan kinerja perseroan secara periodik. Jadi dapat mempertimbangkan berbagai kemungkinan sebelum melakukan investasi ke dalam saham tersebut. Pengumuman ini, lanjut BEI, tidak otormatis menunjukkan adanya pelanggaran terhadap aturan di pasar modal.

Saham BUMI pada penutupan perdagangan 9 Juni berada di harga Rp50 per lembar dengan volume 428,4 juta lembar saham. Untuk penutupan perdagangan 10 Juni berada di harga Rp67 per lembar dengan volume transaksi 2,01 miliar saham. Pada penutupan 13 Juni berada di hara Rp82 per lembar dengan volume perdagangan mencapai 3,4 miliar lembar saham.

Di kalangan pelaku pasar beredar rumor manajemen PT Bumi Resources (BUMI) ditengarai berkepentingan untuk mengerek naik harga sahamnya ke Rp700 per lembar. Tujuannya, agar jumlah saham yang dikonversi ke utang tidak terlalu besar.

Saat harga saham BUMI bertenger di Rp50, konversi utang ke saham mencapai angka 72%. Konversi ini jelas bermakna utang yang dibayar dengan saham. “Agar saham yang dikonversi dengan utang tidak terlalu besar, perseroan berkepentingan untuk mendongkrak harga sahamnya,” kata seorang sumber kepada INILAHCOM, di Jakarta, Senin pagi.

Tujuannya, lanjut sumber tersebut, agar saham yang dikonversi ke utang menjadi lebih kecil dari 72% sehingga grup Bakrie masih memilikinya di atas 28%. “Bagi grup Bakrie, memang tidak ada pilihan selain pailit atau konversi saham menjadi utang,” tandas dia.

 

new-chin-year-dragon-02

BACA deh POSTING gw BERUPA GAMBAR TABEL sejak AWAL NOVEMBER s/d AKHIR NOVEMBER 2012, yaitu SAAT GW MULAI BERAKSI inves + trading AS USUAL, s/d akhirnya gw SUKSES MERAUP POTENTIAL GAIN % yang positif 🙂
jjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjj
IHSG yang GW ekspektasikan MENCAPAI berapa ya DI AKHIR DESEMBER 2012? secara teknikal sederhana sila baca posting ini
uuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu

the fed SMALL

well, SAAT GW mulai BERTRADING SAHAM BUMI adalah SAAT PEMBELAJARAN YANG PENUH RISIKO tapi JUGA SEKALIGUS GW MERAUP LABA GEDE … nah, sekira sebulan setelah gw mentransaksikan saham bumi, gw MULAI MENDIVERSIFIKASIKAN SAHAM gw ke BBRI (BLOG gw @saham BBRI dan BNII) dan ADRO (BLOG gw @saham ADRO, elsa, dan brau)
nah, gw tetap melanjutkan inves pada sekira 20an jenis saham sejak saat gw mulai menambah koleksi saham gw (blog saham otomotif @ASII, IMAS, MASA; blog saham2 gw@MAPI, WIKA, PGAS, JSMR; blog gw @BLTA, UNVR, HERO, ASRI, KIJA, APLN, ASIA, CPIN, dan EXCL; blog gw @INDY dan BATUBARA)

mungkin BWAT KEBANYAKAN INVESTOR SAHAM BUMI atawa the BAKRIES, pencapaian gw ini REMEH TEMEH, karena modal gw KECIL DIBANDINGKAN dengan MODAL INVESTOR SAHAM BUMI atawa THE BAKRIES … namun gw SUKSES MEMBUKTIKAN bahwa dengan 20an jenis saham, gw MASEH SUKSES MEMPERTAHANKAN TINGKAT LABA YANG LUMAYAN: HARGA PENUTUPAN/JUAL saham2 gw SELALU DI ATAS RERATA HARGA BELI saham2 gw neh 🙂

jadi, secara sederhana, MAEN SAHAM ITU SEBAIKNYA DIBIKIN SEDERHANA AJA, YAITU ANALISIS TEKNIKAL YANG SEDERHANA, DAN ANALISIS FUNDAMENTAL YANG SEDERHANA, itu sebabnya gw MENGGUNAKAN ILMU SEDERHANA MAEN SAHAM 🙂
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYxxxxxxxxxxxxx

Emoticons0051

FISCAL CLIFF SUDAH SELESAI: DPR AMRIK PASTIKAN AKAN MENGADAKAN RAPAT FISCAL CLIFF

DPR AMRIK PASTIKAN AKAN MENGADAKAN RAPAT FISCAL CLIFF

 

Desember 13, 2017

musim DINGIN @bumi, BATUBARA DIMINTA … 281212_131217

Filed under: BURSA bumi — bumi2009fans @ 12:50 am

 

pengekspor tambang Indonesia MULAI NAEK HARGANYA, saat INDEKS BURSA SAHAM SHANGHAI juga MENGGELIAT naek

… sila KLIK LINK DI ATAS, KE POSTING ANALISIS TEKNIKAL gw soal perbandingan tren IHSG dan BURSA SHANGHAI 🙂

$101/ metrik ton BATUBARA, tertinggi lage @ 2016

harga batubara diekspektasikan @ BUMI, tren harganya juga ya

spiral

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Dua hari perdagangan terakhir, harga saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) naik turun tajam. Senin (11/12), harga saham BUMI anjlok 14,17% dari Rp 254 per saham di akhir pekan lalu ke Rp 218 per saham, sehari sebelum dimulainya tanggal efektif konversi utang.

Hari ini, harga saham BUMI melonjak 11,01% ke Rp 242 per saham. Analis menilai, tekanan ini justru akibat dari aksi korporasi BUMI itu sendiri.

Okky Jonathan, analis Erdhika Elit Sekuritas mengatakan, sejatinya pasar kurang antusias merespon aksi korporasi BUMI. Pasalnya, jika perusahaan melunasi utang dengan menggunakan saham, hal ini menunjukan bahwa perusahaan tidak memiliki likuiditas yang cukup. “Karena ini juga saham BUMI belakangan kembali turun,” ujar Okky, Selasa (12/12).

Dia masih neutral dengan saham BUMI. Target harganya di Rp 280 per saham. “Neutral, cenderung tidak beli bagi yang belum punya,” pungkas Okky.

Sebagaimana diketahui, hampir 100% kreditur turut ambil bagian dalam konversi utang kedalam sejumlah instrumen restrukturisasi tersebut.

Total utang BUMI yang masuk dalam agenda restrukturisasi mencapai US$ 4,2 miliar. Dengan nilai US$ 16 juta yang tidak dikonversi, maka hanya sekitar 0,3% kreditur yang tidak ikut konversi tersebut. Dileep bilang, duit senilai US$ 16 juta itu akan masuk ke dalam laporan laba rugi perusahaan.

Emoticons0051

JAKARTA kontan. Saham PT Bumi Resurces Tbk (BUMI) terkerek seiring melonjaknya harga batubara. Saham BUMI pada perdagangan Selasa (15/8) melompat 5% ke level Rp 294 per saham.

Kenaikan itu seiring harga batubara global yang kembali mencetak rekor tertinggi sejak Februari 2013. Senin (14/8), harga batubara kontrak pengiriman September 2017 di ICE Futures sempat terkerek 0,48% ke level US$ 93,55 per metrik ton. Dalam sepekan, harganya sudah melambung 2,12%.

Sentimen positif bagi batubara datang dari China. Harga komoditas ini menguat lantaran hasil produksi batubara China Juli lalu susut 7,9% menjadi 9,5 juta ton per hari. Ini jadi penurunan tertinggi dalam 19 bulan terakhir.

Lantas, apakah sentimen tersebut bakal mampu membuat harga saham BUMI terbang tinggi?

Dileep Srivastava, Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan BUMI mengatakan, secara fundamental, BUMI sangat kuat. Kinerja operasionalnya juga diatas rata-rata.

Fundamental bakal kian kuat seiring dengan berkurangnya utang BUMI menjadi US$ 1,6 miliar dari sebelumnya US$ 4,2 miliar. Laba semesetr I 2017 juga mencapai US$ 162,3 juta. “Semester kedua sepertinya akan lebih baik lagi,” ujar Dileep.

Memang, untuk beberapa waktu ke depan, tren kenaikan harga batubara masih cukup logis. Sebab, China juga memberlakukan inspeksi keselamatan pertambangan serta pemeriksaan dampak lingkungan pertambangan terhadap alam sekitar. Sejumlah tambang lama yang tidak efisien dan melanggar regulasi pun ditutup.

Menurut National Energy Administration (NEA), hingga Juli 2017, China telah menutup lima tambang batubara. Hingga akhir tahun, bakal ada menutup tujuh tambang lagi di Provinsi Heilongjiang. Hal ini berpotensi mengurangi suplai batubara.

valentineEVERYsmall

JAKARTA kontan. Outlook kinerja PT Bumi Resource Tbk (BUMI) masih diprediksi mulus tahun ini. Hanya saja kinerjanya sangat sensitif pergerakan harga batubara.

Menurut Analis NH Korindo Bima Setiaji dalam pandangannya secara operasional tahun ini belum ada masalah yang signifikan dapat mengganggu kinerja. Sehingga pembayaran utang dan bunga utang BUMI diprediksi tidak akan mengalami kendala.

“Adanya restrukturisasi utang maka interest cost dia juga semakin berkurang, sehingga arus kas lebih positif,” kata Bima kepada KONTAN, Senin (13/2).

Menurut catatan Bima, sepertinya laba bersih 2016 BUMI terindikasi sebesar US$ 101,6 juta. dimana penjualan batu bara naik 10,6%. Serta harga jual rata-rata yang diperkirakan naik 30%. Sehingga kinerja 2016 BUMI dianggap masih cukup baik.

Melihat ekspektasi harga batubara masih berada dikisaran US$ 70 per metric ton, dianggap juga masih terbilang cukup aman bagi kinerja BUMI. Dan seharusnya ada lonjakan sebelum beban depresiasi dan amortisasi (EBITDA) di tahun ini.

Secara fundamental, Bima belum bisa merekomendasikan saham BUMI. Tapi melihat pergerakan teknikal Bima merekomendasikan buy di target harga Rp 500 per saham.

Asal tahu saja, BUMI memiliki 2,2 miliar metric ton cadangan batu bara dan 12,4 miliar metric ton sumber daya di luar cadangan. Tambang KPC dan Arutmin memiliki perjanjian kontrak batubara yang akan berakhir di tahun 2021 dan 2019. Jangkauan pasar BUMI paling besar 40% domestik, 31% India, 12% Jepang, sisanya Filipina, China, Thailand.

doraemon

Bumi Resources (BUMI). PT Bumi Resources Tbk. (http://www.bumiresources.com/) mengestimasi dapat meraih laba bersih US$101,6 juta pada 2016, dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatatkan rugi bersih sebesar US$2 miliar. (Bisnis Indonesia)

kontan:

JAKARTA. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) memperkirakan pendapatan bersih sepanjang tahun lalu mencapai US$ 101,6 juta. Jumlah tersebut naik 151% dibandingkan pendapatan selama 2015 yang sebesar US$ 40,5 juta dengan kerugian bersih US$ 2 miliar.

Dileep Srivastava, Direktur dan Sekretaris Perusahaan BUMI, mengemukakan, pada tahun 2016, volume penjualan batubara gabungan meningkat 10,6% year-on-year (yoy) menjadi 87,7 juta ton dibandingkan volume penjualan pada 2015 yang sebesar 79,3 juta ton.

Penjualan tersebut terdiri dari penjualan dari tambang Arutmin yang tumbuh 15,3% (yoy) menjadi 28,6 juta ton dan penjualan dari tambang Kaltim Prima Coal (KPC) yang naik 8,4% (yoy) menjadi 59,1 juta ton.

Sepanjang tahun lalu, BUMI meningkatkan volume batubara yang ditambang sebesar 6,5% (yoy) menjadi 86,5 juta ton. Khusus pada kuartal IV-2016, volume batubara yang ditambang meningkat 12,3% menjadi 23,8 juta ton.

Realisasi harga rata-rata batubara selama 2016 mencapai US$ 42,1 per ton. Harga itu menyusut 6% dibandingkan realisasi sepanjang 2015 yang sebesar US$ 44,8 per ton. Penurunan harga dipicu kondisi pasar dan eksekusi beberapa kontrak yang telah dibuat sebelumnya. Tetapi, harga jual rata-rata batubara mulai mengalami tren meningkat pada kuartal IV-2016.

“Pada tahun ini, kami memperkirakan harga patokan batubara berkisar US$ 80 per ton,” ujar Dileep, Kamis (9/2). BUMI bakal meningkatkan produksi batubara antara 5% hingga 7% dengan perkiraan kenaikan harga jual rata-rata sebesar 30%. Ia menyebut, BUMI juga tengah memfinalisasi beberapa kontrak tambahan dengan pihak Jepang.

Seperti diketahui, pada tengah tahun ini, BUMI bakal mengurangi utangnya yang sebesar US$ 4,2 miliar menjadi US$ 1,6 miliar melalui konversi saham dengan jalan rights issue sebesar US$ 2 miliar dan obligasi wajib konversi senilai US$ 639 juta. Harga konversi itu disepakati sebesar Rp 926,16 per saham.

Harga saham BUMI kemarin Rp 434 per saham.

doraemon

 

JAKARTA, KOMPAS.com – Belakangan saham-saham yang terafiliasi dengan grup Bakrie mulai bergerak aktif. Salah satu yang bahkan menjadi penggerak indeks bursa adalah saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI).

Dalam empat bulan, harga saham emiten produsen batubara tersebut naik sembilan kali lipat dari Rp 50 per lembar menjadi di atas Rp 470 per lembar pada penutupan perdagangan kemarin Kamis (26/1/2017).

Sejumlah analis pasar memperkirakan akan terjadi tren kenaikan harga saham BUMI. Ada beberapa sentimen positif yang masih menjadi daya dorong kenaikan harga saham BUMI ke depan.

Pertama, dengan adanya kesepakatan restrukturisasi dengan kreditur, maka tahun ini ada harapan saving 250 juta dollar AS dari interest payment. Sehingga, nantinya dana itu dapat masuk ke bottom line alias laba bersih BUMI.

Kedua, tahun ini produksi BUMI diperkirakan mencapai 100 juta metrik ton (MT), naik dari produksi 2016 sebanyak 80 juta MT. Kenaikan produksi diyakini akan memberikan tambahan penerimaan BUMI. Ketiga, harga acuan rata-rata batubara tahun ini diprediksikan lebih baik ketimbang 2016.

“Nah, dari ketiga alasan itu, diperkirakan akan ada perbaikan kinerja di tahun 2017 ini,” kata Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang kepada Kompas.com, Jakarta, Jumat (27/1/2017).

Mengenai restrukturisasi utang, sebagaimana diketahui, Pengadilan Niaga Jakarta Pusat telah mengesahkan hasil perdamaian di kasus restrukturisasi utang BUMI dengan para krediturnya. Atas pengesahan ini pun, BUMI diharuskan tunduk dan menjalani perjanjian perdamaian yang telah disepakati.

Dikutip dari Kontan, Senin (28/11/2016) salah satu pengurus PKPU William E. Daniel dalam sidang mengatakan, klausul yang telah disepakati itu antara lain, utang BUMI akan dikonversi menjadi saham dan surat utang baru.

Penerbitan saham baru (right issue) dijadwalkan paling lambat pada 30 Juni 2017. Adapun harga saham sebagai debt to equity convertion itu pun disepakati sebesar Rp 926,16 per lembar, turun dari penawaran awal Rp 1.149.

Sejak pengesahan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat itu, saham BUMI terus naik. Bahkan kenaikannya juga diikuti oleh emiten lain yang masih terafiliasi dengan grup Bakrie antara lain PT Bakrie Sumatera Plantation Tbk (UNSP), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG).

Adapun harga batubara pada tahun ini diproyeksikan meningkat. Kenaikan harga komoditas ini sebenarnya sudah terjadi sejak paruh kedua tahun lalu.

Kenaikan signifikan terjadi pada kuartal terakhir, di mana harga batubara acuan pada Oktober 2016 sekitar 69,07 dollar AS per ton dan pada November 2016 melonjak menjadi 84,89 dollar AS per ton.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menetapkan harga batubara acuan pada Januari 2017 di level 86,23 dollar AS per ton. Bila dibandingkan Januari 2016 yang sebesar 53,2 dollar AS per ton, maka harganya sudah naik 62 persen.

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio beberapa waktu lalu mengatakan, saham-saham grup Bakrie mengalami kenaikan signifikan didorong dua hal, utamanya restrukturisasi utang dan membaiknya harga komoditas seperti batubara dan CPO.

Saham BUMI yang semakin likuid hingga tercatat masuk dalam indeks LQ45 juga dinilai atraktif bagi investor.

whispering

JAKARTA – PT Bumi Resources Tbk (BUMI) berhasil mencetak kenaikan penjualan batubara sebesar 10,7% menjadi 64,6 juta ton hingga September 2016, bandingkan dengan realisasi periode sama tahun lalu 58,4 juta ton.

Pertumbuhan penjualan terbesar berasal dari tambang perseroan, yaitu PT Kaltim Prima Coal (KPC) sekitar 11,6% dari 39,8 juta ton menjadi 44,5 juta ton batubara. Sedangkan penjualan batubara dari tambang PT Arutmin Indonesia dengan pertumbuhan sekitar 8,6% dari 18,6 juta ton menjadi 20,2 juta ton.

Director & Corporate Secretary Bumi Dileep Srivastava Manajemen mengatakan Bumi Resoures disebutkan bahwa volume batubara yang berhasil ditambang perseroan juga mengalami peningkatan sekitar 4,5% menjadi 62,7 juta ton, bandingkan dengan Januari-September 2015 sebanyak 60 juta ton.

Sedangkan nisbah penguasan tanah (overburden) turun sekitar 2,5% menjadi 7,1 hingga September 2016, bandingkan dengan 7,3 pada periode sama tahun lalu. “Penurunan nisbah pengupasan disebabkan oleh pengurangan untuk KPC. Hal ini juga mencerminkan efisiensi biaya,” tuturnya melalui penjelasan resmi di Jakarta, Rabu (2/11).

 

 

 

Parluhutan/PAR

BeritaSatu.com

ets-small

Musim Dingin Membuat Permintaan Batubara Naik
Oleh Muhammad Yazid – Rabu, 12 Desember 2012 | 09:00 WIB

kontan

Lihat saja produksi batubara selama November lalu yang mencapai 46 juta ton. Produksi ini naik 39,4% dibandingkan dengan produksi pada September yang hanya sebanyak 33 juta ton. Edi Prasodjo, Direktur Pengusahaan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), mengatakan, dengan tambahan produksi pada bulan lalu, maka jumlah produksi batubara selama periode Januari-November 2012 mencapai 356 juta ton.
“Melihat besaran realisasi tersebut, dan perbandingan dari rencana produksi 2012, yakni sebanyak 332 juta ton hingga 386 juta ton, bisa dikatakan tidak ada hambatan yang cukup berarti pada produksi batubara di tahun ini,” kata dia ke KONTAN, Selasa (11/12).

Menurut Edi, dari total produksi Januari-November, sebanyak 260 juta ton diekspor. Selain itu, sebanyak 88 juta ton dijual di dalam negeri, dan sisanya sebanyak 8 juta adalah total stok perusahaan batubara.

Kalau diperinci lagi, pasokan batubara domestik, sebanyak 51 juta ton untuk bahan bakar pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), baik milik PT PLN maupun swasta. Sedangkan sisanya diserap industri pupuk, petrokimia, maupun trader batubara.

Edi berharap, musim dingin di belahan bumi utara akan meningkatkan ekspor batubara. Karena itu, harga batubara pun mulai merangkak naik. “Kenaikan harga saat ini memang pengaruh musim dingin, tapi belum terlalu signifikan kenaikan harganya,” ujarnya.

Berdasarkan harga batubara acuan (HBA) yang diterbitkan Ditjen Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, pada Desember 2012 ini, HBA yang ditetapkan mencapai

US$ 81,75 per ton

, atau naik tipis dibanding harga acuan selama November, sebesar US$ 81,44 per ton.

Selain itu, sambung dia, peningkatan produksi batubara dalam negeri selama sebulan lalu juga didorong dari tambahan data yang baru masuk dari perusahaan pemegang izin usaha pertambangan (IUP). “Ada kekurangan data-data produksi yang belum masuk di bulan-bulan sebelumnya yang kami masukkan pada November ini,” kata Edi.

Naik US$ 100 per ton

Supriatna Sahala, Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Batubara Indonesia (APBI) mengatakan, selama bumi utara dilanda musim dingin, permintaan batubara masih akan terus meningkat.

Menurut dia, APBI optimistis, target atas produksi yang dipatok sebesar 382 juta ton bisa tercapai hingga akhir Desember nanti.
Ia menambahkan, sekarang ini harga batubara berkalori tinggi mencapai US$ 95 per ton, atau jauh meningkat dibandingkan dengan tiga atau empat bulan lalu yang hanya US$ 86 per ton.

Menurutnya, harga tersebut berpotensi untuk terus meningkat hingga pertengahan tahun depan. “Peningkatan harga batubara tentunya akan mendorong pertumbuhan produksi batubara nasional di akhir tahun ini,” kata dia.

Meski begitu, Supriatna menjelaskan, sejatinya stok pasokan batubara di pasar internasional masih melimpah. Nah, yang terjadi saat ini hanyalah peningkatan permintaannya saja.

Dengan demikian, ia memproyeksikan, peningkatan harga nantinya tidak dapat mencapai harga jual batubara seperti 2011 silam yang mencapai US$ 120 per ton. Supriatna memprediksi, peningkatan harga hanya akan mencapai US$ 100 per ton.

Muhammad Yazid

ets-small

Desember 4, 2017

LABA (RUG1) @bum1 … 08072014_041217

Filed under: BURSA bumi — bumi2009fans @ 12:05 am

 

MANFAATken MOMENTUM PENUNDAAN KENAEKAN THE FED FUND RATE K 2016 dengan KEBIJAKSANAAN BI RATE DI BAWAH 7%

KEBIJAKAN BI RATE TINGGI telah MENJAJAH PERTUMBUHAN EKONOMI kita

TURUNken BI RATE skarang JUGA

MENJADI SERAKAH, kok mengada-ada

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pendapatan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengalami penurunan. Beruntung, kinerja dari entitas bisnis perusahaan mencatatkan kinerja yang moncer sehingga BUMI masih mampu mencatat laba bersih yang positif.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan akhir pekan lalu, Jumat (4/1), BUMI hingga kuartal III-2017 mencatat penurunan pendapatan 4% menjadi US$ 17,37 juta dari sebelumnya US$ 18,07 juta.

Namun, beban pokoknya mencapai US$ 30,19 juta. Bukan hanya lebih besar dari pendapatan, tapi beban pokok ini juga mengalami kenaikan 44% dari sebelumnya US$ 20,89 juta.

Alhasil, BUMI mencatat rugi usaha sebesar US$ 12,83 juta. Angka ini melesat 354% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, US$ 2,82 juta.

Laba BUMI terkerek setelah perusahaan mencatatkan penghasilan lain-lain terutama bagian atas laba neto entitas asosiasi dan ventura bersama. Pada pos keuangan tersebut, BUMI mencatat penghasilan US$ 204,37 juta, melesat 600% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, US$ 29,06 juta.

Berkat torehan tersebut, BUMI membukukan laba bersih US$ 263,83 juta. Angka ini lompat 261% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, US$ 73,04 juta.

buttrock

JAKARTA ID- PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencetak laba bersih sebesar US$ 162,3 juta pada semester I-2017, melonjak signifikan dibandingkan periode sama tahun lalu yang membukukan rugi bersih US$ 20,8 juta. Pendapatan perseroan turut meningkat hingga US$ 2,3 juta menjadi US$ 15,6 juta atau naik 2% dibandingkan tahun sebelumnya US$ 12,8 juta.

 

“Kenaikan signifikan tersebut disebabkan peningkatan harga komoditas batubara hingga 37,6% sejak akhir tahun lalu. Perseroan mulai mengurangi jumlah utang hingga US$ 2,6 miliar sampai saat ini,” ungkap manajemen Bumi Resouces dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (3/8).

 

Perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan tersebut kembali mengalami perbaikan bisnisnya sehingga terjadi penambahan pada beban usaha menjadi US$ 17,7 juta atau naik 22% dibandingkan sebelumnya US$ 14,5 juta.

 

Adapun volume penjualan komoditas batubara cukup stabil pada 41,5 juta ton pada 2017 dibandingkan dengan tahun lalu. “Meski demikian, kenaikan harga batubara menjadi penyebab utama kenaikan laba bersih perusahaan,” jelas manajemen.

 

Harga batubara tahun ini naik menjadi US$ 54,8 per ton atau naik 37,6% dari harga tahun lalu US$ 39,8 per ton. Pada kuartal II-2017 harga tersebut naik menjadi US$ 55,8 per ton sehingga dibandingkan tahun lalu total kenaikan menjadi 40,3%.

 

Tahun ini, perseroan memperkirakan adanya indikasi tren kenaikan harga batubara yang masih berlanjut, sehingga dampak positif berimbas pada kinerja perseoan hingga akhir 2017 mendatang.

 

Sejak tahun lalu perseroan menambah produksi dan masih akan menambah volume pengapalan batubara pada semester II-2017.Pihak perseroan memroyeksikan kenaikan coal mined hingga 5% dan setidaknya terjadi 30% peningkatan harga batubara dibandingkan sepanjang 2016.

 

Sebelumnya, perseroan melakukan restrukturisasi utang dengan menukarkan empat plafon utang yang ada dengan efek baru. Bumi mengedarkan nota pertukaran (Exchange Offer Memorandum/EOM) kepada kreditur separatis.

 

Adapun tanggal jatuh tempo nota pertukaran dengan total nilai US$ 3,8 miliar tersebut diperpanjang hingga 4 Agustus 2017.Menurut keterangan resminya, mana-jemen mengharapkan aksi korporasi tersebut akan berdampak pada kinerja perusahaan pada kuartal III-2017. Rilis OWK Rp 8,46 Triliun

 

Sebelumnya, Bumi Resources menyatakan segera merilis obligasi wajib konversi (mandatory convertible bond/MCB) sebesar Rp 8,46 triliun. Saat ini perseroan telah merampungkan masa penawaran awal (bookbuilding), dan menetapkan tingkat bunga untuk surat utang tersebut sebesar 6%.

 

Emisi obligasi tahun 2017 tersesbut memiliki kode BUMI01CB dan sudah dinformasikan kepada PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Adapun, untuk surat utang yang dapat dikonfir-masi menjadi saham itu Bumi Resources menetapkan masa tenor tujuh tahun.

 

“Tanggal distribusi elektronik (OWK tahun 2017) akan jatuh pada 26 Juli 2017. Sementara itu, pembayaran bunga per-tama dilakukan pada 1 Agustus 2017,” ungkap Manajemen Bumi Resources dalam keterangan resmi di Jakarta, baru-baru ini. (c01)

ets-small

INILAHCOM, Jakarta – Tren kenaikan saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sudah terpatahkan. Akan tetapi, sentimen lonjakan laba bersih diharapkan mampu dongkrak harga saham ‘sejuta umat’ ini.

Secara teknikal, Reza Priyambada, analis senior Binaartha Sekuritas menjelaskan, tren kenaikan yang dibentuk saham BUMI terpatahkan dengan adanya penurunan volume beli dan pergerakan beberapa indikator teknikal yang berbalik turun.

Di tengah tren pergerakan sahamnya, emiten mencatatkan kenaikan laba bersih pada kuartal I-2017. Laba bersih emiten sejuta umat ini naik US$65,571 juta atau Rp873,47 miliar jika mengacu kurs Rp13.321 per dolar AS. Angka ini menunjukkan adanya kenaikan mencapai 291,73%.

Melansir dari keterbukaan informasi yang diterbitkan perseroan di situs Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (18/7/2017), laba bersih perseroan pada kuartal I-2017 tercatat sebesar US$88,04 juta dari sebelumnya US$22,47 juta. Dengan demikian, laba bersih per saham mengalami kenaikan menjadi US$2,44 dari sebelumnya US$0,62.

Selain itu, perseroan juga mencatatkan kenaikan penjualan dan pendapatan usaha menjadi US$10,3 juta dari sebelumnya US$6,47 juta. BUMI juga mencatatkan adanya penurunan rugi selisih kurs menjadi US$36.000 dari sebelumnya US$1,44 juta.

Adapun aset perseroan, tercatat mengalami peningkatan menjadi US$3,11 miliar dari sebelumnya US$3,1 miliar. Aset tersebut terdiri dari aset lancar sebesar US$536,46 juta dan aset tidak lancar sebesar US$2,57 miliar.

Di sisi lain, utang perseroan tercatat mengalami penurunan. Adapun total utang perseroan tercatat sebesar USD5,81 miliar dari sebelumnya US$5,88 miliar, dengan komposisi utang jangka pendek sebesar US$694,53 juta dan utang jangka panjang sebesar US$5,11 miliar.

Adanya berita positif dari lonjakan laba bersih tersebut, menurut Reza, diharapkan dapat menahan potensi penurunan tersebut agar pergerakan BUMI masih dapat bertahan di atas batas middle bollinger band-nya.

Jika volume beli dapat terangkat, dia memberikan rekomendasi trading buy untuk transaksi harian. Dia menyarankan masuk saham BUMI di level entry point Rp342-346. “Sementara itu, support saham ini berada di Rp338-342 dan resisten Rp350-354,” imbuhnya. [jin]

ets-small

Bisnis.com, JAKARTA – Laba PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) diproyeksikan melonjak setidaknya lima kali lipat tahun ini, ditopang oleh harga bahan bakar yang lebih tinggi serta restrukturisasi utang yang membantu memangkas biaya bunga.

Seperti dikutip dari Bloomberg, Selasa (11/7/2017), Direktur & Sekretaris Perusahaan BUMI Dileep Srivastava memproyeksi laba bersih perusahaan dapat melonjak menjadi setidaknya US$350 juta tahun ini, dari hanya US$67,7 juta pada tahun 2016.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Bloomberg, nilai tersebut akan menjadi laba tertinggi sejak 2008. “Harga batu bara pada tahun 2017 terlihat rata-rata sekitar 30% lebih besar dari tahun 2016,” ujar Srivastava.

BUMI disebutkan sedang dalam proses menyelesaikan restrukturisasi utang yang mencakup rights issue senilai US$2 miliar.

Menurut Srivastava, utang perusahaan akan menyusut menjadi US$1,6 miliar dari sekitar US$4,2 miliar, sehingga membuka jalan untuk penghematan sebesar US$250 juta dalam biaya bunga tahunan saja.

Produksi batu bara BUMI pada paruh pertama tahun ini mencapai total sekitar 43% dari target tahun ini sebesar 89 juta metrik ton. Perusahaan berharap untuk meningkatkan aktivitas pertambangan di paruh kedua dengan kondisi cuaca yang kering.

Harga batu bara pun diprediksi dapat mencapai kisaran US$70 dan US$85 per ton selama dua tahun ke depan.

“BUMI akan bebas dari utang dalam sekitar 3–4 tahun begitu restrukturisasi itu berhasil diselesaikan dan apabila harga batu bara terus bergerak lebih tinggi,” lanjutnya.

“Begitu restrukturisasi utang selesai, tidak akan ada lagi yang tertinggal dalam neraca keuangan yang bisa menjadi kejutan. Kami telah mengambil beberapa langkah termasuk mencalonkan direktur independen ke dewan direksi dan komisaris perusahaan, serta menunjuk konsultan untuk mengatasi masalah tata kelola perusahaan,” ungkapnya.

Pekan lalu, BUMI mencalonkan Wayne Yao dan Haiyong Yu dari China Investment Corp., berikut Xuefeng Ruan dari China Development Bank kepada dewan direksi. Pada saat yang sama, emiten batu bara tersebut menunjuk Jinping Ma dan Benjamin Bao ke dewan komisaris perusahaan.

Perusahaan yang dimiliki Grup Bakrie itu juga menunjuk KPMG LLP sebagai auditor independen untuk memantau pengelolaan kas dan restrukturisasi utang.

“Perubahan-perubahan itu adalah langkah ke arah yang tepat untuk memperbaiki kekhawatiran investor terhadap tata kelola perusahaan BUMI,” kata Sharlita Malik, seorang analis di PT Samuel Sekuritas Indonesia.

Namun, tambah Malik, masyarakat tidak bisa mengubah persepsi perusahaan berdasarkan apa yang perusahaan lakukan dalam satu atau dua bulan terakhir. Dibutuhkan track record selama enam bulan hingga setahun sebelum investor mengubah persepsi mereka.

Sumber : Bloomberg

ets-small

JAKARTA kontan. Kinerja PT Bumi Resources Tbk (BUMI) terangkat oleh prospek batubara yang lebih baik sepanjang Kuartal I-2017. Pada periode itu, BUMI mencetak kenaikan pendapatan 59% year on year (yoy) menjadi US$ 10,3 juta.

Beban usaha yang tinggi sejatinya membuat perseroan mencetak rugi usaha sebesar US$ 4,5 juta dari sebelumnya untung US$ 841.845. Namun, margin laba bersih BUMI tertolong oleh adanya laba entitas asosiasi yang naik 214% menjadi US$ 27,6 juta dan penyusutan beban bunga dan keuangan sebesar 73% menjadi US$ 44,53 juta.

Karena itu, laba bersih BUMI pun melonjak 291,81% menjadi US$ 88,04 juta. Pada periode yang sama tahun lalu, laba bersih BUMI hanya sebesar US$ 22,46 juta. Laba per 1.000 saham perseroan sebesar US$ 2,44 per saham naik dari sebelumnya US$ 0,62 per saham.

“Volume penjualan di Kuartal I 2017 sama seperti periode yang sama tahun lalu karena curah hujan yang tinggi. Namun, hal itu dikompensasi dengan kenaikan harga rata-rata sebesar 35,7% menjadi US$ 54,2 per ton,” ujar Dileep Srivastava, Direktur dan Sekretaris Perusahaan BUMI kepada KONTAN, Sabtu (29/4).

Perseroan masih yakin, hingga akhir tahun ini BUMI masih akan dapat mencapai target volume penjualan sebesar 90 juta ton dengan harga rata-rata yang naik sekitar 30% dibandingkan tahun lalu.

Di sisi lain, BUMI masih mencatatkan defisiensi modal sebesar US$ 2,7 miliar. Hal ini karena liabilitas perseroan masih tinggi, yakni sebesar US$ 5,8 miliar. Sementara itu, total aset BUMI mencapai US$ 3,11 miliar. Di sisi lain, total kas BUMI hanya tercatat sebesar US$ 8,6 juta.

Dalam waktu dekat, BUMI akan menggelar rights issue dengan melepas 28,75 miliar saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Nilainya mencapai US$ 2,01 miliar atau setara dengan Rp 26,62 triliun.

Bersamaan dengan itu, BUMI juga akan menerbitkan Obligasi Wajib Konversi (OWK) sebanyak 9,1 miliar unit dengan jumlah pokok US$ 639 juta atau setara Rp 8,45 triliun. Sehingga, total aksi korporasi Grup Bakrie itu mencapai Rp 35,07 triliun.

Nantinya, setiap 100 saham akan memperoleh 78 HMETD seri A. Setiap satu HMETD Seri A memberikan hak pada pemegangnya untuk membeli satu saham baru seri B dengan harga pelaksanaan Rp 926,16. Lalu, setiap 100 saham akan memperoleh 25 HMETD Seri B yang bisa ditukar dengan OWK di harga yang sama.

BUMI juga sudah menentukan pembeli siaga yang akan menyerap HMETD apabila tidak diserap oleh pemegang saham. Bertindak sebagai pembeli siaga adalah PT Samuel International sebesar US$ 1,9 miliar atau Rp 26,36 triliun. Samuel akan memberikan komitmen penuh dalam rights issue ini di harga yang sama.

Pembeli siaga lainnya adalah PT Danatama Capital Group dengan komitmen penuh sebesar US$ 19,9 juta. Sementara itu, yang bertindak sebagai pembeli siaga sehubungan dengan sisa OWK adalah kreditor konversi OWK dengan jumlah US$ 639 juta.

Pada perdagangan Jumat (28/4), harga saham BUMI turun 1,32% menjadi Rp 448 per saham.

ets-small

Bisnis.com, JAKARTA – Sepanjang kuartal I/2017, kinerja PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) naik pesat dengan membukukan lonjakan laba yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar 291,68% menjadi US$88,05 juta dari US$22,48 juta pada kuartal I/2016.

Dalam laporan keuangan perseroan yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia, Jumat (28/4/2017) menunjukkan pendapatan sepanjang kuartal I/2017 hanya naik 59,19% menjadi US$10,3 juta dari US$6,47 juta pada kuartal I/2017. Sementara, beban usaha juga melonjak 162,88% dari US$5,63 juta pada kuartal I/2016 menjadi US$14,8 juta.

Pada akhirnya, tingginya laju penaikan beban usaha ketimbang penaikan pendapatan mendorong perseroan mencatatkan rugi usaha sebesar US$4,5 juta pada kuartal I/2017, sedangkan pada kuartal I/2016, perseroan masih mencatatkan laba usaha sebesar US$841.845.

Kendati demikian, pada kuartal I/2017, perseroan mencatatkan kenaikan bagian atas laba neto entitas asosiasi dan ventura bersama sebesar 214,71% menjadi US$27,6 juta dari US$8,77 juta pada kuartal I/2016. Selain itu, penghasilan bunga dan pendapatan lain-lain juga meningkat masing-masing 98,57% dan 161,89%.

Beban bunga dan keuangan juga terpangkas 73,49% menjadi US$44,53 juta pada kuartal I/2017 dari US$168,02 pada kuartal I/2016. Selain itu, rugi selisih kurs juga menciut menjadi US$36.465 pada kuartal I/2017 dari US$1,44 juta pada kuartal I/2016. Laba tahun berjalan akhirnya naik sebesar 113,59% dari US$40,38 juta pada kuartal I/2016 menjadi US$88,25 pada kuartal I/2017.

ets-small

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) sukses membalikkan keadaan dengan meraup laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar US$67,69 juta pada 2016, dari rugi sebesar US$1,92 miliar pada 2015.

Dalam laporan keuangan 2016 yang telah diaudit dan dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia pada Selasa (21/3/2017), menunjukkan sepanjang tahun lalu perseroan membukukan pendapatan sebesar US$23,37 juta. Perolehan pendapatan tersebut turun 42,31% dari pencapaian pada 2015 yang mencatatkan sebesar US$40,51 juta.

Sementara itu, beban usaha terpangkas sebesar 42,34% dari US$49,88 juta pada 2015 menjadi US$28,76 juta. Akhirnya, rugi usaha juga ikut tergerus 42,58% menjadi US$5,38 juta pada 2016 dari US$9,37 pada 2015.

Hanya saja, pada pos beban lain-lain untuk penurunan nilai aset serta rugi atas penghapusan piutang telah nihil pada 2016. Padahal, pada 2015, penurunan nilai aset sebesar US$885,55 juta, sedangkan rugi atas penghapusan piutang sebesar US$522,55 juta.

Selain itu, perseroan juga sukses memangkas beban bunga dan keuangan sebesar 43,77% dari US$453,22 juta pada 2015 menjadi US$254,82 juta pada 2016. Perseroan juga mencatatkan bagian ats laba neto entitas asosiasi dan ventura bersama sebesar US$84,25 juta pada 2016, atau meningkat 93,01% dari US$43,65 juta pada 2015 Perseroan juga sukses mencatatkan penghasilan lain-lain sebesar US$213,21.

Kendati demikian, perseroan masih mencatatkan rugi sebelum pajak penghasilan sebesar US$9,38 juta pada 2016 atau terpangkas 99,54% dari US$2,04 miliar pada 2015. Hanya saja, pada 2016, BUMI memperoleh manfaat pajak penghasilan sebesar US$129,64 juta yang akhirnya mampu mencetak laba tahun berjalan sebesar US$120,55 juta

Sementara itu, Sharlita Malik, analis dari Samuel Sekuritas Indonesia mengungkapkan laba bersih BUMI pada 2016 positif tetapi dibawah estimasi yang diperkirakan olehnya. Secara keseluruhan, lanjutnya, BUMI mencatatkan kinerja yang positif didukung efisiensi dalam bahan bakar, biaya operasional yang lebih rendah yaitu turun 28% y-o-y menjadi US$27 per ton, dan manfaat beban pajak yang naik signifikan.

Dia menilai harga jual rata-rata batu bara pada 2016 turun, tetapi volume penjualan tercatat naik. BUMI mencatatkan penurunan harga jual rata-rata batubara sebesar 6% y-o-y menjadi US$42,1 per ton. Namun, volume penjualan batubara gabungan BUMI tercatat naik kurang lebih 10,6% y-o-y menjadi 87,7 juta ton. Menurutnya, secara umum penjualan Arutmin meningkat sebesar 15,3% menjadi 28,6 juta ton dan KPC meningkat sebesar 8,4% y-o-y menjadi 59,1 juta ton.

Adapun, lanjutnya, untuk pendorong kinerja BUMI pada tahun ini, perseroan berencana meningkatkan penjualan sebesar 5% – 7% y-o-y, mengurangi beban utang dan bunga secara signifikan serta mengembalikan kondisi keuangan yang sehat. Sharlita juga mengungkapkan dukungan dari harga batubara yang lebih tinggi 30% y-o-y serta efisiensi yang meningkat menjadi pendorong kinerja untuk BUMI kedepannya. Oleh karena itu, dia menyarankan BUY.

“BUMI berpeluang membukukan kinerja positif untuk fullyear 2017. Dengan asumsi meningkatnya harga jual rata-rata dan volume penjualan yang lebih tinggi. Kami tetap merekomendasi Buy saat ini. Valuasi terhadap BUMI masih mungkin berubah, tergantung dari kestabilan harga batubara dan perbaikan neraca keuangan BUMI,” katanya dalam risetnya, Selasa (21/3/2017).

ets-small

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sepakat untuk melakukan right issue dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Selain itu, perseroan juga memutuskan untuk tidak memberikan dividen.

Melansir keterbukaan yang diterbitkan perseroan di Jakarta, Kamis (9/2/2017), manajemen Bumi mengatakan bahwa sehubungan dengan rugi yang dialami perseroan pada tahun buku yang berakhir 31 Desember 2015, maka perseroan tidak dapat membagikan dividen kepada seluruh pemegang saham perseroan.

Sekadar informasi, PT BUMI Resources Tbk (BUMI) berencana melakukan restrukturisasi utangnya dengan melakukan right issue. Rencana tersebut akan mengurangi utang BUMI dari USD4,2 miliar atau setara dengan RP55,9 triliun menjadi USD1,6 miliar atau setara dengan Rp21,3 triliun (mengacu kepada kurs Rp13.320).

Selain itu, perseroan RUPS juga menyetujui pemberian wewenang dan kuasa kepada direksi perseroan dengan persetujuan dewan komisaris perseroan, untuk mengeluarkan saham-saham baru perseroan dalam rangka pelaksanaan PUT V dan obligasi wajib konversi.

RUPIS juga menyetujui pemberian wewenang dan kuasa kepada direksi perseroan untuk melakukan segala tindakan yang diperlukan sehubungan dengan pelaksanaan PUT V dan obligasi wajib konversi.

http://economy.okezone.com/read/2017/02/09/278/1613455/masih-rugi-bumi-resources-tidak-sebar-dividen
Sumber : OKEZONE.COM

 ets-small

JAKARTA kontan. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) semakin terseok. Emiten Grup Bakrie ini mencatatkan kerugian bersih senilai US$ 630,27 juta dalam sembilan bulan pertama tahun ini.

Pada periode yang sama tahun lalu, BUMI masih mencetak laba bersih US$ 12,52 juta.

Pendapatan BUMI juga menyusut dari US$ 49,4 juta pada kuartal III-2014 menjadi US$ 33,49 juta di kuartal III-2015. Beban bunga dan keuangan BUMI mencapai US$ 405,4 juta.

Mengacu laporan keuangan yang dirilis Jumat (30/10), BUMI juga masih menanggung ekuitas negatif alias defisiensi modal sebesar US$ 1,3 miliar. Beban ini jauh lebih berat daripada total defisiensi modal BUMI per akhir tahun lalu sebesar US$ 733 juta.

Total kewajiban BUMI yang tercatat di kuartal III-2015 mencapai US$ 5,7 miliar. BUMI masih harus membayar pinjaman jangka pendek senilai US$ 220,7 juta.

Bahkan BUMI memiliki pinjaman jangka panjang yang harus dibayar dalam jangka waktu setahun ke depan sebesar US$ 3,6 miliar.

Belum lagi ada obligasi konversi yang harus dilunasi dalam jangka pendek senilai US$ 375 juta.

Jakarta infobank–PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengaku tidak akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) atau pemotongan gaji kepada para karyawannya di tengah anjloknya harga batu bara dunia.

“Kalau dari sisi apakah kita ada rencana PHK, sampai detik ini kami masih komitmen tidak akan merumahkan atau PHK karyawan,” kata Direktur Legal BUMI Yanti Sinaga di Jakarta, Jumat, 2 Oktober 2015.

Yanti sendiri merasa masih optimis dengan kondisi kedepan dan bisa survive meski kinerja perseroan tengah mengalami penurunan.

Oleh sebab itu BUMI berkomitmen untuk mempertahankan karyawannya dengan membuat struktur perencanaan dari managemen.

“Jika dibandingkan perusahan lain yang sejenis, kami yakin masih bisa survive. Semoga ke depannya masih bisa mempertahankan. Kita berusaha semua karyawan diberikan pengertian,” tuturnya.

Seperti diketahui, sebelumnya Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) mengungkapkan bahwa saat ini industri tambang banyak yang merumahkan karyawannya lantaran harga komoditas kurang bersahabat.

Hal tersebut menjadi solusi untuk menekan beban perusahaan yang besar, namun pendapatannya berkurang. (*)

 

JAKARTA. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) memprediksi masih belum akan ekspansi di tahun depan.

BUMI bakal fokus ke penyelesaian utangnya yang mencapai US$ 3,98 miliar.

Tahun depan, BUMI hanya akan menganggarkan belanja modal US$ 50 juta hingga US$ 100 juta, sama dengan tahun ini.

Dana belanja modal itu akan diperoleh dari kas internal BUMI.

“Belanja modal masih akan digunakan untuk maintanance dan operasional. Belum ada ekspansi,” ujar Direktur Keuangan BUMI, Andrew Beckham di Jakarta, Jumat (2/10).

BUMI harus berhemat lantaran perlu menyediakan arus kas yang lancar. Andrew berharap harga batubara bisa pulih di tahun depan.

Tahun depan, BUMI berencana mengurangi utangnya dari US$ 3,98 miliar menjadi US$ 1,2 miliar.

Mayoritas utang tersebut akan dibayar dengan new senior secured facility, konversi ke saham dan obligasi wajib konversi.

“Kalau berjalan lancar, kami akan mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Desember,” imbuh Andrew.

Sehingga, perseroan berharap proses restrukturisasi bisa selesai pada Januari mendatang.

BUMI juga masih belum bisa memastikan kepastian penjualan saham anak usahanya PT Bumi Resources Minerals Tbk (BUMI) kepada China Investment Corporation (CIC).

“Kami masih harus menunggu proposal ini disetujui,” ujarnya.

Perseroan juga berencana mengkonversi sebagian utang senior notes yang senilai total US$ 1,61 miliar dari kreditur bilateral.

Restrukturisasi utang BUMI harus segera dilakukan untuk menghindari gagal bayar alias default.

Apalagi, kondisi komoditas batubara terus melorot. Tahun lalu BUMI sudah mengurangi utang sebesar US$ 950 juta.

Sebagai informasi, pada laporan keuangan Semester I-2015, BUMI mencetak rugi bersih mencapai US$ 566,24 juta.

Pada periode yang sama tahun lalu, BUMI masih bisa membukukan laba bersih sebesar US$ 130 juta karena ada laba dari penjualan aset.

Editor: Adi Wikanto.

 

JAKARTA kontan. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) berencana merestrukturisasi sebagian besar utangnya. Perusahaan milik Grup Bakrie ini memiliki total utang senilai US$ 3,9 miliar. Perseroan mengajukan revisi proposal untuk merestrukturisasi utangnya tersebut.

Dileep Srivastava, Direktur dan Sekretaris Perusahaan BUMI mengatakan, BUMI sudah melakukan rapat dengan para kreditur di Singapura pada Senin (28/9) ini. Dalam pertemuan itu, BUMI meminta persetujuan untuk restrukturisasi utangnya yang akan disetujui pada 22 Oktober mendatang.

Dalam proporsal itu, berkaca dari arus kas BUMI, perseroan akan tetap mempertahankan utang senilai US$ 1,2 miliar atau setara dengan 42,3% dari total utang pokok BUMI. Opsi restrukturisasi itu antara lain dengan mengkonversi utang dari China Investment Corporation (CIC) menjadi saham BUMI.

BUMI memiliki utang dari lima kreditur utama. Pertama, adalah utang dari Axis Bank senilai US$ 141 juta. Sebagian besar utang Axis bakal dibayarkan dengan menjual aset BUMI di Fajar Bumi Sakti (FBS). Lalu sisanya juga akan dibayarkan.

Nah, utang dari CIC dan CDB mencapai US$ 1,76 miliar. Sebesar US$ 407 juta akan dibayarkan dengan menukar utang dengan saham BUMI. Lalu, BUMI memiliki utang obligasi dari anak usahanya di Singapura, nilainya mencapai US$ 1,6 miliar. Utang ini juga akan dikonversi menjadi saham.

Lalu, convertible bond BUMI senilai US$ 410 juta, sebelumnya sudah mendapat perpanjangan penangguhan utang selama lima bulan oleh Pengadilan Singapura.

Dileep bilang, restrukturisasi utang BUMI harus segera dilakukan untuk menghindari gagal bayar alias default. Apalagi, kondisi komoditas batubara terus melorot. Sebelumnya, Dileep mengklaim, tahun lalu BUMI sudah mengurangi utang sebesar US$ 950 juta. Harapannya, jika restrukturisasi ini tuntas, utang BUMI bisa berkurang setengahnya.

Sebagai informasi, pada laporan keuangan Semester I-2015, BUMI mencetak rugi bersih mencapai US$ 566,24 juta. Pada periode yang sama tahun lalu, BUMI masih bisa membukukan laba bersih sebesar US$ 130 juta karena ada laba dari penjualan aset.

Kerugian BUMI di medio pertama tahun ini bermula dari anjloknya pendapatan sebesar 41,26% year on year (yoy) menjadi US$ 21,49 juta. Beban pokok pendapatan BUMI memang menurun. Tetapi, BUMI masih membukukan beban bunga dan keuangan akibat utang sebesar US$ 279,8 juta. Belum lagi, ada pos penurunan nilai aset sebesar US$ 212,32 juta yang membuat bottom line BUMI mengkerut.

Editor: Yudho Winarto.

 

JAKARTA. Laporan keuangan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) masih berdarah-darah.

Kerugian produsen batubara milik Grup Bakrie ini makin besar saja. Pada laporan keuangan Semester I-2015, BUMI mencetak rugi bersih mencapai US$ 566,24 juta.

Pada periode yang sama tahun lalu, BUMI masih bisa membukukan laba bersih sebesar US$ 130 juta karena ada laba dari penjualan aset.

Kerugian BUMI di medio pertama tahun ini bermula dari anjloknya pendapatan sebesar 41,26% year on year (yoy) menjadi US$ 21,49 juta.

Beban pokok pendapatan BUMI memang menurun. Tetapi, BUMI masih membukukan beban bunga dan keuangan akibat utang sebesar US$ 279,8 juta.

Belum lagi, ada pos penurunan nilai aset sebesar US$ 212,32 juta yang membuat bottom line BUMI mengkerut. Lalu, ada beban lain-lain senilai US$ 166,8 juta.

Beban ini berasal dari utang dollar pihak berelasi. Utang tersebut merupakan utang tanpa bunga dan tidak memiliki jangka waktu pembayaran tetap.

Nilainya sebesar US$ 521 juta atau 9,16% dari total liabilitas BUMI.

Sampai laporan keuangan ini diterbitkan, BUMI memang belum berhasil merestrukturisasi utang-utangnya.

Tahun lalu, BUMI sempat menjual beberapa asetnya demi mencicil pembayaran utang. Namun, sampai sekarang total liabilitas BUMI belum juga berkurang.

Per Juni 2015, ada liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam jangka waktu satu tahun senilai US$ 3,5 miliar.

Jika ditotal, liabilitas BUMI malah naik menjadi US$ 5,6 miliar, dari akhir tahun lalu sebesar US$ 5,3 miliar.

Sementara total aset BUMI sebesar US$ 4,3 miliar. Kinerja ini, membuat BUMI membukukan ekuitas negatif atau defisiensi modal sebesar US$ 1,3 miliar.

Defisiensi modal itu membengkak dari sebelumnya US$ 733 juta.

Sebelumnya, BUMI berharap bisa mengurangi utang senilai US$ 2 miliar di tahun ini. Namun, niat itu belum juga direalisasikan.

BUMI masih melakukan negosiasi dengan bond holder atas utang obligasi BUMI yang diterbitkan tiga anak usahanya di Singapura.

Khusus untuk restrukturisasi obligasi, BUMI memperoleh perpanjangan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) alias moratorium dari pengadilan Singapura. Perpanjangan PKPU ini akan berakhir 24 Oktober mendatang.

Sebelumnya, Dileep Srivastava, Direktur dan Sekretaris Perusahaan BUMI mengatakan, salah satu opsi restrukturisasi yang tengah dikaji BUMI adalah dengan mencari investor strategis untuk membantu BUMI menyelesaikan utang.

BUMI juga membuka peluang untuk kembali melakukan penukaran saham dengan utang dengan kreditur. Sementara penjualan aset masih belum menjadi opsi utama BUMI untuk menuntaskan utangnya.

Saham BUMI masih tak berkutik dari level Rp 50 per saham.

Editor: Adi Wikanto.

JAKARTA. PT Trada Maritime Tbk (TRAM) menjadi emiten dengan penurunan harga saham terdalam secara year-to-date (ytd) hingga Juni 2015. Saham perusahaan perkapalan ini anjlok 76,3% ke posisi harga saham terendah, yakni Rp 50 per saham.

Berikut 10 saham top loser hingga Juni 2015:
1. TRAM
2. PT Buana Listya Tama Tbk (BULL): turun 76,25% ke Rp 95 per saham
3. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS); turun 71,11% ke Rp 91 per saham
4. PT Capitalinc Investment Tbk (MTFN): turun 66,83% ke Rp 69 per saham
5. PT Toba Pulp Lestari Tbk (INRU): turun 63,91% ke Rp 415 per saham
6. PT Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD); turun 62,61% ke Rp 265 per saham
7. PT Wintermar Offshore Marine Tbk WINS): turun 60,24% ke Rp 328 per saham
8. PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID): turun 58,55% ke Rp 80 per saham
9. PT Sekawan Intipratama Tbk (SIAP): turun 58,49% ke Rp 193 per saham
10. PT Exploitasi Energi Indonesia Tbk (CNKO): turun 54,84% ke Rp 70 per saham.

Editor: Hendra Gunawan

 

TEMPO.CO , Jakarta – Harga batu bara yang kian anjlok menyebabkan sebagian besar perusahaan tambang menghentikan produksi dan terancam gulung tikar. Deputi Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia, Hendra Sinadia, mengatakan hingga bulan ini sudah 80 persen perusahaan tambang batu bara yang menyetop produksi dan tutup sementara. “Margin sudah negatif. Buat apa lagi beroperasi?” kata Hendra kepada Tempo, Selasa, 4 Agustus 2015.

Menurut Hendra, dari 3.000 perusahaan pemegang izin usaha pertambangan, saat ini hanya 500 yang masih beroperasi. Sebagian besar yang tutup adalah perusahaan kecil di daerah pertambangan, seperti Kalimantan.

Meski begitu, dia menjamin produksi batu bara untuk memenuhi kebutuhan nasional masih terjaga karena beberapa perusahaan mempunyai cadangan besar dan teknologi tinggi. “Mereka masih bisa beroperasi secara efisien,” ujarnya.

Pada Juni lalu, harga batu bara dunia rata-rata berada di angka US$ 59,19 per ton, sedangkan harga batu bara acuan (HBA) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral US$ 59,59 per ton. Harga itu anjlok bila dibandingkan dengan Juni 2014, saat batu bara dihargai rata-rata US$ 72,45 per ton. Pada Juli lalu, HBA kembali turun menjadi US$ 59,19 per ton.

Akibatnya, kata Hendra, banyak perusahaan batu bara merugi karena biaya produksi batu bara berada di atas harga jual. Hendra mengatakan gencarnya proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga uap tidak berhasil menopang harga karena tidak ada peningkatan dari penambang ke operator.

ROBBY IRFANI

 

JAKARTA, KOMPAS.com – Konglomerasi asal India, Tata Power, memutuskan untuk mengurangi kepemilikan saham di Kaltim Prima Coal (KPC), anak usaha Bumi Resources (BUMI).

Berdasarkan keterbukaan informasi ke Bursa Saham Bombay (BSE), Jumat (4/7/2014), Tata Power menyatakan telah meneken kesepakatan (option agreements) untuk menjual 5 persen saham KPC ke salah satu entitas Grup Bakrie.

Nilai transaksi jual-beli itu ditaksir 250 juta dollar AS. Anil Sardana, Managing Director Tata Power mengatakan, opsi divestasi 5 persen saham KPC ini bagian dari strategi mencari dana tambahan untuk mengurangi utang. “Jika opsi divestasi ini terwujud, pasokan batubara ke pembangkit listrik kami tak akan terpengaruh karena kami masih punya 25 persen saham KPC,” tulis Anil dalam keterangan resmi, Jumat.

Sejak Maret 2007, Tata Power memiliki 30 persen  saham di KPC dan anak usaha BUMI lainnya, PT Arutmin Indonesia (Arutmin). Nilai akuisisi dua anak usaha BUMI itu mencapai 1,1 miliar dollar AS.

Pada Februari lalu, Tata Power menjual 30 persen saham Arutmin senilai 500 juta  dollar AS ke salah satu entitas Grup Bakrie. Transaksi ini semula hendak diselesaikan Mei lalu. Tapi hingga kini, Tata Power dan Grup Bakrie belum memfinalisasi transaksi itu. Tata Power menargetkan penjualan saham Arutmin rampung bersama divestasi saham Mitratama Perkasa (PTMP) tahun ini.

PTMP adalah unit usaha PT Sumber Energi Andalan Tbk (ITMA), anak usaha Tata Power. Pada Februari, Tata Power meneken perjanjian jual beli bersyarat untuk menjual 3.600 saham PTMP senilai 120 juta dollar AS. Tata Power menunjuk unit Grup Bakrie, Long Haul Holdings Ltd (LHH), sebagai broker divestasi saham PTMP. LHH akan menunjuk pembeli saham PTMP.

Kiswoyo Adi Joe, analis Investa Saran Mandiri menilai, langkah Tata Power menjual 5 persen  saham KPC ke Grup Bakrie tak berefek langsung ke BUMI. Yang pasti, Grup Bakrie ingin mempertahankan porsi mayoritas di KPC.

Awalnya, Grup Bakrie melalui BUMI, menguasai 65 persen saham KPC. Tapi Kamis (3/7/2014) lalu, BUMI mengalihkan 19 persen  saham KPC ke China Investment Corporation (CIC) lewat skema utang dikonversi ke saham (debt-for-equity swap). Ini adalah bagian dari pembayaran utang BUMI senilai 1,99 miliar dollar AS ke CIC. Selepas pengalihan, kepemilikan BUMI di KPC semestinya turun menjadi 46 persen.

Namun BUMI tetap menjadi pengendali dengan porsi 51 persen . Tambahan 5 persen  saham di KPC berasal dari perjanjian piutang dengan Recapital Asset Management. BUMI punya piutang lain dari reklasifikasi aset keuangan tersedia untuk dijual dari Recapital ke PT Kutai Timur Sejahtera (KTS). BUMI punya hak mengonversi piutang itu menjadi 100 persen kepemilikan saham KTS dengan penerbitan medium term notes. KTS memiliki 5 persen  saham KPC.

Di sisi lain, Standard & Poor Ratings Services, Jumat lalu, menurunkan peringkat kredit korporasi jangka panjang dan peringkat skala regional ASEAN milik BUMI, masing-masing menjadi selective default (SD) dari sebelumnya CC dan axCC.

Peringkat itu menyusut setelah BUMI mengalihkan 19 persen  saham KPC ke CIC. “Kami menilai transaksi ini sebagai pertukaran yang penuh tekanan,” tutur Vishal Kulkarni, analis kredit Standard & Poor’s, kutip Bloomberg. (Sandy Baskoro, Veri Nurhansyah Tragistina)

 


JAKARTA. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) tetap berupaya untuk merestrukturisasi obligasi senilai US$ 375 juta yang diterbitkan anak usaha, Enercoal Resources Pte. Ltd. (Enercoal).

Restrukturisasi itu sempat terhambat lantaran BUMI gagal memenuhi persyaratan kuorum dalam Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) yang digelar Jumat (20/6) lalu.

Dileep Srivastava, Direktur dan Sekretaris Perusahaan BUMI mengatakan, pihaknya terus melanjutkan pembicaraan dengan pemegang obligasi terutama terkait restrukturisasi obligasi Enercoal.

“Perseroan kembali berencana menggelar RUPO Enercoal pada pertengahan Juli 2014 untuk memperoleh persetujuan terkait refinancing obligasi dari pemegang obligasi Enercoal,” tulis Dileep dalam keterangan resmi, Jumat (4/7).

BUMI memang tengah berpacu dengan waktu untuk segera meraih restu pemegang obligasi. Pasalnya, masa jatuh tempo obligasi senilai US$ 350 juta itu kian dekat, yakni pada 5 Agustus 2014 mendatang.

Dalam proposal pengajuan restrukturisasi yang dirilis pada 6 Juni 2014 lalu, BUMI mengajukan permohonan untuk mengubah harga konversi dan kupon obligasi yang senilai US$ 375 juta.

Deutsche Bank AG  bertindak sebagai Agen Solisitasi tunggal, sementara The Bank of New York Mellon bereran sebagai Tabulation Agent untuk mengadakan persetujuan tersebut.

Satu poin lain yang menarik adalah BUMI pun meminta konversi wajib berdasarkan opsi yang dimiliki penerbit obligasi senilai maksimum US$ 125 juta. Poin ini menarik dicermati terutama jika mengacu pada klausul awal obligasi konversi tersebut.

Awalnya, obligasi tersebut dapat dikonversi menjadi saham biasa BUMI dengan nilai Rp. 3.366,9 per saham. Konversi obligasi bisa dilakukan setiap saat dalam periode 41 hari setelah tanggal penerbitan obligasi sampai dengan 10 hari sebelum tanggal jatuh tempo.

Klausul ini tentu susah untuk diwujudkan lantaran harga saham BUMI sudah jauh di bawah itu.  Pada penutupan perdagangan Jumat (6/6), harga BUMI ditutup turun 2,02% menhadi Rp 194 per saham.

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2014,  Enercoal menerbitkan obligasi konversi senilai US$ 375 juta pada 5 Agustus 2009. Obligasi itu akan jatuh tempo pada 5 Agustus 2014 berkupon 9,25% per tahun.

Melihat kondisi keuangan yang morat-marit, BUMI tentu sulit untuk melunasi obligasi tersebut sesuai tanggal jatuh tempo. Bayangkan, BUMI hanya memiliki kas dan setara kas senilai US$ 27,68 juta per 31 Maret 2014.

Minimnya kas internal ini juga yang menjadi penyebab BUMI gagal membayar kupon obligasi valas yang telah jatuh tempo pada 12 Mei 2014. Nilai obligasi  yang diterbitkan anak usaha BUMI, Bumi Capital Pte Ltd, itu sebesar US$ 300 juta.

Namun, menurut manajemen BUMI, perseroan memiliki waktu tenggang hingga 11 Juni 2014. Jika pada tanggal itu BUMI tidak juga memenuhi kewajibannya, maka pemegang obligasi berhak meminta percepatan pembayaran.

Bank of New York selaku administrator sistem akan meminta pemegang obligasi untuk memutuskan secara voting terkait wanprestasi (default). Jika mayoritas suara menyetujui, maka BUMI wajib membayar obligasi berbunga 12% per tahun itu. Adapun, obligasi ini memiliki waktu jatuh tempo 10 November 2016.

Pada Jumat (4/7), harga BUMI ditutup turun 2,73% ke level Rp 178 per saham.

Editor: Barratut Taqiyyah

NERACA

Jakarta – Berbagai macam cara dilakukan manajemen PT Bumi Resources Tbk (BUMI) untuk melunasi utang, kali ini perseroan melepas sebanyak 19% saham perseroan di Kaltim Prima Coal (KPC) senilai US$ 950 juta atau sekitar Rp11,31 triliun ke China Investment Corporation (CIC). Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (3/7).

Direktur Utama PT Bumi Resources Tbk, Ari Hudaya mengatakan, pengalihan saham ini merupakan langkah awal perseroan memperbaiki struktur keuangan dan komitmen perusahaan mengurangi utang,”Kami menyambut CIC sebagai mitra (equity partner) utama kami dan ke depan bersama-sama mengembangkan aset kami dengan kekuatan yang terus meningkat,”ujarnya.

Menurutnya, secara fundamental BUMI memiliki kekuatan, di mana perseroan mampu meningkatkan kapasitas tahunan batu bara lebih dari 90 juta ton sekaligus melakukan efisiensi operasi dan biaya secara signifikan,”Kami percaya struktur permodalan yang baru disertai pemulihan harga batu bara akan mampu membuat kami memperoleh kembali kekuatan, sehingga menghasilkan keuntungan seperti semula,” tandasnya.

Asal tahu saja, kesepakatan perseroan melepas 19% saham Kaltim Prima Coal kepada perusahaan tambang asal Tingkok tersebut merupakan bagian perjanjian penyelesaian utang pada 9 Oktober tahun lalu. Dengan demikian, utang BUMI kepada CIC berhasil dipangkas sebesar US$ 1,039 miliar atau sekitar Rp12,36 triliun.

 

http://www.neraca.co.id/article/43134/BUMI-Lepas-19-Saham-KPC-Ke-Tiongkok
Sumber : NERACA.CO.ID

Hasil Rapat Umum Para Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa

PT. Bumi Resources Tbk (BUMI)

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan:

Agenda Pertama

1. Menyetujui dan Menerima dengan baik laporan keuangan tahunan perseroan sebagaimana pokok-pokoknya telah disampaikan oleh Direksi Perseroan dan telah ditelaah oleh dewan komisaris perseroan mengenaikeadaan dan jalannya perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 desember 2013.

2.a.Menyetujui dan mengesahkan laporan keuangan perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 desember 2013 yang telah diaudit oleh kantor akuntan publik Tjiendradjaja & Handoko Tomo dengan pendapat wajar tanpa pengecualian sebagaimana tertera dari laporannya no.2014/T2/03.28.04 tanggal 28 Maret 2014.

b.Memberikan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya kepada direksi dan dewan komisaris atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang mereka lakukan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 desember 2013 (Acquit et de charge) sepanjang tindakan-tindakan mereka tersebut tercermin dalam laporan tahunan dan laporan keuangan perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 desember 2013 dan tidak bertentengan dengan peraturan perundang-undangan.

Agenda Kedua:

1.Menetapkan bahwa sehubungan dengan rugi yang dialami perseroan maka untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 desember 2013 ini perseroan tidak dapat membagikan dividen kepada seluruh pemegang saham perseroan.

2.memberikan kuasa dan wewenang kepada direksi perseroan untuk melakukan segala tindakan yang di perlukan sehubungan dengan keputusan tersebut.

Agenda Ketiga:

Menyetujui dan memberikan kuasa serta wewenang kepada dewan komisaris perseroan untuk melakukan penunjukkan akuntan publik untuk mengaudit laporan keuangan perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 desember 2014 dan/atau untuk periode tertentu sepanjang tahun 2014, serta memberikan kuasa dan wewenang kepada direksi perseroan untuk menetapkan jumlah honorarium akuntan publik serta persyaratan lanin penunjukkannya.

Agenda Keempat:

1.Mengangkat dan menetapkan kembali susunan anggota dewan komisaris dan direksi perseroan sebagaimana diuraikan di bawag ini, dengan masa jabatan terhitung sejak ditutupnya rapat ini, adalah sebagai berikut:

Dewan Komisaris

Kusuma A.Martoredjo : Presiden Komisaris dan Komisaris Independen
Suryo B. Sulisto : Komisaris Independen
Iman Taufik : Komisaris Independen
Fuad Hasan Masyhur : Komisaris Independen
Nalinkant A.Rathod : Komisaris
Anton Setianto Soedarsono : Komisaris
Sulaiman Zuhdi Pane : Komisaris

Direksi

Saptari Hoedaja : Presiden Direktur
Andrew C.Beckham : Direktur
Dileep Srivastava : Direktur Independen
Kenneth P.Farrell : Direktur
Eddie J.Subari : Direktur
R.A.Sri Dharmayanti : Direktur

2.Memberikan wewenang dan kuasa penuh dengan hak substitusi kepada direksi perseroan baik sendiri-sendiri maupun bersama-sama untuk melakukan segala tindakan yang diperlukan berkaitan dengan keputusan-keputusan sebagaimana diambil dan/atau diputuskan dalam rapat ini, termasuk tetapi tidak terbatas untuk menyatakan pengangkatan anggota dewan komisaris dan direksi perseroan ini dalam akta notaris dan mendaftarkan susunan dewan komisaris dan direksi perseroan sebagaimana disebutkan di atas dalam daftar perseroan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.

3.Menyetujui pemberian kewenangan kepada dewan komisaris perseroan untuk menentukan gaji, uang jasa dan tunjangan lainnya (bila ada) serta pembagian tugas dan wewenang setiap anggota direksi.

4.Menyetujui pemberian kewenangan kepada direksi bersama-sama dewan komisaris untuk menentukan uang jasa dan tunjangan lainnya (Bila ada) serta pembagian tugas dan wewenang setiap anggota direksi.

RapatUmum Pemegang Saham Luar Biasa:

1. Menyetujui rencana perseroan untuk melakukan penawaran umum terbatas IV kepada para pemegang saham dalam rangka penerbitan hak memesan efek terlebih dahulu sesuai dengan peraturan bapepam no.IX.D.1 (“PUT IV”) dengan jumlah sebanyak-banyaknya 32.198.770.000 saham biasa atas nama seri B dengan nilai nominal Rp.100,- setiap saham yang di tawarkan dengan harga Rp.250,- per saham sehingga seluruhnya bernilai sebanyak-banyaknya Rp.8.049.692.500.000,- termasuk perubahan struktur permodalan sehubungan dengan PUT IV.

2.Menyetujui pemberian wewenang dan kuasa kepada direksi perseroan dengan persetujuan dewan komisaris perseroan untuk mengeluarkan saham-saham baru perseroan dalam rangka pelaksanaan PUT IV.

3.Menyetujui pemberian wewenang dan kuasa kepada direksi perseroan untuk melakukan segala tindakan yang diperlukan sehubungan dengan pelaksanaan PUT IV tersebut sesuai ketentuan hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, tanpa ada yang dikecualikan.
Sumber : IPS RESEARCH

DETIK Jakarta -Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang digelar pukul 20.00 WIB malam ini membuahkan hasil persetujuan rencana penerbitan saham baru atau rights issue untuk membayar utang. RUPSLB ini sempat ramai.

Salah satu pemegang saham bernama M. Saladdin menyebutkan, suasana RUPSLB yang dilakukan tertutup selama 45 menit ini berlangsung cukup tegang. Lantaran sebagian pemegang saham mempertanyakan alasan BUMI menerbitkan saham baru seri B untuk menutup utang.

Keberatan pemegang saham tersebut dilakukan dengan aksi walk out (WO) alias ‘angkat kaki’ dari ruang rapat.

“Tadi sempat ramai. Ada yang tanya terbitikan saham baru masa untuk bayar utang saja? Mereka ngotot dan bikin ramai. Akhirnya ada yang WO (walk out/meninggalkan ruang rapat),” tutur Saladin usai menghadiri RUPSLB yang digelar di Hotel Gran Melia, Jakarta, Senin (30/6/2014).

Saladin mengaku pasrah menerima keputusan tersebut, karena memang tidak ada jalan lain bagi BUMI untuk melunasi utang-utangnya.

“Memang buat bayar utang, ya bagaimana lagi. Apalagi memang harga batu bara lagi rendah cuma US$ 70 dari awalnya US$ 85 per ton,” tuturnya.

Sebelumnya disebutkan, dana hasil rights issue ini akan digunakan untuk membayar utang. Perusahaan akan fokus kepada pemangkasan utang tahun ini, terutama pembayaran utang pokok kepada China Investment Corp (CIC) yang nilainya mencapai US $1,3 miliar.
Utang tersebut diperoleh melalui Country Forest Limited (CFL) pada 18 September 2009. Pinjaman yang tersisa sebesar US$ 1,3 miliar, dari jumlah itu, US$ 600 juta di antaranya akan jatuh tempo 18 September tahun ini. Sedangkan US$ 700 juta sisanya harus dilunasi sebelum 18 September 2015.

Utang lainnya yang akan dilunasi perseroan adalah ke Castleford Investment Holdings Ltd sebesar US$ 150 juta. Pinjaman ini diperoleh pada 14 November 2013.

Utang ketiga yang akan dibayar sebesar US$ 225 juta untuk membayar sebagian guaranteed convertible bond due 2014 serta beberapa fasilitas utang BUMI kepada para kreditur lain. Surat utang tadi diterbitkan pada 5 Agustus 2009.

Rabu lalu BUMI hampir saja gagal bayar bunga obligasi senilai US$ 18 juta yang masuk tenggat waktu terakhirnya. Namun manajemen berhasil menyelesaikan pembayaran utang tepat di batas terakhir hari pembayaran.

Direktur BUMI Sri Dharmayanti pada kesempatan itu mengatakan, eksekusi hasil keputusan ini rencananya akan dilaksanakan selambat-lambatnya September 2014.

“Harga yang disetujui RUPSLB ini Rp 250 dikalikan dengan 32,2 miliar lembar, jadi sekitar Rp 8,05 triliun,” papar dia.

Dana yang diperoleh dari hasil penerbitan saham baru ini sedianya akan dipergunakan untuk membayar utang perusahaan. Sayang dirinya tak merinci berapa besar utang yang akan dilunasi.

“Saya tidak hafal detilnya, tapi teknisnya masih sama dengan prospektus. Tidak ada perubahan,” kata dia.
Jakarta -Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang merupakan perusahaan tambang grup Bakrie, resmi digelar pukul 20.00 WIB. RUPSLB ini menyetujui rencana penerbitan saham baru atau rights issue.

Direktur BUMI Sri Dharmayanti mengatakan, sebagian besar pemegang saham yang hadir dalam RUPSLB yang digelar di Hotel Gran Melia ini menyetujui rencana tersebut. “Lebih dari 99% setuju usulan kita untuk menerbitkan saham baru,” ujarnya usai menggelar rapat tersebut, Senin (30/6/2014).

Dalam kesempatan yang sama, Komisaris BUMI Anton Setianto Soedarsono menjelaskan, dengan persetujuan ini, maka perusahaan dapat menjalankan rencana perusahaan untuk menerbitkan saham baru yang ditargetkan dapat menggalang dana segar dari publik hingga sebesar Rp 8,05 triliun.

Dana hasil rights issue ini akan digunakan untuk membayar utang. Perusahaan akan fokus kepada pemangkasan utang tahun ini, terutama pembayaran utang pokok kepada China Investment Corp (CIC) yang nilainya mencapai US $1,3 miliar.

Utang tersebut diperoleh melalui Country Forest Limited (CFL) pada 18 September 2009. Pinjaman yang tersisa sebesar US$ 1,3 miliar, dari jumlah itu, US$ 600 juta di antaranya akan jatuh tempo 18 September tahun ini. Sedangkan US$ 700 juta sisanya harus dilunasi sebelum 18 September 2015.

Utang lainnya yang akan dilunasi perseroan adalah ke Castleford Investment Holdings Ltd sebesar US$ 150 juta. Pinjaman ini diperoleh pada 14 November 2013.

Utang ketiga yang akan dibayar sebesar US$ 225 juta untuk membayar sebagian guaranteed convertible bond due 2014 serta beberapa fasilitas utang BUMI kepada para kreditur lain. Surat utang tadi diterbitkan pada 5 Agustus 2009.

Rabu lalu BUMI hampir saja gagal bayar bunga obligasi senilai US$ 18 juta yang masuk tenggat waktu terakhirnya. Namun manajemen berhasil menyelesaikan pembayaran utang tepat di batas terakhir hari pembayaran.

Terkait rights issue, Sri mengatakan, eksekusi hasil keputusan ini rencananya akan dilaksanakan selambat-lambatnya September 2014.

“Harga yang disetujui RUPSLB ini

Rp 250 dikalikan dengan 32,2 miliar lembar, jadi sekitar Rp 8,05 triliun

,” papar dia.

Dana yang diperoleh dari hasil penerbitan saham baru ini sedianya akan dipergunakan untuk membayar utang perusahaan. Sayang dirinya tak merinci berapa besar utang yang akan dilunasi.

“Saya tidak hafal detilnya, tapi teknisnya masih sama dengan prospektus. Tidak ada perubahan,” kata dia.

 

Bp6LzoUCEAAytSN.jpg large

Blog di WordPress.com.