Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Juli 2, 2010

ayo beli apartemen elty … 020710

Filed under: ELTY, jalan tol n properti — bumi2009fans @ 10:14 pm

Bakrie Serah Terima Apartemen Sentra Timur
“Sebagai tahap awal akan diserahkan sebanyak 157 unit sampai Juli 2010.”
KAMIS, 1 JULI 2010, 17:16 WIB
Antique

VIVAnews – PT Bakrieland Development Tbk mulai melaksanakan serah terima kepada pembeli unit Apartemen Sentra Timur di Pulogebang Jakarta Timur.

“Sebagai tahap awal akan diserahkan sebanyak 157 unit sampai Juli 2010,” kata Direktur Utama anak perusahaan Bakrieland untuk Sentra Timur Residence, Dicky Setiawan melalui keterbukaan informasi perseroan kepada VIVAnews di Jakarta, Kamis 1 Juli 2010.

Menurut Dicky, unit yang diserahterimakan merupakan bagian dari pembangunan tahap IA sebanyak 1.036 unit yang akan diselesaikan pada tahun ini juga. Sedangkan untuk tahap IB akan diluncurkan kepada publik awal 2011. “Untuk tahap II akan diluncurkan setelah tahun 2012,” ujarnya.

Ia menambahkan, seluruh fasilitas pendukung Sentra Timur seperti lift, akses jalan, parkir, lampu penerangan, air minum sudah diselesaikan, sehingga penghuni tinggal menempati.

Saat ini, perseroan tinggal mengundang perusahaan ritel untuk memenuhi kebutuhan penghuni. “Sudah memasuki tahap negosiasi sebelum persiapan lokasi (fitting out), kemudian baru bisa beroperasi,” kata Dicky.

Dicky mengakui, sebagian besar pembeli Sentra Baru Timur adalah masyarakat yang tinggal di sekitar Jakarta Timur sampai Bekasi, yaitu dari kalangan swasta dan pemeintah.

Sentra Baru Timur menurutnya, merupakan bagian dari pengembangan super blok Sentra Baru Timur seluas 40 hektare, hasil kerjasama Bakrieland Development, Perum Perumnas, dan PT Jakarta Propertindo.

Dicky menuturkan, di dalam kawasan tersebut, selain akan dibangun hunian bertingkat, juga hotel, pusat belanja, dan perkantoran.

Lebih jauh, General Manager Divre III Perum Perumnas Aucke Aulia mengatakan pembeli unit tahap I sangat beruntung karena masih menggunakan tarif lama, sedangkan setelah Juli ini harga apartemen mengalami kenaikan karena kebijakan pemerintah.

Menurutnya, pemerintah kini tidak lagi mematok harga apartemen bagi masyarakat menengah bawah tapi diserahkan kepada pasar dan sebagai kompensasi sudah disiapkan dana cicilan murah (terjangkau).

Sementara itu, Dicky mengakui, harga unit tahap IA yang akan diserahterimakan masih sekitar Rp144 juta. Untuk unit selanjutnya akan dilepas pada kisaran Rp150 sampai Rp300 juta per unit.

Sentra Timur Residence memiliki aksesbilitas hanya berjarak 1,5 kilometer dari pintu tol Bintara dan pintu tol Cakung, serta dekat dengan stasiun kereta Cakung. “Dalam tahun ini telah dianggarkan pembangunan terminal modern terpadu Pulogebang yang jaraknya hanya 500 meter dari lokasi apartemen,” ujarnya.

Pembangunan apartemen tahap I terdiri dari tiga menara 1.327 unit dari total 11 menara 4.339 unit di atas lahan tiga hektare.

• VIVAnews

Iklan

Juni 28, 2010

elty n nirwana … 280610

Filed under: ELTY, jalan tol n properti — bumi2009fans @ 6:32 am

Senin, 28/06/2010
Bakrieland bidik dana asing Rp500 miliar
Bakrie Infrastructure akuisisi 14,5% saham Jasa Sarana

JAKARTA: Pengembang terintegrasi PT Bakrieland Development Tbk bernegosiasi dengan tiga mitra strategis asing dalam pengembangan proyek Bogor Nirwana Residence dengan membidik nilai investasi hingga Rp500 miliar.

Direktur Utama Bakrieland Hiramsyah Thaib mengatakan mitra strategis itu berkomitmen ikut menggarap proyek tersebut, menyusul strategisnya pengembangan wilayah Bogor yang masuk di kawasan Selatan Jakarta.

“Ada dua hingga tiga mitra asing untuk pengembangan proyek Bogor Nirwana. Potensi kemitraan strategis ini sekitar Rp300 miliar hingga Rp500 miliar,” tuturnya seusai rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) di Jakarta, akhir pekan lalu.

Hiramsyah menjelaskan di Bogor Residence, lanjutnya, perseroan berencana mengakuisisi 60 hektare lahan di sekitarnya dengan nilai akuisisi Rp200 miliar. Dana akuisisi itu diambilkan dari hasil penerbitan saham baru dan telah disetujui pemegang saham.

Sayang, dia belum bersedia menyebutkan mitra strategis yang dimaksud. Namun baru-baru ini, perseroan telah melakukan roadshow dan bertemu dengan 27 investor global di antaranya Fidelity, Capital World, AIG, dan Prudential.

Muhibah itu dilakukan karena perseroan membutuhkan mitra strategis, menyusul rencana pengembangan properti di kawasan Bogor dan pencatatan saham perdana (initial public offering/ IPO) anak usahanya PT Bakrieland Toll Road.

Strategi pengembangan Bogor Nirwana dengan menggandeng asing itu dilakukan setelah perseroan berhasil mengeksekusi skema serupa di Bukit Jonggol Asri. Sociate Stasbourg S.A dipastikan menyetor modal Rp917 miliar dalam pengembangan Bukit Jonggol.

Di proyek tersebut, jelas Hiramsyah, Societe menerapkan skema bagi hasil dengan besaran 25%, sehingga tidak meninggalkan beban kewajiban karena tidak dikenakan bunga. Kerja sama itu bersifat penyertaan modal dan bukan akuisisi saham.

Masuk Jasa Sarana

Sementara itu, dari Bandung, rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT Jasa Sarana, akhir pekan lalu, menyetujui masuknya PT Bakrie Infrastructure ke dalam badan usaha milik daerah (BUMD) Jabar tersebut dengan kepemilikan saham sebesar 14,5%.

Dirut Jasa Sarana Soko Sandi Buwono mengemukakan Bakrie Infrastructure, anak usaha Bakrieland, masuk ke Jasa Sarana dengan mengambil hampir seluruh porsi saham PT Indec Internusa sebesar 15%, senilai Rp38 miliar.

Dia mengatakan Bakrie Infrastructure menunjukkan keseriusan untuk bergabung dengan Jasa Sarana dengan menyetorkan dana langsung Rp38 miliar itu. “Bakrie membeli saham Indec 14,5%, sehingga saham Indec di Jasa Sarana menjadi 0,5%.”

Jasa Sarana sebelumnya dimiliki oleh Pemprov Jabar 70%, PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk 15%, dan Indec Internusa 15%. “Kami berharap masuknya Bakrie Infrastructure dapat menggenjot kinerja perusahaan yang kini fokus ke proyek ruas tol Ciawi-Sukabumi.” (k45) (arif.gunawan@bisnis.co.id)

Oleh Arif Gunawan S.
Bisnis Indonesia

Juni 27, 2010

elty @bogor nirwana : 270610

Filed under: ELTY, jalan tol n properti — bumi2009fans @ 6:01 pm

EKONOMI
27/06/2010 – 10:56
Garap Bogor Nirwana, ELTY Gandeng Asing
Agustina Melani

(IST)
INILAH.COM, Jakarta – PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) akan menggandeng mitra strategis asing dalam pengembangan proyek Bogor Nirwana.

“Ada dua hingga tiga mitra asing untuk pengembangan proyek Bogor Nirwana. Potensi kemitraan strategis sekitar Rp300 miliar hingga Rp500 miliar,” ujar Presiden Direktur ELTY Hiramsyah Thaib, usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) ELTY di Jakarta, Jumat (25/6).

Namun, Hiramsyah belum ingin menyebutkan mitra strategis asing yang dimaksud dalam pengembangan proyek Bogor Nirwana Residence. Seperti diketahui, perseroan akan mengakuisisi sekitar 60 hektar lahan di sekitar Bogor Nirwana Residence senilai Rp200 miliar.

Selain itu, perseroan bekerjasama dengan mitra strategis asing dalam proyek pengembangan Bukit Jonggol Asri. Hiramsyah menuturkan, Sociate Stasbourg S.A akan menyertakan modal sebesar Rp917 miliar dalam pengembangan proyek Bukit Jonggol Asri. Sociate Stasbourg merupakan perusahaan investasi asal Eropa. “Untuk besaran bagi hasil sekitar 25 persen dan tingkat pengembalian investasi minimal 20 persen,” tambah Hiramsyah.

Ia menambahkan, perseroan akan mengembangkan land swap dalam proyek Bukit Jonggol Asri, berupa kawasan terpadu. “Kita tidak hanya membangun cluster tetapi membangun kawasan terpadu. Kawasan per kawasan dengan beberapa fungsi yang di Jakarta,” kata Hiramsyah.

Seperti diketahui, perseroan telah mendapatkan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPLB) untuk melakukan penawaran umum terbatas (PUT) IV sebesar Rp3,19 triliun, memberikan pinjaman kepada anak perusahaan PT Superwish Perkasa yang akan digunakan dalam pengembangan proyek Rasuna Epicentrum, memberikan persetujuan kepada perseroan untuk melakukan pembelian 20% saham PT Sentul City Tbk, dan melakukan transaksi material berupa penyertaan modal dalam PT Bukit Jonggol Asri dan melakukan pembelian saham PT Fusin Plus Indonesia yang memiliki Lido Lake Resort di Sukabumi sekaligus pengambilan saham yang diterbitkan PT Fusion Plus Indonesia. RUPSLB tersebut dihadiri 55,6% pemegang saham. [mel/mre]

Juni 23, 2010

right issues n EKSPANSI, sami mawon, jalan tru$ : 230610

Filed under: ELTY, jalan tol n properti — bumi2009fans @ 12:28 am

23/06/2010 – 17:52
Inilah Alasan ELTY Turunkan ‘Rights Issue’!
Agustina Melani

(IST)
INILAH.COM, Jakarta – PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) menurunkan penawaran umum terbatas/rights issue dari Rp5,4 triliun menjadi Rp3,2 triliun karena telah mendapatkan mitra strategis.

“Dalam dua minggu ini, kita mendapatkan confirm strategic partner untuk pengembangan proyek dan berdampak terhadap downsize penawaran umum terbatas tapi tidak mengubah program kita,” tutur Hiramsyah saat paparan publik, Rabu (23/6).

Hiramsyah mengatakan, salah satu mitra strategis yaitu PT Jasa Sarana dalam pengembangan jalan tol Ciawi-Sukabumi. Selain itu, perseroan mendapatkan strategic partner asing untuk pengembangan proyek Bukit

Jonggol Asri.

“Keyakinan performance perseroan pada kuartal ketiga dan keempat 2010 yang jauh lebih baik akan meningkatkan dana internal sehingga menurunkan dana penawaran umum terbatas,” kata Hiramsyah.

Aksi perseroan belakangan ini adalah melakukan penawaran umum terbatas IV dengan target dana sekitar Rp3,2 triliun. Komposisi penggunaan dana penawaran umum terbatas IV sebesar Rp3,2 triliun untuk pembelian lahan

2,085 M2 tanah di CBD Jakarta-Rasuna Episentrum sebesar Rp25 miliar , Rp115 miliar untuk pembelian 9.357 M2 tanah enclave di CBD Jakarta-Rasuna Episentrum, sekitar Rp250 miliar untuk pengembangan proyek Rasuna Episentrum, sekitar Rp130 miliar untuk pengembangan dan modal

kerja proyek kota baru CBD Jakarta Timur, proyek JV dengan Perumnas, sekitar Rp458 miliar untuk pengembangan jalan tol Kanci-Pejagan.

Untuk biaya operasi dan pengembangan rest area, sekitar Rp391 miliar untuk

pengembangan proyek jalan tol Ciawi-Sukabumi, Rp350 miliar untuk akuisisi dan pengembangan Lido Lake Resort dan menjadikan kepemilikan 99,99%, sekitar Rp200 miliar untuk akuisisi 60 hektar tanah di sekitar

Bogor Nirwana Residence, sekitar Rp150 miliar untuk pembelian 20% saham PT Sentul City pada harga Rp100 dengan total transaksi Rp501 miliar, Rp1.000 miliar penyertaan ekuitas pada Bukit Jonggol Asri menjadikan

kepemilikan 51% dengan total transaksi Rp1,917 miliar dan Rp125 miliar untuk lain-lain.

Hiramsyah menuturkan, pelaksanaan penawaran umum terbatas tersebut dalam lima tahun ke depan perseroan dapat mencari pendanaan dari pinjaman.

Harga pelaksanaan penawaran umum terbatas PT Bakrieland Development Tbk sebesar Rp160 per lembar saham dengan target dana Rp3,2 triliun. Jumlah saham baru sekitar 19,959 miliar lembar saham dengan rasio 1 berbanding 1. Periode perdagangan penawaran umum terbatas mulai 9 Juli-21 Juli 2010. Selain itu, perseroan mengeluarkan waran dengan harga Rp165 dan jumlah waran sekitar Rp1,2 triliun.

Jumlah lembar waran sekitar 6,985 miliar waran dengan rasio 20 saham baru mendapatkan tujuh waran. Yang bertindak sebagai pembeli siaga PT Danatama Makmur dan PT Madani Securities. Perseroan akan meminta persetujuan penawaran umum terbatas pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 25 Juni. [mel/hid]
Grup Bakrie Mulai Bangun The Convergence
Gedung yang menjadi tempat konsolidasi perusahaan-perusahan Grup Bakrie ini selesai 2012
SELASA, 22 JUNI 2010, 10:36 WIB
Arfi Bambani Amri, Sandy Adam Mahaputra

VIVAnews – Grup Bakrie memulai pembangunan gedung The Convergence, sebuah gedung yang diharapkan menjadi tempat konsolidasi semua perusahaan segrup. Peletakan batu pertama gedung yang terletak di kawasan Rasuna Epicentrum, Jakarta, ini dilakukan langsung oleh Direktur Utama Bakrieland, Hiramsyah Thaib.

“Pembangunan ini bukti komitmen Grup Bakrie melakukan pengembangan ke depan terkait media, komunikasi dan telekomunikasi,” kata Hiramsyah dalam sambutannya, Selasa 22 Juni 2010. “Di mana akan disinergikan juga dengan industri kreatif,” katanya.

Peletakan batu pertama ini dihadiri oleh CEO Grup Bakrie Anindya Bakrie, Wakil Pemimpin Redaksi tvOne Nurjaman Mochtar, Pemimpin Redaksi antv Azkarmin Zaini dan Presiden Direktur VIVAnews, Andi Zulkarnaen Mallarangeng, dan Direktur Konvergensi Grup VIVA, Ardi Bakrie.

Gedung ini direncanakan memiliki 30 lantai dengan luas 5.700 meter persegi. Grup Bakrie memperkirakan pada Mei 2012, gedung ini siap ditempati perusahaan-perusahaan yang bernaung di bawah Grup Bakrie.

Menurut Anindya, gedung ini merupakan impian dan aspirasi dari jajaran Grup Bakrie untuk melakukan sinergi dan konvergensi. “Selain itu, ini juga penghematan biaya, karena kalau satu gedung akan lebih sedikit ongkos,” ujar Anindya.

Gedung The Convergence ini berlokasi di sisi timur Epicentrum Walk, sebuah gedung Bakrie Group yang mengkombinasikan perkantoran dan mal. “Mudah-mudahan, dengan selesainya gedung ini,” kata Anindya, “kawasan Rasuna Epicentrum ini menjadi worth destination.”

• VIVAnews

Juni 9, 2010

elty melarak-lirik … 090610

Filed under: jalan tol n properti — bumi2009fans @ 10:08 pm

Rabu, 09/06/2010 15:04 WIB
Boediono: Pembangunan Tol Trans Jawa Lambat
Gunawan Mashar – detikFinance

Jakarta – Wakil Presiden Boediono mengevaluasi pembangunan jalan tol trans Jawa yang dinilai lambat. Sejumlah pembangunan ruas jalan belum berjalan karena pembebasan tanah yang belum kelar.

“Pembangunannya lambat, iya lambat,” kata Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto kepada wartawan usai rapat evaluasi Jalan Tol di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (9/6/2010).

Lambatnya pembangunan jalan tol Trans Jawa terjadi di 10 ruas di Jawa. Yaitu, ruas Cikopo-Palimanan, Kanci-Pejagan, Pejagan-pemalang, Pemalang-batang, Batang-semarang, Semarang-solo, Solo-ngawi, Ngawi-kertosono, Kertosono-Mojokerto, dan Mojokerto-Surabaya.

Sejumlah ruas yang bermasalah ini sebagian pembangunannya macet. Hanya Kertosono-Mojokerto dan Mojokerto-Surabaya saja yang jalan, namun pembangunannya masih lambat.

“Yang Kertosono-Mojokerto dan Mojokerto-Surabaya progressnya jalan, memang lambat tapi jalan,” timpal Juru Bicara Wapres Boediono, Yopie Hidayat.

Lambatnya pembangunan jalan tol ini disebabkan oleh pembebasan lahan di sejumlah ruas yang belum berjalan.

“Kalau Cikopo-Palimanan sudah 87 persen pembebasan tanahnya. Kalo yang lain-lain kecil semua di bawah 10 persen yang dari Pejagan-Pemalang, Pemalang-Batang, Batang-Semarang. Tapi kalo Solo-Ungaran sudah 100 persen. Ungaran-Bawen 30 persen,” sebut Djoko.

Lebih lanjut, Djoko juga mengatakan pemerintah akan mengevaluasi kembali keterlibatan sejumlah badan usaha dalam pembangunan ruas jalan tol itu. Kalau perlu, pemerintah akan melakukan tender ulang.

“Semua yang lamban-lamban tadi di evaluasi badan usahanya, masih mau terus apa nggak. Itu yang diutamakan harus segera selesai, kalau dia tidak mau ya sudah. Kita tender ulang. Atau kita berikan kesempatan untuk kerjasama dengan yang lain,” jelas Djoko.

(gun/dnl)
Rabu, 09/06/2010 15:59 WIB
Pemerintah Terbitkan Daftar Negatif Investasi Baru
Ramdhania El Hida – detikFinance

Jakarta – Pemerintah akhirnya menerbitkan aturan Daftar Negatif Investasi (DNI) baru yang tertuang dalam Perpres No.36 Tahun 2010 tentang bidang usaha yang tertutup dan bidang usaha yang terbuka dengan persyaratan di bidang penanaman modal.

Dalam lampiran Perpres ini, pemerintah mengatur batasan kepemilikan saham investor asing pada 8 sektor usaha.

“Bagi penanaman modal yang surat persetujuannya diperoleh perusahaan sebelum terbitnya Perpres ini, maka ketentuan DNI mengenai daftar bidang usaha yang tertutup dan daftar bidang usaha yang terbuka dengan persyaratan tidak diberlakukan, kecuali ketentuan dari DNI baru lebih menentukan,” tutur Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan dalam jumpa pers di kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (9/6/2010).

Sektor-sektor baru yang diatur adalah:
Sektor perindustrian di bidang usaha industri siklamat dan sakarin sebelumnya tertutup untuk asing, menjadi terbuka dengan perizinan khusus
Sektor pekerjaan umum di bidang usaha jasa konstruksi kepemilikan modal asing meningkat dari maksimal 55% menjadi maksimal 67%
Sektor kebudayaan dan pariwisata di bidang teknis film (seperti studio pengambilan gambar film, laboratorium film, sarana pengisian suara film, sarana percetakan dan/atau penggadaan film) menjadi terbuka untuk asing maksimal 49%.
Sektor kesehatan di bidang usaha pelayanan rumah sakit spesialistik, klinik kedokteran spesialis, jasa pelayanan penunjang kesehatan atau laboratorium klinik, dan klnik medikal check up. Kepemilikan asing meningkat dari maksimal 65% menjadi maksimal 67%, dan lokasi kegiatannya bisa dilakukan di seluruh Indonesia.
Sektor kelistrikan di bidang usaha pembangkit tenaga listrik 1 sampai 10 MW dapat dilakukan dalam bentuk kemitraan. Kalau di atas 10 MW maksimal 95%.
Sektor pertanian di bidang budidaya tanaman pangan pokok seperti jagung, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, padi, ubi kayu, dan ubi jalar dengan luas lebih dari 25 Ha, kepemilikan modal asing maksimal 49%. Ini sesuai UU NO.41 tahun 2009 tentang perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan.
Sektor komunikasi dan informatika di bidang usaha:
Penyelenggaraan pos dipersyaratkan memiliki perizinan khusus dan modal asing maksimal 49% sesuai UU No.38 tahun 2009 tentang Pos
Penyedia, pengelola (pengoperasian dan penyewaan).
Penyedia data konstruksi untuk BTS diperuntukkan kepemilikan modal dalam negeri 100%.
(dnl/qom)

Mei 27, 2010

perpanjangan hak milik asien-K ati2 (p0l1+1$…): 270510

Filed under: jalan tol n properti — bumi2009fans @ 12:42 pm

Kamis, 27/05/2010 12:33:04 WIB
Boediono: Revisi kepemilikan asing harus hati-hati
Oleh: Gajah Kusumo
NUSA DUA (Bisnis.com): Wakil Presiden Boediono memastikan pemerintah akan melakukan revisi terhadap kepemilikan properti oleh asing, terutama menyangkut perpanjangan hak pakai.

“Tetapi itu semua harus dilakukan secara hati-hati. Soal perpanjangan hak pakai memang masih jadi keluhan investor,” ujarnya saat menyampaikan sambutan bertajuk Developing the Housing Sector While Managing the Risks dalam pembukaan Kongres Federasi Realestat International (FIABCI) ke-61, hari ini.

Boediono menyatakan pemerintah berkomitmen untuk mempermudah proses perpanjangan dan memperbarui hak pakai.

Semula, Kemenpera menjanjikan akan menerbitkan revisi PP No.41/1996 pada Kongres FIABCI dengan menjadikan momentum perhelatan properti sedunia itu sebagai momentum pengembangan properti di Tanah Air.

“Tadinya kita berharap pada FIABCI ini kami sudah dapat meluncurkan revisi itu, tetapi karena rapat antardepartemen baru dilakukan beberapa hari terakhir jadi belum dapat,” ujar Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa.

Suharso menyatakan pada dasarnya pemerintah, a.l. Kementerian Dalam Negeri, Badan Koordinasi Penanaman Modal, dan Badan Pertanahan Nasional, sudah sepakat bahwa revisi kepemilikan properti oleh asing dapat dilakukan.

Seperti diketahui, pemerintah mempertimbangkan untuk menerapkan pola subsidi silang apabila warga negara asing (WNA) diizinkan membeli properti residensial di Tanah Air.

Sementara itu, pemerintah juga mengakui revisi PP No. 41/1996 tentang Pemilikan Rumah Tempat Tinggal atau Hunian oleh Orang Asing tinggal membahas mengenai sejumlah objek yang akan diatur dalam revisi itu.

“Dalam aturan itu kan yang diatur subjek dan objeknya. Alhamdulillah, persoalan subjeknya itu sudah selesai, yaitu misalnya definisi orang asing yang berkedudukan di Indonesia. Ini hampir sudah tidak ada persoalan lagi. Tinggal objeknya,” kata Suharso.

Dia menjelaskan persoalan subjek dalam revisi kepemilikan properti oleh asing itu a.l. menyangkut apakah hak pakai itu paling rendah. Lalu, sambungnya, apakah durasi hak pakai itu cukup menarik atau tidak.(er)

Kamis, 27/05/2010 12:53 WIB
Boediono: Ekonomi Makro dan Properti Jangan Sampai Seperti Yoyo
Indro Bagus – detikFinance

Nusa Dua – Wakil Presiden RI Boediono menegaskan pemerintah akan berhati-hati dalam merancang kebijakan yang terkait industri properti. Kesalahan mengeluarkan kebijakan bisa membuat ekonomi makro naik turun seperti mainan Yoyo.

“Penting untuk dijaga hubungan antara ekonomi makro dengan sektor properti agar jangan naik turun seperti Yoyo. Jangan sampai kebijakan properti mengganggu ekonomi makro yang sedang berjalan,” ujar Boediono di Grand Hyatt, Nusa Dua, Bali, Kamis (27/5/2010).

Pemerintah saat ini tengah menyusun berbagai inisiatif kebijakan sektor properti seperti soal kepemilikan, pemanfaatan tanah, juga pembiayaan properti. Menurut Boediono, pemerintah sangat menerapkan prinsip kehati-hatian dalam menggodok kebijakan tersebut, agar tidak mengganggu ekonomi makro.

“Di tahun 2009, sektor perumahan dan konstruksi menyumbang 9,3% PDB nasional. Di sektor investasi, sumbangan sektor properti dan konstruksi mencapai 73%. Sektor ini juga mempunyai dampak langsung pada pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja yang besar,” ujarnya.

Oleh sebab itu, menjaga prinsip kehati-hatian dalam kebijakan properti sangat penting untuk dilakukan. Selain itu, Boediono juga menyinggung soal adanya ketidakseimbangan permintaan dan persediaan sektor perumahan.

“Hal itu disebabkan karena adanya bentuk-bentuk permintaan yang bersifat spekulatif di industri ini. Ini juga membuat pergerakan harga-harga properti bergerak naik turun cukup tajam,” jelasnya.

Untuk itu, pemerintah juga menyiapkan regulasi yang bias meminimalisir spekulasi di sektor ini guna mewujudkan ketersediaan hunian yang layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

(dro/qom)

4 Hal Tentukan Keberhasilan Properti Nasional
Kamis, 27 Mei 2010 – 12:31 wib

BALI – Pemerintah tengah menyusun berbagai inisiatif yang terkait dengan sektor properti. Di antaranya terkait dengan kepemilikan, pamanfaatan tanah, serta pembiayaan properti.

Hanya saja dalam proses penyusunan inisiatif tersebut, pemerintah tidak mau gegabah agar jangan sampai mengganggu perekonomian yang sedang berjalan.

Menurut Wakil Presiden Boediono, keempat hal tersebut adalah rencana pembangunan yang rasional dan realistis, industri yang efisien, kejelasan peraturan dan hukum, serta pembiayaan.

Jika keempat hal tersebut bisa berjalan seiring dan sejalan, Boediono yakin, industri properti di Tanah Air bisa tumbuh dengan baik. Masalahnya, saat ini, keempat hal itu belum bisa dilakukan dengan maksimal akibat banyaknya hal yang mempengaruhi hal itu.

Di antaranya karena industri ini belum memiliki blueprint pembangunan sektor perumahan. “Ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi hampir pada semua negara yang sedang berkembang,” ujar Boediono saat membuka Kongres The International Real Estate Federation (FIABCI) 61, di Nusa Dua, Bali, Kamis (27/5/2010).

Ada beberapa strategi yang saat ini coba dilakukan pemerintah di antaranya mengkoordinasikan pembangunan sektor properti dengan urban infrastruktur, khususnya rencana pembangunan. Memfasilitasi pengembang dalam membangun kawasan hunian baru.

“Jangan sampai mengganggu perekonomian yang sedang berjalan. Ini penting untuk dijaga jangan sampai naik turun seperti yoyo,” pungkasnya.(adn)(Hermansah/Koran SI/rhs)

elty mo bikin RSS … 270510

Filed under: ELTY, jalan tol n properti — bumi2009fans @ 12:40 pm

Kamis, 27/05/2010 10:29:41 WIB
Bakrieland-Perumnas bangun rumah sederhana
Oleh: Gajah Kusumo
NUSA DUA (Bisnis.com): PT Bakrieland Development Tbk dan Perum Perumnas menjalin kerja sama dalam pengadaan rumah sehat sederhana dengan tujuan utama mengurangi backlog (kekurangan pasokan) perumahan layak huni di Indonesia.

Presdir dan CEO PT Bakrieland Development Tbk Hiramsyah S Thaib menyatakan saat ini terjadi backlog yang luar biasa besar di Indonesia. Setidaknya lebih dari 8 juta kebutuhan rumah belum terpenuhi di Indonesia.

“Setiap tahun perusahaan properti hanya mampu membangun 200.000-300.000 unit. Akibatnya, kebutuhan rumah terus meningkat dari tahun ke tahun. Untuk itu Bakrieland kemarin membuat MoU dengan Perum Perumnas untuk membantu mengurangi backlog perumahan,” ujarnya seusai pembukaan resmi Kongres Federasi Realestat Internasional (FIABCI) ke-61 oleh Wakil Presiden Boediono, hari ini.

Kerja sama pemerintah dan swasta (public private partnership/PPP), katanya, merupakan salah satu solusi penting untuk menyelesaikan masalah perumahan. Jika di Indonesia saat ini terdapat 60 juta kepala keluarga, dengan backlog 8 juta unit berarti lebih dari 10% masyarakat Indonesia belum memiliki rumah yang layak huni.

“Upaya pemerintah untuk melakukan berbagai terobosan di bidang perumahan patut dihargai. Terutama untuk golongan MBR (masyarakat berpendapatan rendah), pemerintah, seperti yang kami dengar, tengah mengupayakan berbagai fasilitas agar mereka dapat menikmati rumah layak huni,” tutur Hiramsyah.

Dia menyatakan Bakrieland Development telah membangun ribuan unit rumah sederhana layak huni bekerja sama dengan Perum Perumnas. Salah satunya di Sentra Primer Baru Timur, di mana akan dibangun 11 menara Rusunami yang menampung 5.500 unit.

Dirut Perum Perumnas Himawan Arief Sugoto menyatakan Perumnas saat ini mengedepankan tiga program dalam pengadaan perumahan, yakni membangun landed house (rumah tinggal), tower (Rusunami untuk perkotaan), dan yang terakhir adalah peremajaan bagi properti Perumnas yang sudah berusia 30 tahun lebih.

“Properti yang sudah lama dibangun oleh Perumnas, perlu diremajakan. Melalui peremajaan akan dapat dibangun unit-unit yang lebih banyak,” jelas Himawan. Dia menambahkan, dengan peremajaan, properti dapat menampung pemilik lama dan pemilik baru.

Program peremajaan ini diprioritaskan di daerah-daerah padat penduduk yang benar-benar membutuhkan rumah baru. Untuk itu, Perum Perumnas menggandeng Bakrieland Development untuk mengerjakan proyek tersebut.

Perum Perumnas mulai membangun perumahan sederhana sejak 1974. Saat ini setidaknya Perumnas telah membangun 1 juta unit rumah. Perum Perumnas juga satu dari sedikit perusahaan properti yang mampu mengembangkan kawasan perumahaan skala besar dengan cakupan 500-1.000 hektare.

Pemerintah menyiapkan dana sebesar Rp 2,6 triliun untuk meningkatkan likuiditas kredit ke sektor perumahan. Pemerintah sedang menggodok program kredit perumahan dengan besaran suku bunga di bawah bunga SBI (sertifikat bank Indonesia).

“Dana yang sudah kita siapkan untuk memperlancar likuiditas kredit perumahan sebesar Rp 2,6 triliun,” ujar Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa di Grand Hyatt Nusa Dua, Bali, Kamis (27/5/2010).

Menurut Suharso, kredit ke sektor perumahan masih memiliki banyak kendala. Salah satunya adalah masih sulitnya perbankan mengucurkan kredit berbunga rendah ke sektor perumahan.

“Padahal, untuk mewujudkan ketersediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah, perlu adanya suatu fasilitas pembiayaan yang berbunga rendah, sehingga terjangkau,” ujarnya.

Oleh sebab itu, pemerintah berharap bisa terjadi sinergi antara pihak perbankan dengan pengembang dalam menjamin ketersediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

“Salah satu caranya adalah dengan memberikan funding dari pemerintah kepada perbankan untuk mengajak mereka menurunkan tingkat suku bunganya,” ujarnya.

Sumber: detikcom

Mei 24, 2010

elty pasti sudah membacanya … 240510

Filed under: ELTY, jalan tol n properti — bumi2009fans @ 12:17 pm

Stok Apartemen Meluber, Investor Tahan Diri
SENIN, 24 MEI 2010 | 09:06 WIB
TEMPO/Nickmatulhuda

TEMPO Interaktif, Jakarta – Pasokan apartemen di Jakarta diperkirakan melebihi permintaan tahun ini seiring dengan selesainya pembangunan 15 apartemen baru dan satu apartemen sewa. Jika 15 gedung ini rampung, pasokan apartemen bertambah 6.510 unit. Padahal total ketersediaan sudah mencapai 69.304 unit, yang terbagi di lokasi primer dan sekunder.

Berdasarkan riset PT Coldwell Banker Indonesia, 16.498 unit berada di lokasi primer, seperti pusat bisnis (central business district/CBD). Sedangkan 52.806 unit berada di lokasi sekunder. Tambahan pasokan dari 15 gedung baru ini membuat pasokan berlebih, terutama apartemen untuk investasi. Investor akan melihat kondisi perekonomian sebagai pertimbangan investasi hunian.

Research and Analyst Manager PT Coldwell Banker Indonesia Dwi Novita mengatakan, krisis utang Yunani yang merembes ke Eropa membuat investor menahan keinginan berinvestasi di sektor properti. “Mereka siap membeli jika kondisi stabil kembali,” kata Dwi Novita di Jakarta pekan lalu. Tapi, apartemen untuk end user (pembeli tetap) pasokan masih akan terserap.

Novita mengatakan, meski pasokan cenderung berlebih, pengembang melihat peluang masih ada, terutama untuk end user. Apalagi perekonomian Indonesia terus membaik. “Suku bunga bank sentral bagus dan bunga kredit juga terus menurun,” katanya. Kondisi ini yang membuat permintaan apartemen terus ada dan meningkat.

Pada kuartal pertama 2010, penjualan apartemen dan gedung perkantoran menunjukkan sentimen positif. Data dari indeks gabungan perusahaan properti ditutup sebesar Rp 2.549,03 pada akhir kuartal pertama 2010 atau naik 105,5 persen dibanding kuartal sebelumnya. Total penjualan apartemen periode ini mencapai 1.878 unit.

Novita mengatakan, dari total unit terjual, sebanyak 1.715 di antaranya masih dalam proses pembangunan. Tingginya unit belum jadi yang terjual karena masyarakat mengejar capital gain (keuntungan). “Harga unit yang belum jadi masih harga awal (early bird),” katanya. Ketika pembangunan apartemen beres, harga unit bakal naik dan pembeli meraup untung.

Tambahan 6.510 unit dari 15 apartemen baru untuk kelompok menengah ke bawah ini, kata Novita, harga jual apartemen tetap stabil di kisaran Rp 250-400 juta atau Rp 5,4 juta per meter persegi. Segmen apartemen di lokasi sekunder ini dibidik pengembangan karena paling banyak dibeli. Sedangkan harga di lokasi primer sekitar Rp 11-23 juta per meter persegi.

Meningkatnya penjualan apartemen pada kuartal pertama 2010, kata Associate Director PT Procon, Indah Utami Prastiana, karena turunnya bunga pinjaman kepemilikan apartemen menjadi 9-10 persen. Selain itu, pengembang menawarkan uang muka yang lebih rendah dengan jangka pembayaran yang lebih panjang.

Berdasarkan riset Procon, pasokan apartemen yang telah terbangun mencapai 71.760 unit dengan tingkat penjualan meningkat menjadi 97 persen dan tingkat okupansi 74 persen. Sedangkan penjualan apartemen dalam tahap pembangunan sebanyak 2.200 unit atau meningkat menjadi 68 persen. Tahun ini penjualan apartemen diperkirakan terus meningkat seiring dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi sebesar 5,5-6 persen.

Sedangkan pasokan gedung perkantoran di kawasan CBD Procon, mencatatkan peningkatan 4,11 juta meter persegi dengan permintaan 65 ribu meter persegi. Angka ini meningkat 8,2 persen dibanding kuartal sebelumnya dengan tingkat okupansi tetap 87 persen. Gedung perkantoran dengan serapan tertinggi masih yang berkelas menengah mewah atau grade A.

Jumlah yang tidak jauh berbeda juga didapatkan dari hasil riset Codwell Banker Indonesia. Sepanjang kuartal pertama, pasokan gedung perkantoran mencapai 6,1 juta meter persegi dengan okupansi mencapai 80 persen lebih atau sekitar 5,3 juta meter persegi. Meski hanya ada satu tambahan gedung baru tahun ini seluas 40 ribu meter persegi, Novita tidak mengkhawatirkan kekurangan pasokan.

Menurut Novita, dari 66.370 meter persegi gedung perkantoran yang tersewa, 47.896 meter persegi di antaranya berada di lokasi sentra bisnis (CBD) dan 18.474 sisanya tersebar di lokasi lain di Jakarta. Angka ini pun meningkat 13,28 persen dibanding kuartal akhir 2009.

Berbeda dengan gedung perkantoran sewa, pasar perkantoran berstatus strata titel ternyata masih kecil. Penjualannya juga lemah sepanjang kuartal pertama 2010. Total okupansi kantor berstrata titel hanya 10.434 meter persegi, baik di lokasi CBD maupun non-CBD. “Lemahnya penyerapan ini karena tidak adanya gedung perkantoran berstrata titel baru,” katanya.

MUTIA RESTY

Mei 3, 2010

peringatan imf dicermati, elty diwapadai analis … 030510

Filed under: ELTY, jalan tol n properti — bumi2009fans @ 8:06 am

03/05/2010 – 06:54
Rekomendasi Saham
Ayo Trading Perbankan & Properti
Natascha & Asteria

(inilah.com/Agus Priatna)
INILAH.COM, Jakarta – Penguatan bursa masih berlanjut awal pekan ini. Rekomendasi positif bagi saham yang masih murah seperti sektor perbankan BBNI, dan saham properti BKSL dan ELTY.

Saiful Adrian, analis pasar modal dari Ciptadana Securities memprediksikan, bursa pada perdagangan Senin (3/5) ini, masih bisa melanjutkan penguatan mengarah ke level 3.000.

“Hal ini ditopang apresiasi saham unggulan, seperti PT Bank Central Asia (BBCA), PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) dan PT Astra International (ASII).”katanya kepada INILAH.COM.

Menurutnya, daya tarik saham ASII berasal dari pendapatan penjualan yang di atas ekspektasi pasar. Demikian juga sektor perbankan yang dinilai masih prospektif, terkait hasil kinerjanya yang positif. Hal ini mengingat rata-rata NIM (pendapatan bunga bersih) perbankan yang meningkat. “Ini menunjukkan masih adanya eforia dari perbankan BUMN,”paparnya.

Sentimen positif bursa juga didukung derasnya aliran dana ke Asia. Meski IMF memberi peringatan, bahwa derasnya aliran dana yang masuk membuka potensi overheating. Namun, dana masuk ini masih terus terjadi. Pasalnya, tidak ada pilihan investasi di Eropa. “Sedangkan AS masih menerapkan bunga rendah, sehingga aset yang ditawarkan tidak menarik,” paparnya.

Untuk saham perbankan, Saiful merekomendasikan PT Bank Negara Indonesia (BBNI). Ia menilai, di level saat ini, saham BBNI paling murah di antara bank lainnya. Ini berarti, peluang penguatan saham ini masih terbuka lebar. “Emiten ini akan menuju Rp3.000. Trading buy BBNI,” ujarnya.

Ia menilai, laporan keuangan kuartal pertama 2010 BBNI menunjukkan adanya ekspansi kredit. Apalagi perseroan akan memprioritaskan upaya penambahan modal dengan right issue, baru private placement oleh pemerintah. Adapun penambahan modal perlu dilakukan, mengingat CAR (Capital Adequacy Ratio) BBNI yang sudah di level 10%, akibat gencarnya pengucuran kredit perseroan.

Right issue pun dianggap Saiful tidak akan menimbulkan sentimen negatif, ketimbang opsi lain, seperti sub debt. Apalagi dengan karakter BBNI sebagai bank penyedia kredit. Pasalnya, dana hasil right issue akan digunakan kembali oleh perseroan untuk ekspansi dan menambah daya pelemparan kreditnya.

Selain perbankan, saham lain yang juga masih menarik berasal dari sektor properti. Menurut Saiful, pergerakan yang signifikan di sektor perbankan pekan kemarin, akan diikuti saham properti. “Dengan beberapa emiten properti yang sudah mahal, seperti saham grup Ciputra, sebaiknya investor memilih saham yang masih tertinggal seperti PT Sentul City (BKSL) dan PT Bakrieland Development (ELTY),”pungkasnya.

Saat ini, perbankan mulai meluncurkan Kredit Perumahan Rakyat (KPR) dengan bunga rendah. Ini membawa sentimen positif untuk saham properti, yang kebanyakan penjualan unitnya tergantung bunga KPR. Sektor properti pun makin agresif memasarkan unit tahun ini. [mdr]

April 30, 2010

analis pro suka elty … 300410

Filed under: ELTY, jalan tol n properti — bumi2009fans @ 10:02 pm
JP Morgan PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) Beli 325 2010-04-29 12:38 PM ELTY kian ekspansif dengan rencana proyek Disneyland di Sukabumi. Apalagi, pada kuartal I-2010, pendapatan dan laba bersih ELTY naik 27% dan 7% jadi Rp 205,5 miliar dan Rp 28 miliar.
« Newer PostsOlder Posts »

Blog di WordPress.com.