Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Juli 18, 2017

neh, JAWABAN @trub … 300511_180717

Filed under: Saham Trub — bumi2009fans @ 12:15 am

ets-small

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -‎ PT Bursa Efek Indonesia (BEI) membekukan perdagangan enam saham di pasar reguler dan pasar tunai akibat belum membayar biaya pencatatan tahunan (annual listing fee/ALF).
P.H. Kepala Divisi Penilaian Perusahaan I, Imron Hamzah mengatakan, berdasarkan catatan Bursa hingga 14 Oktober 2016 terdapat enam emiten yang belum melakukan pembayaran angsuran terakhir biaya pencatatan tahunan tahun 2016 dan denda atas keterlambatan pembayaran ALF.

Adapun enam saham yang disuspensi atau penghentian sementara perdagangan efek, yaitu PT Bara Jaya Internasional Tbk (ATPK), PT Bakrie Development Tbk (ELTY), PT Sugih Energy Tbk (SUGI), PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk (TRUB), PT Yulie Sekurindo Tbk (YULE), dan PT Graha Citrawisata Tbk (GMCW).
“Bursa melakukan suspensi sejak sesi pertama perdagangan efek pada hari ini,” ujar Imron Hamzah, Jakarta, Senin (17/10/2016).
Biaya pencatatan tahunan yang harus ditanggung emiten bervariasi, emiten dengan nilai kapitalisasi pasar Rp 100 miliar ke bawah membayar Rp 50 juta.
Kemudian, emiten berkapitalasi pasar Rp 100 miliar sampai Rp 500 miliar dikenakan biaya Rp 500 ribu per Rp 1 miliar kapitalisasi pasar.
Sedangkan perusahaan berkapitalisasi pasar di atas Rp 500 miliar wajib membayar biaya pencatatan tahunan senilai Rp 250 juta.

whispering

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA –‎ PT Bursa Efek Indonesia (BEI) membekukan perdagangan enam saham di pasar reguler dan pasar tunai akibat belum membayar biaya pencatatan tahunan (annual listing fee/ALF).

P.H. Kepala Divisi Penilaian Perusahaan I, Imron Hamzah mengatakan, berdasarkan catatan Bursa hingga 14 Oktober 2016 terdapat enam emiten yang belum melakukan pembayaran angsuran terakhir biaya pencatatan tahunan tahun 2016 dan denda atas keterlambatan pembayaran ALF.

Adapun enam saham yang disuspensi atau penghentian sementara perdagangan efek, yaitu PT Bara Jaya Internasional Tbk (ATPK), PT Bakrie Development Tbk (ELTY), PT Sugih Energy Tbk (SUGI), PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk (TRUB), PT Yulie Sekurindo Tbk (YULE), dan PT Graha Citrawisata Tbk (GMCW).

“Bursa melakukan suspensi sejak sesi pertama perdagangan efek pada hari ini,” ujar Imron Hamzah, Jakarta, Senin (17/10/2016).

Biaya pencatatan tahunan yang harus ditanggung emiten bervariasi, emiten dengan nilai kapitalisasi pasar Rp 100 miliar ke bawah membayar Rp 50 juta.

Kemudian, emiten berkapitalasi pasar Rp 100 miliar sampai Rp 500 miliar dikenakan biaya Rp 500 ribu per Rp 1 miliar kapitalisasi pasar.

Sedangkan perusahaan berkapitalisasi pasar di atas Rp 500 miliar wajib membayar biaya pencatatan tahunan senilai Rp 250 juta.

ets-small

TRUB Teken Kontrak Proyek dengan INCO

Oleh: Charles MS
Pasar Modal – Senin, 30 Mei 2011 | 17:17 WIB

INILAH.COM, Jakarta – PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk (TRUB) melalui anak usahanya PT Truba Jaya Engineering telah menandatangani Kontrak Pembangunan Kembali Electric Furnace dengan PT International Nickel Indonesia Tbk (INCO).

Hal ini disampaikan Corporate Secretary TRUB dalam keterbukaannya ke BEI, Senin (30/5). Kontrak yang diteken tersebut berada di Unit 2 dan Ritary Kiln Unit 1 dan Unit 3 dari INCO.

Nilai kontrak proyek ini mencapai Rp63,26 miliar dan US$2,88 juta.

Garap Proyek, TRUB Gandeng Grup Rajawali
Oleh:
Pasar Modal – Kamis, 21 April 2011 | 09:04 WIB

INILAH.COM, Jakarta – PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk (TRUB) dikabarkan menjalin kerjasama dengan Grup Rajawali untuk menggarap proyek energi.

Saham TRUB diperkirakan akan menuju level Rp100 dalam jangka pendek. Apalagi saat ini perseroan sedang menggarap proyek PLTU di Jawa dan Sumatera.

Saham TRUB pada perdagangan kemarin ditutup turun Rp1 ke Rp63 dengan volume perdagangan mencapai 773.554 saham senilai Rp24,6 miliar sebanyak 2.429 kali transaksi.
Erman Suparno: Juragan Setrum
JUM’AT, 08 APRIL 2011 | 12:46 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta – Selepas menjadi menteri tenaga kerja dan transmigrasi, Erman Suparno kembali ke habitatnya sebagai profesional di bidang pembangunan infrastruktur. Namun kali ini, dia tak lagi membangun gedung-gedung perkantoran tapi pusat pembangkit listrik.

“Saya ini kasarnya jadi juragan setrum. Kami yang bangun infrastrukturnya, Pak Dahlan (Dahlan Iskan, Dirut PLN) yang menjual listriknya,” kata Erman diiringi derai tawa saat ditemui Tempo sebelum memimpin acara ulang tahun PT Truba ke-35 di kantornya, Jumat (08/04) pagi.
PT Truba Jaya Engineering yang dikomandoinya menguasai 70 persen pembangunan pembangkit listrik di seluruh Indonesia seperti Suralaya I-VIII, Paiton I-IX, dan PLTU Buntok di Kalimantan Timur. Akhir April ini, Truba akan menyerahkan PLTG Muara Tawar. Total nilai proyek Truba di bidang kelistrikan dan pertambangan selama 2011 ini mencapai Rp 8 triliun.

“September nanti kami akan mulai mengerjakan Paiton III dengan daya 800 Megawatt (MW). Ini pembangkit terbesar sebagai bagian dari proyek 10 ribu MW tahap II yang digagas Pak Kalla (Wakil Presiden Jusuf Kalla),” kata Erman yang didampingi Direktur Operasi PT Truba MMA Gofran. Di luar negeri, Erman menambahkan, Truba juga mengerjakan proyek di Timur Tengah seperti Qatar, Bahrain, dan Arab Saudi.

Sudrajat
Rajawali Minati TRUB
PETER SONDAKH @TRUB???

PETER SONDAKH @TRUB??? who is PS: aset dan AKSI PS/Rajawali

Oleh:
Pasar Modal – Selasa, 5 April 2011 | 08:56 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Harga saham PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk (TRUB) akan dibawa ke atas Rp100-200 dalam jangka menengah dan panjang.

Ini menyusul berembusnya kabar masuknya Grup Rajawali ke dalam daftar kepemilikan saham perseroan.

Selain itu, perseroan dikabarkan berhasil mendapatkan proyek baru dari Grup Sinarmas dan PLN. Pada perdagangan kemarin saham TRUB ditutup naik 1 poin ke level Rp58.
Menurut surat kabar Investor Daily, Harga saham PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk (TRUB) akan dibawa ke atas Rp 100-200 untuk jangka pendek dan menengah. ini menyusul berembusnya kabar masuknya Grup Rajawali ke dalam daftar kepemilikan saham perseroan. Selain itu, perseroan dikabarkan berhasil mendapatkan proyek baru dari Grup Sinarmas dan PLN, sehingga harga saham bakal menguat. Kemarin, saham TRUB naik Rp 1 (1,75%) ke level Rp 58.

Author : Rumors
BUKAN APRIL MOP :
Indo Infrastructure Group Pte. Ltd (IIG), perusahaan asal Singapura kembali melepas 32.756.642 sahamnya di PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk (TRUB).

Hal ini disampaikan Dirut TRUB Sidarta Sidik dalam keterbukaan informasinya ke BEI, Jumat (1/4). Dijelaskan penjualan saham tersebut dilakukan pada 25 Maret 2011. Saham sebesar 0,21% dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetorkan secara penuh pada Perseroan ini dialihkan ke Credit Suisse Securities (Europe) Lte. Prime Brokerage.

Setelah transaksi pengalihan saham tersebut, kepemilikan IIG di TRUB menjadi 1.543.556.920 saham yang mewakili 9,77%. Sebelumnya IIG memiliki 9,98% saham di TRUB.

http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1379122/indo-infrastructure-kembali-lepas-saham-trub

Sumber : INILAH.COM
Raih Dana Segar, TRUB Menuju Rp150
Oleh:
Pasar Modal – Rabu, 16 Maret 2011 | 08:46 WIB

INILAH.COM, Jakarta – PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk (TRUB) dikabarkan berhasil mendapatkan dana segar untuk proyek PLTU Buntok, Kalimantan Tengah.

Selain itu, masuknya mitra strategis asing dan perusahaan finansial asal Belanda guna mendukung ekspansi Perseroan juga ikut mendukung penguatan saham TRUB ke depan.

Sejumlah bandar yang mengetahui kabar tersebut dikabarkan tengah bersiap menggiring saham TRUB hingga menuju level Rp150 dalam waktu dekat. Pada perdagangan kemarin, saham TRUB ditutup melemah 2 poin ke level Rp59.
SAHAM PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk (TRUB) berpeluang menembus level Rp 100-200 dalam jangka pendek. Beberapa pelaku pasar menyatakan, saat ini perseroan sedang melakukan negoisasi kontrak proyek dengan PLN untuk dua pembangkit listrik tenaga batu baru berkapasitas 414 MW. Selain itu, kabar masuknya dana segar dari investor Tiongkok untuk mendanai pembangkit PLTU di sejumlah daerah turut menjadi sentimen positif. Pada perdagangan Selasa (22/2), TRUB tidak bergerak di level Rp 60.
… kemarin: 22/02/2011, gw maenin trub dan dapat gain +5%an :

beli @59, jual @61, 62

Author : Rumors

Bakal Raih Kontrak PLN, TRUB Menuju Rp700

Oleh: .
Pasar Modal – Rabu, 23 Februari 2011 | 08:49 WIB

INILAH.COM, Jakarta – PT Truba Alam Manunggal Tbk (TRUB) dikabarkan tengah melakukan negosiasi kontrak proyek dengan PT PLN (Persero).

Proyek tersebut terkait dengan dua pembangkit tenaga listrik batubara berkapasitas 414 MegaWatt. Selain itu kabar lainnya menyebutkan Perseroan tengah dilirik investor asal Tiongkok untuk mendanai pembangkit PLTU di sejumlah daerah.

Berita tersebut sudah terdengar di kalangan pelaku pasar dan sejumlah bandar dikabarkan tengah bersipa untuk menggiring saham TRUB menuju Rp200 dalam jangka pendek. Pada perdagangan kemarin saham TRUB ditutup stagnan di level Rp60.

Anak usaha PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk (TRUB), PT Truba Power Utama mengambialih kepemilikan di PT Central Daya Energi.

Hal ini disampaikan manajemen TRUB dalam keterbukaannya ke BEI, Rabu (23/2).

Dijelaskan, PT Central Daya Energi merupakan grup perusahaan TRUB yang semula dimiliki mayoritas oleh CDE International Pte.Ltd (anak usaha TRUB 100%), nerubah menjadi dimiliki mayoritas PT Truba Power Utama (anak usaha TRUB di atas 99%).

http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1263682/truba-power-ambialih-central-daya-energi

Sumber : INILAH.COM

Oktober 20, 2016

baca sendiri info resmi TRUB

Filed under: Saham Trub — bumi2009fans @ 1:02 am

neh info TRUBA ENGINEERING yang maseh berkibarrrrr

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA –‎ PT Bursa Efek Indonesia (BEI)membekukan perdagangan enam saham di pasar reguler dan pasar tunai akibat belum membayar biaya pencatatan tahunan (annual listing fee/ALF).

P.H. Kepala Divisi Penilaian Perusahaan I, Imron Hamzah mengatakan, berdasarkan catatan Bursa hingga 14 Oktober 2016 terdapat enam emiten yang belum melakukan pembayaran angsuran terakhir biaya pencatatan tahunan tahun 2016 dan denda atas keterlambatan pembayaran ALF.

Adapun enam saham yang disuspensi atau penghentian sementara perdagangan efek, yaitu PT Bara Jaya Internasional Tbk (ATPK), PT Bakrie Development Tbk (ELTY), PT Sugih Energy Tbk (SUGI), PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk (TRUB), PT Yulie Sekurindo Tbk (YULE), dan PT Graha Citrawisata Tbk (GMCW).

“Bursa melakukan suspensi sejak sesi pertama perdagangan efek pada hari ini,” ujar Imron Hamzah, Jakarta, Senin (17/10/2016).

Biaya pencatatan tahunan yang harus ditanggung emitenbervariasi, emiten dengan nilai kapitalisasi pasar Rp 100 miliar ke bawah membayar Rp 50 juta.

Kemudian, emiten berkapitalasi pasar Rp 100 miliar sampai Rp 500 miliar dikenakan biaya Rp 500 ribu per Rp 1 miliar kapitalisasi pasar.

Sedangkan perusahaan berkapitalisasi pasar di atas Rp 500 miliar wajib membayar biaya pencatatan tahunan senilai Rp 250 juta.

lol

JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) melanjutkan sanksi penghentian sementara perdagangan saham atau suspensi atas saham PT Permata Prima Sakti Tbk (TGKA), PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk (e) dan Grahamas Citrawisata Tbk (GMCW).

Tiga saham tersebut sebelumnya memang telah disuspensi oleh BEI.

Ph Kepala Penilaian Perusahaan 1 BEI Adi Pratomo Aryanto menuturkan, suspensi kali ini dilakukan akibat perusahaan terkait belum melakukan pembayaran biaya pencatatan tahunan (ALF).

Sesuai aturan, pembayaran kekurangan ALF paling lambat dilakukan pada 30 November 2015. Dan sanksi denda, wajib disetor ke rekening bursa paling lambat 15 hari sejak sanksi denda tersebut diputuskan bursa.

“Apabila perusahaan tercatat yang bersangkutan tidak membayar denda dalam jangka waktu tersebut di atas, maka bursa dapat melakukan penghentian sementara perdagangan saham perusahaan tercatat,” kata dia, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (16/12/2015).

Karena itu, Bursa memutuskan untuk melanjutkan sementara perdagangan efek di pasar reguler dan pasar tunai untuk tiga saham tersebut.

http://economy.okezone.com/read/2015/12/16/278/1268569/suspensi-tgka-trub-gmcw-diperpanjang
Sumber : OKEZONE.COM

smoke chimney SMALL

Bisnis.com, JAKARTA—Otoritas bursa memberikan peringatan tertulis III dan denda masing-masing Rp150 juta kepada tujuh emiten yang belum juga menyampaikan laporan keuangan yang berakhir per 31 Maret 2014.

Hal itu tertuang dalam pengumuman Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dirilis, Jumat (4/7/2014).

Empat dari tujuh emiten itu adalah PT Berlian Laju Tanker Tbk. (BLTA), PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk. (BORN), PT Buana Listya Tama Tbk. (BULL), dan PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk. (TRUB).

Keempatnya juga belum menyerahkan laporan keuangan per 31 Desember 2013. PT Tri Banyan Tirta Tbk. (ALTO) sudah menyerahkan laporan keuangan 2013 tapi belum membayar denda.

Selanjutnya, PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk. (HITS) dan PT Bakrieland Development Tbk. (ELTY) hingga 29 Juni 2014 belum juga menyampaikan laporan keuangan interim kuartal I/2014 yang tidak ditelaah secara terbatas atau yang tidak diaudit oleh akuntan publik.

Sementara itu, PT Graha Layar Prima Tbk. (BLTZ) belum menyampaikan laporan keuangan interim kuartal I/2014 yang diaudit oleh akuntan publik. Akibatnya, perseroan dikenakan peringatan tertulis I.

Bursa mencatat status penyampaian laporan keuangan interim kuartal I/2014, dari total 552 perusahaan tercatat yang ada, sebanyak 478 telah menyampaikan laporan keuangan.

Ada 59 yang tidak wajib menyampaikan laporan keuangan, ada 8 yang belum menyampaikan laporan keuangan, dan ada 7 yang belum wajib menyampaikan laporan keuangan.

 

Editor : Taufik Wisastra

buttrock

JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) menjatuhkan sanksi penghentian sementara (suspensi) perdagangan saham dua emitan, yakni PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk (BORN) dan PT Buana Listya Tama Tbk (BULL).

Selain itu, Bursa juga memperpanjang suspensi efek tiga perusahaan tercatat, yakni PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA), PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk (TRUB) dan PT Tri Banyan Tirta Tbk (ALTO).

Dalam keterangan tertulisnya, Senin (30/6/2014), PH Kepala Divisi Penilaian Perusahaan Group I BEI Adi Pratomo Aryanto menjelaskan, lima emiten tersebut belum menyerahkan laporan keuangan audit per 31 Desember 2013, dan atau belum melakukan pebayaran denda atas keterlambatan penyampaian laporan keuangan.

1. BLTA belum menyampaikan laporan keuanmgan 2013 dan belum melakukan pembayaran denda. Saham ini telah disuspensi sejak 25 januari 2012.

2. BORN belum menyampaikan laporan keuanmgan 2013.

3. BULL belum menyampaikan laporan keuanmgan 2013 dan belum melakukan pembayaran denda. Saham ini telah disuspensi sejak 25 januari 2012.

4. TRUB belum menyampaikan laporan keuanmgan 2013 dan belum melakukan pembayaran denda. Saham ini telah disuspensi sejak 25 januari 2012. Saham ini disuspensi di pasar reguler dan tunai sejak 1 Juli 2013.

5. ALTO belum melakukan pembayaran denda. Suspensi di seluruh pasar sejak 2 Mei 2014.

http://economy.okezone.com/read/2014/06/30/278/1005897/belum-setor-laporan-keuangan-2013-5-saham-ini-disuspensi-bei
Sumber : OKEZONE.COM

doraemon

RUGI TRUBA ALAM PER DESEMBER 2012 NAIK JADI Rp814,66 MILIAR

TRUB – IQPlus, (28/08) – PT Truba Alam Manunggal Tbk (TRUB) alami kenaikan rugi yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk per Juni 2013 menjadi Rp814,66 miliar dibandingkan dengan rugi periode sama tahun sebelumnya yang Rp454,75 miliar.nnLaporan keuangan perseroan Rabu ini menyebutkan pendapatan perseroan turun menjadi Rp1,26 triliun dari pendapatan tahun sebelumnya yang Rp1,97 triliun dan beban pendapatan menjadi Rp1,13 triliun dari beban pendapatan tahun sebelumnya Rp1,78 triliun.nnLaba kotor turun menjadi Rp134,22 miliar dari laba kotor tahun sebelumnya yang Rp180,29 miliar. Sedangkan rugi sebelum pajak meningkat menjadi Rp773,95 miliar dari rugi sebelum pajak periode sama tahun sebelumnya yang Rp410,98 miliar.nnJumlah liabilitas per Desember 2012 mencapai Rp2,29 triliun turun dari jumlah liabilitas per Desember 2011 yang Rp2,63 triliun. Total aset per Desember 2012 mencapai Rp2,78 triliun turun dari total aset per Desember 2011 yang Rp3,97 triliun. (end)

 

Wednesday 28/Aug/2013 at 15:28
RUGI TRUBA ALAM PER DESEMBER 2012 NAIK JADI Rp814,66 MILIAR.

IQPlus, (28/08) – PT Truba Alam Manunggal Tbk (TRUB) alami kenaikan rugi yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk per Juni 2013 menjadi Rp814,66 miliar dibandingkan dengan rugi periode sama tahun sebelumnya yang Rp454,75 miliar.

Laporan keuangan perseroan Rabu ini menyebutkan pendapatan perseroan turun menjadi Rp1,26 triliun dari pendapatan tahun sebelumnya yang Rp1,97 triliun dan beban pendapatan menjadi Rp1,13 triliun dari beban pendapatan tahun sebelumnya Rp1,78 triliun.

Laba kotor turun menjadi Rp134,22 miliar dari laba kotor tahun sebelumnya yang Rp180,29 miliar. Sedangkan rugi sebelum pajak meningkat menjadi Rp773,95 miliar dari rugi sebelum pajak periode sama tahun sebelumnya yang Rp410,98 miliar.

Jumlah liabilitas per Desember 2012 mencapai Rp2,29 triliun turun dari jumlah liabilitas per Desember 2011 yang Rp2,63 triliun. Total aset per Desember 2012 mencapai Rp2,78 triliun turun dari total aset per Desember 2011 yang Rp3,97 triliun. (end)

April 6, 2016

TRUB: uda SUBMIT neh… 271011_060416

Filed under: Saham Trub — bumi2009fans @ 12:02 am

JAKARTA neraca/okezone – Hingga Desember 2015, pendapatan PT Truba Alam Manunggal Tbk (TRUB) turun tajam menjadi Rp92,89 miliar dibandingkan pendapatan pada periode sama tahun sebelumnya yang Rp1,32 triliun.

Disebutkan, laba bruto tercatat Rp23,16 miliar turun dari laba bruto tahun sebelumnya Rp243,48 miliar namun perseroan mencetak rugi sebelum pajak Rp604,50 miliar usai hanya menderita rugi sebelum pajak Rp20,86 miliar di tahun sebelumnya. Hal itu salah satunya karena melonjaknya beban lain-lain bersih menjadi Rp594,50 miliar dari beban lain-lain bersih tahun sebelumnya Rp20,86 miliar.

Rugi bersih diderita Rp592,81 miliar naik tajam dari rugi bersih tahun sebelumnya yang Rp58,40 miliar. Jumlah aset per Desember 2015 mencapai Rp714,77 miliar turun tajam dari jumlah aset per Desember 2014 yang Rp2,50 triliun. Asal tahu saja, performance kinerja keuangan TRUB kurang positif. Pasalnya, selain masih membukukan rugi, perseroan juga kurang disiplin.

Belum lama ini, pihak PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan sanksi tambahan berupa suspensi dan perpanjangan penghentian sementara perdagangan saham, lantaran belum melaksanakan kewajiban terkait laporan keuangan per September 2014. Ketiga emiten yang belum melaksanakan kewajiban tersebut adalah PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk (BORN), PT Leo Investments Tbk (ITTG), dan PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk.

Divisi Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna pernah bilang, pihaknya telah pula menjatuhkan sanksi berupa peringatan tertulis III dan denda Rp150 juta kepada tiga emiten tersebut. Namun, mereka belum juga melakukan pembayaran denda. Bahkan, ada yang belum menyampaikan laporan keuangan.

“Tanggal 29 Januari 2015 batas akhir penyampaian laporan keuangan dan pembayaran denda,” ungkapnya.

Dirinya merinci, BORN dan TRUB belum membayar denda. Sedangkan, ITTG belum menyampaikan laporan keuangan kuartal III-2014 dan belum membayar denda. Tercatat kinerja keuangan PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk tercatat masih belum cukup baik sepanjang semester I tahun 2015. Hal ini terlihat dari adanya kerugian yang dibukukan oleh perseroan.

Disebutkan, rugi bersih yang dibukukan sepanjang semester I tahun 2015 sebesar Rp44,17 miliar. Jumlah ini menurun 72,9 persen dibanding kerugian yang dibukukan pada periode sama tahun lalu. Kerugian yang dialami perseroan pada semester I tahun lalu terutama disebabkan oleh meningkatnya beban bunga dan keuangan yang harus dikeluarkan perseroan meski pendapatan tercatat mengalami peningkatan.

Adapun pendapatan yang dibukukan perseroan di semester I tahun lalu tercatat meningkat 4,31 persen menjadi Rp627,81 miliar. Beban pendapatan turun 13,94 persen menjadi Rp540,62 miliar. Kemudian laba kotor yang dibukukan semester I tahun ini yakni sebesar Rp87,19 miliar, sementara di periode sama tahun lalu mencatat rugi kotor Rp26,28 miliar.

(mrt)

Truba raih proyek PLTU Rp261 miliar

Oleh Irvin Avriano A.

Kamis, 27 Oktober 2011 | 12:53 WIB

JAKARTA: Kontraktor PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk memenangkan proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) senilai Rp176,97 miliar dan US$9,43 juta atau setara Rp83,69 miliar

Dalam suratnya kepada Bursa Efek Indonesia hari ini, manajemen emiten berkode saham TRUB tersebut mengatakan proyek pembangunan PLTU yang dimenangkan berada di Jambi.

“Truba telah memenangkan proyek pembangunan PLTU Tebo [berkapasitas] 2×7 mW di Kabupaten Tebo, Jambi, dari PLN,” ujar Sekretaris Perusahaan Truba Kristono Wardhana dalam suratnya tersebut.

Harga saham perusahaan masih stagnan di Rp50 siang ini dan membentuk kapitalisasi pasarnya Rp789,97 miliar.

Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan perusahaan yang dipimpin Arifin Wiguna itu memiliki PT Alam Manunggal sebagai pemegang saham mayoritas, 10,22%. (Bsi)

TRUB menargetkan kontrak sebesar US$ 100-150 juta tahun ini dimana hingga semester I-2011 perseroan telah memperoleh kontrak senilai US$ 16 juta dan Rp 25 miliar. Tahun ini perseroan menargetkan pendapatan sebesar Rp 2,57 triliun dimana sepanjang kuartal I-2011 pendapatan tercatat Rp 601,97 miliar, naik 2,8% dibandingkan tahun lalu.

Sumber : IPS RESEARCH
Truba Raih Kontrak US$16 Juta Lebih di Sem1-2011

Oleh: Agustina Melani
Pasar Modal – Senin, 15 Agustus 2011 | 12:02 WIB

INILAH.COM, Jakarta – PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk (TRUB) mendapatkan kontrak senilai US$16 juta plus Rp25 miliar hingga semester pertama 2011.

Sekretaris Perusahaan PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk Gamala Katoppo mengatakan, nilai kontrak US$16 juta plus Rp25 miliar itu didapatkan dari empat proyek. Proyek itu antara lain pembangunan smelter PT International Nickel Tbk (INCO), PT Krakatau Daya Listrik, PT Daewoo dan PT Krakatu Steel Tbk (KRAS). Keempat proyek tersebut termasuk proyek jasa konstruksi. “Untuk pembangunan smelter Inco sudah mulai dikerjakan tahun ini, dan diharapkan selesai pada akhir tahun depan,” tambah Gamala, Senin (15/8).

Lebih lanjut Gamala mengatakan, perseroan akan fokus pada proyek jasa konstruksi dan memiliki high margin dan operating margin. Saat ini proyek jasa konstruksi memberikan kontribusi 94% kepada pendapatan perseroan dan sisanya dari proyek IPP.

Perseroan mengharapkan mendapatkan kontrak senilai US$100 juta-US$150 juta pada 2011. Sedangkan pendapatan ditargetkan sebesar Rp2,57 triliun pada 2011 dan laba bersih masih tergantung nilai tukar rupiah. Gamala belum dapat memastikan laba bersih akan positif pada 2011. “Laba bersih tergantung nilai tukar, dan kita akan menggenjot operating margin,” tutur Gamala.

Seperti diketahui, perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp601,97 miliar dan laba bersih sebesar Rp1,76 miliar pada triwulan pertama 2011. [cms]

TRUB meraih laba bersih Rp177 miliar pada kuartal I/2011 ditopang oleh pendapatan lain-lain bersih yang melonjak menjadi Rp17,53 miliar dari Rp5,04 miliar di semester I/2010. Namun dari sisi operasional TRUB masih rugi usaha sebesar Rp469,08 juta, menyusut 90,11% dibandingkan dengan rugi usaha pada semester I9/2010 sebesar Rp4,74 miliar. Pendapatan TRUB menurun 2,84% menjadi Rp601,98 miliar, dan tahun ini pendapatan diperkirakan flat mengingat perolehan kontrak hampir sama dengan tahun lalu.

Sumber : IPS RESEARCH
BEI Suspensi TRUB dan Lanjutkan Suspensi 4 Emiten

Oleh: Agustina Melani
Pasar Modal – Senin, 1 Agustus 2011 | 11:17 WIB

INILAHCOM, Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menghentikan
sementara perdagangan efek saham PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk (TRUB) di pasar reguler dan pasar tunai pada 1 Agustus 2011.

Hal itu disampaikan Kepala Divisi Penilaian Perusahaan Sektor Riil BEI
I Gede Nyoman Yetna dan Kepala Divisi Penilaian Perusahaan Sektor Jasa
BEI Umi Kulsum dalam keterbukaan informasi BEI, Senin (1/8). Sebelumnya BEI memantau lima emiten yang belum menyampaikan laporan keuangan interim yang tidak diaudit per 31 Maret 2011 dan memenuhi denda sebesar Rp150 juta. Adapun lima emiten itu antara lain PT Katarina Utama Tbk, PT Royal Oak Development Asia Tbk, PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk, PT ATPK Resources Tbk, dan PT Indo Setu Bara Resources Tbk.

PT Truba Alam Manunggal Engineering baru membayar denda sebesar Rp150 juta tetapi belum menyampaikan laporan keuangan triwulan I 2011. Sedangkan PT Katarina Utama Tbk (RINA) belum menyampaikan laporan
keuangan triwulan I 2011 dan membayar denda Rp150 juta, PT Royal Oak
Development Asia Tbk (RODA), PT ATPK Resources Tbk (ATPK), dan PT Indo
Setu Bara Resources Tbk (CDPW) telah menyampaikan laporan keuangan
triwulan I 2011 tetapi belum membayar denda Rp150 juta.

Untuk saham RINA, RODA, CDPW, dan ATPK, bursa masih memperpanjang
suspensi efek perseroan sejak 1 Agustus 2011 pada sesi I perdagangan
efek. Sebelumnya saham Truba telah dibuka pada 29 Juli 2011.

Sebelumnya BEI telah memberikan peringatan tertulis III dan tambahan denda sebesar Rp150 juta atas keterlambatan penyampaikan laporan keuangan yang dimaksud. Hal ini merujuk pada ketentuan II.6.3. Selain itu, bursa mengacu pada ketentuan II.6.4 Peraturan Pencatatan Nomor I-H tentang sanksi bursa melakukan suspensi apabila mulai hari kalender ke-91 sejak lampaunya batas waktu penyampaian laporan keuangan. [cms]
PT Bursa Efek Indonesia melakukan penghentian sementara perdagangan efek di pasar reguler dan pasar tunai pada perdagangan Senin (1/8) sesi I untuk PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk (TRUB).

Hal ini disampaikan Kepala Divisi Penilaian Perusahaan Sektor Rill, I Gede Nyoman Yetna dalam keterbukaan informasi BEI, Senin (1/8).

Suspensi ini diberlakukan akibat perseroan belum87 menyampaikan laporan keuangan interim yang tidak diaudit per 31 Maret 2011 hingga 29 Juli 2011. Untuk itu, perseroan juga akan didenda sekitar Rp150 juta. Penentapan denda ini merujuk pada Ketentuan II.6.3 peraturan BEI.

Selain itu, BEI juga memperpanjang suspensi atas PT Kataria Utama Tbk (RINA), PT Royal Oak Development Asia Tbk (RODA), PT Indo Setu Bara Resources Tbk (CPDW) dan PT ATPK Resources Tbk (ATPK).

http://www.imq21.com/news/read/39551/20110801/100505/BEI-Kembali-Suspensi-Saham-Truba.html

Sumber : IMQ JAKARTA
PT Truba Alam Manunggal Tbk (TRUB) akhirnya merilis laporan keuangan tahun buku 2010. Sayang, kinerja perusahaan pembangkit listrik ini kurang mengesankan dan mengalami penurunan di beberapa pos.

Misalnya, aset TRUB turun 3,03% menjadi Rp 6,4 triliun pada akhir tahun 2010. Padahal, tahun sebelumnya aset perusahaan ini masih Rp 6,6 triliun. Penurunan juga terjadi pada pendapatan TRUB yang di tahun lalu mencapai Rp 2,57 triliun. Sementara pendapatan perusahaan ini pada 2009 sebesar Rp 2,73 triliun, alias turun 5,86%.

Sejatinya, TRUB bisa menekan beban usaha sehingga laba usaha mereka mencatat kenaikan dari Rp 69,39 miliar di akhir 2009 menjadi Rp 125 miliar di akhir 2010.

Sayang, TRUB harus membukukan beban lain-lain sebesar Rp 142,51 miliar. Padahal, pada tahun 2009, pos ini mencatatkan penghasilan Rp 229,65 miliar. Berdasarkan penjelasan dalam laporan keuangan TRUB, beban tersebut terbentuk oleh selisih kurs.

Alhasil, TRUB menderita rugi Rp 55,16 miliar pada tahun lalu. Sementara di akhir 2009 perusahaan ini masih mencatat keuntungan Rp 216,43 miliar.

http://investasi.kontan.co.id/v2/read/1311034200/73158/Beban-naik-TRUB-merugi-Rp-55-miliar-di-2010

Sumber : KONTAN.CO.ID
TRUB Raih Proyek dari PT Krakatau Daya Listrik

Oleh: Wahid Ma’ruf
Pasar Modal – Jumat, 15 Juli 2011 | 16:12 WIB

INILAH.COM, Jakarta – PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk (TRUB) meraih proyek dari PT Krakatau Daya Listrik senilai Rp8,088 miliar.

Demikian dikutip dari keterbukaan informasi yang diterbitkan BEI, Jumat (15/7). Proyek itu dirah salah satu anak perseroan yaitu PT Trujba Jara Engineering. Untuk jenis pekerjaannya adalah pengadaan jasa turnkey overhoul boiler Unit 3.
IIG Alihkan 0,1% Saham TRUB ke Credit Suisse

Oleh: Wahid Ma’ruf
Pasar Modal – Rabu, 6 Juli 2011 | 11:38 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Salah satu pemegang saham PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk (TRUB), Indo Infrastructure Group Pte Ltd mengalihkan kepemilikan saham perseroan ke 0,1% ke Credit Suidde Securities.

Demikian dikutip dari keterbukaan informasi yang diterbitkan BEI, Rabu (6/7). Dengan pengalihan itu kepemilikan Indo Infrastructure Group Pte Ltd (IIG) di perseroan masih sebesar 6,92%.

Pengalihan itu dilakukan pada 27 Juni 2011, IIG mengalihkan 15.822.732 saham setara dengan 0,1%. Sebelumnya, IIG memiliki 1,1 miliar lembar saham atau setara dengan 7,02%.

Bursa Efek Indonesia (BEI) menuturkan melakukan suspensi (penghentian perdagangan sementara) terhadap PT Mitra International Resources TBK (MIRA) dan PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk (TRUB) lantaran ada permasalahan pada laporan keuangan daripada emiten itu sendiri.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI Eddy Sugito menjelaskan dilakukannya suspensi ini dikarenakan masih ada kekurangan-kekurangan dalam laporan keuangannya. “Untuk MIRA, suspensinya karena adanya disclaimer saja. Mereka sudah dua kali laporan keuangannya ada disclaimer, dan sudah dua kali kita suspend juga,” ungkap Eddy di Jakarta, Selasa (5/7/2011).

Lebih lanjut Eddy menjelaskan adanya disclaimer terhadap laporan keuangan tersebut dikarenakan lebih banyak disesbabkan oleh anak usaha daripada MIRA tersebut yaitu PT Apexindo. Saham MIRA ini disuspensi bursa pada 30 Juni lalu.

“Kita akan lihat seberapa cepat MIRA lakukan re-audite atau menyampaikan resume ke kita yaitu menyerahkan laporan akuntan yang bukan disclaimer yang lebih baik dari disclaimer,” paparnya.

Di sisi lain, untuk TRUB pihak BEI melakukan suspensi dikarenakan perseroan belum menyerahkan laporan keuangannya. “Kalau TRUB laporan keuangannya, karena mereka belum submit laporan keuangan,” pungkasnya.

Eddy menuturkan bahwa BEI belum akan melakukan sanksi lain terhadap kedua emiten tersebut. “Itu (suspensi) sudah sanksi dan sementara masih disuspensi,”pungkas Eddy.

http://economy.okezone.com/read/2011/07/05/278/476264/suspensi-saham-mira-trub-belum-akan-dicabut

Sumber : OKEZONE.COM

Januari 30, 2015

trub bayar utank, (not a great deal) … supposed 2 b: 170610_300115

Filed under: Saham Trub — bumi2009fans @ 12:40 am

 

JAkARTA. Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan sanksi tambahan bagi tiga emiten yang tetap membandel. Sanksi itu berupa suspensi dan perpanjangan penghentian sementara perdagangan saham.

Divisi Penilaian Perusahaan BEI menyisir, ada tiga emiten yang belum melaksanakan kewajiban terkait laporan keuangan per September 2014. Ketiga emiten itu adalah PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk (BORN), PT Leo Investments Tbk (ITTG), dan PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk (TRUB).

BEI telah menjatuhkan sanksi berupa peringatan tertulis III dan denda Rp 150 juta kepada tiga emiten tersebut. Namun, mereka belum juga melakukan pembayaran denda. Bahkan, ada yang belum menyampaikan laporan keuangan.

“Tanggal 29 Januari 2015 batas akhir penyampaian laporan keuangan dan pembayaran denda,” ujar I Gede Nyoman Yetna, Kepala Divisi Penilaian Perusahaan Group I BEI dalam keterangan resmi, Jumat (30/1).

Ia merinci, BORN dan TRUB belum membayar denda. Sedangkan, ITTG belum menyampaikan laporan keuangan kuartal III-2014 dan belum membayar denda.

Sejalan dengan hal itu, maka BEI membekukan perdagangan saham BORN di pasar reguler dan pasar tunai sejak sesi I perdagangan hari ini. Sedangkan, ITTG dan TRUB mengalami perpanjangan masa suspensi.

BEI telah menghentikan perdagangan saham Leo Investment di seluruh pasar sejak 1 Mei 2013. Sedangkan, suspensi saham TRUB di pasar reguler dan pasar tunai telah dilakukan sejak 1 Juli 2013.

 

http://investasi.kontan.co.id/news/bei-jatuhkan-sanksi-tambahan-3-emiten-ini

 

 
Sumber : KONTAN.CO.ID

JAKARTA. Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) menjatuhkan sanksi kepada sejumlah emiten, mulai dari peringatan hingga denda. Hal ini dilakukan menyusul para emiten tersebut terlambat menyampaikan laporan keuangan untuk tahun buku September 2014.

Berdasarkan laporan Divisi Penilaian Perusahaan BEI, ada delapan emiten yang mendapat sanksi terkait mangkir dalam menyampaikan laporan keuangan kuartal III-2014. Delapan perusahaan tercatat itu adalah PT Davomas Abadi Tbk (DAVO), PT Leo Investments Tbk (ITTG), PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk (TRUB).

Lalu, ada dua emiten milik Grup Bakrie, yakni PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS). Selain itu, ada PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk (BORN), PT Buana Listya Tama Tbk (BULL), dan PT Cipaganti Citra Graha Tbk (CPGT).

I Gede Nyoman Yetna, Kepala Divisi Penilaian Perusahaan Group I BEI menjelaskan, DAVO dan ITTG mendapatkan sanksi berupa peringatan tertulis III dan denda masing-masing sebesar Rp 150 juta.

Hingga akhir Desember 2014, mereka mangkir mengumpulkan laporan keuangan kuartal III-2014 yang tidak ditelaah secara terbatas dan tidak diaudit akuntan publik. Kemudian, TRUB yang mendapat sanksi yang sama kendati sudah menyampaikan laporan keuangan yang dimaksud per Desember 2014.

“(TRUB) belum memenuhi kewajiban pembayaran denda,” ujar I Gede.

Berdasarkan aturan BEI, emiten harus menyerahkan laporan keuangan interim unaudited paling lambat sebulan setelah tanggal laporan keuangan interim dimaksud. Jadi, kalau laporan keuangan interim yang berakhir per 30 September maka pada 31 Oktober adalah batas akhir penyerahannya.

Otoritas BEI akan memberikan peringatan tertulis I jika manajemen telat menyampaikan laporan keuangan sampai 30 hari kalender terhitung sejak lampaunya batas waktu penyampaian.

Apabila mulai hari kalender ke-31 hingga ke-60 sejak lampaunya batas waktu penyampaian emiten belum juga menyerahkan laporan keuangan, BEI akan memberikan peringatan tertulis II dan denda sebesar Rp 50 juta.

Selanjunya, jika pada hari kalender ke-61 hingga ke-90 perseroan masih bandel, bursa akan memberikan peringatan tertulis III dan tambahan denda sebesar Rp 150 juta. Khusus bagi emiten yang juga mencatatkan sahamnya di bursa negara lain, maka batas waktu penyampaian laporan keuangan unaudited adalah 45 hari setelah laporan keuangan dimaksud.

Sedangkan untuk laporan keuangan interim yang sudah diaudit akuntan publik, batas waktunya tiga bulan setelah tanggal laporan keuangan. Nah, BUMI dan BRMS mendapat pecut berupa peringatan tertulis I dari BEI. Itu lantaran belum menyampaikan laporan keuangan September 2014 yang diaudit.

Batas waktu penyerahan laporan keuangan BUMI dan BRMS seharusnya 2 Januari 2015. Kemudian, BEI juga memberi sanksi kepada tiga emiten yang mengubah rencana yang semula berniat menyampaikan laporan keuangan diaudit menjadi lapran tidak diaudit dan tidak ditelaah secara terbatas.

Ketiga emiten itu adalah BORN, BULL, dan CPGT. Sanksi yang dikenakan berupa peringatan tertulis I, peringatan tertulis II dan denda Rp 50 juta. Lalu, peringatan tertulis III dan denda Rp 150 juta. Namun, dari tiga emiten ini, hanya BULL yang belum menyerahkan laporan keuangan hingga akhir Desember 2014.

http://investasi.kontan.co.id/news/bei-jatuhkan-sanksi-pada-8-emiten-ini

Sumber : KONTAN.CO.ID

NERACA

Jakarta – Perusahaan jasa konstruksi, PT Truba Alam Manunggal Tbk (TRUB) mengalami kenaikan rugi bersih menjadi Rp160,80 miliar hingga periode Juni 2014 dibandingkan rugi bersih periode sama tahun sebelumnya yang Rp52,91 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (8/12).

Selain itu, pendapatan perseroan juga turun jadi Rp601,88 miliar dibandingkan pendapatan tahun sebelumnya yang sebesar Rp786,94 miliar, dan beban turun jadi Rp628,17 miliar dari beban tahun sebelumnya yang sebesar Rp711,56 miliar. Kemudian rugi kotor yang diderita perseroan mencapai Rp26,28 miliar dari laba kotor tahun sebelumnya Rp75,38 miliar.

Rugi sebelum pajak meningkat menjadi Rp143,58 miliar dari rugi sebelum pajak tahun sebelumnya Rp32,45 miliar. Jumlah aset per Juni 2014 mencapai Rp2,63 triliun, turun dari jumlah aset per Desember 2013 yang sebesar Rp2,71 triliun.

Sebelumnya, perseroan juga mengalami penurunan pendapatan menjadi Rp270,24 miliar hingga Maret 2014, dibandingkan pendapatan tahun sebelumnya Rp323,14 miliar. Perseroan membukukan beban pendapatan naik jadi Rp289,85 miliar dibandingkan beban pendapatan tahun sebelumnya yang sebesar Rp283,85 miliar, dan rugi kotor yang diderita perseroan Rp19,61 miliar dari laba kotor tahun sebelumnya yang sebesar Rp39,28 miliar.

 

 

http://www.neraca.co.id/bursa-saham/48388/Truba-Alam-Bukukan-Rugi-Rp-16980-Miliar
Sumber : NERACA.CO.ID

JAKARTA kontan. Kinerja keuangan PT Turba Alam Manunggal Engineering Tbk (TRUB) terus memburuk. Berdasarkan laporan keuangan per 31 Juni 2014 yang baru dirilis Kamis (4/12), rugi bersih emiten kontraktor energi naik 203,93% menjadi Rp 160,8 miliar, dari periode sama tahun lalu yang tercatat Rp 52,91 miliar.

Kian bengkaknya rugi bersih tersebut tidak terlepas dari penurunan pendapatan TRUB. Di semester I tahun ini, TRUB hanya mamph meraup pendapatan Rp 601,89 miliar, turun dibandingkan periode sama tahun lalu yang Rp 786,94 miliar.

Penurunan pendapatan tergerus oleh beban usaha TRUB yang naik dari Rp 44,8 miliar menjadi Rp 61,31 miliar. Kerugian kian buruk lantaran TRUB juga menanggung beban keuangan senilai Rp 59,78 miliar.

Dengan kondisi tersebut, TRUB kian kekurangan amunisi untuk melunasi tiga fasilitas pinjaman senilai total Rp 1,07 triliun yang akan jatuh tempo di tahun depan.

Terlebih, kas dan setara kas TRUB justru turun menjasi Rp 73,3 miliar di semester pertama tahun ini, dibandingkan periode sama tahun lalu yang Rp 148,2 miliar.

Seperti diketahui, TRUB mesti membayar utang tersebut kepada tiga kreditur berbeda, yakni PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) senilai Rp 144,09 miliar dan PT Bank International Indonesia (BII) sebesar Rp 67,35 miliar. Jatuh tempo fasiltias dari BNI dan BII masing-masing pada 11 Juni 2014 dan 1 Juni 2015.

TRUB juga mesti melunasi utang senilai Rp 858,97 miliar dari Zephyr International Company Ltd (Zephyr) yang jatuh tempo pada 31 Desember 2015.

Editor: Sanny Cicilia

 

Truba Jaya akan lunasi obligasi Rp200 miliar
Kamis, 17/06/2010 20:40:41 WIBOleh: Ratna Ariyanti
JAKARTA (Bisnis.com): PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk akan melunasi utang obligasi anak perusahaan PT Truba Jaya Engineering (TJE) senilai Rp200 miliar yang akan jatuh tempo pada 8 Juli dari dana internal.

Perseroan dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebutkan dana hasil utang obligasi tersebut sebelumnya digunakan untuk penambahan modal dan modal kerja.

Perseroan masih memiliki utang jangka panjang sebesar Rp1,84 triliun per 30 September 2009 yang akan jatuh tempo pada 31 Desember 2015 dengan tingkat bunga tahun pertama sebesar 6% per tahun, tahun kedua 6% per tahun, tahun ketiga 8% per tahun, tahun keempat 8% per tahun, tahun kelima dan seterusnya sebesar 10% per tahun.

Sebesar 20% dari dana hasil utang jangka panjang digunakan untuk modal kerja dan sisanya untuk belanja modal perseroan.

Bursa juga menanyakan alasan mengapa perseroan belum menyerahkan laporan keuangan tahun 2009 dan laporan keuangan triwulan I tahun ini.

Perseroan menyebutkan keterlambatan penyampaian laporan keuangan tahun buku 2009 karena menunggu audit beberapa anak perusahaan termasuk yang berdomisili di luar negeri.

Truba Alam melalui anak perusahaan PT Manunggal Power memiliki Tame Investment yang berlokasi di Singapura.

Perusahaan lain yang juga berlokasi di Negeri Singa adalah Truba Jurong Engineering Pte Ltd yang dimiliki perseroan melalui TJE.

Saham yang diperdagangkan dengan kode TRUB hari ini tidak mengalami pergerakan.

Pada perdagangan kemarin, saham Truba Alam ditutup naik Rp2 atau 2,17% ke level Rp94. Kapitalisasi pasar perseroan mencapai Rp1,48 triliun dengan jumlah saham beredar sebanyak 9,05 triliun lembar saham. Adapun P/E mencapai 6,83 kali. (wiw)

Maret 11, 2012

trub BERAK$1 ORG4N1K … 020712

Filed under: Saham Trub — bumi2009fans @ 9:55 pm

info @trub by reviewers:
bloomberg:
neraca keuangan trub
laba atau rugi trub
arus kas trub
reuters:
rasio keuangan trub
berita penting trub
situasi keuangan trub

Bagaimana Nasib Saham Gocap?

Oleh: Jagad Ananda
pasarmodal – Senin, 23 Juli 2012 | 04:02 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Rencana Bursa Efek Indonesia (BEI) menendang saham PT Davomas Abadi (DAVO), PT Katarina Utama (RINA), mengingatkan pada saham-saham yang sudah lama mendengkur. Kenapa tidak dibersihkan sekalian?

Begitulah publik bertanya-tanya. Sebab selain nyaris tidak ditransaksikan, saham-saham ini juga banyak yang sudah mentok di level harga yang paling dasar, yakni gocap alias 50 perak. Dan kondisi itu sudah berlangsung bertahun-tahun.

“Kenapa dibiarkan? Hanya mengotori pasar saja,” kata seorang kepala riset dari sebuah sekuritas asing. Menurut perhitungannya, saat ini, paling tidak ada 14 saham yang berharga Rp50.

Seperti Asia Natural Resources (ASIA) , Bank Mutiara (BCIC), PT Davomas (DAVO), Dharma Samudera Fishing (DSFI), HD Capital (HADE), Dayaindo Resources International (KARK), Kertas Basuki Rachmat Indonesia (KBRI), Limas Centric Indonesia (LMAS), Mas Murni Indonesia (MAMI), Truba Alam Manunggal (TRUB), Bakrie & Brothers (BNBR), Arpeni Pratama Ocean Line (APOL) dan PT Star Petrochem (STAR).

Di luar yang disebut di atas, sebenarnya ada sederet efek lain yang berperilaku serupa dengan harga sedikit di atas gocap (antara Rp50–60). Saham-saham jenis ini, hanya ditransaksikan oleh pihak-pihak tertentu agar bisa memenuhi persyaratan yang ditetapkan BEI sebagai saham aktif.

Fakta itulah, kelihatannya, yang mendorong Bapepam-LK untuk melakukan pembenahan. Salah satunya dengan cara melakukan revisi atas Undang-undang Pasar Modal. Kelak, jika revisi itu disahkan diharapkan saham-saham sampah seperti itu tak akan ada lagi di pasar. Dalam revisi tersebut akan dirinci lebih spesifik tentang k\riteria saham apa saja yang boleh melantai di BEI.

Dengan kata lain, saham yang perusahaannya sudah tidak beroperasi atau saham yang mendengkur terlalu lama, bisa langsung ditendang. [mdr]

JAKARTA: Saham emiten pelayaran PT Buana Listya Tama Tbk (BULL) dan emiten konstruksi PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk (TRUB) disuspen pada awal bulan ini akibat belum menyampaikan laporan keuangn 2011.

Dalam surat suspensinya pagi ini, Kepala Divisi Penilaian Perusahaan Sektor Riil PT Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna mengatakan Buana Listya Tama yang berkode saham BULL itu juga belum melunasi denda yang dijatuhkan BEI.

Namun, tidak dirinci denda yang dijatuhkan kepada emiten anak usaha PT Berlian Laju Tanker Tbk itu. Nyoman mengatkaan suspensi juga diperpanjang untuk tiga emiten lain yang sudah disuspen sebelumnya.

“Dan memperpanjang suspensi perdagangan efek PT Davomas Abadi Tbk, PT Mitra International Resources Tbk, dan PT Panca Wiratama Sakti Tbk,” ujarnya dalam pengumuman di situs resmi BEI hari ini, (7/2/2012).

Suspensi perdagangan efek ketiga emiten diperpanjang juga akibat perusahaan belum menyerahkan laporan keuangan tahun lalu.

Panca Wiratama Sakti yang berkode saham PWSI dan Davomas Abadi yang berkode DAVO juga belum membayarkan sanksi denda yang dikenakan otoritas bursa.

http://www.bisnis.com/articles/telat-sampaikan-lapkeu-2011-buana-listya-dan-truba-disuspen

Sumber : BISNIS.COM
Anak Usaha TRUB Kantongi Proyek Holcim Rp165 M

Oleh: Mosi Retnani Fajarwati
Pasar Modal – Sabtu, 10 Maret 2012 | 16:09 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Anak usaha PT Truba Jaya Manunggal Engineering Tbk (TRUB), PT Truba Jaya Engineering, mengantongi proyek dari PT Holcim Indonesia senilai Rp164,97 miliar.

Sekretaris Perusahaan Truba Jaya Manunggal Engineering Kristono Wardhana mengungkapkan dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (10/3/2012), proyek dari Holcim tersebut meruipakan proyek mechanical and electrical erection.

Selain mendapat proyek dari Holcim, anak usaha Truba ini juga mengantongi proyek maintenance works dari BP Tangguh dengan nilai US$200.558.
TRUB akan fokus pada bisnis EPC
Oleh Bernadette Christina Munthe – Jumat, 09 Maret 2012 | 22:47 WIB

kontan

JAKARTA. PT Truba Jaya Engineering, anak perusahaan PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk (TRUB) akan fokus di bidang engineering, procurement and construction (EPC). Sekretaris Perusahaan TRUB Kristono Wardhana beralasan margin usaha bisnis EPC lebih bagus.

Pada triwulan pertama 2012 ini, TRUB telah membukukan dua proyek EPC. Kedua proyek itu yakni proyek mechanical and electrical erection PT Holcim Indonesia senilai Rp 164,97 miliar dan proyek pengelolaan dan perawatan BP Tangguh senilai US$ 200.558.

“Tahun ini kami memang mulai lebih banyak masuk ke non electrical EPC, misalnya ke bidang semen seperti Holcim, lalu Oil and gas. Selama ini lebih dari 50% masih di bidang kelistrikan,” kata Kristono, Jumat (9/3).

Kristono mengatakan jumlah kontrak yang dibidik kurang lebih akan sama dengan pencapaian pada 2011 lalu. Cuma, dia tak merinci berapa nilai kontrak yang diperoleh perusahaan pada 2011.

Dalam laporan keuangan pada triwulan ke tiga 2011, perusahaan dengan kode saham TRUB ini mencatatkan aset sebesar Rp 4,24 triliun, turun 33,65% dari aset per September 2010 sebesar Rp 6,4 triliun. Penurunan ini disebabkan oleh penurunan hutang jangka panjang sebesar Rp 680,32 miliar dan hutang jangka pendek sebesar Rp 343,55 miliar.

November 23, 2011

trub, mau ke MANA … 201211

Filed under: Saham Trub — bumi2009fans @ 7:29 am

mau tau financial report mutakhir trub menurut bloomberg: PER nihil

simak periode sekira 2009, saat trub pernah Rp.50,- per saham juga seperti saat ini … jika tren saat itu terjadi, maka ulangan tren bisa terjelma lage 🙂
… tetapi sebaiknya ada aksi korporasi secara fundamental @trub dulu supaya harga sahamnya bisa bergerak secara nyata
… neh, penjelasan analis soal GOCAP: trub masuk kategori gocap, tanya KENAPA

September 6, 2010

trub berakuisisi internal-ria … 160211

Filed under: Saham Trub — bumi2009fans @ 9:01 pm

Indo Infrastructure Jual Beberapa Saham TRUB
Oleh: Charles MS
Pasar Modal – Rabu, 16 Februari 2011 | 13:23 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Indo Infrastructure Group Pte Ltd (IIG)) telah mengalihkan beberapa sahamnya dari PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk (TRUB) kepada tiga investor.

Hal ini disampaikan Dirut TRUB, Sidarta Sidik dalam keterbukaannya ke BEI, Rabu (16/2). Dijelaskan, perusahaan asal Singapura ini telah mengalihkan 7.989.424 saham atau setara dengan 0,05% saham Perseroan kepada MSIP Firm Clearing AC pada 21 Januari 2011. Pada hari yang sama, IIG juga telah mengalihkan 55.925.974 saham atau 0,35% saham TRUB ke Deutsche Bank AG London. Selain itu, pada 25 Januari 2011, IIG juga kembali mengalihkan 34.354.527 saham atau setara dengan 0,22% saham TRUB ke Credit Suisse Securities (Europe) Ltd. Prime Brokerage.

Setelah pengalihan tersebut, kepemilikan IIG di TRUB menjadi 1.911.869.403 saham atau setara dengan 12,1% saham.
Indo Infrastructure Jual Saham Truba ke HSBC Bank

Oleh: Charles MS
Pasar Modal – Selasa, 11 Januari 2011 | 15:13 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Indo Infrastructure Group Pte. Ltd (IIG) telah mengalihkan 7.989.424 saham atau 0,05% saham PT truba Alam Manunggal Engineering Tbk (TRUB) ke HSBC Bank Jakarta.

Hal ini disampaikan Dirut TRUB, Sidarta Sidik dalam keterbukaannya ke BEI, Selasa (11/1). Pengalihan saham ini dilakukan pada 23 Desember 2010 lalu. Setelah pengalihan saham ini, kepemilikan saham IIG di Truba menjadi 2.010.139.328 atau setara dengan 12,72%.

Sebelumnya IIG memiliki 2.018.128.752 saham atau setara dengan 12,77% saham di Truba.
Saham PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk (TRUB) telah menjalin kerja sama dengan investor asal Tiongkok. Saham TRUB akan menuju Rp150 dalam jangka pendek.

Dana itu akan digunakan untuk membiayai ekspansi perseroan dalam pembangunan PLTU di beberapa daerah. Anak usaha TRUB juga telah memegang kontrak pembangunan induk pembangkit dan jaringan listrik di Kalimantan.

Pada perdagangan kemarin saham TRUB ditutup menguat Rp2 ke level Rp81.

Sumber : INILAH.COM
Jumat, 10 Desember 2010 | 14:56 oleh Barratut Taqiyyah kontan
SAHAM TRUB
Kantongi kontrak baru, saham TRUB melejit 5% sore ini

JAKARTA. Mayoritas sektor memerah hari ini. Tidak terkecuali sektor pertambangan. Pada pukul 14.43, sektor ini turun 0,66%. Kendati begitu, tidak semua saham pertambangan mengalami penurunan. Lihat saja pergerakan saham PT Truba Alam Manunggal Engineering (TRUB).

Pada pukul 14.45, saham TRUB tercatat naik 5% menjadi Rp 84. Bahkan sebelumnya, saham ini sempat terbang 10% menjadi Rp 88.

Lonjakan saham TRUB kemungkinan disebabkan oleh pencapaian kinerja perusahaan. KONTAN sempat memberitakan, melalui anak perusahaannya, PT Truba Jaya Engineering, TRUB memenangi tender proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Buntok di Kalimantang Tengah.

Nilai proyek PLTU berkapasitas 2 x 75 mega watt (MW) itu adalah Rp 254,10 miliar. Untuk membiayai proyek itu, TRUB akan memakai kas internal. Per akhir September 2010, kas TRUB sebesar Rp 270,47 miliar.

PROYEK2 BERJALAN TRUB : daftar proyek current trub

PT Truba Alam manunggal Engineering Tbk (TRUB) melalui anak usahanya PT Truba Jaya Engineering memenangkan proyek PLTU Buntok.

Hal ini disampaikan Gamala V. Katoppo, Corporate Secretary TRUB dalam keterbukaan informasinya, Kamis (9/12). Dijelaskan, proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uang Buntok yang dimenangkan Perseroan ini terletak di Kalimantan Tengah dengan kapasitas 2×7 MW yang digunakan untuk PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Proyek Induk Pembangkit dan Jaringan Kalimantan.

Adapun nilai kontrak proyek tersebut mencapai Rp254,1 miliar untuk lingkup pekerjaan Perencanaan, Pengadaan dan Pembangunan (ECP).

Sumber : INILAH.COM
Truba Manunggal 9M net profit plunges 91.69%
Jumat, 05/11/2010 16:16:59 WIB
by: Wisnu Wijaya
JAKARTA: Publicly listed engineering contractor PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk (TRUB) suffered a 91.69% plunge in net profit as of September 2010 as a result of revenue decrease.

In the financial statement filed to Indonesia Stock Exchange (IDX), Truba posted IDR26.41 billion in 9M 2010 from IDR317.07 billion in 9M 2009.

Besides lower revenue, foreign exchange gain also lowered 66.48% from IDR318.86 billion in 9M 2009 to IDR106.89 billion. Interest charges also enlarged from IDR78.87 billion in 9M 2009 to IDR170.38 billion in 9M 2010.

At the operational line, Truba booked IDR103.17 billion operating profit in 9M 2010, a 98.40% increase from IDR52 billion in 9M 2009 as it enabled to cut costs.

Revenue decreased 7.21% from IDR2.08 trillion in 9M 2009 to IDR1.93 trillion in 9M 2010. (wiw)
IIG Lepas 1,95% Saham TRUB
Headline
inilah.com
Oleh:
Pasar Modal – Kamis, 4 November 2010 | 13:22 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Indo Infrastructure Group Pte. Ltd (IIG) mengalihkan 1,95% sahamnya di PT Truba Alam Manunggal Tbk (TRUB) ke BNP Paribas dan Credit Suisse.

Hal ini disampaikan Dirut TRUB, Sidarta Sidik dalam keterbukaan informasinya ke BEI, Kamis (4/11). Pengalihan saham IIG di TRUB ini dilakukan selama dua hari. Pada 27 Oktober IIG mengalihkan 231.693.324 saham atau setara dengan 1,47% sahamnya di PT Truba Alam Manunggal Tbk (TRUB) ke BNP Paribas Arbitrage SNC, Paris. Selanjutnya, pada 28 Oktober 2010, IIG mengalihkan 75.100.594 saham atau 0,48% sahamnya yang ada di TRUB ke Credit Suisse Europe Limited Prime Brokerage.

Setelah pengalihan saham tersebut, kepemilikan IIG di TRUB berkurang menjadi 2.018.128.752 saham di TRUB. [cms]
Saham TRUB Berpotensi Menuju Rp150
Headline
inilah.com/Agung Rajasa
Oleh:
Pasar Modal – Selasa, 2 Nopember 2010 | 08:28 WIB

INILAH.COM, Jakarta – PT Truba Alam Manunggal Tbk (TRUB) digosipkan akan menggarap proyek pembangkit listrik dengan investasi senilai US$400 juta.

Proyek-proyek yang akan dibangun tersebut terletak di Pontianak, Kalimantan Barat, Bangka dan Babel dan ditargetkan selesai 2021. Kabar tersebut sudah terdengar di kalangan pelaku pasar yang akan menggiring saham tersebut hingga ke level Rp150 per saham dalam waktu dekat.

Pada perdagangan kemarin, saham TRUB ditutup menguat satu poin ke Rp84. [cms]
… lumayan, hari ini 211010: trub melejit dari 82 ke 91 … gain +10,97%, gw berhasil beli dan jual seperti posting gw : thanx 2 TRUB

TRUB jual aset ke afiliasinya
Rabu, 13 Oktober 2010 | 13:01
JAKARTA. PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk (TRUB) mengumumkan penjualan asetnya, berupa 3 bidang tanah masing-masing senilai Rp 3,5 miliar dengan total Rp 10,5 miliar kepada PT Manunggal Power (MP) dan PT Manambang Muara Enim (MME), yang merupakan pihak afiliasi dari TRUB pada tanggal 29 September 2010.

Direktur Utama TRUB Sidarta Sidik melalui keterbukaan informasi mengungkapkan, TRUB merupakan pemegang saham tidak langsung (99,996%) dari MP, dan pemegang saham tidak langsung (12,01%) dari MME.
Truba Alam releases land assets to subsidiaries
Wednesday, 13/10/2010 16:08:51 WIB
by: Ratna Ariyanti
JAKARTA: PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk has released its land assets worth IDR10.5 billion to the subsidiaries, PT Manunggal Power and PT Manambang Muara Enim, on September 29.

In the information disclosure to Indonesia Stock Exchange, President Director of Truba Manunggal Sidarta Sidik said the company sold its land asset to Manunggal Power with rights to use 75 sqm each in Kebayoran Lama, South Jakarta.

Meanwhile, the asset released to Manambang Muara Enim was 75-sqm land also located in Kebayoran Lama, South Jakarta.

“The aseet release is to support the operational activities of Manunggal Power and Manambang Muara Enim offices,” said Sidarta.

Truba Manunggal is an indirect shareholder controlling 99.99% shares in Manunggal Power and 12.01% in Manambang Muara Enim.

Earlier the company has released its ownership in PT Maxima Infrastruktur to Manunggal Power Utama on 30 Agustus 2010.

Truba owns 119,999 shares or around 99.99% in Manunggal Power Utama. Its selling price reaches IDR119.99 billion.

Manunggal Power is the shareholder in Manunggal Power Utama as it dominates 99.98% of its shares. The release of shares is conducted in the framework of group restructuring. (T06/NOM)

Truba cari mitra strategis untuk tiga proyek IPP
BISNIS INDONESIA
JAKARTA

Article Rank

0digg
PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk tengah mencari mitra strategis yang akan membantu pendanaan tiga proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berstatus independent power producer (IPP).
Corporate Secretary Truba Alam Engineering Gamala Virasa Katopo mengungkapkan tiga proyek IPP yang sedang dipersiapkan yakni PLTU Lampung berkapasitas 2×30 Megawatt (MW), PLTU Pontianak (Kalimantan Barat) 2×30 MW, dan PLTU Kuala Tanjung (Sumatra Utara) 2×135 MW.

“Pembangkit Lampung, sekarang perkembangannya masih dalam tahap mematangkan financialnya. Untuk pembangkit Pontianak dan Kuala Tanjung kami masih cari mitra untuk membantu pendanaannya,“ ujar Gamala kepada Bisnis pekan lalu.

Akan tetapi, dia enggan menyebutkan secara detail berapa besar investasi yang dibutuhkan untuk masingmasing PLTU tersebut.

Dari ketiga proyek PLTU tersebut, Gamala memperkirakan PLTU Lampung bakal jalan terlebih dulu sebelum tutup pada 2010.
Adapun pembangunan PLTU Pontianak dan PLTU Kuala Tanjung kemungkinan baru bisa berjalan pada paruh pertama tahun depan. Target pembangunan setiap PLTU diperkirakan memakan waktu 2 tahun.
Masih negosiasi Rencananya, listrik dari PLTU Lampung akan dijual langsung untuk pasar industri di sekitarnya. Se mentara itu, listrik hasil PLTU Pontianak dan PLTU Kuala Tanjung akan dijual ke PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) “Saat ini kami masih menegosiasikan tarif harga jualnya dengan PLN. Saya tidak bisa menyebutkan angka yang kami harapkan karena masih dalam proses,“ jelas Gamala.

Tahun lalu Ratchaburi Electricity Generating Holding PCL mengambil alih 40% saham Truba Alam di proyek PLTU Kuala Tanjung.

Dengan akuisisi ini, saham Truba berkurang menjadi 40%, sisanya 20% dimiliki PT Ranyza Energi.
Ratchaburi Electric merupakan produsen listrik swasta di Thailand.

Pemegang saham mayoritas Ratchaburi adalah otoritas pembangkit listrik Thailand sebesar 45%, sedangkan Banpu Plc, produsen batu bara terbesar di Thailand memiliki 15% saham di Ratchaburi.

Terkait dengan proyek listrik lain, Gamala mengungkapkan kalau pihaknya membidik banyak tender dalam megaproyek penyediaan listrik 10.000 MW tahap II.

Dia menjelaskan nantinya, Truba memfokuskan pada proyek konstruksi.

“Selain itu, kami juga mengincar proyek EPC [engineering, procurement, construction]. Nantinya kami menggandeng mitra seperti dari China untuk pengerjaannya paket E dan P-nya. Nah kami akan mengerjakan paket C-nya,“ jelas dia.

Untuk tender lain yang dibidik Truba pada tahun ini, Gamala masih enggan mengungkapkan. (10)
… gw mah ga pusing trub mau kaya ingus kek, mau cuma naek +3 lalu langsung turun -3 kek, mau dibilang calon bangkrut kek, mau dibilang kenapa ga ada bandar yang mau maenin saham ini kek … gw ga puzzzzzzing … soalnya aset trub gw ada gainnya seh (perhatikan anak panah biru; avg = harga rerata beli saham trub; price = harga penutupan hari ybs; pot g +/- = laba atau rugi; kalo hijau berarti untung bo ) :



tentu saja dengan menggunakan strategi trading dan fokus laba dalam tren turun : )

menurut bloomberg, data keuangan dan investasi portofolio trub sbb:

Earnings 14.000
Shares (Millions) 15,799.460
Price/Earnings (Trailing) 32.800 (KEMAHALAN VALUASINYA)
Market Cap (Millions) 1,295,556.000
Relative P/E 0.976
ROE 11.804
Last Dividend Reported N.A. Omitted
Dividend Yield (ttm) N.A.
Relative Dividend Yield N.A.
90-Day Volatility 92.124
Beta vs. JCI 0.853

TRUB Alihkan Saham Anak Usaha ke Anak Usaha
Senin, 6 September 2010 – 11:48 wib Widi Agustian – Okezone
Ilustrasi JAKARTA – PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk (TRUB) melepas kepemilikan sahamnya di anak usahanya, PT Maxima Infrastruktur. Di mana TRUB menjual seluruh sahamnya kepada kepada PT Manunggal Power Utama, yang juga anak usaha TRUB.

Corporate Secretary TRUB Gamala V Katoppo menjelaskan jika transaksi penjualan saham itu telah direalisasikan pada 30 Agustus lalu. Total saham yang dilepas Truba adalah sebanyak 119.999 saham setara dengan 99,99 persen dengan total harga Rp199,99 miliar.

“Harga transaksi tersebut berdasarkan nilai nominal per saham,” jelasnya dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (6/9/2010).

Transaksi ini pun termasuk ke dalam transaksi afiliasi karena Maxima Infrastruktur dan Manunggal Power Utama merupakan pihak afiliasi dari Truba Manunggal.

Di mana TRUB merupakan pemegang saham dari Harvest Star Holdings Limited (100 persen), di mana Harvest Star Holdings Limited merupakan pemegang saham dari CDE International Pte Ltd (100 persen). CDE International merupakan pemegang saham dari PT Manunggal Power (95 persen), bersama-sama dengan TRUB (4,99 persen). Sementara Manunggal Power merupakan pemegang saham pada Manunggal Power Utama (99,98 persen).(wdi)
Emiten Konstruksi Lepas Bisnis Tambang
03 Jun 2010
Ekonomi Koran Jakarta
Kepemilikan saham Truba Manunggal di perusahaan batu bara telah menyusut dari 90,1 persen menjadi 12,01 persen. Bisnis batu bara dijual untuk membayar utang 165,5 miliar rupiah. JAKARTA – PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk (Truba Manunggal) yang sedang kesulitan likuiditas akhirnya melepas bisnis batu bara. Perusahaan dengan bisnis utama di bidang konstruksi itu telah melepas kendalinya di PT Manunggal Multi Energi (MME), pemilik tambang batu bara di Muara Enim, Sumatra Selatan.

Sekretaris Perusahaan Truba Manunggal, Gamala V Katoppo, mengungkapkan kepemilikan Truba Manunggal secara tidak langsung di MME telah terdilusi dari 90,1 persen menjadi 12,01 persen. Ini terjadi karena perseroan memilih sahamnya terdilusi daripada membayar utang MME senilai 165,5 miliar rupiah. “Dilusi tersebut disebabkan oleh dilaksanakannya konversi utang MME sebesar 165,5 miliar rupiah menjadi setoran saham oleh PT Galaksi Nusantara Kencana yang sekarangmemiliki 87,99 persen saham MME,* kata Gamala dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Rabu (2/6).

Ketika dikonfirmasi. Gamala masih belum mau menjelaskan penyebab perseroan melepas bisnis batu bara tersebut dan terkait kesulitan likuiditas yang tengah dihadapi perseroan. “Saya belum bisa ngomong sekarang,” katanya.
Truba Manunggal melalui anak usahanya PT Maxima Infrastruktur Sebelumnya telah memiliki pertambangan batu bara dengan menguasai 90,1 persen saham pada MME. MME memiliki KP Eksplorasi (Izin Eksplorasi) untuk area konsesi seluas 5.574 ha di Muara Enim.

Perseroan juga telah menyelesaikan eksplorasi tahap pertama atas 511 hektare dari area konsesi dan menemukan 140,8 juta ton cadangan yang dapat ditambang pada stripratio 12 dengan batu bara bernilai kalori rata-rata 5.800 kcal/kg (diterima kotor). Penambangan dari konsesi ini telah tertunda sejak 2008 dan diharapkan dapat mulai berproduksi pada paro kedua tahun 2009 dengan estimasi produksi 0,5 juta ton di tahun 2009 dan satu juta ton tahun berikutnya. Truba Manunggal telah menyelesaikan analisis dampak lingkungan dan menerima persetujuan yang relevan.

Kesulitan Likuiditas Sebelumnya, Truba Manunggal disebut-sebut tengah kesulitan likuiditas akibat terlambatnya sejumlah tagihan perseroan. Hal ini, terutama disebabkan oleh kesulitan likuiditas yang dihadapi anak usaha perseroan di bidang konstruksi yang memberi kontribusi pendapatan hingga 90 persen, yakni PT Truba Jaya Engineering (Truba Jaya).

Analis Pelindo Rifan Firmansyah dan Ronald Hertanto telah mengungkapkan terbatasnya likuiditas Truba laya. Perusahaan tersebut hanya memiliki kas per Desember 2009 sebesar 76,35 miliar rupiah, padahal perseroan memiliki utang obligasi yang akan jatuh tempo pada 6 Juli 2010 sf nilai 200 miliar rupiah. “Perusahaan berencana untuk melakukan refinancing obligasi tersebut dengan pinjaman dari bank, tapi sampai saat ini masih dalam proses negosiasi, katanya dalam riset yang dirilis pekan lalu.

Akibat keterbatasan likuiditas tersebut, Petindo bahkan telah menempatkan peringkat Obligasi Truba laya 1/2007 se-iiil.ii 200 miliar rupiah yang saat ini adalah “BBB+” (id) pada “Creditwatch dengan implikasi negatif” Ini merupakan indikasi kuat akan adanya penurunan peringkat jika perseroan tidak mampu memperbaiki kondisi likuiditasnya.

Di luar isu kesulitan likuiditas, Truba laya justru dilaporkan telah berhasil meraih kontrak senilai 114,9 juta dollar AS, melampaui target yang ditetapkan sebesar 100 juta dollar AS. Sebagian besar perolehan kontrak tersebut diperoleh dari kontrak dengan Chevron untuk proyek minyak dan gas di Riau senilai 98,9 juta dollar AS.
nse/E-7 KaoMnUr/unn/luttB bwtu Ini rfnall fedaksiOkowHaharm.com.taks; 021 315S 106 SMS 0813 8181 7227

Agustus 16, 2010

trub, di mana kah … 160810

Filed under: Saham Trub — bumi2009fans @ 7:11 am

2013, PLN Yakin Proyek 10 Ribu MW Rampung
Selesainya proyek ini dapat mengurangi penggunaan BBM untuk pembangkit listik.
MINGGU, 15 AGUSTUS 2010, 22:05 WIB Antique, Zaky Al-Yamani

Proyek Induk Pembangkit PLN Pluit (Antara/Rosa Panggabean)
BERITA TERKAIT
Ketel Uap Proyek 10.000 MW PLN Bermasalah
PLTU Lombok Barat Molor
PLN Tawarkan Proyek Gardu Listrik ke Jepang
Pemerintah Mulai Tawarkan Proyek 15 Ribu MW
Pembangunan PLTU Timika Terancam Batal
VIVAnews – Beroperasinya Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 10 ribu megawatt (MW) secara penuh pada tahun 2013, dipastikan dapat menghemat subsidi senilai Rp100 miliar per hari atau Rp35 triliun per tahun.

“Berdasarkan rencana yang ada, maka tahun 2013 hampir seluruh proyek listrik 10 ribu MW dapat diselesaikan,” ujar Tim Koordinasi Percepatan Pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik PLN Yogo Pratomo dalam jumpa pers di Jakarta, Minggu, 15 Agustus 2010.

Jika proyek listrik PLTU 10 ribu MW dengan 37 pembangkit sudah dapat beroperasi, listrik yang dihasilkan diharapkan dapat dinikmati oleh masyarakat. Selain itu, selesainya proyek ini dapat mengurangi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) untuk pembangkit listrik.

“Ini berarti subsidi yang diberikan kepada PLN akan dapat dikurangi, sehingga dapat dialihkan untuk kepentingan sektor lain yang membutuhkan,” ujar Yogo.

Dengan beroperasinya PLTU 10 ribu MW ini secara penuh pada tahun 2013, Yogo memastikan proyek ini dapat menghemat subsidi senilai Rp100 miliar per hari atau Rp35 triliun per tahun.

Terkait perkembangan proyek ini, tahun ini diperkirakan sudah dapat diselesaikan proses konstruksi delapan pembangkit PLTU dengan total daya 2.000 MW. Pembangkit-pembangkit yang akan selesai pada tahun ini adalah PLTU Rembang unit satu 315 MW, PLTU Indramayu Unit satu 330 MW, dan PLTU Suryalaya 625 MW.

Selain itu pembangkit di luar jawa seperti PLTU Tanjung Balai Karimun 2×7 MW, PLTU Bangka 30 MW, PLTU Amurang 25 MW, PLTU Kendari 2×10 MW dan PLTU Ende 2×7 MW. “Ini merupakan suatu penyelesaian yang positif, karena secara penuh proyek ini sebenarnya baru dimulai tahun 2007,” ujar Yogo.

Selanjutnya, pada tahun depan (2011), akan diselesaikan pembangkit bertenaga 4.300 MW yang tersebar di 17 lokasi (lima lokasi di Jawa dan 12 lokasi di luar Jawa).

Dengan selesainya banyak pembangkit di Jawa dan terutama di luar Jawa tersebut, pada tahun 2011 jumlah pembangkit yang akan selesai adalah 6.300 MW. “Dapat dikatakan bahwa dua pertiga rencana proyek listrik 10 ribu MW ini dapat selesai kurang dari 4,5 tahun. Sisanya sebesar 3.700 MW akan dapat diselesaikan pada tahun-tahun berikutnya,” ujar Yogo.

Mengenai adanya pembangkit listrik yang tidak selesai tepat waktu, Yogo beralasan disebabkan beberapa faktor, di antaranya mengenai pembebasan lahan dan juga faktor cuaca yang kurang mendukung pada saat konstruksi bangunan fisik. (umi)
• VIVAnews
Senin, 16/08/2010 05:00:06 WIB
Batu bara 5 juta ton PLN ditangani Djakarta Llyod
Oleh: Tularji

JAKARTA: PT Djakarta Llyod segera mendapatkan kontrak pengangkutan komoditas batu bara sebanyak 5 juta ton per tahun dari PT PLN (Persero) guna memasok sejumlah pembangkit listrik tenaga uap yang tersebar di Pulau Jawa dan Sumatra.

Kontrak pengangkutan batu bara domestik itu untuk menyelamatkan perseroan dari kebangkrutan. “Kontrak tersebut dijadwalkan akan ditandatangani September 2010,” kata Pjs. Direktur Utama PT Djakarta Lloyd Bambang Sudarsono tadi malam.

Menurut rencana perseroan tersebut akan memasok batu bara ke empat pembangkit, yakni PLTU Labuan,Banten, PLTU Labuan Angin, Sumatra Utara, PLTU Pacitan, Jawa Timur, dan PLTU Pelabuhan Ratu, Jawa Barat.

Bambang menjelaskan perseroan menargetkan sektor pengangkutan batu bara ini dapat berkontribusi sebesar 20% terhadap total pendapatan perseroan, sehingga mampu mengurangi kontribusi dari pengangkutan kontainer yang kini 100%.

Dia menambahkan perluasan layananan dari kontainer ke pengangkutan batu bara untuk menjaga kesinambungan usaha. Hal itu karena bisnis pengangkutan peti kemas sedang terpuruk akibat perang tarif yang semakin parah.

Pada Januari 2010, Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar menegaskan Djakarta Lloyd segera mendapatkan kontrak pengangkutan batu bara dari PT PLN guna membantu program penyehatan perseroan pelayaran tersebut.

Hingga saat ini, PT Djakarta Lloyd mengandalkan angkutan kontainer dengan didukung oleh 14 unit kapal. Kapal tersebut terdiri dari 2 unit berkapasitas 1.600 TEUs, 3 unit berkemampuan angkut hingga 400 TEUs dan 9 unit berkapasitas dibawah 400 TEUs.(bas)
Listrik 10.000 MW Tahap I
Selesaikan Sisa Proyek, Pemerintah Cairkan Dana USD1,4 M
Minggu, 15 Agustus 2010 – 17:24 wib
TEXT SIZE :
Candra Setya Santoso & Wilda Asmarini – Okezone

Ilustrasi
JAKARTA – Pemerintah menargetkan pencairan dana sebesar USD1,4 miliar hingga akhir tahun ini, guna penyelesaian seperlima proyek pembangunan pembangkit 10 ribu megawatt (MW).

“Hingga tahun ini biaya yang sudah dicairkan sebesar USD1,4 miliar hingga dua ribu mw dari total USD7 miliar diperoleh dari beberapa bank asing dan lokal yang kebanyakan dari China,” ungkap Ketua Tim Koordinasi Percepatan Penyediaan Listrik 10 ribu MW Yogo Pratomo, Dspice Dining Terrace, Jakarta, Minggu (15/8/2010).

Dijelaskannya, pendanaan tersebut juga ditopang dari bank-bank lokal guna pemenuhan kebutuhan dana yang diperkirakan mencapai USD7 miliar untuk proyek 10 ribu MW tahap I ini. “Kalau lokal, rata-rata bank BUMN,” ujarnya.

Bank lokal yang dimaksud, jelasnya, seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Mandiri Tbk.

“Tapi ada juga yang swastanya yaitu BCA, Bukopin dan Bank Mega. Rata-rata tenggat waktu pemijaman 10 tahun,” pungkasnya.(adn)(rhs)
Listrik 10.000 MW Tahap I
Pemerintah Bisa Berhemat Rp36 Triliun/Tahun
Minggu, 15 Agustus 2010 – 17:00 wib
TEXT SIZE :
Candra Setya Santoso & Wilda Asmarini – Okezone

Ilustrasi
JAKARTA – Pemerintah menargetkan penghematan dana hingga Rp36 triliun tiap tahun dari proyek pembangunan pembangkit 10 ribu megawatt (MW) tahap I yang telah dimulai demi mempercepat ketersediaan pasokan listrik.

“Dana sebesar Rp36 triliun akan dihemat tiap tahun bila proyek ini berjalan semua,” ungkap Ketua Tim Koordinasi Percepatan Penyediaan Listrik 10 ribu MW Yogo Pratomo, Dspice Dining Terrace, Jakarta, Minggu (15/8/2010).

Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) No 2/2010 yang memuat daftar proyek percepatan pembangunan pembangkit listrik menggunakan energi terbarukan, batu bara, dan gas serta transmisi terkait.

Dalam peraturan menteri itu disebutkan komposisi energi primer untuk pembangkit tenaga listrik yang akan dikembangkan hingga 2014 dari total kapasitas 10.153 MW.

Komposisi energi primer yang dimaksudkan adalah panas bumi (geothermal) sebesar 39 persen,air 12 persen, batu bara 33 persen, dan gas 16 persen. Dari total kapasitas 10.153 MW, sekitar 5.118 MW (50 persen) dilaksanakan oleh PLN dan sisanya 5.035 MW (50 persen) melalui kerja sama PT PLN dengan pembangkit listrik swasta melalui skema jual beli tenaga listrik. PLN akan mengerjakan 21 proyek pembangkit listrik.

Adapun swasta akan mengembangkan 72 proyek. Lebih besarnya jumlah proyek swasta dari PLN karena kapasitas per pembangkit lebih kecil. Pemerintah memperkirakan total investasi untuk pembangkit dan transmisi proyek 10.000 MW tahap II mencapai USD16,343 miliar.

Dari total investasi tersebut, kebutuhan investasi pembangkit untuk PLN dan swasta sebesar USD15,960 miliar dan kebutuhan investasi untuk transmisi terkait sekitar USD383 juta. Pendanaan tersebut akan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta anggaran internal PT PLN dan sumber dana lainnya seperti Japan International Cooperation Agency (JICA), China Loan, dan Asian Development Bank (ADB). (adn)(rhs)

Agustus 9, 2010

trub NGAKU deh … 090810

Filed under: Saham Trub — bumi2009fans @ 11:30 am

TRUB: Target Tahun ini Konservatif

PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk hanya menargetkan pendapatan sepanjang tahun 2010 sebesar 2,6 triliun rupiah atau turun 3,7 persen dibandingkan pendapatan tahun 2009 sebesar 2,7 triliun rupiah. Perusahaan konstruksi ini memilih konservatif dalam target setelah melihat rendahnya realisasi di semester pertama 2010. Sekretaris Perusahaan Truba Gamala S Katoppo mengungkapkan pendapatan perseroan turun hingga 15 persen di semester pertama 2010, yakni dari 1,564 triliun rupiah semester pertama 2009 menjadi 1,325 triliun rupiah. Sedangkan laba bersih turun 73 persen menjadi 23 miliar rupiah.

Juli 31, 2010

trub di mana … 310710

Filed under: Saham Trub — bumi2009fans @ 3:16 pm

Jumat, 30/07/2010 21:05:51 WIB
25 Mega proyek listrik dipacu tahun ini
Oleh: Wiwiek Dwi Endah
JENEPONTO, Sulsel (Bisnis.com): Pemerintah tahun ini secara bertahap akan terus memacu sedikitnya 25 mega proyek kelistrikkan di Indonesia dengan investasi pihak ketiga, serta akan terus melakukan pembenahan dari sejumlah sistem yang ada.

Direktur Utama PT PLN (Persero) Dahlan Iskan mengatakan, salah satu mega proyek yang akan digenjot adalah PLTU Punagayya yang berdaya listrik 2 x 125 MW dan berlokasi di Desa Punagayya Kecamatan Bangkala Kabupaten Jeneponto. “Sebenarnya PLTU ini sudah sejak lama akan dibangun, namun karena ada masalah keuangan ditambah penawaran harga IPP dari PLN yang terlalu rendah, maka pembangunan PLTU Punagayya sempat mengalami penundaan,” ujarnya, hari ini.

Dahlan menuturkan, awalnya harga IPP atau pembelian listrik swasta oleh PLN hanya sebesar Rp450/kwh, yang seharusnya harga tersebut sekitar Rp600 per kwh hingga Rp700 per kwh. “Namun saat ini harga yang Rp600 per kwh hingga Rp700 per kwh tersebut belum resmi, alias masih dalam penggodokkan di BPKP.”

Menurutnya, saat ini di seluruh Indonesia ada sekitar 25 pembangkit listrik yang akan dibangun oleh swasta. Namun yang kini sedang dalam proyek pengerjaan baru dua, yaitu yang di Kalimantan dan Palu. Dia mengatakan, total investasi untuk 25 pembangkit listrik tersebut mencapai Rp50 triliun, diharapkan semua akan bisa beroperasi pada 2012 nanti.

Sementara itu kata Dahlan, untuk di wilayah Sulawesi sendiri, saat ini terdapat tujuh titik pembangkit yang sedang dikerjakan dan sebagian besar berlokasi di Sulawesi Selatan, dengan nilai investasi sekitar Rp15 triliun. “Untuk di Sulsel sendiri, PLTU Punagayya inilah yang menjadi andalan.”

Presiden Direktur Bosowa Corporation Erwin Aksa mengatakan, hingga saat ini seluruh pembangunan PLTU Punagayya baru mencapai 11%. “Tapi untuk konstruksi pelabuhannya sudah rampung sekitar 60%,” ujar dia.

Menurutnya, pihaknya sangat optimistis seluruh pembangunan proyek PLTU Punagayya akan selesai pada 2011 mendatang. “Paling lambat akhir 2011, PLTU ini sudah bisa memenuhi kebutuhan listrik masyarakat Sulsel,” tukas Erwin. (mrp)

Older Posts »

Blog di WordPress.com.