Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Juli 22, 2010

trub bersistem (harus) TERBAIK … 220710

Filed under: Saham Trub — bumi2009fans @ 5:45 pm

EKONOMI
22/07/2010 – 16:55
Truba Terapkan Sistem IFS ke Seluruh Anak Usaha
Susan Silaban

(IST)
INILAH.COM, Jakarta – PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk (TRUB) tengah menerapkan Industrial and Finansial System (IFS) ke seluruh anak usaha yang dimulai dari PT Truba Jaya Engineering.

Menurut Direktur Utama Truba, Sidarta Sidik studi kelayakan sistem IFS telah dilakukan perseroan sejak enam bulan lalu dan pada awal Juli 2010 telah dilakukan kick off untuk penerapkan sistem tersebut di PT TJE. Perseroan memperkirakan sistem ini dapat go live di TJE pada kuartal I-2011 dan akan diterapkan ke anak usaha lainnya.

“Dengan sentralisasi sistem ini, perseroan mengharapkan proses konsolidasi laporan keuangan dapat dilakukan jauh lebih cepat dan tepat waktu,” ujar Sidarta. [san/hid]

Iklan

Juli 17, 2010

trub berekspektasi atawa berekspansi … 170710

Filed under: Saham Trub — bumi2009fans @ 7:15 am

Juli 7, 2010

trub uda bayar obligasi jatuh tempo … 070710

Filed under: Saham Trub — bumi2009fans @ 2:26 am

06/07/2010 – 17:14
Pefindo Ubah Status Truba Jaya Jadi Stabil
Susan Silaban

(IST)
INILAH.COM, Jakarta – Pefindo merubah status Credit Watch dengan implikasi negatif untuk peringkat BB+ PT Truba Jaya Engineering menjadi Stabil.

Hal ini diungkapkan analis Pefindo, Rifan Firmansyah dalam keterangan persnya di Jakarta, Selasa (6/7). Hal ini dilakukan kerena perusahaan telah menempatkan dana yang dibutuhkan untuk pelunasan obligasi I/2007 senilai Rp200 miliar yang akan jatuh tempo pada 8 Juli 2010 pada rekening Wall Amanat, yaitu Bank CIMB Niaga.

Saat ini, perusahaan menyediakan jasa proyek, perekayasaan, pengadaan, pabrikan dan konstruksi untuk berbagai jenis industri. Perusahaan dimiliki PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk melalui anak perusahannya, PT Truba Manunggal Infrasolusi dengan penyertaan sebesar 96%, sementara PT Multi Energi Persada dan PT Kurnia Unggul Sejahtera memiliki penyertaan masing-masing 2,3% dan 1,7%. [san/cms]

Juni 30, 2010

pede ! ati2! … 300610

Filed under: Saham Trub — bumi2009fans @ 9:21 am

Selasa, 29/06/2010 23:05:15 WIB
Truba Jaya siap lunasi obligasi
Oleh: Irvin Avriano A.

JAKARTA (Bisnis.com): PT Truba Jaya Engineering, anak usaha PT Truba Alam Manunggal Tbk, siap melunasi obligasi yang jatuh tempo pada awal bulan depan setelah sebelumnya dikhawatirkan akan gagal bayar.

“Manajemen Truba Jaya Engineering telah menyiapkan dana untuk pelunasan pokok obligasi tersebut, dana tersebut saat ini dalam bentuk deposito on call,” ujar Direktur Utama Truba Jaya Engineering Erman Suparno dalam keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini.

Dia mengatakan obligasi itu akan dilunasi perseroan pada saat jatuh tempo, sehingga perseroan tidak akan gagal bayar terhadap kewajibannya itu.

Sebelumnya, perseroan belum memastikan pelunasan obligasi itu sehingga dinilai PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) berpotensi gagal bayar terhadap pelunasan obligasi I/2007 perseroan senilai Rp200 miliar yang akan jatuh tempo pada 8 Juli.

Dalam riset yang diterbitkan pada 25 Juni itu, analis Pefindo Rifan Firmansyah menurunkan peringkat obligasi itu sebanyak tiga level dari level idBBB+ ke level idBB+, yang sudah tidak masuk ke dalam kategori layak investasi (investment grade).

Peringkat itu juga memiliki prospek (outlook) pengawasan berimplikasi negatif untuk menunjukkan kekhawatiran atas kemampuan perseroan melunasi efek utangnya itu.

“Perusahaan juga belum mendapatakan kepastian atas rencana penambahan utang bank baru karena sampai saat ini perusahaan belum memperoleh komtmen dari bank,” ujarnya dalam riset itu.

Perseroan, tuturnya, sudah memiliki saldo kas sebesar Rp305,9 miliar per Mei, tetapi memiliki utang jangka pendek yang harus dibayar tahun ini sebesar Rp455,7 miliar.

Laporan keuangan perseroan per akhir tahun lalu menunjukkan perseroan hanya memiliki kas dan setara kas sebesar Rp76,35 miliar.

Laporan keuangan 2009 itu juga menunjukkan perseroan memiliki kewajiban untuk menyediakan dana sebesar dana pelunasan dan sisa pelunasan bunga yang ditetapkan sebesar 11,75% per tahun.

Perseroan juga diwajibkan untuk menjaga rasio utangnya terhadap ekuitas tidak melebihi 2:1.

Sebelumnya, Pefindo telah menempatkan prospek peringkat obligasi perseroan pada level pengawasan negatif pada Mei lalu dengan memperhatikan potensi tidak didapatkannya komitmen utang untuk melunasi obligasinya itu.

Namun, Pefindo mencatat penurunan peringkat itu harus dilakukan mengingat hingga saat ini perseroan belum mendapatkan komitmen pinjaman.

Perseroan bergerak di bidang jasa manajemen proyek, pabrikasi, rekayasa, dan konstruksi beragam industri. Sebanyak 96% saham perseroan dimiliki Truba Alam Manunggal melalui PT Manunggal Infrasolusi.

Selain Truba Alam, pemegang saham yang lain terdiri dari PT Multi Enegeri Persada sebesar 2,3%, dan PT Kurnia Unggul Sejahtera sebanyak 1,7%. (wiw)

Juni 25, 2010

trub tunjukkan MERAH (aka duit ratusan ribu) MU: 250610

Filed under: Saham Trub — bumi2009fans @ 7:41 am

Kamis, 24/06/2010 18:55:49 WIB
Pefindo turunkan rating obligasi Truba Jaya
Oleh: Irvin Avriano
JAKARTA (Bisnis.com): PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menurunkan peringkat obligasi I/2007 senilai Rp200 miliar PT Truba Jaya Engineering, anak usaha PT Truba Alam Manunggal Tbk, yang akan jatuh tempo pada 8 Juli.

Hal itu terungkap di dalam riset Pefindo yang dirilis hari ini. Analis Pefindo Rifan Firmansyah menurunkan peringkat obligasi itu sebanyak tiga level dari level idBBB+ ke level idBB+, yang sudah tidak masuk ke dalam kategori layak investasi (investment grade).

Peringkat itu juga memiliki prospek (outlook) pengawasan berimplikasi negatif untuk menunjukkan kekhawatiran atas kemampuan perseroan melunasi efek utangnya itu.

“Perusahaan juga belum mendapatkan kepastian atas rencana penambahan utang bank baru karena sampai saat ini perusahaan belum memperoleh komitmen dari bank,” ujarnya dalam riset itu hari ini.

Sebanyak 96% saham perseroan dimiliki Truba Alam Manunggal melalui PT Manunggal Infrasolusi. Selain Truba Alam, pemegang saham yang lain terdiri dari PT Multi Energi Persada sebesar 2,3%, dan PT Kurnia Unggul Sejahtera sebanyak 1,7%.(yn)

Juni 4, 2010

trub jadi mengkonversi saham anak usaha … 040610

Filed under: Saham Trub — bumi2009fans @ 8:30 am

Jumat, 04/06/2010
Truba batalkan PLTU Kuala Tanjung
Wika garap proyek pabrik aluminium Antam US$314 juta
Cetak
JAKARTA: Raksasa konstruksi PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk membatalkan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Kuala Tanjung, Sumatra Utara, senilai US$274,3 juta.

Sekretaris Perusahaan Truba Alam Gamala V. Katoppo menyatakan hal tersebut diputuskan karena perseroan belum juga mendapatkan mitra strategis untuk menggarap proyek pembangkit listrik swasta berkapasitas 2X135 megawatt (MW) itu.

“Namun, kami akan melanjutkan kembali proyek PLTU Kuala Tanjung sampai ada mitra yang digandeng. Untuk sementara, kami fokus pada bisnis yang selama ini sudah kami jalankan,” ujarnya di Jakarta kemarin.

Truba sebelumnya mengumumkan telah menggandeng Ratchaburi, perusahaan konstruksi asal Thailand, untuk menggarap proyek itu. Perseroan memiliki pembangkit listrik dengan total kapasitas 230 megawatt (MW) yang sudah beroperasi.

Selain PLTU Kuala Tanjung, Truba mempunyai empat PLTU dengan total kapasitas 470 MW yang dalam proses pengerjaan. Tiga pembangkit itu adalah PLTU Bangka dengan kapasitas 2×12 MW, PLTU Pontianak 2×30 MW, dan PLTU CP Bahari 4×30 MW.

Gamala menekankan kendati proyek PLTU Kuala Tanjung macet, perseroan memproyeksikan tahun ini masih bisa mencatat pertumbuhan bisnis minimal sama seperti 2009. Optimisme itu didasarkan atas perolehan kontrak sepanjang tahun berjalan yang sudah melampaui target.

Sampai awal Juni 2010, lanjutnya, perseroan telah meraup kontrak US$130 juta, atau 30% lebih besar dari target yang ditetapkan, US$100 juta. Dia berharap jumlah itu mengalami kenaikan seiring dengan perolehan kontrak baru.

Adapun, kontrak baru terakhir didapatkan PT Truba Jaya Engineering, anak usaha Truba Alam, senilai US$16 juta dari PT Roberts Schaefer Soros Indonesia untuk pengerjaan civil, structural, mechanical erection, dan OLC & TBCT Duplication Project.

Direktur Utama Truba Jaya Erman Suparno mengatakan pengerjaan proyek itu dimulai 10 Mei 2010. Saat ini, perseroan membidik sejumlah kontrak konstruksi industri kimia, minyak dan gas, serta listrik senilai Rp10 triliun.

“Kontrak-kontrak itu masih dalam tender yang kami ikuti. Kami berharap dapat memenangkan tender tersebut, sehingga dapat mendukung pertumbuhan bisnis perusahaan,” katanya.

Rabu pekan ini, Truba Alam mengumumkan melepas kepemilikannya di PT Manunggal Multi Energi melalui anak usahanya PT Maxima Infrastruktur ke PT Galaksi Nusantara Kencana sebagai bagian dari konversi utang ke saham senilai Rp162,5 miliar.

Dalam keterbukaannya ke otoritas bursa, Gamala mengatakan setelah konversi utang ke saham itu, Galaksi menguasai 87,99% saham Manunggal Multi, dan saham Maxima terdilusi menjadi 12,01% dari semula 90,1%.

Proyek Wika

Sementara itu, satu konsorsium kontraktor yang dipimpin PT Wijaya Karya Tbk akan menggarap proyek pengembangan chemical grade alumina dari PT Indonesia Chemical Alumina di Tayan, Kalimantan Barat, senilai US$314 juta pada akhir 2010.

Wika akan mengerjakan engineering, procurement, and construction pabrik pengolah aluminium berkapasitas 300.000 ton CGA per tahun yang ditargetkan beroperasi 2014 itu bersama PT Nusea dan kontraktor asal Jepang, Tsukishima Kikai Co Ltd.

“Karena proyek itu mulai dikerjakan secara penuh pada tahun depan, maka perolehan proyek tersebut akan memberikan kontribusi kepada kami mulai 2011. Proyek dikerjakan selama 40 bulan,” ujar Sekretaris Perusahaan Wika Natal Argawan Pardede di Jakarta, kemarin.

Namun demikian, Natal menambahkan status konsorsium kontraktor saat ini masih sebagai first candidate, sehingga perseroan masih menunggu letter of intent dari Indonesia Chemical, anak usaha PT Aneka Tambang Tbk (Antam) itu, agar bisa dinyatakan sebagai pemenang tender.

Hingga kuartal I/2010, Wika telah mengerjakan kontrak senilai Rp1,48 triliun dari total nilai kontrak tahun berjalan Rp11,73 triliun. Kontrak yang sudah diperoleh itu baru sekitar separuh dari target tahun ini, Rp20,82 triliun atau naik 21,1% dari tahun sebelumnya. (Ratna Ariyanti) (bambang.jatmiko@bisnis.co.id)

Oleh Bambang P. Jatmiko
Bisnis Indonesia
e-trading:
TRUB: Belum Pastikan Lunasi Obligasi
PT Truba Jaya Engineering belum memastikan kesiapan dana pelunasan obligasi I/2007 perusahaan senilai Rp200 miliar. Dalam keterbukaan informasi emiten kepada PT Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, Direktur Utama Truba Jaya Erman Suparno mengatakan perseroan masih melakukan beberapa upaya untuk melunasi obligasi yang akan jtauh tempo pada 8 Juli itu. Selain Truba Jaya, penerbitan obligasi korporasi lain, PT Trimegah Securities Tbk juga melakukan keterbukaan informasi terkait dengan obligasi perseroan yang akan jatuh tempo pada 15 Juli.

Juni 3, 2010

trub maseh punya dana internal … lho : 030610

Filed under: Saham Trub — bumi2009fans @ 10:55 pm

Kamis, 03/06/2010 21:11:47 WIB
Truba belum pastikan lunasi obligasi
Oleh: Irvin Avriano A.
JAKARTA (Bisnis.com): PT Truba Jaya Engineering belum memastikan kesiapan dana pelunasan obligasi I/2007 perusahaan senilai Rp200 miliar.

Dalam keterbukaan informasi emiten kepada PT Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, Direktur Utama Truba Jaya Erman Suparno mengatakan perseroan masih melakukan beberapa upaya untuk melunasi obligasi yang akan jtauh tempo pada 8 Juli itu.

“Kami sedang memproses untuk mendapatkan pendanaan dari institusi keuangan di mana proses tersebut sedang dilakukan,” ujar Erman dalam suratnya itu hari ini.

Selain Truba Jaya, penerbitan obligasi korporasi lain, PT Trimegah Securities Tbk juga melakukan keterbukaan informasi terkait dengan obligasi perseroan yang akan jatuh tempo pada 15 Juli.

“Perseroan masih memiliki dana internal dan fasilitas pinjaman dari bank senilai Rp330 miliar untuk pelunasan obligasi perseroan,” ujar Direktur Trimegah Securities Karman Pamurahardjo dalam suratnya kepada BEI.

Trimegah masih memiliki obligasi II/2007 seri C yang akan jatuh tempo pada 17 Juli senilai Rp150 miliar.(htr)

trub kena SP … 030610

Filed under: Saham Trub — bumi2009fans @ 9:22 am

03/06/2010 – 09:10
BEI Jatuhkan SP Atas 5 Emiten
Susan Silaban

INILAH.COM, Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia telah menjatuhkan sanksi peringkat tertulis pertama atas lima emiten lantaan keterlambatan penyampaian laporan keuangan Tahun 2009.

Hal ini diungkapkan Kepala Divisi Penialian Perusahaan Surat Utang, Saptono Adi Junarso dalam keterangan resminya, Kamis (3/6). Selain keterlambatan laporan keuangan, kelima emiten ini pun dikenai sanksi atas obligasi dan sukuknya.

Adapun kelima emiten tersebut adalah PT Infoasia Teknologi Tbk dengan obligasi global Tahun 2004, PT Lontar Papyrus Pulp & Paper, dengan obligasi Lontar Papyrus I Tahun 2000, PT Perusahaan Listrik Negara, dengan obligasi PLN VII Tahun 2004, obligasi PLN VIII Tahun 2006, obligasi Syariah Ijarah Tahun 2006, Obligasi PLN IX Tahun 2007, Sukuk Ijarah PLN II Tahun 2009, Obligasi PLN X Tahun 2010 dan Sukuk Ijarah PLN IV Tahun 2010.

Selain itu, ada PT Pindo Deli Pulp & Pape Mills dengan obligasi Pindo Deli I Tahun 1997, serta PT Truba Jaya Engineering dengan obligasi Truba Jaya Engineering I Tahun 2007. [san/cms]

Juni 2, 2010

jawaban bwat Asan: creditwatch obligasi trub … 020610

Filed under: Saham Trub — bumi2009fans @ 7:19 am

24/05/2010 – 15:01
Obligasi Truba Jaya ‘Creditwatch’ Negatif
Susan Silaban

(IST)
INILAH.COM, Jakarta – Pefindo menempatkan peringkat BBB+ terhadap obligasi PT Truba Jaya Engineering 1/2007 senilai Rp200 miliar yang akan jatuh tempo pada 8 Juli 2010 atau Creditwatch dengan implikasi negatif.

Hal ini disampaikan Pefindo dalam keterangannya di Jakarta, Senin (24/5). Hal ini dilakukan karena terbatasnya likuiditas perusahaan untuk melunasi obligasi yang akan jatuh tempo tersebut tercermin dari saldo kas perusahaan per akhir Desember 2009 yang hanya berjumlah sekitar Rp76,35 miliar. Dengan demikian, perusahaan berencana untuk merefinance obligasi tersebut dengan pinjaman dari bank dimana sampai saat ini masih dalam proses negosiasi.

Saat ini, perusahaan dimiliki oleh PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk, melalui anak perusahaan yaitu PT Manunggal Infrasolusi dengan penyertaan masing-masing 96%, sedangkan PT Multi Energi Persada dan PT Kurnia Unggul Sejahtera memiliki penyertaan masing-masing sekitar 2,33% dan 1,67%. [san/cms]
Senin, 24/05/2010 17:50:56 WIB
Peringkat obligasi Truba Jaya masuk creditwatch
Oleh: Irvin Avriano A.

JAKARTA (Bisnis.com): PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menempatkan prospek peringkat obligasi II/2007 PT Truba Jaya Engineering, anak usaha Truba Alam Manunggal Engineering Tbk, senilai Rp200 miliar pada creditwatch dengan implikasi negatif.

Dalam risetnya hari ini analis Pefindo Rifan Firmansyah mengatakan aksi pemeringkatan itu dilakukan akibat likuiditas kas emiten yang kurang.

Hal itu, tuturnya, tercermin dari posisi kas perseroan pada akhir tahun lalu yang hanya Rp76,35 miliar, sedangkan perseroan harus melunasi obligasi yang mengantongi peringkat BBB+ itu yang akan jatuh tempo pada Juli.

“Dengan demikian perseroan berencana membiayai ulang obligasi tersebut dengan pinjaman dari bank yang saat ini masih dalam proses negosiasi,” ujar Rifan dalam risetnya hari ini.

Truba Jaya Engineering merupakan anak usaha Truba Alam Manunggal melalui anak usahanya, PT Manunggal Infrasolusi dengan komposisi kepemilikan sebesar 96%, PT Multi Energi Persada sebesar 2,33%, dan PT Kurnia Unggul Sejahtera sebesar 1,67%. (wiw)
Prospek Peringkat Obligasi Truba Jaya Negatif
25 May 2010
Ekonomi Koran Jakarta
JAKARTA – Lembaga pemeringkat efek nasional, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menempatkan prospek peringkat obligasi Truba Jaya Engineering Tbk sebesar 200 miliar rupiah tahun 2007 yang saat ini “BBB+” pada implikasi negatif. Menurut analis Pefindo, Rifan Firmansyah dan Ronald Hertanto, dalam keterangan tertulis di Jakarta Senin (24/5), hal ini disebabkan terbatasnya likuiditas perusahaan untuk melunasi obligasi yang akan jatuh tempo pada 8 Juli 2010.

Keterbatasan likuiditas tersebut tecermin dari saldo kas perusahaan per akhir Desember 2009 yang hanya berjumlah 76,35 miliar rupiah. Karena itu, perseroan berencana untuk melakukan refinancing atau pembiayaan kembali obligasi tersebut dengan pinjaman bank dimana sampai saat ini masih dalam proses negosiasi. Saat ini, Truba Jaya Engineering dimiliki Truba Alam Manunggal Engineering Tbk melalui anak perusahaan yaitu PT Manunggal Infrasolusi dengan penyertaan sebesar 96 persen, sedangkan PT Multi Energi Persada dan PT Kurnia Unggul Sejahtera memiliki penyertaan masing-masing sekitar 2,33 persen dan 1,67 persen. asp/E-1
13/01/2010 – 10:18
Sst..Truba Jajaki Pinjaman Bank
Susan Silaban

INILAH.COM, Jakarta – PT Truba Jaya Engineering, anak usaha PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk (TRUB) sedang mengupayahkan penyediaan dana untuk pelunasan pokok Obligasi I Tahun 2007 senilai Rp200 miliar.

Demikian diungkapkan Direktur Keuangan Alip Handra dan Presiden Direktur Truna Jaya Erman Suparno kepada BEI, Rabu (13/1).

Menurut Alip, obligasi ini jatuh tempo pada 8 Juli 2010. Memang, perseroan akan memperoleh pinjaman dari sumber internal berupa penyisihan dana intern perusahaan dan sumber eksternal, seperti pinjaman bank serta lembaga keuangan.

Manajemen Truba Jaya juga berkeyakinan obligasi tersbeut akan dilunasi pada saat jatuh tempo. Dalam hal ini, Truba Jaya emmpunyai keputusan penting mengenai penyelesaian obligasi itu. “Kami yakin bisa menyelesaikan pembayaran itu sesuai dengan waktu jatuh tempo,” tegasnya. [san/cms]

Mei 29, 2010

ekspansi trub @pln SULAWESI … 290510

Filed under: Saham Trub — bumi2009fans @ 11:04 pm

28/05/2010 – 13:37
Truba Jadi Pelaksana Sewa PLTD MFO Rp165,9 Miliar
Susan Silaban

(inilah.com)
INILAH.COM, Jakarta – Konsorsium PT Manunggal Engineering dan PT Central Daya Energi ditunjuk PT PLN wilayah Sulsel, Sultra dan Sulbar sebagai pelaksanan sewa PLTD MFO.

Hal ini diungkapkan Sekretaris Perusahaan TRUBA Gamala Katoppo dalam keterbukaan informasi BEI, Kamis (27/5).

Kedua konsorsium merupakan akan usaha PT Truba Manunggal Engineering. Adapun lokasi PLTD di gardu induk Sungguminasa Kabupaten Gowa dengan nilaiu kontrak Rp165,931 miliar setara dengan Rp360.80/kWh. Sedangkan waktu pelaksanaan sewa selama 3 tahun.

Selain itu, Truba juga berhasil ditunjuk PY Robert Schaefer Soros Indinesia untuk melakuan pekerjaan Civil, Structuarl, Mechanical Erection and OLC & TBCT Duplication Project dengan nilai kontrak sekitar US$16 juta.

“Proyek telah dimulai pada 10 Mei 2010,” ujar Gamala.

Proyek ini dikerjakan oleh anak usaha Truba, yakni PT Truba Jaya Enginering. Truba adalah perusahaan listrik terintegrasi terkemuka di Indonesia. Perseroan berpengamalam lebih dari 30 tahun dalam bidang EPC untu kelistrikkan.

« Newer PostsOlder Posts »

Blog di WordPress.com.